Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemeriksaan Hemoglobin sebagai Deteksi Dini Anemia Remaja Dewi, Ika Mustika; Yugistyowati, Anafrin; Samutri, Erni; Alfiana, Ratih Devi; Siswanto, R. Agus
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4589

Abstract

Anemia pada remaja adalah masalah kesehatan yang dapat mengakibatkan dampak serius terhadap kesejahteraan mereka jika tidak dideteksi dan diatasi secara tepat waktu. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait kejadian anemia pada remaja di SMP N 1 Bambanglipuro berupa pemeriksaan kadar hemoglobin sebagai upaya deteksi dini anemia pada remaja. Metode yang digunakan berupa pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat portabler haemoglobinometer. Hasil pemeriksaan langsung diberikan kepada responden dengan penjelasan mengenai nilai normal dan tindak lanjut yang diperlukan dalam kasus terdeteksi anemia. Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya deteksi dini anemia. Hasil dari kegiatan ini akan dievaluasi untuk upaya pencegahan anemia pada remaja.
Electronic-based Participatory Empowerment Module on the Knowledge and Attitudes of Pregnant Women in the Prevention of Low Birth Weight Fatimah, Tri Nur; Yugistyowati, Anafrin; Samutri, Erni; Dewi, Ika Mustika
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI), Vol 8 (1), 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v8i1.14042

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian BBLR masih tinggi di Indonesia dan menjadi penyebab utama morbiditas dan motalitas. Upaya preventif dan promotif dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan dengan pemberdayaan partisipatif kader dan ibu hamil menggunakan inovasi media edukasi e-modul untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap. Tujuan: Untuk mengetahui pemberdayaan partisipatif berbasis elektronik modul terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan BBLR. Metode: Penelitian ini merupakan pra-eksperimen one group pretest-posttest dilakukan di Wilayah Puskesmas Nanggulan dengan sampel 30 ibu hamil melalui teknik purposive sampling. Instrumen meliputi kuesioner sosio-demografi, pengetahuan, sikap, dan media edukasi berbasis e-modul tentang pencegahan BBLR. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk serta uji Wilcoxon dan uji N-Gain Score untuk analisa bivariat. Hasil: menunjukkan ada pengaruh signifikan pemberdayaan partisipatif berbasis e-modul terhadap pengetahuan (p-value = 0,003) dan sikap (p-value = 0,001) ibu hamil. Melalui uji N-Gain tergolong rendah dengan rerata pengetahuan (0,235<0.3) dan sikap (0,154<0.3). Simpulan: Pemberdayaan partisipatif berbasis e-modul dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan BBLR secara statistik, namun efektivitas praktis tergolong rendah sehingga dibutuhkan optimalisasi media dan strategi pendampingan lanjutan. Kata Kunci: E-modul; Ibu Hamil; Pencegahan BBLR; Pengetahuan; Sikap
Association Between Sources of Social Support and Depression Among Nursing Students During the COVID-19 Pandemic Kurniawan, Dedi; Fitriawan, Akbar Satria; Setyaningsih, Wiwit Ananda Wahyu; Wulandari, Apri Nur; Wijoyo, Eriyono Budi; Samutri, Erni; Suparmanto, Gatot; Achmad, Bayu Fandhi; Retnaningsih, Listyana Natalia; Sudiarti, Putri Eka
Nurse Media Journal of Nursing Vol 14, No 2 (2024): (August 2024)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v14i2.56407

Abstract

Background: Nursing students have a higher risk of depression due to their high academic burden, social isolation, pandemic loneliness, abrupt online learning, and financial difficulties during the COVID-19 pandemic lockdown. Although the disruption of social network patterns during the pandemic has been observed in previous studies, it is still not fully understood which source of social support is associated with depression among nursing students.Purpose: This study aimed to assess the correlations between sources of social support and depression among nursing students during the COVID-19 pandemic.Methods: An online cross-sectional study was conducted between May and September 2021. Nursing students (n=734) from seven universities across four provinces in Indonesia were recruited as participants using convenience sampling methods. Data were obtained through online questionnaires consisting of the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) to assess social support and the Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) to assess depression. Spearman-Rank correlation tests were used to examine the correlations between sources of social support and depression.   Results: Most of the nursing students (85.1%) were female, with a mean age of 19.94 years (SD=1.42). Many nursing students (n=313; 42.6%) experienced depression. Most of the students (n=465; 63.4%) perceived high family support, moderate friends (n=415; 56.5%) and significant others’ support (n=437; 59.5%). Of the three sources of social support (family, friends, and significant others), only family support had a significant inverse correlation with depression (Rho=-0.492, p<0.001).Conclusion: Family support had a significant inverse and moderate correlation with depression among nursing students during the COVID-19 pandemic. Our findings provided information to nursing educators to incorporate a strategy to maintain robust family support and regular depression assessments as part of the online learning curriculum. Therefore, it can be used to ameliorate depression among nursing students.
Penerapan Pemberdayaan Partisipatif Berbasis Elektronik Modul Terhadap Dorongan Bertindak Ibu Hamil Dalam Pencegahan Bayi Berat Lahir Rendah di Kabupaten Kulon Progo Iko Ramadhanu; Anafrin Yugistyowati; Ika Mustika Dewi; Erni Samutri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.150

