Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Tinjauan pustaka mengenai tumor ovarium Hendrianto, Hendrianto; Ongko, Nicholas Xavier; Nadapdap, Faskanita Maristella; Tarigan, Setia Budi; Arhamni, Ade; Jansen, Jansen; Sopacua, Erwin; Artiani, Litri
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v2i1.4173

Abstract

Tumor ovarium termasuk tumor yang perlu menjadi perhatian bagi masyarakat dan petugas kesehatan karena tumor ovarium yang bukan hanya dapat dijumpai pada semua kelompok usia, tetapi juga bisa menyebabkan kematian terutama pada kasus tumor ganas ovarium. Gejalanya yang tidak khas membuat tumor ovarium bisa saja tidak terdiagnosa pada stadium awalnya tetapi sudah terdiagnosa stadium lanjut pada saat diperiksa. Berbagai faktor resiko yang mungkin tidak disadari oleh wanita tersebut seperti adanya faktor riwayat keluarga, paritas, penggunaan kontrasepsi oral, dan faktor lingkungan, karena ternyata semua itu berperan untuk terjadinya tumor ovarium. Perlunya pemeriksaan yang tepat untuk mendiagnosa tumor ovarium dari stadium awal agar prognosis penderita menjadi lebih baik, dapat menurunkan jumlah penderita tumor ovarium dan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Perlunya informasi yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tumor ovarium dan cara yang tepat untuk mencegah atau deteksi dini tumor ganas ovarium.
Hubungan perokok berat dengan penyakit paru obstruktif kronik pada pasien dewasa di Rumah Sakit Royal Prima Zalzabila, Annisa; Nasution, Chairul Radjab; Masdalena, Masdalena; Yani, Herlina; Rahimi, Armon; Sopacua, Erwin
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v2i2.4693

Abstract

Paparan asap rokok merupakan faktor risiko paling umum pada pasien PPOK di seluruh dunia.Interaksi kompleks akibat paparan kumulatif jangka panjang terhadap gas dan partikel beracun, dikombinasikan dengan berbagai faktor pejamu, termasuk genetika, hiperresponsif saluran napas, dan perkembangan paru-paru yang buruk pada bayi, dapat menyebabkan gangguan dan perubahan pada mukosa pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perokok berat dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) pada pasien di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif yang dilakukan pada bulan Agustus 2023. Populasi terjangkau pada penelitian adalah pasien di Rumah Sakit Royal Prima Medan sebanyak 50 sampel dengan teknik concecutive sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square, pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 25. Hasil studi menunjukkan jenis kelamin terbanyak laki-laki yaitu 45 orang (90,0%), umur terbanyak 56-65 tahun yaitu 21 orang (42,0%), keluhan terbanyak sesak nafas yaitu 41 orang (82,0%), perokok terbanyak berat yaitu 27 orang (54,0%), penyakit paru obstruktif kronik terbanyak berat yaitu 19 orang (38,0%). Ada hubungan antara perokok berat dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) (p=0,006). Dapat disimpulkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki, umur terbanyak adalah 56-65 tahun, keluhan terbanyak adalah sesak nafas, perokok berat terbanyak adalah ya, penyakit paru obstruktif kronik terbanyak adalah berat dan ada hubungan antara perokok berat dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) pada pasien.
Analysis of factors influencing re-visit intention of diabetes mellitus patients at dr. Pirngadi General Hospital Loren, Jeff; Zannah, Rafika; Hutauruk, Magdalena Julianni; Kuswani, Lili; Delfian, Taufik; Haryadi, Haryadi; Lumban Tobing, Andrico Napolin; Sopacua, Erwin; Arviandi, Rizki; Cisca, Anita Merry; Nadapdap, Faskanita Maristella; Putra, Kriswandy
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 4 No. 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v4i1.7444

