Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KoGuRuPa: Kolaborasi Guru, Orang Tua dan Pengasuh untuk Mewujudkan Kota Surabaya Layak Anak Putri, Rizca Yunike; Herbowo, Heru Dwi; Musrifah, Sri; Choiriyah, Septiana Syahra; Purwati, Enik; Halizah, Caroline Nur; Mufidah, Ainun Tafsil; Siva, Bayu Raka Bayu Cahyarie
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i2.3476

Abstract

Surabaya as an administrative city in realizing the Regulation of the Ministry of Women's Empowerment and Protection (PPPA) Number 12 carries out implementation with the Child-Friendly Village program which has been effectively running since 2021. This program is a derivative of the Surabaya City Regulation Policy Number 6 of 2011 concerning the Implementation of Child Protection and has a task force in each district to control the implementation of the program, coordinate with district institutions and schools in the suburbs area. Early Childhood Education has its own challenges in carrying out these 3 functions. Especially in the era of millennial and Gen-Z parents who are open-minded, choose professional careers, and entrust their children to school institutions not only for education but also for care. Schools with educational program facilities as well as care are not free from the potential for violence against children. Violence that occurs to children is not only bullying behavior carried out by their peers, but also by schools, caregivers, families and even relatives. Education and personal safety provided to early childhood in the city of Surabaya can be done through collaboration between schools, guardians and caregivers, known as the Teacher, Parent and Caregiver Collaboration Program (KoGuRuPa).
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN POTENSI DESA NGREJENG KECAMATAN GRABAGAN KABUPATEN TUBAN SEBAGAI OBJEK DESTINASI ETNOWISATA MELALUI PENGUATAN POKDARWIS RENGIT ASRI Musrifah, Sri; Kurniahu, Hesti; Putri, Rizca Yunike; Juliansa, Egita Manda Putri; Setyawan, Heru; Febrianti, Ossy; Al-Muhtadhi, M. Zain; Wandani, Yuni Tri; Setiawan, Sony; Rodliyah, Nur Afifatur; Asysidiqi, Moch. Hasybi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i2.3495

Abstract

Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban memiliki destinasi etnowisata berupa Makam Mbah Shodiqo yang telah dikenal dan dikunjungi oleh masyarakat baik dari dalam maupun luar Tuban. Desa Ngrejeng juga memiliki potensi yang belum banyak digali diantaranya potensi pertanian dan peternakan, atraksi budaya, bentang alam dan kuliner. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan penguatan kepada Pokdarwis Rengit Asri Desa Ngrejeng untuk mengembangkan potensi desa sebagai Objek Destinasi Tujuan Wisata (ODTW) terpadu dengan Makam Mbah Shodiqo. Metode yang digunakan dalam pendampingan kepada masyarakat ini adalah Focus Group Discussion (FGD). Tim PKM bersama mitra melakukan diskusi dua arah untuk menggali potensi desa dan kendala pengembangannya menjadi ODTW. Hasil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Pokdarwis Rengit Asri mendapatkan peningkatan pengetahuan dan motivasi untuk mengelola potensi desa sebagai ODTW. Selain itu kegiatan ini juga membuka peluang untuk meningkatkan keterampilan Pokdarwis Rengit Asri terkait dengan pengelolaan desa wisata.
Training to Prevent the Spread of Hoaxes among New Voters during the 2024 Election in High Schools Rizca Yunike Putri; Ahmad Sufaidi; Mandra Nur Alia; Caroline Nur Halizah; Septiana Syahra Choiriyah; Ainun Tafsil Mufidah
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pemilih pemula masih banyak yang belum  sepenuhnya  memahami  dan merasakan urgensi peran mereka dalam proses demokrasi. Tahun 2024 di Indonesia merupakan tahun politik yang tidak hanya akan melakukan pemilihan umum pada 14 Februari 2024 untuk memilih presiden, wakil presiden serta legislative, tapi juga pilkada serentak pada 27 November 2024 untuk memilih pemimpin daerah serentak secara nasional meliputi Gubernur, Wali Kota dan Bupati. Total jumlah DPT secara nasional adalah 204.8 juta jiwa. Pemilih pemula yang merupakan generasi Z dengan usia 17-20 tahun pada Pemilu 2024 secara kuantitas menduduki posisi ke 3 dengan jumlah 46,8 juta jiwa. Nyatanya kuantitas populasi dengan posisi ke-3 tidak membuat pemilih pemula yang merupakan generasi-Z telah menentukan pilihannya secara pasti saat Pemilu dan Pilkada pada 27 November 2024. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman, minat dan partisipasi mereka dalam berbagai aspek kehidupan berdemokrasi. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan PRA (Participatory Rural Appraisal). Metode ini digunakan agar mitra sasaran terlibat aktif sebagai perencana, peneliti dan pelaksanaan. Hasil: Kegiatan yang melibatkan banyak pihak yakni stakeholder, mitra dan katalisator (sebagai satu kesatuan tim PKM) dapat memberikan pemahaman serta melatih pelajar untuk aktif memberikan hak suara serta mampu membedakan informasi terkait masalah-masalah pemilu yang mereka terima. Kesimpulan: Pemilih pemula yang masuk dalam kategori generasi muda, merupakan aset berharga bagi perkembangan negara demokrasi. Pelaksanaan pemberian edukasi khusus bagi pemilih pemula dengan tujuan meningkatkan pemahaman, minat dan partisipasi pemilih dalam berbagai aspek kehidupan berdemokrasi.
POLITIK GULA MERAH Putri, Rizca Yunike
Publicio: Jurnal Ilmiah Politik, Kebijakan dan Sosial Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Publicio
Publisher : Universitas Panca Marga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.726 KB) | DOI: 10.51747/publicio.v2i1.495

