Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Design of Plastic Waste Processing Extrusion Machines Agus Haris Abadi; Ridwan Baharta; Masri Bin Ardin
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/vanos.v9i1.22872

Abstract

Plastic waste remains a significant unresolved issue due to extensive usage and lack of public awareness. It continues to be a problem in both rural and urban areas. The difficulty in eradicating plastic waste means that it will continue to accumulate if not addressed seriously. This study aims to develop equipment for processing plastic waste, including the main frame, component holder, heating tube, and screw extruder. This type of research falls under research and development (R&D) and involves the following steps: identifying potential and problems, gathering information, product design, design validation, and design improvement. The study findings are as follows: 1) The main frame is constructed using black hollow iron 30x30x1.6 mm; 2) Design drawings for the main frame, tube holder, heating tube, and screw extruder in both 2D and 3D formats are provided. These drawings include dimensions and work symbols in accordance with drawing rules; 3) The Von Mises Stress test on the main frame, conducted with a 100 kg load, indicates that the highest tension is located above the end of the middle support, with a value of 73.09 MPa. This value is far from the melting point. The part with the lowest stress is the lower frame, with a value of 0.02 MPa; and 4) The Von Mises Stress test on the tube holder, conducted with a 50 kg load, shows that the highest stress is at the bottom, with a value of 1.813 MPa. This value is far from the melting point. The part with the lowest stress is the lower seat of the side, with a value of 0.001 MPa.
Penerapan MPS 100 untuk Meningkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah di Desa Sadawarna Susilawati, Susilawati; Nugraha, Aditya; Buchori, Azhis Sholeh; Masri Bin Ardin; Roni Suhartono; Agus Haris Abadi; Maolana Yusuf
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 3 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.633

Abstract

Desa Sadawarna di Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan sampah plastik, dengan produksi harian mencapai 0,5 ton. Minimnya fasilitas TPS dan rendahnya kesadaran masyarakat menjadi penyebab utama inefisiensi pengelolaan. Sebagai solusi, tim dari Politeknik Negeri Subang mengembangkan Mesin Pemusnah Sampah 100 (MPS 100), sebuah incinerator skala desa yang dirancang untuk efisiensi pengolahan dan edukasi lingkungan. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tahapan perancangan, manufaktur, pengujian, pelatihan operasional, dan seminar edukasi. Hasil pengujian menunjukkan MPS mampu memusnahkan hingga 100 kg sampah per hari. Seminar edukatif yang menyertai kegiatan ini meningkatkan skor kesadaran masyarakat dari 68,00 (pretest) menjadi 88,40 (posttest), dengan nilai N-Gain 63,75% (kategori sedang). Inovasi ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan pendekatan edukatif dapat meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
Penerapan MPS 100 untuk Meningkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah di Desa Sadawarna Susilawati, Susilawati; Nugraha, Aditya; Buchori, Azhis Sholeh; Masri Bin Ardin; Roni Suhartono; Agus Haris Abadi; Maolana Yusuf
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 3 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.633

Abstract

Desa Sadawarna di Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan sampah plastik, dengan produksi harian mencapai 0,5 ton. Minimnya fasilitas TPS dan rendahnya kesadaran masyarakat menjadi penyebab utama inefisiensi pengelolaan. Sebagai solusi, tim dari Politeknik Negeri Subang mengembangkan Mesin Pemusnah Sampah 100 (MPS 100), sebuah incinerator skala desa yang dirancang untuk efisiensi pengolahan dan edukasi lingkungan. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui tahapan perancangan, manufaktur, pengujian, pelatihan operasional, dan seminar edukasi. Hasil pengujian menunjukkan MPS mampu memusnahkan hingga 100 kg sampah per hari. Seminar edukatif yang menyertai kegiatan ini meningkatkan skor kesadaran masyarakat dari 68,00 (pretest) menjadi 88,40 (posttest), dengan nilai N-Gain 63,75% (kategori sedang). Inovasi ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan pendekatan edukatif dapat meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
Designs of Maggot Rotary Dryer to Support Alternative Feed Production Kamaludin, Muhamad; Agus Haris Abadi; Masri Bin Ardin; Rian Dwi Aji Saputro; Nurizzi Rifqi Ferdian; Dadang Hafid; Asep S. Setyadin
Jurnal E-Komtek (Elektro-Komputer-Teknik) Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/e-komtek.v9i1.2485

