Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Lilin Aroma terapi Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) untuk Pemberdayaan Kewirausahaan Sosial sebagai UMKM Masyarakat di Kelurahan Kapias Pulau Buaya Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai Damayanti, Alfina; Mardiana, Juli; Limbong, Abdul Kalam; Adnir, Farid
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 5 No. 3 (2024): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v5i3.798

Abstract

Scented candles can be alternative treatments using vapor from essential oils of various kinds of plants that can be inhaled to calm various conditions. Generally aromatherapy is done for the purpose of increasing mood, altering cognitive areas, and also can be used as an additional drug. The study aims to make a ready scented candle of sunflowers (Clitoria ternatea L.) for empowerment of social entrepreneurship as part of Kapias Pulau Buaya Village community and into an effort to improve the economy of local entrepreneurs. Research methods used for socialization and monitoring methods performed in the hall of the Al-Islamiyah mosque in August 2023. Studies show that these telase-scented candles are in solid form, light blue, aromatherapy is typical, and a percentage of the public's enthusiasm for understanding materials during aromatherapy training by 95%, with a 100% percentage of whole societies getting motivated to practice in the manufacture of scent candles, and 70% of society is motivated to become entrepreneurs. Keywords: Aromatherapy Candles, Butterfly Pea (Clitoria ternatea), Empowerment of social entrepreneurship
MANHAJ HASBI ASH-SHIDIEQI KARYANYA DALAM BIDANG HADIS METODENYA, PEMIKIRANNYA, KRITIK ULAMA SERTA KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA Adnir, Farid; Syukri, Syukri
SHAHIH (Jurnal Ilmu Kewahyuan) Vol 3, No 2 (2020): SHAHIH (Jurnal ilmu Kewahyuan) Jul-Des 2020
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/shh.v3i2.8911

Abstract

The purpose of the journal was made so that we could find out about Hasbi Asshiddiqhi's activities. Among Indonesian figures who were considered reformers, who put forward the importance of ijtihad in the early twentieth century. Among them is Hasbi Asshiddiqi from Aceh. Even the latter, including one who directly received education from a modern university founded by Ahmad Surkati, one of the reformers of Islam. In addition, Hasbi Ash-Shiddieqy experienced the forging of renewal with his involvement in two Islamic reform organizations, namely Muhammadiyah and Persis. Activeness in these two Islamic organizations did not necessarily make Hasbi's thinking shackled and limited by the provisions and decisions of the two organizations. For the purposes of discussion, the author will systematize Hasbi's thought in the field of hadith in the following matters. First, his views on the nature of Hadith and Sunnah and their periodization. Second, the criteria for the authenticity of hadith. Third, research and maintenance of Hadith. Fourth, the methodology of understanding hadith (sharh) al-hadîth). Hadith and Sunnah and the Periodization of Hasbi Ash-Shiddieqy Perspectives Regarding the understanding of hadith and sunnah, Hasbi clearly distinguishes between the two terms. Hasbi views that hadith is all events relying on the Prophet, even though the event occurred only once in the Prophet's life, and even though it was only narrated by a narrator. From here we can take the result or essence of his thought, which is very worthy of being said as a reformer in the field of hadith in Indonesia, his courage to oppose the flow or dare to be different from others is a necessity of a Hasbi Asshiddiqi.
Lilin Aroma terapi Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) untuk Pemberdayaan Kewirausahaan Sosial sebagai UMKM Masyarakat di Kelurahan Kapias Pulau Buaya Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai Damayanti, Alfina; Mardiana, Juli; Limbong, Abdul Kalam; Adnir, Farid
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 5 No. 3 (2024): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v5i3.798

Abstract

Scented candles can be alternative treatments using vapor from essential oils of various kinds of plants that can be inhaled to calm various conditions. Generally aromatherapy is done for the purpose of increasing mood, altering cognitive areas, and also can be used as an additional drug. The study aims to make a ready scented candle of sunflowers (Clitoria ternatea L.) for empowerment of social entrepreneurship as part of Kapias Pulau Buaya Village community and into an effort to improve the economy of local entrepreneurs. Research methods used for socialization and monitoring methods performed in the hall of the Al-Islamiyah mosque in August 2023. Studies show that these telase-scented candles are in solid form, light blue, aromatherapy is typical, and a percentage of the public's enthusiasm for understanding materials during aromatherapy training by 95%, with a 100% percentage of whole societies getting motivated to practice in the manufacture of scent candles, and 70% of society is motivated to become entrepreneurs. Keywords: Aromatherapy Candles, Butterfly Pea (Clitoria ternatea), Empowerment of social entrepreneurship
Tafsir Adabi Ijtima’i: Konsep dan Karakteristik, Tafsir sebagai Solusi Sosial Kusuma, Putri Lestari; Rahman, Pausi; Adnir, Farid
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/2a3q8x70

