Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Analisis Risiko Paparan Amonia Terhadap Kesehatan Pekerja di Industri Kimia dan Pupuk Ujung, Cindy Artha; Jaksa, Suherman; Lusida, Nurmalia
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 9: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i9.10941

Abstract

Paparan amonia (NH₃) di lingkungan kerjaindustri kimia dan pupuk merupakan isu pentingkarena sifatnya yang toksik dan korosif, serta dapatmenimbulkan gangguan kesehatan serius seperti iritasi, gangguan pernapasan, dan kerusakan organ. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risikopaparan amonia terhadap kesehatan pekerja melaluipendekatan tinjauan pustaka. Data dikumpulkan daripublikasi ilmiah rentang tahun 2020–2025 yang diperoleh dari database seperti Google Scholar, PubMed, dan situs resmi OSHA. Hasil kajianmenunjukkan bahwa batas aman paparan amoniamenurut standar OSHA adalah 25 ppm untuk rata-rata waktu (TWA) dan 35 ppm untuk paparan jangka pendek(STEL). Jika konsentrasi paparan melebihi ambangbatas tersebut, maka risiko efek toksik akut dan kronismeningkat secara signifikan, tergantung pada lamanyapaparan dan konsentrasi gas. Efek akut mencakupiritasi pada mata dan saluran pernapasan, sementaraefek kronis dapat berupa bronkitis dan penurunanfungsi paru-paru. Strategi pengendalian sepertipenggunaan alat pelindung diri (APD), ventilasi yang baik, pelatihan pekerja, dan sistem deteksi dini sangat diperlukan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan kerja. Kesadaran terhadap potensi bahayadan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerjamenjadi kunci utama dalam mencegah risiko paparanamonia secara efektif.
Analisis Risiko Paparan Zat Beracun di Lingkungan Kerja: Studi Kasus pada Industri Kimia Nurcantika, Aulia; Jaksa, Suherman; Lusida, Nurmalia
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 9: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i9.10945

Abstract

Industri kimia dan minyak serta gas memiliki risiko tinggi terhadap paparan zat beracun seperti hydrogen sulfida (H₂S), benzena, dan ammonia yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko paparan zat beracun di lingkungan kerja serta menilai efektivitas upaya pengendalian yang telah diterapkan. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap berbagai jurnal dan laporan kasus dalam lima tahun terakhir yang membahas paparan zat toksik di industri migas. Hasil menunjukkan bahwa paparan H₂S di sumur produksi PT XYZ dapat mencapai >4.000 ppm, benzena di laboratorium kilang mencapai 5 ppm (di atas NAB), dan paparan ammonia di pabrik pupuk meski masih dalam batas NAB tetap menimbulkan gangguan saluran pernapasan. Pengendalian yang diterapkan meliputi penggunaan metode ALOHA, FMEA, dan HAZOP serta penerapan hierarki pengendalian risiko. Rekomendasi dari studi ini adalah perlunya peningkatan deteksi dini, pelatihan pekerja, evaluasi berkala sistem keselamatan, dan pendekatan terpadu antara teknologi, manajemen, dan edukasi guna menekan risiko paparan zat beracun di tempat kerja.