Abstract

Penelitian ini mencoba melakukan riset pengembangan kapasitas UKM pada pemerintah daerah yang baik pada klaster ekonomi gula merah di Jawa Timur, khususnya di industri gula merah Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Latar belakang pengembangan kapasitas UKM dalam kasus pemerintah daerah yang baik klaster ekonomi akan dapat meningkatkan kapasitas bisnis ekonomi jika dilakukan secara sinergis dan tidak hanya mendukung pengembangan daerah yang memiliki bisnis serupa, tetapi juga sinergi dalam upaya kelembagaan untuk bekerja bersama untuk bersama-sama menghadapi dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh bisnis ekonomi di kawasan bisnis ekonomi tertentu. Koperasi dianggap sebagai solusi bagi koperasi, masalah-masalah perusahaan ekonomi yang tadinya dihadapi sendiri atau dalam kelompok kecil akan mudah jika dihadapi dan dipecahkan bersama dalam bentuk perusahaan ekonomi koperasi yang secara bersama-sama didirikan oleh pengusaha kecil di klaster ekonomi UKM gula merah. Sebagai studi eksplorasi dengan pendekatan kualitatif yang berguna untuk menjelaskan hubungan timbal balik, mengatur perubahan, membandingkannya, dan menilai efektivitas suatu kebijakan atau program. Output dari penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas penelitian UKM. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan metode kualitatif untuk memperoleh gambaran potensi pembentukan koperasi untuk pengembangan kapasitas kelembagaan (capacity building) koperasi berbasis ekonomi klaster di Jawa Timur, terutama pada klaster ekonomi gula merah dan kemudian dijadikan rekomendasi kebijakan sebagai upaya untuk pemberdayaan UKM gula merah melalui pengembangan lembaga koperasi.
Relevansi Pembangunan Berkelanjutan dengan Risiko Dewi , Ratna Ayu Pawestri Kusuma; Robinson , Pardomuan; Puspitarini, Renny Candradewi; Maksin, Mastina; Rizca Yunike Putri; Nuril Hidayati; Deistiara Fitrianti
PERSPEKTIF Vol. 13 No. 3 (2024): PERSPEKTIF July
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v13i3.11660

Abstract

This research investigates the relevance of development in the city and town of Probolinggo through a quantitative and qualitative approach using development risk analysis. Development risk analysis is used to prove the assumption that the level of social development risk in an area can reflect the level of sustainable development. This research was conducted in Probolinggo City, East Java as one of the areas where development in the fields of tourism, business, and economy is being promoted. The data collection method is carried out by conducting a survey whose results are analyzed to produce the level of development and risk in the development and risk index measure. The research results show that the lower the risk of developing a city in Probolinggo City, the greater the sustainable development achievements in Probolinggo City. These findings can make a significant contribution to the development of regional development policies. The implications of this research can be the basis for developing more effective development strategies by considering social risk factors as the main indicators. This research concludes that the level of economic, social, and ecological risk from the implementation of development in the city of Probolinggo is very low.
Analysis of Domestic Violence Using an Ecofeminist Perspective Putri, Rizca Yunike; Soleh, Mochamad Fajar; Suharnanik, Suharnanik
Proceedings of Sunan Ampel International Conference of Political and Social Sciences Vol. 1 (2023): Proceedings of the SAICoPSS
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/saicopss.2023.1..1-13

Abstract

The problem of domestic violence (KDRT) is not something new to Indonesia. Domestic violence cases that occur in Indonesia generally always involve women as victims of violence. This occurs due to the unequal power relations between men and women in the household. This research uses a qualitative approach through the literature study method, attempting to analyze the phenomenon of domestic violence using an eco-femenism perspective. In an ecofeminist perspective, women and nature have a correlational relationship. Women and nature both experience oppression carried out by a patriarchal society. Ecofeminism is a theory that connects environmental issues and gender issues. In the context of domestic violence, ecofeminism can be used to analyze and understand the impact of such violence on the natural environment, as well as how environmental issues can interact with gender issues in this context. Ecofeminism can provide an in-depth look at how domestic violence and environmental issues are interrelated and can help in designing more holistic solutions to both issues. Based on research results, cases of domestic violence can be minimized if couples apply ecofeminist principles in their married life. The principles of ecofeminism include: responsibility towards nature, cosmic solidarity, harmony with nature, equal relations and caring.
Empowering Women Through Social Entrepreneurship Cooperatives for Women Suharnanik, Suharnanik; Putri, Rizca Yunike
Proceedings of Sunan Ampel International Conference of Political and Social Sciences Vol. 1 (2023): Proceedings of the SAICoPSS
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/saicopss.2023.1..89-94

