Perempuan yang berpartisipasi dalam program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, memiliki banyak waktu luang di antara kegiatan kemasyarakatan rutin yang masih kurang dimanfaatkan untuk tujuan produktif. Kondisi ini menunjukkan adanya peluang yang terlewatkan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi penggunaan waktu luang yang tidak efektif, potensi ekonomi lokal yang belum berkembang, keterampilan manajemen bisnis yang terbatas, dan literasi pemasaran digital yang rendah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat motivasi kewirausahaan di kalangan perempuan PKK melalui konseling terpadu tentang manajemen diri, kreativitas dan diversifikasi produk lokal, manajemen bisnis dasar, dan literasi pemasaran digital. Program ini dilaksanakan melalui persiapan dan penilaian kebutuhan, sesi konseling interaktif, diskusi, dan evaluasi, yang melibatkan anggota PKK pada tanggal 15 Juni 2026. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman tentang disiplin dan perencanaan kewirausahaan, munculnya ide-ide inovasi produk yang memanfaatkan sumber daya lokal seperti wortel dan batang pisang, dan peningkatan kesadaran akan manfaat pemasaran online untuk memperluas akses pasar dan mengurangi biaya. Program ini diharapkan menjadi landasan bagi pendampingan berkelanjutan yang mendukung pengembangan usaha rumahan dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga.