Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spatio-Temporal Detection of Vegetation Change and Recovery in Fire-Affected Peatlands of Sumatra, Indonesia Setiawan, M.Sc, Dr. Yudi; Setiawan, Yudi; Kustiyo, Kustiyo; Hudjimartsu, Sahid Agustian; Handayani, Marshela Aida; Jamil, Awaludin; Putra, Erianto Indra
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 6 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.6.1034

Abstract

Tropical peatlands are among the most fire-prone ecosystems in Southeast Asia, where recurrent burning causes long-term degradation, carbon loss, and biodiversity decline. Assessing spatio-temporal patterns of recovery is therefore essential for guiding effective peatland restoration and fire prevention strategies. This study investigated vegetation recovery dynamics in a fire-affected peatland in Sumatra, Indonesia. Multi-temporal satellite imagery was processed to extract the Enhanced Vegetation Index (EVI) and Normalized Burn Ratio (NBR). Fire frequency and severity were further analyzed through hotspot distributions and fire history. The results revealed that NBR and dNBR were highly effective in detecting burned areas and assessing severity, while EVI provided complementary perspectives on recovery trajectories. Vegetation in once-burned areas showed relatively steady regrowth, with EVI values approaching pre-fire levels after several years. In contrast, repeatedly burned areas exhibited slower and more heterogeneous recovery, with fluctuating EVI pattern reflecting vegetation growth succession. Field vegetation surveys confirmed that repeated fires drastically simplified forest structure, reducing tree and pole density and favoring shrubs and ferns such as Stenochlaena palustris and Melastoma malabathricum. Overall, the study demonstrates that fire frequency and severity are critical determinants of peatland recovery. The EVI offers valuable insights into vegetation dynamics, while NBR provides reliable fire history mapping. These findings underscore the importance of combining spectral indicators with ground-based vegetation data for long-term monitoring and highlight the need for targeted restoration strategies, including hydrological rewetting and assisted natural regeneration, in repeatedly burned peatlands.
Vegetation composition on peatlands with different fire frequency in Musi Banyuasin, South Sumatra Jamil, Awaludin; Setiawan, Yudi; Prasetyo, Lilik Budi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.3.435-444

Abstract

Lahan gambut memiliki kemampuan untuk memulihkan lingkungannya sendiri melalui proses suksesi vegetasi ketika mengalami kebakaran. Area dengan frekuensi kebakaran yang berberda memiliki dominasi vegetasi yang berbeda. Pengamatan dilakukan pada area yang mengalami frekuensi satu, dua, tiga dan empat kali terbakar. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan perbedaan vegetasi yang menyusun area dengan frekuensi kebakaran berbeda. Vegeteasi tingkat pertumbuhan pancang dan tumbuhan bawah ditemukan pada semua area frekuensi terbakar, tingkat pertumbuhan semai ditemukan pada area satu dan tiga kali terbakar, tingkat pertumbuhan tiang ditemukan pada area satu kali terbakar dan tingkat pertumbuhan pohon ditemukan pada area satu dan dua kali terbakar. Tingkat pertumbuhan pancang pada area frekuensi satu kali terbakar didominasi oleh vegetasi Sepongol, area frekuensi dua kali terbakar didominasi oleh Bangun-bangun dan area frekuensi tiga dan empat kali terbakar didominasi oleh Melastoma malabatrihcum. Tumbuhan bawah pada area dengan frekuensi satu, dua dan tiga kali terbakar didominasi oleh Asplenium longissimum dan pada area dengan frekuensi empat kali terbakar didominasi oleh Athyrium esculentum