Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Diglosia

KESULITAN BERBICARA PADA ANAK DISABILITAS: STUDI KASUS ANAK AUTIS USIA 9 TAHUN Rai Bagus Triadi; Frilia Shantika Regina
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.488 KB)

Abstract

Kajian disabilitas menjadi proses pembidangan secara khusus dalam ilmu linguistik, proses pembidangan tersebut menjadi semakin terarah ketika muncul subbidang keilmuan psikolinguistik dan linguistik klinis. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini berupaya mendeskripsikan bentuk kesulitan berbicara anak autis usia 9 tahun, kesulitan berbicara tersebut peneliti deskripsikan dengan beberapa suburaian meliputi bentuk kesulitan berbicara subjek penelitian, faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan berbicara pada subjek penelitian, dan rekomendasi pola ajar yang diberikan untuk mengatasi kesulitan berbicara pada subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan beberapa teori yang digunakan sebagai dasar dalam proses analisis data nantinya, teori tersebut antara lain, perkembangan berbicara egocentric speech dan socialized speech pada anak usia dini  dan karakteristik siswa autis pada proses pembelajaran berbicara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, artinya peneliti medeskripsikan data apa adanya yang berupa sebuah temuan dan juga mendeskripsikan hasil proses analisis yang berupa rekomendasi, tanpa melakukan sebuah interferensi terhadap data tersebut. Subjek pada penelitian ini adalah siswa berkebutuhan khusus berumur 9 tahun yang memilliki kekhusaan autis. Latar belakang subjek penelitian ini dari segi ekonomi dan sosial adalah berasal dari keluarga menengah ke atas dengan pola asuh keluarga yang lengkap, artinya berdasarkan pengamatan awal keluarga kedua subjek penelitian itu selalu menyempatkan untuk berkomunikasi dengan subjek penelitian.Kata Kunci: kesulitan berbicara, disabilitas, autis The study of disability becomes a specialized process in linguistics, this fielding process becomes more focused when the sub-fields of psycholinguistics and clinical linguistics emerge. In this regard, this study seeks to describe the form of speaking difficulties of children with autism aged 9 years, the researchers describe the speaking difficulties with several aspects including the form of speaking difficulties in the research subject, factors that cause speaking difficulties to the research subject, and recommendations for teaching patterns given. to overcome the difficulty speaking in research subjects. This study uses several theories that are used as the basis for the data analysis process later, these theories include the development of speaking egocentric speech and socialized speech in early childhood and the characteristics of autistic students in the learning process of speaking. This study uses a qualitative descriptive research method, meaning that the researcher describes the data as it is in the form of a finding and also describes the results of the analysis process in the form of recommendations, without making an interference to the data. The subjects in this study were 9 year old students with special needs who have autism. The background of the subjects of this study from an economic and social perspective is that they come from upper middle class families with complete family parenting, meaning that based on initial observations of the families of the two research subjects, they always take the time to communicate with the research subjects.Keywords: speaking difficulty, disability, autism
Kesulitan Menulis pada Anak Disabilitas: Studi Kasus Anak Gangguan Disleksia Usia 8 Tahun Rai Bagus Triadi; Frilia Shantika Regina
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.636 KB)

Abstract

Kompetensi menulis merupakan salah satu kemampuan produktif yang berbarengan dengan kompentensi berbicara. Kedua bentuk kemampuan produktif tersebut merupakan hasil implementasi dari kemampuan reseptif yang berbentuk kompetensi membaca dan menyimak.  Pada proses pembentukan kompetensi menulis terjadi berdasarkan beberapa tahap, dimulai dari tahap mencoret, tarik garis, hingga coretan yang membentuk huruf. Tahapan tersebut biasa dilewati oleh semua anak, tetapi berbeda dengan anak disabilitas dengan kekhususan disleksia yang mempunyai perbedaan dalam memahami bentuk hingga merangkai bentuk-bentuk tersebut menjadi sebuah kata. Pada penelitian ini peneliti mencoba mendeskripsikan kesulitan menulis pada anak disabilitas usia delapan tahun dengan studi kasus disleksia. Kesulitan tersebut didasari oleh beberapa faktor, antara lain faktor pola pembelajaran, pola pendekatan, lingkungan, dan kompetensi subjek penelitian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, artinya penelitian ini berupaya mendeskripsikan keadaan kompetensi menulis subjek penelitian saat ini apa adanya, tanpa dilakukan sebuah interverensi. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mendeskripsikan bentuk kesulitan yang dihadapi subjek penelitian dalam peningkatan kemampuan menulis. Berdasarkan hasil observasi dan analisis data yang dilakukan kemampuan subjek penelitian dalam kompetensi menulis dapat dikatakan tidak sesuai dengan anak seusianya, artinya kemampuan subjek penelitian itu berada di bawah kemampuan anak usia 8 tahun pada umumnya, faktor-faktor yang dikriteriakan kurang meliputi pengenalan huruf, penyusunan huruf , penulisan huruf pada rangkaian kata yang panjang dan kesulitan menuliskan beberapa huruf konsonan. Faktor-faktor tersebut dapat menjadi sebuah kriteria yang permanen apabila pola pembelajarannya tidak diubah. Dapat dinyatakan demikian karena peneliti mengamati pola pembelajaran menulis yang dilakukan kepada subjek penelitian sedikit keliru karena disamaratakan dengan siswa yang lainnya.Kata kunci: kemampuan menulis, anak disabilitas, kekhususan disleksia  Writing competence is one of the productive abilities along with speaking competence. Both forms of productive abilities are the result of the implementation of receptive abilities in the form of reading and listening competencies. In the writing competency formation process occurs based on several stages, starting from the stage of scribbling, drawing lines, to scribbles that form letters. This stage is usually passed by all children, but it is different from children with disabilities with dyslexia who have differences in understanding shapes to assemble these forms into a word. In this study, researchers tried to describe the difficulty of writing in children with disabilities aged eight years with a case study of dyslexia. This difficulty is based on several factors, including factors of learning patterns, approach patterns, environment, and the competence of the research subject. This study uses a qualitative descriptive research method, meaning that this research seeks to describe the current state of the writing competence of the research subject as it is, without any intervention. In addition, this study also seeks to describe the form of difficulties faced by research subjects in improving writing skills. Based on the results of observations and data analysis carried out, the ability of the research subject in writing competence can be said to be incompatible with children of his age, meaning that the ability of the research subject is below the ability of children aged 8 years in general, the factors that are believed to be lacking include letter recognition, lettering , writing letters in long series of words and difficulty writing some consonants. These factors can become a permanent criterion if the learning pattern is not changed. It can be stated that because the researcher observes the writing learning pattern carried out on the research subject is slightly wrong because it is generalized with other students.Keywords: writing ability, children with disabilities, dyslexia specificity