Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DAYA TERIMA COOKIES DAUN TURI (SESBANIA GRANDIFLORA) PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH PUSKESMAS LAMBITU Zara Avila, Dea; Khatimah, Nur Husnul; Alkhair, Alkhair; Rhosmiati, Rhosmiati; Putri, Dita Oktaviani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48016

Abstract

Periode menyusui merupakan fase penting bagi ibu dan bayi, di mana ibu membutuhkan asupan gizi lebih untuk memproduksi Air Susu Ibu (ASI) berkualitas. WHO menganjurkan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu menyusui untuk mencegah kekurangan gizi. Salah satu bahan pangan yang diyakini bermanfaat adalah daun turi, tanaman asli Indonesia yang kaya protein, vitamin, mineral, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan daya terima cookies daun turi berdasarkan rasa, warna, dan aroma dengan tiga formula berbeda (F1: 125 g, F2: 100 g, F3: 75 g). Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain eksperimental. Uji perbedaan daya terima dilakukan menggunakan One Way ANOVA melalui aplikasi SPSS, sedangkan analisis kandungan gizi dilakukan menggunakan NutriSurvey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada aspek rasa (p = 0,019; p < 0,05), sedangkan pada aspek warna (p = 0,641) dan aroma (p = 0,483) tidak terdapat perbedaan signifikan (p > 0,05). Formula dengan tingkat kesukaan tertinggi secara keseluruhan, dilihat dari persentase “suka” dan “sangat suka” pada semua aspek, adalah F3 (75 g).
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Tentang 4 Pilar Gizi Seimbang Dengan Status Gizi Lathifah, Lathifah; Darmin, Darmin; Alkhair, Alkhair; Salsabiila, Salsabiila; Firmasnyah, Muhd; Lestari, Eka Puzi; Oktaviani, Zennith Dwipa; Kuswanti, Nurilah; Harija, Akas
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 6 (2024): Desember 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i6.1568

Abstract

Status gizi yang baik sangat penting bagi kesehatan mahasiswa, terutama dalam mendukung aktivitas fisik dan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan dan sikap mengenai 4 pilar gizi seimbang dengan status gizi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, sampel dalam penelitian ini yaitu 50 orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bima yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, Teknik pengambilan sampel dengan cara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai pengetahuan dan sikap, serta pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk menentukan status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang 4 pilar gizi seimbang yang baik dengan status gizi normal yaitu sebesar 36%, artinya semakin baik pengetahuan maka semakin baik status gizi, sementara sikap tentang 4 pilar gizi seimbangan yang positif dengan status gizi normal yaitu sebesar 28%, artinya semakin positif sikap terhadap 4 pilar gizi seimbang maka semakin baik status gizi.
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN MEDIA BOOKLET TENTANG STUNTING Darmin, Darmin; Khatimah, Nur Husnul; Iksan, Muammar; Alkhair, Alkhair; Avila, Dea Zara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27336

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.Salah satu faktor yang behubungan dengan kejadian stunting dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap ibu. Tujuan Penelitan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu balita sebelum dan sesudah menggunakan media booklet tentang stunting di Desa Mbawi. Jenis penelitian adalah kuantitatif metode analitik dengan design Eksperimen semu (Quasi Eksperimen). Pendekatan yang digunakan adalah One Group Pretest-Postest uji yang digunakan adalaha Uji T- Dependent. Populasi dalam penelitian seluruh ibu balita yang berada di Desa Mbawi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling sebanyak 50 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan booklet. Tehnik analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukan Rata-rata nilai pre post pengetahuan ibu balita tentang Stunting sebelum diberikan media Booklet yaitu 0,440 dengan standar deviasi 0,501, Hasil penelitian menunjukan nilai p value sebesar 0.000 <? (0.05) artinya terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan media Booklet. Sedangkan rata-rata nilai pre post sikap ibu balita tentang Stunting sesudah diberikan media Booklet yaitu 0,240 dengan standar deviasi 0,555, serta p value 0.004 >? (0.05) artinya terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai sikap ibu balita sebelum dan sesudah diberikan media Booklet. Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita agar melakukan perilaku pencegahan Stunting melalui kegiatan peningkatan pencarian informasi kesehatan melalui kegiatan seminar, penyuluhan, serta memanfaatkan media promosi kesehatan.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BUBUR EKSTRAK SARANG BURUNG WALET UNTUK MENCEGAH STUNTING PADA POSYANDU BAJO KETA DESA LERE NTB Avila, Dea Zara; Khatimah, Nur Husnul; Alkhair, Alkhair; Nursani, Nursani; Akbar, Muhammad; Firmanto, Taufik; Israjunna, Israjunna
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v7i1.1614

Abstract

Pemanfaatan pangan lokal merupakan salah satu cara penanggulangan masalahstunting. Desa Lere merupakan salah satu desa penghasil sarang burung waletdan sarang burung walet bermanfaat mengatasi gizi buruk, meningkatkan dayatahan tubuh dan metabolisme tubuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakatini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akanmanfaat mengkonsumsi bubur ekstrak sarang burung walet dan dapat diaplikasikan sebagai makanan tambahan pada saat kegiatan posyandu. Metodeyang digunakan adalah pelatihan dan penyuluhan tentang manfaat, kandungangizi serta cara pembuatan bubur sarang burung walet. Peserta dalam pengabdianini adalah seluruh ibu balita yang hadir dalam kegiatan posyandu. Pengabdian inidilakukan di Posyandu Bajo Keta Desa Lere Kecamatan Parado Kabupaten BimaNusa Tenggara Barat pada tanggal 3 Agustus 2023 pukul 09.00 WITA sampaiselesai. Hasil dari kegiatan aparat desa, kader posyandu memiliki ketertarikanuntuk menjadikan bubur sarang burung walet ini sebagai salah satu makanantambahan untuk balita di desa tersebut.
Analysis of the Effectiveness of Local PMT Biscuits from Jewawut and Swallow's Nest in Improving the Nutritional Status of Toddlers: local food Khatimah, Nur Husnul; Alkhair, Alkhair; Avila, Dea Zara; Hairunnisah, Hairunnisah; Iksan, Muammar; Juraidin, Juraidin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5229

Abstract

Malnutrition in children under five years of age remains a public health challenge in Indonesia, especially in rural areas. Efforts to improve nutritional status through the use of high-value local foods are one sustainable strategy. This study aims to analyze the effectiveness of providing biscuits made from millet and swallow nests in improving the nutritional status of children aged 1-5 years. This study used a pretest-posttest design without a control group with a sample size of 35 children selected purposively. The intervention was carried out for a certain period by providing millet and swallow nest biscuits every day. Nutritional status data were obtained through anthropometric measurements of weight and height, then analyzed using the Paired t-Test and McNemar's Test. The results showed a significant increase in the average nutritional status score of children from 13.45 ± 1.52 to 14.20 ± 1.47 (p = 0.000; p < 0.05). The McNemar test analysis also showed a significant change in the proportion of nutritional status (p = 0.042; p < 0.05), with a decrease in the proportion of malnourished children from 28.6% to 20.0%. These findings indicate that the consumption of millet biscuits and swallow nests has a positive effect on improving the nutritional status of children aged 1-5 years. Conclusion: The provision of jewawut biscuits and swallow nests is effective in improving the nutritional status of toddlers. The use of these local foods has the potential to become an alternative.