Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN PEMESANAN E-TICKET PO LAJU PRIMA SERANG Neli Nailul Wardah; ayu Mira Yunita; Robby Rizky
SITUSTIKA FIKUNMA Vol. 11 No. 2 (2022): Vol. 11 No. 2 2022
Publisher : Admin Situstika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju Prima adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi, laju prima memiliki 100 unit armada untuk melayani penumpang setiap harinya, Laju Prima memiliki beberapa trayek diantaranya Merak – Solo: dengan tiket Rp 180.000, Merak – Karang Anyar – Matesih: dengan tiket Rp 180.000, Merak – Serang – Madiun: dengan tiket Rp 195.000, Merak – Serang – Ponorogo: dengan tiket Rp 195.000, Bandung – Palembang: dengan tiket Rp 330.000, Bandung – Jambi: dengan tiket Rp 400.000, Bandung – Merak: dengan tiket Rp 90.000 dan Kampung Rambutan – Serang – Cilegon – Merak: dengan tiket Rp 35.000, dalam melayani penumpang, laju prima memiliki agen-agen tiket resmi salah satunya yang beralamatkan di Terminal Pakupatan Serang – Banten, agen Laju Prima tersebut melayani penumpang dengan cara menunggu calon penumpang mengunjungi agen tersebut hal ini membuat laju prima kalah saing dengan perusahaan-perusahaan trasportasi lainnya yang sudah menggunakan eTicket, kemudian transaksi dilakukan di agen tersebut, penumpang akan di mintai tarif tujuan dan kemudian penumpang akan diberi tiket sejumlah tiket yang dia pesan, data calon penumpang di catat di buku besar, kesalahan pencatatan nama penumpang jumlah tiket, kerap sering terjadi, selain itu penumpang sering mengeluhkan ketika tiket tersebut hilang maka Laju Prima tidak segera menindak lanjuti masalah tersebut, dikarenakan sulitnya mencari ulang data yang sudah di catat di dalam buku. Melihat hal tersebut Laju Prima dianggap kurang efektif dan efisien dalam melayani penumpang. Dengan melihat kondisi yang ada pada agen bus Laju Prima tersebut maka dibutuhkan suatu sistem yang dapat membantu memecahkan permasalahan yang ada, sehingga kegiatan pemesanan tiket dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.
Sistem Informasi Kontrol Stock Barang Dengan Metode K-Means Clustering Pada Cv. Al-Amira jenaldi; Robby Rizky; Neli Nailul Wardah
SITUSTIKA FIKUNMA Vol. 12 No. 2 (2023): volume 12 no 2 2023
Publisher : Admin Situstika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini yaitu management stok yang dilakukan secara tidak akurat dan asal asalan akan menyebabkan biaya pembelanjaan yang tinggi dan tidak ekonomis, karena bisa terjadi kekosongan atau kelebihan produk tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokan produk yang dijual pada Cv al-amira menjadi beberapa cluster untuk mengetahui produk mana yang paling lku sehingga jumlah stok banyak produ diminati untuk jumlah stok sedang dan produk kurang laku untuk jumlah stok sedikit. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode K-Means yang merupakan salahsatu metode yang cocok pada penelitian ini, dimana K-Means mencari partisi yang optimal dari data dengan meminimalkan kriteria jumlah kesalahan kuadrat. Hasil penelitian ini berua program yang dapat mengelompokan produk menjadi kategori sangat laku,laku dan kurang laku.
PENGKLASIFIKASIAN BARANG CEPAT HABIS PADA GUDANG BANK BSI KCP 1 LABUAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Puput Cahya; Neli Nailul Wardah; Agung Sugiarto
SITUSTIKA FIKUNMA Vol. 14 No. 1 (2025): volume 14 nomor 1 tahun 2025
Publisher : Admin Situstika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan keputusan yang tepat dalam menentukan stok barang di gudang sangat penting, termasuk di Bank BSI KCP 1 Labuan. Penentuan stok barang dilakukan dengan mengklasifikasikan barang cepat habis berdasarkan kriteria seperti tingkat kebutuhan, harga, jenis, pengguna, dan kelas, yang masing-masing diberi bobot sesuai kebijakan pihak bank. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan mengimplementasikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai solusi dalam pengembangan sistem pendukung keputusan (SPK) untuk pengklasifikasian barang cepat habis di gudang Bank BSI KCP 1 Labuan. Metode AHP digunakan untuk membantu proses klasifikasi barang sehingga dapat menghasilkan keputusan yang lebih objektif dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SPK berbasis AHP memudahkan dalam pengelolaan dan penyajian data klasifikasi barang di gudang, sehingga keputusan dapat diambil dengan lebih efisien dan akurat.