Abstract

Diabetes mellitus is a non-communicable disease that requires a long treatment so that patients have to take medication or visit the hospital more often, interest in repeat visits is a behavior that appears in response to objects that indicate a customer's desire to make a repeat purchase. The aim of the study was to find out whether the factors that determine interest in returning to diabetes mellitus patients at Pirngadi Hospital in Medan City in 2023. The research method uses a correlative descriptive design with a cross-sectional approach. The results showed that most of the respondents were male, namely 23 (51.1%), the education level of respondents who were high and medium had the same proportion, namely 18 (40%), the employment status of respondents was 30 (66.7%) working. Quality of service as many as 33 (73.3%) and as many as 28 (62.2%) families get high support. The results of the statistical chi-square test found that there was no significant relationship between gender and intention to revisit (p=0.155), there was no relationship between education and intention to revisit (p=0.371), there was no relationship between work and intention to revisit (p=0.828), there is a relationship between quality of service and interest in repeat visits (p=0.000). There is no relationship between family support and interest in repeat visits (p=0.000). This research is expected to be an evaluation material in improving health services related to the determinants of interest in repeat visits of patients with diabetes mellitus.
Hubungan Jumlah Trombosit pada Kejadian Perdarahan Varises Esofagus pada Pasien Sirosis Hati Sembiring, Melias Tari; Sopacua, Erwin; Yulizal, OK
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.4794

Abstract

Sirosis hati adalah penyakit hati menahun yang difus, ditandai dengan adanya pembentukan jaringan yang disertai nodul. Dimuali dengan proses peradangan, nekrosis sel hati yang luas, pembentukan jaringan ikat dan usaha regenerasi nodul. Perdarahan yang disebabkan oleh varises esofagus merupakan penyebab utama kematian pada pasien sirosis hati. Beberapa faktor risiko terjadinya perdarahan varises pada pasien sirosis ialah nilai trombosit 1,5, HVPG tinggi, serta adanya stigmata perdarahan pada varises. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan jumlah trombosit pada kejadian perdarahan varises esofagus pada pasien sirosis hati. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah rekam medis pasien sirosis hati yang mengalami perdarahan varises esofagus pada tahun 2022-2023 sebanyak 20 pasien. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 sampel rekam medis pasien. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pasien dalam penelitian ini yang < 50 tahun sebanyak 10 orang (50%) dan yang berusia >50 tahun sebanyak 10 (50%) pasien, mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki sebanyak 11 (55%). jumlah trombosit pada pasien dalam penelitian ini mayoritas pada kategori rendah sebanyak 16 (80%) pasien. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan jumlah trombosit pada kejadian perdarahan varises esofagus pada pasien sirosis hati.
Gambaran Hipertensi Portal pada Penderita Sirosis Hepatis Stadium Decompensata yang Dirawat Nasution, Alyssa Naura; Sopacua, Erwin; Yulizal, OK
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4796

Abstract

Sirosis hepatis merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan terjadinya pengerasan dari hati yang akan menyebabkan penurunan fungsi hati dan bentuk hati yang normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada pembuluh darah dan terganggunya aliran darah vena porta yang akhimya menyebabkan hipertensi portal. Pada penderita penyakit sirosis hepatis sebanyak 50% mengalami hipertensi portal. Hipertensi portal adalah peningkatan tekanan darah vena portal yang memetap di atas nilai normal. Hipertensi portal pada penderita sirosis disebabkan oleh aliran darah yang berlebihan ke sirkulasi portal, disertai dengan peningkatan resistensi terhadap aliran darah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hipertensi portal pada penderita sirosis hepatis stadium decompensata di RS Royal Prima dari Januari 2022-Desember 2023.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan dengan menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan catatan atau rekam medik yang menjadi sampel dari penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan deskriptif menggunakan SPSS 26. Hasil peneilitian ini adalah gambaran pasien hipertensi portal pada penderita sirosis hepatis stadium decompensata di RSU Royal Prima Medan berdasarkan proporsi usia tertinggi berusia ≥50 th sebanyak 10 orang (50%) dan berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa proporsi tertinggi adalah laki-laki dengan jumlah 14 orang (70%). Hasil penelitian Gambaran pasien hipertensi portal pada penderita sirosis hepatis stadium decompensata di RSU Royal Prima Medan berdasarkan pekerjaan didapatkan proporsi tertinggi pasien yang bekerja sebagai wiraswata sebanyak 8 orang (40%). Hasil peneilitian gambaran pasien hipertensi portal pada penderita sirosis hepatis stadium decompensata di RSU Royal Prima Medan berdasarkan hasil fungsi hati SGOT didapatkan bahwa terjadinya peningkatan SGOT kepada pasien sirosis hepatis stadium decompensata sebanyak 19 orang (95%). Sedangkan SGPT didapatkan bahwa nilai yang sama dari hasil SGPT yang normal sebanyak 10 orang (50%) dan tidak normal sebanyak 10 orang (50%). Hasil peneilitian gambaran pasien hipertensi portal pada penderita sirosis hepatis stadium decompensata di RSU Royal Prima Medan berdasarkan hasil trombosit yang didapatkan terjadinya penurunan pada penderita sirosis hepatis stadium decompensata di RSU Royal Prima Medan sebanyak 11 orang (55%).
The Effect Combining Snakehead Fish Extract, Meniran, and Temulawak on Glycemic Status and Pancreatic Histopathology in High-Fat Diet Diabetic Rats Yulizal, OK; Zahiah, Wa Amalia; Sopacua, Erwin
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 11 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i11.43135

