Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Kedalaman Pemakanan dan Putaran Spindel Pada Tingkat Kekasaran Permukaan Alumunium 7075 dengan Menggunakan Mesin Milling Margono, Bambang; Heru Sudargo, Petrus; Joko Andrean, Dimas
Politeknosains Vol 23 No 2 (2024): Jurnal Politeknosains Volume 23 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Pratama Mulia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pemesinan milling adalah suatu proses manufaktur dimana proses utamanya adalah melepaskan atau menghilangkan sebagian mateial dari suatu bahan dasar yang dapat berupa blok sehingga memenuhi bentuk dan kuailitas yang didinginkan. pada proses permesinan diantaranya sangat dipengaruhi oleh sudut potong pahat, kecepatan makan (feeding), kecepatan potong (cutting speed), kedalaman pemotongan (depth of cut) yang akan menghasilkan nilai kekasaran yang berbeda. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas permukaan suatu benda kerja pada proses permesinan diantaranya sangat dipengaruhi oleh sudut potong pahat, kecepatan makan (feeding), kecepatan potong (cutting speed), kedalaman pemakanan (depth of cut). Tujuan Penelitian ini adalah: menganalisis pengaruh kedalaman pemakanan dan putaran spindel pada proses milling dengan material alumunium 7075 terhadap tingkat kekasaran,yang optimal Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen.. Pengujian kekasaran permukaan menggunakan surface roughnes teseter mitutoyo SJ 201. Dari hasil pengujian kekasaran permukaan depth of cut, spindle speed dan feedrate berpengaruh pada kekasaran permukaan terjadi penigkatan dari setiap variable depth of cut, spindle speed dan feedrate yang sudah ditentukan. Kekasaran permukaan terendah yaitu 0,38 μm terjadi pada feeding 140 mm/menit putaran 1600 rpm dan depth of cut 0,2 mm dengan rata-rata dari ketiga spesimen 0,46 μm.
Hubungan Nilai Kreatinin dan Ureum Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Bogor Margono, Bambang
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v8i2.1806

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) di Indonesia meningkat seiring bertambahnya usia dan tertinggi pada usia ≥ 75 tahun dimana prevalensi pada laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan nilai kreatinin dan ureum terhadap kadar hemoglobin pada penderita penyakit ginjal kronis di RS PMI Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian observasi melalui hasil pemeriksaan laboratorium untuk melihat adanya hubungan antar masing-masing variabel. Sampel yang digunakan sebanyak 50 pasien laki-laki dan perempuan berusia 44-65 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan SPSS 20. Hasil pengujian didapat 39 orang (78 %) nilai hemoglobin 4,2-8,0 g/dL dan 11 orang (22 %) nilai hemoglobin 8,1-12,0 g/dL. Hasil pemeriksaan kreatinin paling banyak 26 orang (52 %) pada nilai kreatinin 7,1-10,0 mg/dL dan 24 orang (48 %) pada nilai kreatinin 2,0-7,0 mg/dL. Hasil pemeriksaan ureum diperoleh 25 orang (50 %) nilai ureum 71-100 mg/dL dan sebanyak 25 orang (50 %) nilai ureum 101-150 mg/dL. Terdapat hubungan yang signifikan nilai kreatinin terhadap kadar hemoglobin (r = 0,414 dan p value 0,003) dan ada hubungan yang signifikan nilai ureum terhadap hemoglobin (r = 0,435 dan p value 0,002). Disarankan melakukan penelitian lanjutan dengan parameter pemeriksaan lainnya untuk mendiagnosa penyakit ginjal kronik dan ditingkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal.
ANALISIS SIFAT MEKANIK MATERIAL KOMPOSIT PLASTIK HDPE BERPENGUAT SERAT AMPAS TEBU DITINJAU DARI KEKUATAN TARIK DAN BENDING Margono, Bambang; Haikal, Haikal; Widodo, Lujeng
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v6i2.3069

Abstract

Dalam studi ini, penelitian mengenai investigasi sifat-sifat mekanik dari material komposit serat alami yang berbahan matriks HDPE dan reinforced serat ampas tebu (baggase) telah dilakukan. Komposit dibuat dengan cara pressured sintering dengan variasi fraksi volume antara matriks dan reinforced berturut turut 40% : 60%, 50% : 50%, dan 60% : 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosentase serat ampas tebu sangat berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan bending komposit. Peningkatan volume fraksi serat ampas tebu berdampak terhadap terbentuknya rongga-rongga di dalam komposit yang berakibat pada penurunan kekuatan. Kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada komposisi plastik HDPE dan serat ampas tebu volume sebesar 60% : 40% dengan nilai rerata 15.5 MPa. Sedangkan kekuatan bending tertinggi diperoleh pada komposisi plastik HDPE dan serat ampas tebu volume sebesar volume 60% : 40% dengan nilai rerata 16.8 MPa.
Parameter setting level optimal kekasaran permukaan hasil pembubutan pada mesin bubut dengan material stainless steel 304 Margono, Bambang; Suryono, Edy; Cahyol, Endra Dwi
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol 4 No 1 (2025): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sjme.v4i1.1238

