Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Identification of Hydroquinone in Cosmetics Circulating in Kotamobagu City Using Chromatography Method Bahi, Rizky Resvita R; Mappa, Moh Rivaldi; Hasan, Firja; Mokoginta, Warningsih
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 5, No 2 (2025): August 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v5i2.1513

Abstract

The use of hazardous materials in facial whitening creams can endanger the health of users. Excessive use of hydroquinone can cause ochronosis, where the skin feels like it is burning and itching. Creams containing hydroquinone are widely circulated in the community and often cause undesirable effects. This study aims to analyze hydroquinone in cosmetics circulating in Kotamobagu City qualitatively using the Thin Layer Chromatography method. The results showed that the Rf value of the hydroquinone standard was 0.87 with a blackish brown stain color. Meanwhile, the Rf value and stain color of samples A, B, C, D and E were respectively 0.37 brownish yellow, 0.62 purple, 0.87 blackish brown, 0.75 blackish brown and 0.80 blackish brown. Based on the results of qualitative analysis using TLC, facial whitening cream cosmetics circulating in Kotamobagu City with samples A, B, C, D and E were positive for containing hydroquinone.
Optimasi Formula dan Evaluasi Stabilitas Sediaan Toner Wajah Ekstrak Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus L.) Gobel, Alia Afrilia; Resvita Bahi, Rizky; Mappa, Moh. Rivaldi
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.902

Abstract

Facial skin is prone to dryness due to UV radiation, which accelerates premature aging (photoaging) and triggers various skin problems such as atopic dermatitis. In Indonesia, the prevalence of dry skin reaches 50%–80%. Several commercial toner products still contain alcohol, which can further dry the skin when used for a long period of time. Therefore, natural ingredients with moisturizing effects are needed, one of which is Strobilanthes crispus (keji beling) leaves, containing flavonoids with antioxidant activity. This study aimed to determine the effect of varying concentrations of Tween 80 surfactant on the stability of toner formulations. The research method was experimental, formulating four formulas with surfactant concentrations of 0% (F0), 5% (FI), 7.5% (FII), and 10% (FIII), followed by stability testing using the cycling test and evaluating organoleptic properties, homogeneity, viscosity, pH, irritation, and hedonic acceptance. The organoleptic evaluation showed that FI, FII, and FIII produced clear yellowish-green liquid preparations with a characteristic odor of keji beling leaves, whereas F0 produced a dark green liquid with the same odor. All formulas were homogeneous with a pH of 5. The viscosity values were 1.72 cPs for FI, 1.82 cPs for FII, 2.37 cPs for FIII, and 1.35 cPs for F0. Irritation testing showed negative results for all formulas, indicating no signs of primary irritation. Hedonic testing revealed that FIII was the most preferred by panelists. Based on these findings, it can be concluded that the formula containing 10% polysorbate (FIII) provided the best physical stability and panelist acceptance. Thus, variation in surfactant concentration affects the physical stability of Strobilanthes crispus leaf extract toner formulations.
Identifikasi Senyawa Fenol Fraksi Etanol Rumput Laut (Eucheuma spinosum) dengan Metode Kromatografi Moh. Rivaldi Mappa; Rizky Resvita R. Bahi; Amanda Pratiwi Sugeha; Tantri Wulandari Mokoginta; Mifta Putri Salsabila Pontoan; Putri Isauraamabel Tangahu; Hairil Akbar
Tinctura Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v5i2.5207

Abstract

Eucheuma spinosum merupakan salah satu spesies rumput laut yang mengandung senyawa fenol yang berkhasiat sebagai antioksidan. Senyawa antioksidan dapat melindungi tubuh dari efek radikal bebas yang merusak sehingga menjaga kesehatan secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa fenol dari fraksi etanol rumput laut yang diperoleh dari pesisir pantai Desa Maelang Kabupaten Bolaang Mongondow dengan skrining fitokimia dan metode kromatografi lapis tipis KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanol rumput laut positif mengandung senyawa fenol yang ditandai dengan perubahan warna dari kuning kemerahan menjadi kuning kehijauan pada proses skrining fitokimia dan terbentuknya bercak noda berwarna hijau dan biru dengan nilai Rf 0,46 pada pelat KLT yang dibandingkan dengan baku standar kuesetin.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Na-CMC sebagai Gelling Agent terhadap Sifat Fisik Gel Tabir Surya Seng Oksida (ZnO) Rizky Resvita R. Bahi; Alyavayza Putri Monoarfa; Moh Rivaldi Mappa
Tinctura Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v6i1.6077

Abstract

Kerusakan kulit akibat paparan sinar UV dari matahari menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian. Penggunaan tabir surya merupakan langkah preventif efektif terhadap dampak negatif sinar UV. Seng oksida (ZnO) dalam tabir surya berfungsi sebagai penghalang fisik UV dan lebih efektif dibandingkan titanium oksida (TiO2). Gel tabir surya menjadi populer karena mudah meresap ke kulit tanpa meninggalkan residu. Gelling agent dalam formulasi gel sangat mempengaruhi sifat fisiknya. Carboxy methyl cellulose (Na-CMC) sering digunakan karena sifat netral dan kemampuannya meningkatkan viskositas, dengan konsentrasi 3-6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi Na-CMC sebagai gelling agent berdasarkan sifat fisik meliputi organoleptik, homogenitas, uji pH, dan uji daya lekat. Formula gel dengan zat aktif seng oksida 2% dibuat dengan membandingkan basis gel Na-CMC ke dalam 3 konsentrasi yakni F1 3%, F2 5%, dan F3 6%. Hasil uji organoleptik sediaan menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap variasi gelling agent yang digunakan terhadap bentuk sediaan. Seluruh sediaan homogen dan memiliki pH 8 yang tidak menyebabkan iritasi atau kulit bersisik ketika diaplikasikan pada kulit. Formula dengan daya lekat terbaik adalah F2 dan F3 dengan hasil 49s dan 88s.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Kefarmasian Terhadap Kepuasan Pasien di Apotek Anastasia Maria Wullur; Rizky Resvita R. Bahi; Alfiana P Gonibala
Tinctura Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i1.8052

Abstract

Kualitas pelayanan sering dikaitkan dengan kepuasan pasien. Pada penlitian sebelumnya, pasien memberikan nilai 88,16% terhadap PIO di Apotek Kimia Farma Sao-Sao dan sebanyak 58,08% pasien di apotek wilayah Kecamatan Sukarame merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diterima.  Apabila pasien merasa tidak puas dengan kualitas pelayanan yang diberikan maka kemungkinan akan mempengaruhi loyalitas pasien untuk berkunjung kembali ke apotek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien di Apotek Kimia Farma Sinindian. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian non eksperimental yaitu peneltian kuantitatif dengan menggunakan uji regresi linear. Pengambilan subjek penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan menggunakan rumus Slovin yang menghasilan jumlah pasien sebanyak 93 orang untuk mewakili populasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil nilai kepuasan pasien dengan sig 0,009 < 0,05 disertai  nilai koefisien determinasinya sebesar 20.5%. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Kualitas Pelayanan Kefarmasian terhadap Kepuasan Pasien di Apotek Kimia Farma Sinindian.