Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN GIZI SEIMBANG MELALUI EDUKASI PARTISIPATIF PADA SISWA SEKOLAH DASAR Wilma Florensia; Mesri Kartika; Petrus Yohanes Ismail Arwimbar; Syaharuddin Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39848

Abstract

Abstrak: Rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar mengenai prinsip gizi seimbang masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola konsumsi dan kebiasaan makan anak usia sekolah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi yang berdampak pada pertumbuhan, kesehatan, serta kemampuan belajar siswa. Program edukasi ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai Pedoman Gizi Seimbang melalui pendekatan pembelajaran interaktif pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan dilaksanakan dengan desain one-group pre-test dan post-test yang melibatkan 45 siswa kelas IV–VI. Proses edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, pemanfaatan media audiovisual, permainan edukatif berbasis pangan lokal, serta praktik penyusunan menu sederhana menggunakan konsep “Isi Piringku”. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan siswa mengenai gizi seimbang. Indikator keberhasilan kegiatan ditentukan berdasarkan peningkatan nilai pengetahuan siswa setelah mengikuti edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan siswa meningkat dari 58,5% pada pre-test menjadi 76,0% pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 17,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang partisipatif dan kontekstual mampu membantu siswa memahami konsep gizi seimbang secara lebih baik serta mendorong terbentuknya kesadaran awal terhadap perilaku makan sehat sejak usia dini. Abstract: Limited understanding of balanced nutrition principles among elementary school students remains one of the factors influencing children’s dietary patterns and eating habits. This condition may increase the risk of nutritional problems that can affect students’ growth, health, and learning abilities. This educational program was conducted to improve students’ understanding of the Balanced Nutrition Guidelines through an interactive learning approach among elementary school students in Biak Numfor Regency. The activity employed a one-group pre-test and post-test design involving 45 students from grades IV–VI. The educational process was delivered through interactive counseling sessions, audiovisual learning media, local food–based educational games, and practical activities in arranging simple meal menus using the “My Plate” concept. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires to measure changes in students’ knowledge of balanced nutrition. The success indicator of the program was determined by the improvement in students’ knowledge scores after participating in the educational activities. The results showed that the average knowledge score increased from 58.5% in the pre-test to 76.0% in the post-test, representing an improvement of 17.5%. These findings suggest that participatory and contextual educational approaches can effectively enhance students’ understanding of balanced nutrition concepts while fostering early awareness of healthy eating behaviors from an early age.
Optimalisasi Kampung Keluarga Berkualitas: Edukasi Gizi Seimbang dan PHBS dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kampung Sanggaria Kabupaten Keerom, Papua Genoveva Chatleen Copenhagenia Mollet; Wilma Florensia; Maxsi Irmanto
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 3 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i3.11176

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Kabupaten Keerom. Kondisi ini tercermin dari prevalensi stunting yang fluktuatif, yakni sebesar 28,15% (2019), meningkat menjadi 30,5% (2021), kemudian menjadi 25,9% (2002) hingga mencapai 24,4% (2024). Tren tersebut mengindikasikan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan keluarga tentang gizi seimbang dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita sebagai upaya pencegahan stunting di Sanggaria, melalui edukasi dan demonstrasi penyusunan porsi makan serta praktik responsive feeding kepada 23 ibu yang memiliki balita usia 6–59 bulan. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test–post-test dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa edukasi memberikan peningkatan pengetahuan PHBS yang signifikan (p=0,001), sedangkan peningkatan pengetahuan gizi belum signifikan (p=0,157). Pendekatan edukasi partisipatif yang dipadukan dengan demonstrasi praktik terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta, terutama terkait PHBS. Oleh karena itu, model pemberdayaan ini mampu mendukung pencegahan stunting melalui penguatan kapasitas keluarga dan kader di tingkat komunitas.