Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Tamaddun

BUDAYA DAN MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA PERSPEKTIF BRAIS (British Association for Islamic Studies) Dewi Kumalasari
Tamaddun Vol. 6 No. 1 (2021): Tamaddun
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/3ne9fm58

Abstract

Muslim Indonesia masih merenungkan peran agama dalam kehidupan publik. Meskipun kekerasan bernuansa sara di masa transisi menuju reformasi demokrasi telah surut, masyarakat Muslim telah terpolarisasi ke dalam kubu reaksioner dan progresif dengan pemandangan semakin antagonis di dalam masyarakat Islam. Perdebatan atas prinsip-prinsip yang mendasari demokratisasi lebih memanas setelah fatwa yang dikeluarkan oleh MUI mengecam sekularisme, pluralisme dan liberalisme sebagai bukan bagian dari Islam. Karena pemerintah yang selalu ragu-ragu gagal mengambil sikap yang jelas, pendukung fatwa semakin bersemangat mengejar agenda Islamisasi mereka, menampilkan tumbuh intoleransi terhadap agama-agama lain dan apa yang mereka anggap aliran sesat. Kelompok ekstrim dan radikal ini lebih banyak diliput media internasional daripada lawan progresif mereka yang menantang tren reaksioner ini. Menyerukan transformasi sejati masyarakat Indonesia berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi dan menghormati hak asasi manusia, mereka bersikeras bahwa ini tergantung pada sekularisasi, toleransi agama, dan pemikiran bebas. Dipahami sebagai sejarah kontemporer ide, buku yang ditulis oleh Carool Kersten ini bertujuan untuk menceritakan sejarah intelektual pemikiran terbuka dan para aktivisnya di Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia
ISLAMIC MICROFINANCE, ZAKAT, AND WAQF INTEGRATION: A MODEL FOR SUSTAINABLE COMMUNITY EMPOWERMENT Dewi Kumalasari
Tamaddun Vol. 10 No. 2 (2025): Tamaddun
Publisher : LPPM Universitas Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/q2vwg921

Abstract

Poverty and economic inequality remain major challenges in many Muslim-majority countries, particularly among poor and vulnerable communities. Various Islamic social finance instruments such as Islamic microfinance, zakat, and waqf have significant potential to promote economic empowerment; however, their management is often partial and fragmented. This condition results in impacts that are not yet optimal and lack sustainability. This article aims to propose a conceptual model for integrating Islamic microfinance, zakat, and waqf as a strategy for sustainable community empowerment. The methodology employed consists of a literature review and conceptual analysis of Islamic economic theory and social finance practices. The main findings indicate that the integration of these three instruments can create synergy between social protection, productive financing, and asset sustainability.