Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Senadika

Analisis Area Produksi Hose Menggunakan Pendekatan ARC (Activity Relationship Chart) Dan Dmaic Pada PT. Liebherr Indonesia Perkasa Tatimu, Evelin Tresya; Jamil, Ahmad
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 1 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2024
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liebherr Indonesia Perkasa merupakan perusahaan dalam merancang dan memproduksi produk - produk pertambangan yang inovatif untuk industri pertambangan global. Sumber daya manusia dalam suatu organisasi merupakan peranan yang penting bagi efisiensi dan produktivitas dalam suatu perusahaan. Peningkatan produktivitas menggunakan pendekatan yang berfokus pada perbaikan terus menerus terhadap kualitas Metode Activity Relationship Chart adalah suatu cara atau teknik yang sederhana di dalam merencanakan tata letak fasilitas atau departemen berdasarkan derajat hubungan. Berdasarkan hubungan antar stasiun kerja berguna dalam menganalisis dengan pendekatan DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control) dapat menjadi sebuah solusi yang tepat bagi upaya-upaya memperbaiki kualitas, mengidentifikasi akar permasalahan dari gambaran visual yang ada pada ARC serta mendeteksi potensi perbaikan yang dapat diterapkan sehingga didapatkan rekomendasi penelitian dan Standar Operasi Produksi (SOP). Pada produksi hose dilakukan berdasarkan product layout pada faktor manusia atau pekerja terdapat kurang nya pemahaman pekerja terhadap kualitas material serta penanganan tempat penyimpanan material dan kelelahan waktu dengan produktivitas dan efisiensi sebesar 90,85% dengan target yang direncanakan untuk mencapai 100% 241 unit.
Analisis Area Produksi Remanufacturing Menggunakan Pendekatan Metode ARC dan DMAIC Pada PT. Liebherr Indonesia Perkasa Yuike, Ariesta; Jamil, Ahmad
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 1 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2024
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remanufaktur adalah proses pemulihan dan peningkatan produk bekas agar setara dengan produk baru dalam kualitas dan kinerja. Departemen Remanufacturing Liebherr di Indonesia menghadapi kendala terkait tata letak produksi yang kurang terorganisir dan waktu tunggu yang tinggi, yang berdampak pada produktivitas dan efisiensi operasional yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja departemen dengan menggunakan pendekatan Activity Relationship Chart (ARC) untuk memetakan alur kerja dan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) untuk perbaikan proses. Melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, hasil analisis kumulatif menunjukkan adanya pemborosan pada aspek transportation, inventory, motion, waiting, overprocessing, dan defects yang berkontribusi pada rendahnya produktivitas (15,9%) dan efisiensi operasional (68%). Implementasi ARC dan DMAIC menghasilkan perbaikan signifikan dalam tata letak, pengurangan waktu tunggu, serta pengorganisasian ulang area kerja yang berdampak pada peningkatan efisiensi dan pengurangan pemborosan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan kedua pendekatan tersebut dapat secara efektif meningkatkan produktivitas, mengurangi pemborosan, serta memperbaiki kualitas produksi di Departemen Remanufacturing Liebherr.
Analisis Swot Dalam Menentukan Strategi Pemasaran Peti Kemas di PT Kaltim Kariangau Terminal Balikpapan Banjarnahor, Juwita Mariana; Jamil, Ahmad
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 1 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2024
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Kaltim Kariangau Terminal, sebuah perusahaan patungan yang melibatkan pemerintah pusat, mengalami penurunan drastis dalam volume peti kemas yang ditangani dalam beberapa tahun terakhir. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan analisis mendalam terhadap kondisi internal dan eksternal perusahaan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa meskipun perusahaan memiliki kualitas pelayanan yang baik, namun terkendala oleh peralatan yang sudah tidak layak pakai. Di sisi lain, peningkatan aktivitas ekspor impor menjadi peluang besar, namun perubahan kebijakan pemerintah menjadi ancaman. Dengan fokus pada kekuatannya, perusahaan memiliki potensi untuk meraih keuntungan yang lebih besar. Berdasarkan hasil analisis, perusahaan berada dalam posisi yang sangat strategis untuk terus berkembang dan mencapai pertumbuhan yang maksimal.