Abstract

The growth of maggot cultivation as an alternative feed source is increasing in response to the demand for sustainable organic waste management solutions. However, the drying process remains a major challenge, especially for small and medium-scale operations. This study aims to design and develop a 20-kg capacity rotary maggot dryer that is efficient, energy-saving, and suitable for community-scale production. The design method includes user needs analysis, material selection, CAD-based design simulation, and testing tool performance. The results indicated that the dryer can reduce maggot moisture content within an average drying time of 3 hours at 60–70°C with relatively low energy consumption. This innovation is expected to improve maggot production efficiency and promote appropriate technology for sustainable alternative feed development at the community level.
Analisis Parameter Pemotongan Terhadap Waktu Pemesinan pada Proses C-Axis Menggunakan Software CAM Saputro, Rian Dwi Aji; Nur Muhammad Malikul ‘Adil; Muhamad Kamaludin; Yadi Hikmah Setiana; Agus Haris Abadi
Jurnal E-Komtek (Elektro-Komputer-Teknik) Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/e-komtek.v9i1.2473

Abstract

This study aims to analyze the effect of depth of cut and feed rate variations on machining time in the C-Axis collet process. The research method employed was an experimental approach using Mastercam software. This study's independent variables were variations in cut depth (0.5 mm, 0.8 mm, 1.0 mm) and feed rate (110 ft/min, 125 ft/min, 140 ft/min), while the controlled variable was a spindle speed of 1036 rpm. The tools used were 8 mm and 4 mm diameter flat endmills. The results showed that the shortest machining time was achieved in Toolpath 2 with a depth of cut of 1.0 mm and a feed rate of 140 ft/min, resulting in a time of 12.47 s. In contrast, the longest machining time occurred in Contour Toolpath 1 with a depth of cut of 0.5 mm and a feed rate of 110 ft/min, taking 141.15 s. This research can be further developed to establish standards for optimizing machining time efficiency in C-Axis processes.
Rancang Bangun Bumper Bus Listrik dengan Teknik Pengelasan GMAW di PT. X Razaqri, Razaqri; Kaswandi, Deri; Nasrullah, Hamid; Abadi, Agus Haris; Wilantara, Bahtiar
JASATEC : Journal Students Of Automotive, Electronic and Computer Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jasatec.v5i1.2563

Abstract

Penelitian ini membahas rancang bangun bumper bus listrik menggunakan teknik pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) di PT.X, Republik Ceko. GMAW dipilih karena efisien untuk baja karbon rendah (AISI 1020), namun tetap memiliki tantangan seperti porositas dan kurangnya penetrasi. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan pentingnya pemilihan parameter pengelasan yang tepat (arus, voltase, kecepatan) untuk menghasilkan sambungan yang kuat dan bebas cacat. Integrasi sistem hidrolis elektrik juga meningkatkan kemampuan bumper menghadapi berbagai medan.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sadawarna melalui Pemanfaatan Energi Biomassa dengan Tungku “Si Badai” di Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang Suhartono, Roni; Sulistiyono, Firmansyah; Susilawati, Susilawati; Yudiyanto, Oyok; Ardin, Masri Bin; Nugraha, Aditya; Buchori, Azhis Sholeh; Abadi, Agus Haris; Ferdian, Nurizzi Rifqi; Setiana, Yadi Hikmah; Malikul'adil, Nur Muhammad; Saputro, Rian Dwi Aji; Kamaludin, Muhamad; Thomas, Fendy
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2334

