Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

JUrnal Pengabdian pada Desa PEMANFAATAN SISA ENDAPAN SAMPAH PLASTIK SETELAH PROSES PIROLISIS MENJADI PAVING BLOK SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN SAMPAH PLASTIK DI DESA LIMBUNG KAB KUBURAYA Julianto, Eko; Insani, Rachmad Wahid Saleh; Iwan, Muhammad; Gunarto, Gunarto; Sarwono, Eko; Utami, Putri Yuli; Gundiawan, Gundiawan; Setiawan, Agus
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1402

Abstract

Dedication has potential in terms of region, physical, social, economic and environmental. Opportunities are still wide open to process plastic waste into other products such as plastic waste as the basic material for making plastic bricks or paving blocks as the main material and the mix of available plastic waste in waste banks is estimated to increase every year. It is hoped that the aim of the service will be a sustainable program and can become a selling point to produce an independent village and can process plastic waste into basic material for paving blocks to support village development as a substitute for sand and cement so that all plastic waste does not end up in piles in waste management and landfills. . The data analyzed is the result of combustion residue on plastic where the plastic deposits after evaporating cannot be used again, therefore we use the plastic deposits in the paving block pressing process. After implementing the treatment, the processing of these plastic paving blocks using a pyrolysis and melting process in a mold mixed with used oil is very effective, where PET is very hard and takes a long time to melt, while LDPE is very easy to decompose and melts when mixed with used oil, whereas HDPE plastic is very easy to use. melted but very fragile in the mold. Where the inside of the paving is still not completely dry and the drying process is quite long. However, this type of PET plastic is very strong, sturdy and heavy. This is because the related tests have not been carried out to test the hardness of paving and materials as well as testing during floods where this paving is relatively lighter than cement paving on the market. Therefore, it is necessary to carry out chemical tests for paving mixed with PET LDPE and HDPE. In this case the Service only carries out treatment of plastic which has been a waste problem until now for special development and infrastructure needs by utilizing non-organic waste.
PKM peningkatan kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) stunting dalam percepatan penurunan stunting melalui sidak stunting Selviana, Selviana; Utami, Putri Yuli; Prasetio, Eko; Suwarni, Linda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26195

Abstract

Abstrak Stunting menjadi permasalahan global, termasuk di Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia hanya mengalami penurunan sebesar 0,1%. Tim Pendamping Keluarga (TPK) memiliki kontribusi yang penting dalam upaya percepatan penurunan stunting di masyarakat. Kendala yang dihadapi TPK dalam melaksanakan fungsi dan tanggungjawab di maasyarakat, salah satunya adalah masih terbatasnya kapasitas yang dimiliki TPK dalam percepatan penurunan stunting, termasuk di Puskesmas Segedong. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam percepatan penurunan stunting melalui SIDAK Stunting. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan penyuluhan. Selain itu, tim pengabdi juga memberikan akuaponik sebagai stimulus dalam pemberdayaan masyarakat mitra dalam memanfaatkan lahan perkarangan. Hasil kegiatan pengabdian ini diperoleh peningkatan pengetahuan TPK dalam upaya percepatan penurunan stunting sebesar 74,5%. Kegiatan peningkatan kapasitas TPK tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar TPK dapat lebih optimal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di masyarakat, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata kunci: PKM; tim pendamping keluarga; stunting Abstract Stunting is a global problem, including in Indonesia. The results of the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) showed that the prevalence of stunting in Indonesia has only decreased by 0.1%. The Family Assistance Team (TPK) has made an important contribution to efforts to accelerate the reduction of stunting in society. One of the obstacles faced by the TPK in carrying out its functions and responsibilities in society is the limited capacity of the TPK to accelerate stunting reduction, including at the Segedong Community Health Center. The aim of this service activity is to increase the capacity of the Family Assistance Team (TPK) to accelerate stunting reduction through SIDAK stunting. The implementation method for this service activity uses counseling. Apart from that, the service team also provides aquaponics as a stimulus to empower partner communities to utilize yard land. The results of this service activity resulted in an increase in TPK knowledge in an effort to accelerate stunting reduction by 74.5%. Activities to increase the capacity of the TPK still need to be carried out on an ongoing basis so that the TPK can be more optimal in carrying out its duties and functions in the community and so that it can improve the level of public health. Keywords: PKM; family assistance team; stunting
Perbandingan Algoritma SVM dan Naïve Bayes untuk Klasifikasi Kebakaran Hutan dan Lahan Viona, Tiara Aurilia; Utami, Putri Yuli; Fakhruzi, Izhan; Anugrah, Rifqi
Krea-TIF: Jurnal Teknik Informatika Vol 12 No 2 (2024): Krea-TIF 2024
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Ketapang merupakan satu diantara kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang sering terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk memprediksi terjadinya bencana karhutla di Kabupaten Ketapang agar penanganan karhutla dapat lebih optimal. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat total kejadian bencana karhutla di Kabupaten Ketapang mulai dari tahun 2015 sampai tahun 2022 sudah terjadi sebanyak 235 kali. Tujuan penelitian ini untuk memprediksi terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta melakukan klasifikasi daerah yang masuk kategori rawan dan sangat rawan di Ketapang. Pada penelitian ini klasifikasi dilakukan dengan membandingkan metode SVM dan Naïve Bayes untuk mendapatkan akurasi yang optimal. Dataset yang digunakan adalah data hotspot dan data iklim Kabupaten Ketapang tahun 2021 – 2022 yang berjumlah 4.697 data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Naïve Bayes mencapai akurasi 99,67%, sedangkan SVM memiliki akurasi 98,24%, mengindikasikan bahwa Naïve Bayes lebih unggul dalam klasifikasi daerah rawan karhutla. Penelitian ini dapat diperluas dengan mempertimbangkan faktor tambahan seperti vegetasi, topografi, dan pengaruh aktivitas manusia untuk meningkatkan keakuratan prediksi serta pengembangan sistem peringatan dini berbasis kecerdasan buatan.