Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Contact Investigation Strategies for Detecting Active Tuberculosis Cases at Rappang Primary Health Center Sidenreng Rappang Regency Sofiyah, Sofiyah; Febrianti, Devy; Sulaiman, Zulkarnain
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i3.11689

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang kompleks di Indonesia. Strategi investigasi kontak digunakan untuk mendeteksi kasus TB aktif secara dini melalui pelacakan individu yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas implementasi strategi tersebut di UPT Puskesmas Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pengelola program TB, pendamping, kepala puskesmas, dan pasien TB. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek struktur, pelaksanaan program masih terkendala oleh keterbatasan alat skrining, logistik lapangan, dan jumlah tenaga kesehatan. Beberapa kegiatan bahkan tertunda karena tidak tersedianya obat atau perlengkapan saat dibutuhkan. Pada aspek proses, investigasi kontak telah dilakukan secara konsisten, namun partisipasi masyarakat masih rendah. Penolakan dari pasien atau keluarga terhadap pemeriksaan kontak erat kerap terjadi, dipengaruhi oleh stigma, rasa takut, dan kurangnya pemahaman. Edukasi telah diberikan, namun perubahan sikap masyarakat belum signifikan. Pada aspek hasil, strategi ini tetap memberikan dampak positif dengan meningkatkan jumlah temuan kasus TB aktif. Sebagian besar pasien juga menunjukkan penerimaan yang baik dan merasa nyaman terhadap pelayanan yang diberikan. Kesimpulan: Dengan demikian, strategi investigasi kontak merupakan pendekatan yang efektif dalam mendeteksi kasus TB secara dini. Namun, keberlanjutan dan efektivitasnya perlu diperkuat melalui dukungan fasilitas, tenaga, dan pendekatan edukatif yang lebih intensif.   Introduction: Tuberculosis (TB) remains a complex public health problem in Indonesia. The contact investigation strategy is implemented as an early detection effort to identify active TB cases by tracing individuals who have had close contact with TB patients. This study aims to describe the implementation of the contact investigation strategy in detecting active TB cases at the Rappang Primary Health Center, Sidenreng Rappang Regency. Method: This research employed a descriptive qualitative method with data collected through semi-structured interviews, observations, and documentation. The informants consisted of TB program managers, TB supporters, the head of the health center, and TB patients. Results: The results showed that in terms of structure, the implementation was constrained by limited screening tools, field logistics, and the number of health workers, causing several activities to be delayed due to the unavailability of medicines or equipment. In terms of process, contact investigation has been carried out consistently, but community participation remains low due to rejection from patients or their families influenced by stigma and a lack of understanding. Although education has been provided, changes in community attitudes have not been significant. In terms of outcomes, this strategy has had a positive impact by increasing active case findings and improving patient acceptance of the services provided. Conclusion: In conclusion, the implementation of contact investigation needs to be continuously strengthened through the provision of adequate facilities, increased human resources, and sustained community education to support TB elimination efforts at the primary care level.  
The Effect of System Success on The Implementation of Patient Online Registration Outpatient at Manisa Health Center Kabupaten Sidenreng Rappang Arsyad, Gusmila; Sulaiman, Zulkarnain; Ramlan, Pratiwi
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i3.12111

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan teknologi informasi mendorong fasilitas kesehatan seperti Puskesmas untuk mengadopsi sistem pendaftaran online guna meningkatkan efisiensi layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberhasilan sistem terhadap implementasi pendaftaran online pasien rawat jalan di Puskesmas Manisa, Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode: Penelitian ini menggunakan Metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 87 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling dari total 687 pengguna layanan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang disusun berdasarkan model DeLone dan McLean untuk variabel keberhasilan sistem (kualitas sistem, informasi, dan layanan), serta model Patrick L. Seddon untuk variabel implementasi (penggunaan sistem, kepuasan pengguna, dan efektivitas operasional). Analisis data dilakukan dengan uji regresi linear sederhana. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan sistem berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap implementasi pendaftaran online dengan nilai signifikansi p = 0.000 (< 0.05) dan nilai t hitung (9.614) lebih besar dari t tabel (1.988). Sebagian besar responden menilai kualitas sistem dan informasi tergolong baik, namun kualitas layanan masih perlu ditingkatkan. Simpulan: dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan sistem memegang peran penting dalam mendorong implementasi sistem pendaftaran online, sehingga perbaikan pada kualitas layanan dan edukasi digital bagi masyarakat perlu diutamakan untuk mendukung penggunaan sistem secara optimal.   Introduction: The development of information technology has encouraged health facilities such as health centers to adopt an online registration system to improve service efficiency. This study aims to analyze the influence of the success of the system on the implementation of online registration of outpatients at the Manisa Health Center, Sidenreng Rappang Regency. Methods: This study used a quantitative method with a cross-sectional design, involving 87 respondents who were selected through a simple random sampling technique from a total of 687 service users. The data collection instrument was in the form of a questionnaire compiled based on the DeLone and McLean models for system success variables (system quality, information, and services), and Patrick L. Seddon's model for implementation variables (system usage, user satisfaction, and operational effectiveness). Data analysis was carried out by simple linear regression test. Results: The study showed that the success of the system had a positive and significant effect on the implementation of online registration with a significance value of p = 0.000 (< 0.05) and a calculated t value (9,614) greater than the t table (1,988). Most respondents assessed that the quality of the system and information was relatively good, but the quality of service still needed to be improved. Conclusion: This study shows that the success of the system plays an important role in encouraging the implementation of the online registration system, so improvements in the quality of services and digital education for the community need to be prioritized to support the optimal use of the system.
Implementasi Penggunaan Sosial Media dalam Program Promosi Kesehatan di Puskesmas Kota Enrekang : Implementation of the Use of Social Media in the Health Promotion Program at the City Health Center of Enrekang Devy Febrianti; Sulaiman, Zulkarnain; Mardhatillah; Sunandar Said; Khaeriyah Adri; Pratiwi Ramlan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3030