Abstract

Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah mengurangi ketergantungan Desa Sadawarna terhadap penggunaan gas LPG dengan beralih pada pemanfaatan biomassa yang biayanya lebih murah dan bahannya tersedia di sekitar rumah. Program dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif meliputi identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan tungku kayu Si Badai, pelatihan pengoperasian, serta evaluasi kinerja alat. Tungku Si Badai dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi emisi asap karena memiliki sistem aliran udara ganda. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 25 orang peserta pelatihan dapat menggunakan tungku biomassa secara mandiri serta mengalami peningkatan pemahaman tentang energi terbarukan. Program ini akan terus dilaksanakan di beberapa desa yang ada di Kabupaten Subang. Selain efektif menggantikan gas LPG sebagai kebutuhan sehari-hari, terdapat pula peningkatan kesadaran masyarakat terhadap energi bersih dan munculnya potensi baru berupa pengembangan usaha kecil. Program ini memberikan dampak positif terhadap ekonomi rumah tangga dan lingkungan, serta berpotensi untuk direplikasi di wilayah pedesaan lainnya..
OPTIMALISASI BEBAN PENDINGIN REEFER CONTAINER TERHADAP KOMODITI BUAH JERUK Agus Haris Abadi; Mochamad Ridwan Taufik; Adhan Efendi
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v7i2.11405

Abstract

Menjaga kualitas dan kesegaran dari buah-buahan dan sayur-sayuran yang membutuhkan waktu perjalanan Panjang adalah suatu keharusan, karena kualitas produk akan berpengaruh pada nilai jual. Sehingga permintaan produk akan semakin meningkat. Dalam menjaga kualitas kesegaran dan kualitas buah – buahan maupun sayur-sayuran dibutuhkan alat yang dapat mengkondisikan udara sehingga suhu dan kelembaban dari komoditi tersebut tetap terjaga. Reefer Coontainer atau kontainer pendingin ini berfungsi untuk mengkondisikan udara. Alat ini biasa digunakan untuk membawa komoditi seperti buah dan sayur untuk di ekspor ke negara lain. Alat ini digunakan karena dibutuhkan waktu yang lama untuk mengirim suatu produk untuk di ekspor ke negara lain. Tetapi ada beberapa kendala yang menyebabkan komoditi mengalami penurunan kualitas yang disebabkan oleh beberapa faktor. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui nilai beban pendinginan total dan kelembaban relatif pada Reefer Container agar temperatur dan kelembaban di dalam kontainer dapat tersirkulasi dengan baik sehingga komoditi yang berada di dalamnya akan terjaga sampai tujuan meskipun memakan waktu yang lama. Beban pendinginan pada suatu mesin pendingin sangat mempunyai pengaruh yang besar terhadap nilai kapasitas pendinginan mesin tersebut. Beban pendinginan juga berpengaruh terhadap nilai COPnya. Semakin besar nilai beban pendinginannya maka semakin kecil COP (Coefficient of Performance) pada mesin pendingin tersebut
Google Classroom as a Collaboration Tool For Blended Learning in Vocational Education Lestari, Nia; Abadi, Agus Haris
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional Vol 3, No 1 (2021): Edisi Juni
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jptiv.v3i1.22392

Abstract

The vocational learning paradigm is changing in the demands of the current era, it is necessary to change teaching methods that follow changes in industry trends, information systems, education quality and students who have a significant relationship with pedagogical methods and the needs of the world of work. Blended learning is balanced learning. This balance is achieved by combining the advantages of the two learning modalities. It is also clear that the generally accepted concept of blended learning is to combine some aspects of technology with face-to-face learning. Google Classroom offers a core suite of tools that includes the basics of the classroom. This paper focuses on Google Classroom as a collaborative tool in blended learning, combining technology and face-to-face interaction to increase student engagement, streamline assessment and open lines of communication between teachers and students. From several studies that have been carried out through the literature review method. Google Classroom provides similar applications through Google Docs, Sheets and Slides to facilitate e-learning.Keywords: google classroom, collaboration, blended learning, vocation educationDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpvti.v3.i1.202105