Abstract

Penelitian ini menerapkan metode Taguchi untuk menentukan pengaturan parameter optimal dalam menghasilkan kekasaran permukaan terbaik pada proses pembubutan material stainless steel 304. Proses pemesinan dilakukan menggunakan mesin bubut semi otomatis, dengan pahat insert karbida merek ZCC.CT sebagai alat potong. Parameter pemesinan yang divariasikan meliputi kecepatan spindel, kecepatan pemakanan, kedalaman pemakanan, dan jenis cairan pendingin. Kombinasi keempat parameter tersebut disusun menggunakan matriks ortogonal L9, kemudian dianalisis menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA) dan rasio signal-to-noise (S/N) untuk menentukan parameter yang paling berpengaruh serta kombinasi optimalnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecepatan pemakanan dan kedalaman pemakanan merupakan faktor yang paling signifikan memengaruhi kekasaran permukaan pada stainless steel 304. Parameter optimal untuk menghasilkan kualitas permukaan terbaik diperoleh pada kecepatan spindel 660 rpm, kecepatan pemakanan 0,12 mm/rev, kedalaman pemakanan 0,8 mm, dan penggunaan pendingin kering/udara.
Parameter setting level optimal kekasaran permukaan hasil pembubutan pada mesin bubut dengan material stainless steel 304 Margono, Bambang; Suryono, Edy; Cahyol, Endra
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menerapkan metode Taguchi untuk menentukan pengaturan parameter optimal dalam menghasilkan kekasaran permukaan terbaik pada proses pembubutan material stainless steel 304. Proses pemesinan dilakukan menggunakan mesin bubut semi otomatis, dengan pahat insert karbida merek ZCC.CT sebagai alat potong. Parameter pemesinan yang divariasikan meliputi kecepatan spindel, kecepatan pemakanan, kedalaman pemakanan, dan jenis cairan pendingin. Kombinasi keempat parameter tersebut disusun menggunakan matriks ortogonal L9, kemudian dianalisis menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA) dan rasio signal-to-noise (S/N) untuk menentukan parameter yang paling berpengaruh serta kombinasi optimalnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecepatan pemakanan dan kedalaman pemakanan merupakan faktor yang paling signifikan memengaruhi kekasaran permukaan pada stainless steel 304. Parameter optimal untuk menghasilkan kualitas permukaan terbaik diperoleh pada kecepatan spindel 660 rpm, kecepatan pemakanan 0,12 mm/rev, kedalaman pemakanan 0,8 mm, dan penggunaan pendingin kering/udara.
RANCANG BANGUN MESIN SPINNER PENIRIS MINYAK HASIL PENGGORENGAN GUNA MENINGKATKAN PRODUKSI OLAHAN MAKANAN GORENGAN DI UKM IKITELA GROUP, POLOKARTO SUKOHARJO Kristiawan, Yulianto; Margono, Bambang; Suhartoyo, Suhartoyo
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.596

Abstract

Olahan gorengan termasuk kategori makanan yang memerlukan banyak minyak dimana salah satu proses pengolahannya dengan metode deep frying (makanan yang terendam minyak) sehingga makanan menjadi renyah dan gurih. Proses produksi makanan menggunakan minyak goreng masih mendominasi sampai saat ini. Makanan  dengan  kandungan  minyak  yang  tinggi  sangatlah  tidak  baik  untuk  dikonsumsi  secara  terus  menerus  dan  juga  akan  membuat  makanan  tersebut  mudah  basi  atau  tidak  tahan  lama.  Maka dibutuhkan  suatu  proses  penirisan  minyak  goreng  yang  efektif  guna  meminimalisasi  kandungan  minyak  pada  makanan. UKM Ikitela, yang bergerak di bidang pengolahan makanan seperti produk berbasis ketela, selama ini menggunakan cara konvensional untuk meniriskan minyak hasil penggorengan. Waktu yang lama dan masih banyak mengadung minyak pada produk gorengan menjadi masalj utama bagi UKM Ikitela. Permasalahan ini juga dirasakan bagi UKM Iketela Group yang berbasis pada olahan makanan produk gorengan dimana salah satu produk unggulannya adalah gorengan ketela. Selama ini cara penirisan masih menggunakan konvesional dan memerlukan waktu lebih lama. Dengan menggunakan metode tersebut produk kurang awet dikarenakan kandungan minyak yang masih terlalu tinggi. Sehingga diperlukan sebuah mesin Spinner peniris minyak untuk mengurangi kadar minyak dalam makanan gorengan dengan waktu singkat. Prinsip utama penggunaan spinner adalah mengurangi kandungan minyak menggunakan teknik putaran tinggi sehingga mampu membuang sebagian minyak keluar. Metode rancang bangun  dimulai  dengan tahapan menetapkan kebutuhan, mekanisme, pemilihan bahan material, perancangan komponen, gambar design dan hasilnya memenuhi kualitas produk sesuai dengan fungsinya,  berkurangnya minyak hasil penggorengan dan mudah di operasikan, demikian juga perawatannya. Mesin spinner peniris minyak memiliki tinggi tabung 40 cm daya tampung 5 kg, dengan putaran motor 800 rpm. Kapasitas produksi mesin peniris dibanding  dengan  penirisan konvensional lebih eefektif dan efisien  yaitu untuk 1kg hasil penggorengan mmerlukan waktu 3 menit  dengan menggunakan mesin sedangkan dengan penirisan konvensional waktu yang di butuhkan  10 menit berarti terjadi efisien si waktu 7 menit.