Abstract

Women's cooperatives are one way to strengthen a person's capacity and possibilities for economic empowerment and involvement in more inclusive financial development. as a venue for enhancing the position of women both nationally and in the family economy. The purpose of this study is to get insight into the role that women's cooperatives play in social entrepreneurship initiatives for women. This paper examines the socio-cultural behavior of women engaged in the social entrepreneur field where they become part of the membership of a women's cooperative. The findings from the research study in this paper are that women have a culture that is more consistent, honest, and transparent in managing their social entrepreneurship, but is weak in terms of sustainability. Practical implications, this paper can provide input for policymakers regarding the development of women's potential in the field of social entrepreneurship. This research is still very rare because not all women are capable of engaging in social entrepreneurship. The value obtained in this research is the empowerment of women in the field of social entrepreneurship. This program prioritizes women's ability to identify problems as a source of socio-economic empowerment.
Pendampingan penyelenggaraan trail running event bagi karang taruna Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban Munir, Miftachul; Syahrial, Mario Fahmi; Putri, Rizca Yunike; Musrifah, Sri; Kurniahu, Hesti; Febriyanti, Ossy; Haristiono, Ridlo Zendhi; Dwi Secrisyah, Novi Ana; Setiawan, Sony; Al Muhtadhi, Muhammad Zain; Ibrahim, Munawar Malik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34489

Abstract

Abstrak Sport ecotourism adalah kegiatan yang memadukan aktivitas olahraga dan pariwisata. Trail running merupakan salah satu sport ecotourism yang saat ini banyak diminati berbagai kalangan. Kabupaten Tuban Jawa Timur memiliki potensi besar untuk pengembangan sport ecotourism. Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi tujuan sport ecotourism karena wilayahnya terdiri dari perbukitan karst yang memiliki kontur tidak rata sehingga menimbulkan tantangan bagi pelari. Selain itu, bentang alam ekosistem karst  yang unik dan menarik dapat memberikan pengalaman bagi pelari. Oleh karena itu, kegiatan trail running bertajuk Ngrejeng Karst Running bukan hanya memberikan dampak kesehatan raga juga meningkatan kesehatan jiwa. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada karang taruna Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan untuk menyelenggarakan event olahraga berupa trail running. Trail running bertajuk Ngrejeng Karst Running ini melintasi 3 Desa yaitu Desa Grabagan, Desa Banyubang dan berakhir di Desa Ngrejeng. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui 3 tahap yaitu: 1) tahap sosialisasi, 2) tahap pendampingan penyelenggaraan trail running event yang meliputi berbagai macam kegiatan, 3) tahap monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuk tim penyelenggara (panitia) kegiatan, penentuan rute lari, berhasil menyusun proposal sponsorship dan promosi event trail running di berbagai platform media sosial. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mitra secara mandiri maupun kolaborasi dengan tim PKM mampu menyelenggarakan berbagai macam event terkait sport ecotourism secara berkelanjutan guna mendukung upaya pembangunan desa melalui pengembangan ekowisata. Kata kunci: karang taruna; karst; ngrejeng; trail running. Abstract Sport ecotourism is an activity that combines sports and tourism. Trail running is one of the most popular forms of sport ecotourism that is currently gaining traction among various groups. Tuban Regency in East Java has significant potential for the development of sport ecotourism. Ngrejeng village has the potential to be developed into sport ecotourism destination because its terrain consists of karst hills with uneven contours, presenting a challenge for runners. In addition, the unique karst ecosystem landscape can provide an experience for runners. Therefore, the trail running activity entitled Ngrejeng Karst Running not only provides physical health benefits but also improves mental health. The purpose of this community service activity is to provide assistance to the Ngrejeng Village youth organization to organize a trail running event. The Ngrejeng Karst Running event traverses three villages: Grabagan, Banyubang, and Ngrejeng. The implementation of this activity is carried out in three stages: 1) the socialization stage, 2) the support stage for organizing the trail running eventand 3) the monitoring and evaluation stage. The outcomes of this activity include the formation of an organizing committee for the event, the determination of the running route, the sponsorship proposal, and the promotion of the trail running event. Based on the results of this community service activity, it is hoped that partners, either independently or in collaboration with the PKM team, will be able to organize various events related to sport ecotourism in a sustainable manner to support village development efforts through the development of ecotourism.  Keywords: karst; ngrejeng; trail running.