Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Lilin Aroma terapi Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) untuk Pemberdayaan Kewirausahaan Sosial sebagai UMKM Masyarakat di Kelurahan Kapias Pulau Buaya Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai Damayanti, Alfina; Mardiana, Juli; Limbong, Abdul Kalam; Adnir, Farid
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 5 No. 3 (2024): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v5i3.798

Abstract

Scented candles can be alternative treatments using vapor from essential oils of various kinds of plants that can be inhaled to calm various conditions. Generally aromatherapy is done for the purpose of increasing mood, altering cognitive areas, and also can be used as an additional drug. The study aims to make a ready scented candle of sunflowers (Clitoria ternatea L.) for empowerment of social entrepreneurship as part of Kapias Pulau Buaya Village community and into an effort to improve the economy of local entrepreneurs. Research methods used for socialization and monitoring methods performed in the hall of the Al-Islamiyah mosque in August 2023. Studies show that these telase-scented candles are in solid form, light blue, aromatherapy is typical, and a percentage of the public's enthusiasm for understanding materials during aromatherapy training by 95%, with a 100% percentage of whole societies getting motivated to practice in the manufacture of scent candles, and 70% of society is motivated to become entrepreneurs. Keywords: Aromatherapy Candles, Butterfly Pea (Clitoria ternatea), Empowerment of social entrepreneurship
Petunjuk Purifikasi Ibadah: Tantangan Menghadapi Fenomena Khurafat dalam Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah Adnir, Farid; Maulana, Choirul; Annisa, Nur; Fadila, Anggun; Nasution, Nurjannah; Nasution, Nurul Arifin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.38039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena praktik khurafat yang terjadi dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah serta tantangan dalam melakukan purifikasi akidah di Tanah Suci. Ibadah haji yang seharusnya menjadi representasi murni dari konsep tauhid, dalam realitasnya sering kali tercampur dengan praktik mistis dan takhayul yang dibawa oleh jamaah dari latar belakang budaya yang beragam. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan studi lapangan (field research) di lokasi manasik haji Aula Adliyah Amanah Utama Jl. Letda Sujono no. 254, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap jamaah serta pembimbing ibadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik khurafat seperti pengkultusan situs sejarah, penggunaan jimat, dan ritual non-syariat di tempat-tempat tertentu masih marak terjadi akibat rendahnya literasi agama dan kuatnya pengaruh tradisi lokal. Tantangan purifikasi ibadah menjadi semakin kompleks dengan adanya digitalisasi informasi yang mempercepat penyebaran mitos-mitos baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan sinergi antara otoritas keagamaan dan penyelenggara haji dalam memperkuat materi manasik yang berfokus pada perlindungan akidah. Upaya edukasi yang persuasif dan sistematis menjadi kunci utama untuk mengembalikan kemurnian ibadah haji dan umrah sesuai tuntunan sunnah, sekaligus mengikis noda khurafat yang dapat merusak keabsahan ibadah.