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by hyperglycemia, frequently associated with obesity, dyslipidemia, hypertension, and cardiovascular complications, particularly in type 2 diabetes mellitus (DM). In Indonesia, traditional medicine is often favored for its safety and cost-effectiveness compared to synthetic drugs. This study involved 25 male Wistar rats, which were divided into five groups: a control group, an alloxan and high-fat diet group, a pioglitazone group, a plant extract group, and a combination group. Obesity was induced over 27 days through a high-fat diet, followed by the administration of alloxan to elevate blood glucose levels. Glucose measurements were taken at specified intervals, with HbA1c assessed on day 26, and pancreatic histopathology was analyzed post-study. The Kruskal-Wallis test revealed significant differences in weight gain (p = 0.016) and blood glucose levels (p = 0.003) among the groups. Although no significant difference was observed in blood glucose reduction (p = 0.05), the combination group exhibited the most substantial decrease. One-way ANOVA results demonstrated that the combination of the extract and pioglitazone significantly reduced HbA1c levels (p < 0.001), with the second group showing the highest levels and the fourth group displaying the most pronounced reduction. Histopathological analysis indicated damage to the islets of Langerhans in both the pioglitazone and extract groups. The combination of snakehead fish extract, meniran, temulawak, and pioglitazone effectively lowers blood glucose and HbA1c levels; however, it does not appear to ameliorate islet damage, likely due to oxidative stress resulting from the treatments
Effect Of Combination Of Snakehead Fish Extract (Channa Striata), Meniran (Phyllanthus Niruri L.), And Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) On Histopathological and Liver Function Of Rats Model Diabetes Mellitus with High Fat Diet Apmarda Simarmata, Tesalonika; Yulizal, OK; Sopacua, Erwin
Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v5i11.1391

Abstract

Diabetes mellitus is one of the metabolic disorders characterized by a progressive decrease in insulin sensitivity, resulting in hyperglycemia which causes oxidative stress and damage to liver function. Currently, anti-fibrogenic treatment options are still limited, This study aims to determine the effect of capsules containing a combination of snakehead fish extract (Channa striata), meniran (Phyllanthus niruri L.), and curcuma (Curcuma xantorrhiza) on a high fat diet of diabetic melitus model rats. This type of research is an experimental laboratory in vivo with a randomized post test-only control group design. The population of this study is male rats (Rattus norvegicus) of the wistar strain with a sample size of 30 mice divided into 5 groups of rats. Data analysis used the SPSS version 26 program which was analyzed by the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney statistical tests. The results of this study found that there was a difference but not significant between SGOT and SGPT between all groups (p>0.05). Therefore, from these results, it can be stated that there is an effect of capsules containing a combination of snakehead fish extract (Channa striata), meniran (Phyllanthus niruri L.), and curcuma (Curcuma xantorrhiza) in diabetic mellitus model rats with a high fat diet in improving liver function. It is hoped that further researchers can continue this research by using a combination of snakehead fish extract (Channa striata), meniran (Phyllanthus niruri L.), and curcuma (Curcuma xantorrhiza) in repairing damage to other organs other than the liver as a result of diabetes mellitus complications.