Abstract

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam mengandung nilai-nilai universal yang relevan sepanjang zaman, namun tidak semua pendekatan tafsir mampu menjawab problem sosial yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, karakteristik, dan peran tafsir adabi ijtima’i sebagai solusi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan sumber data berupa buku, jurnal, dan literatur tafsir yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir adabi ijtima’i merupakan pendekatan yang mengintegrasikan dimensi kebahasaan dan sosial, sehingga menghasilkan penafsiran yang kontekstual, reformis, dan aplikatif. Pendekatan ini berperan dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai instrumen transformasi sosial, terutama dalam menghadapi persoalan seperti ketidakadilan, kemiskinan, dan krisis moral. Dengan demikian, tafsir adabi ijtima’i memiliki relevansi yang signifikan dalam menjawab tantangan kehidupan masyarakat modern.
Petunjuk Purifikasi Ibadah: Tantangan Menghadapi Fenomena Khurafat dalam Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah Adnir, Farid; Maulana, Choirul; Annisa, Nur; Fadila, Anggun; Nasution, Nurjannah; Nasution, Nurul Arifin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.38039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena praktik khurafat yang terjadi dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah serta tantangan dalam melakukan purifikasi akidah di Tanah Suci. Ibadah haji yang seharusnya menjadi representasi murni dari konsep tauhid, dalam realitasnya sering kali tercampur dengan praktik mistis dan takhayul yang dibawa oleh jamaah dari latar belakang budaya yang beragam. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan studi lapangan (field research) di lokasi manasik haji Aula Adliyah Amanah Utama Jl. Letda Sujono no. 254, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap jamaah serta pembimbing ibadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik khurafat seperti pengkultusan situs sejarah, penggunaan jimat, dan ritual non-syariat di tempat-tempat tertentu masih marak terjadi akibat rendahnya literasi agama dan kuatnya pengaruh tradisi lokal. Tantangan purifikasi ibadah menjadi semakin kompleks dengan adanya digitalisasi informasi yang mempercepat penyebaran mitos-mitos baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan sinergi antara otoritas keagamaan dan penyelenggara haji dalam memperkuat materi manasik yang berfokus pada perlindungan akidah. Upaya edukasi yang persuasif dan sistematis menjadi kunci utama untuk mengembalikan kemurnian ibadah haji dan umrah sesuai tuntunan sunnah, sekaligus mengikis noda khurafat yang dapat merusak keabsahan ibadah.
Latar Belakang, Historis dan Pengaruh Kolonialisme dan Modernitas Reformasi Pemikiran Islam Adnir, Farid; Farhan, Wildanu; Hasanah, Roudhatul Rizka; Harahap, Nur Intan
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/ffvdf158

Abstract

Reformasi pemikiran Islam merupakan respons intelektual terhadap dinamika historis yang melatarbelakangi kemunduran umat silam setelah masa kejayaan peradaban klasik. Artikel ini bertujuan ini untuk menganalisis latar belakang historis, serta pengaruh kolonialisme dan modernitas terhadap lahirnya reformasi pemikiran Islam sekaligus mengkaji bentuk dan perkembangannya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptrif analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemunduran umat Islam ditandai oleh melemahnya tradisi intelektual, dominasi taqlid, serta munculnya praktik keagamaan yang menyimpang dari sumber utama ajaran Islam. kondisi ini diperparah oleh kolonialisme Barat yang tidak hanya berdampak pada aspek politik dan ekonomi, tetapi juga mempengaruhi sistem pendidikan dan pola pikir umat. Di sisi lain, modernitas membawa nilai rasionalitas dan perkembangan ilmu pengetahuan yang mendorong lahirnya pembaharuan dalam memahami ajaran Islam secara kontekstual. Reformasi pemikiran Islam kemudian berkembang dalam berbagai bidang, meliputi aqidah, syariah, pendidikan, sosial dan politik. Perkembangannya berlangsung secara bertahap sejak abad ke-18 hingga era kontemporer, dengan tokoh-tokoh pembaharu yang berupaya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan tuntutan zaman. Dengan demikian, reformasi pemikiran Islam menjadi langkah strategis dalam mengembalikan relevansi ajaran Islam serta menjawab tantangan  modernitas.