Abstract

Latar belakang: Puskesmas merupakan peranan penting dalam mencapai program Indonesia Sehat. Peningkatan pelayanan puskesmas sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui kegiatan program promosi kesehatan erat kaitannya dengan media yang digunakan salah satuya adalah sosial media pada program promosi kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui implementasi penggunaan sosial media di Puskesmas Kota Enrekang. Metode: Penelitian kualitatif dilakukan dengan pendekatan studi kasus, Teknik yang digunakan dalam penentuan informan dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Hasil: Pada input, program promosi kesehatan menggunakan media sosial dianggap cukup efektif , pada process, pelaksanaan program promosi kesehatan terlaksana sesuai dengan perencanaannya jika dilakukan diawal tahun namun terdapat beberapa perencanaan yang sudah ditetapkan sering tidak sesuai di lapangan, dan tidak semua SDM terlibat dalam program promosi kesehatan. Pada output, program berjalan sesuai tujuan yang direncanakan tetapi belum ada indicator capaian sehingga belum bisa terlaksananya evaluasi secara optimal. Kesimpulan: Diharapkkan kepala puskesmas lebih memahami mengenai manajemen puskesmas dan koordinasi dalam menentukan suatu perencanaan serta tenaga promosi kesehatan lebih serius dalam peningkatan pelayanan promosi kesehatan terkhusus pada program berbasis sosial media.
MENUJU ZERO STUNTING MELALUI PENDAMPINGAN PENGOLAHAN SUSU SAPI MURNI YANG BERGIZI TINGGI DAN BERNILAI EKONOMI Mardhatillah, Mardhatillah; Herman, Bahtiar; Yusrianti, Yusrianti; Febrianti, Devy; Said, Sunandar; Ramlan, Pratiwi; Adri, Khaeriyah; Sulaiman, Zulkarnain; Magfirah, Andi; Sari, Yuni; Nurafifah, Nurafifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27172

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan kedua yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Prevalensi stunting Kabupaten Enrekang sebesar 26.4% masih jauh dari target sebesar 14% di tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan stunting dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam berwirausaha dengan memanfaatkan kearifan local yaitu susu sapi murni. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2024. Metode yang dilakukan dengan mengadakan diskusi bersama mitra, penyuluhan dan praktek pembuatan produk bersama kelompok mitra Kelompok Wanita Tani Setia Mekar yang berjumlah 25 orang. Hasil kegiatan ini menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu mengenai stunting dari 65% sebelum penyuluhan kesehatan menjadi 85% setelah penyuluhan, sementara keterampilan meningkat dari 70% menjadi 80% setelah pendampingan. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting dan mampu menghasilkan produk yang bergizi tinggi dan bernilai ekonomi dari bahan dasar susu sapi murni.Abstract: Stunting is one of the targets of the Sustainable Development Goals which is included in the second sustainable development goal, namely eliminating hunger and all forms of malnutrition by 2030 and achieving food security. Enrekang Regency's stunting prevalence of 26.4% is still far from the target of 14% in 2024. This activity aims to increase community knowledge in preventing stunting and improve community skills in entrepreneurship by utilizing local wisdom, namely pure cow's milk. The activity will be carried out in June-August 2024. The method used is holding discussions with partners, counseling and product making practices with a partner group of the Setia Mekar Women's Farmers Group, totaling 25 people. The results of this activity showed that there was an increase in mothers' knowledge regarding stunting from 65% before health education to 85% after education, while skills increased from 70% to 80% after mentoring. From this activity it can be concluded that there has been an increase in mothers' knowledge in preventing stunting and they are able to produce products that are highly nutritious and have economic value from pure cow's milk.