Abstract

Latar Belakang : Bayi merupakan generasi penerus kehidupan, sehingga kualitas kesehatan bayi sangat penting untuk pembangunan. Angka kematian bayi (AKB) yang tinggi, terutama karena Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), menjadi masalah kesehatan serius. Di Indonesia, BBLR merupakan penyumbang utama kematian bayi, dengan prevalensi yang fluktuatif. Kabupaten Kulon Progo memiliki prevalensi BBLR tertinggi di DIY. Oleh karena itu, pencegahan BBLR melalui edukasi kesehtan dan pemberdayaan ibu hamil sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui penerapan pemberdayaan partisipatif berbasis elektronik modul terhadap dorongan bertindak ibu hamil dalam pencegahan BBLR. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan model one group pretest-posttest. Lokasi penelitian berada di wilayah Puskesmas Nanggulan. Sampel yang digunakan berjumlah 30 ibu hamil, yang dipilih melalui teknik nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner demografi, kuesioner dorongan bertindak, serta media edukasi berupa modul elektronik (e-modul) tentang pencegahan BBLR. Uji normalitas data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk, sementara analisis bivariat dilakukan dengan uji wilcoxon dan perhitungan N-Gain Score. Hasil penelitian : Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dorongan bertindak dari 40,93 pada pretest menjadi 58,10 pada posttest, yang mencerminkan peningkatan dorongan bertindak responden setelah intervensi. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa peningkatan dorongan bertindak signifikan secara statistik setelah intervensi. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian edukasi melalui modul elektronik terhadap peningkatan dorongan bertindak ibu hamil
Pengetahuan Ibu tentang Perkembangan Anak dan Pencapaian Perkembangan Anak Usia 0-36 Bulan: Mother’s Knowledge about Child Development and Developmental Achievements of Children Aged 0-36 Months Riyan Hidayat; Samutri, Erni; Ratih Devi Alfiana; Ika Mustika Dewi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4820

Abstract

Latar belakang: Peran ibu berhubungan erat dengan ketercapaian perkembangan anak. Oleh karena itu, pengetahuan ibu tentang perkembangan anak mungkin menjadi faktor penting yang akan menentukan ketercapaian peran ibu dan ketercapaian perkembangan anak sesuai dengan usianya Tujuan: Mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan ketercapaian perkembangan anak usia 0-36 bulan. Metode: Penelitian cross- sectional ini dilakukan pada ibu dengan anak usia 0-36 bulan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan ketercapaian perkembangan anak. Ibu yang berpertisipasi dalam penelitian ini memiliki kriteria ibu atau caregiver anak usia 0-36 bulan tanpa mengalami penyakit kronis atau riwayat pengakit kronis. Instrumen penelitian ini yaitu data karakteristik demografi, kuesioner pengetahuan perkembangan anak, dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan. Analisa korelasi dilakukan dengan uji Kendall Tau. Hasil: Penelitian ini diikuti oleh 69 ibu dengan anak usia 0-36 bulan. Mayoritas anak memiliki capaian perkembangan sesuai umurnya (82.6%) dengan karakteristik rerata usia ibu yaitu 29.60 (SD 4.03) tahun, pendidikan SMA dan Perguruan Tinggi, dan ibu tidak bekerja. Presentase pengetahuan ibu paling tinggi yaitu pada perkembangan motorik kasar (89.28%). Namun semua domain pengetahuan perkembangan berada pada kategori baik. Pengetahuan ibu tentang perkembangan anak berhubungan secara positif dengan ketercapaian perkembangan anak usia 0-36 bulan (p = 0.000). Kesimpulan: Edukasi tentang tugas perkembangan anak pada setiap tahapan usianya, strategi stimulasi perkembangan yang adekuat, dan tanda- tanda keterlambatan perkembangan menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan kesehatan anak.
Peran Ahli Gizi Dalam Memberikan Pelayanan Gizi Berbasis Gen di Indonesia: Peran Ahli Gizi Dalam Memberikan Pelayanan Gizi Berbasis Gen di Indonesia Alfiana, Rina; Aji, Arif Sabta; Samutri, Erni; Paratmanitya, Yhona; Hafizhah, Rafiqah Dwita; Zulfa, Ifana Fitria; Putri, Sintia Aurilia; Farhan, Alfina Ulfah; Surendran, Shelini
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.276-282

Abstract

Background: The rapid development of genetics science provides significant impacts on disease prevention and control. In Indonesia, the application of dietetics is not popular. Thus, the role of nutritionists in the application of nutritional genomics in dietetic work practices is highly needed. The role of nutritionists is important in providing information about how nutrition and genetics interact in influencing health and providing alternative early nutritional interventions. Objectives: Identify the role of nutritionists in providing gene-based nutrition services in Indonesia. Methods: This qualitative study used a phenomenological approach. This study was carried out in five provinces in Indonesia. Informant data were obtained from quantitative research. The determination of the informant used a purposive sampling technique involving six informants. Data were collected by conducting structured interviews online using Zoom Meeting. Data were analyzed using thematic analysis with NVIVO v.12 software. Results: Most nutritionists who have and have not implemented gene-based nutrition services know about gene-based nutrition services. However, some do not know the meaning of nutrigenetics and nutrigenomics. Besides, they know the role of nutritionists, namely as a counselor to provide counseling, provide advice regarding diet according to the patient's needs, and provide motivation to patients to follow a diet according to the patient's needs. Conclusions: In providing gene-based nutritional services, nutritionists play a role as counselors to provide counseling, provide advice regarding patient needs, and provide motivation to patients to adopt a diet according to patient needs.