Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Epilepsy With Internal and External Risk Factors in a Middle-Aged Woman : A Family-Oriented Case Report Zakiah; Hidayati, Nurul
Jurnal Ilmu Kedokteran Keluarga Vol. 5 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Family Medicine Department, Faculty of Medicine, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56674/hg8x0h57

Abstract

Epilepsy is a chronic neurological disorder characterized by recurrent unprovoked seizures. In low- and middle-income countries, delays in diagnosis and mismanagement at primary care level remain common. This study describe a case of epilepsy in a middle-aged woman with internal and external risk factors, managed through family-centered and community-oriented approaches. A descriptive case report of a 42-year-old woman who presented to Kendalsari Primary Health Center with recurrent generalized tonic-clonic seizures for one year. Data were collected from anamnesis, physical examination, family assessment, and home visits, then analyzed using the Mandala of Health framework. The patient experienced five to six seizure episodes in the past year, often triggered by fatigue. She initially sought treatment from a midwife who prescribed betahistine and dexamethasone, before being referred to a neurologist and receiving appropriate antiepileptic therapy. Family APGAR score was 8, indicating good family function, though financial constraints and limited knowledge delayed proper medical care. Home visits revealed normal functional status but persistent unhealthy lifestyle factors, such as prolonged mobile phone use and frequent consumption of fatty foods. Comprehensive management of epilepsy requires not only biomedical treatment but also family support, lifestyle modification, and appropriate primary care referral. Family conference and community involvement play an essential role in long-term disease control.
KOMPOSISI JENIS IKAN DAN HUBUNGAN PANJANG-BERAT HASIL TANGKAPAN SELAMBAU DI SUNGAI RUNGAN KOTA PALANGKA RAYA Suryani Rajagukguk; Anang Najamuddin; Tutwuri Handayani; Yuli Ruthena; Zakiah
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 20 No. 2 (2025): Journal of Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v20i2.24734

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus di Sungai Rungan, Kota Palangka Raya, dengan tujuan menganalisis komposisi jenis ikan serta hubungan panjang–berat ikan hasil tangkapan menggunakan alat tangkap selambau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei melalui pengamatan dan pengambilan data secara langsung di lapangan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan alat tangkap selambau dengan ukuran mata jaring 0,05 cm pada tiga stasiun pengamatan selama enam kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total hasil tangkapan terdiri atas 44 jenis ikan yang tergolong dalam 18 famili. Ikan yang paling dominan tertangkap adalah ikan lais bulu (Kryptopterus limpok) dengan persentase sebesar 37,3%. Analisis hubungan panjang–berat ikan lais bulu menunjukkan nilai koefisien pertumbuhan (b) < 3 pada seluruh stasiun pengamatan, baik pada ikan jantan maupun betina. Persamaan regresi hubungan panjang–berat pada Stasiun 1 diperoleh W = 0,9181L¹·⁰²⁰⁵ (betina) dan W = 0,3361L¹·⁸²⁵¹ (jantan); Stasiun 2 W = 0,8160L¹·⁰⁹³¹ (betina) dan W = 0,4749L¹·⁵⁵³⁴ (jantan); serta Stasiun 3 W = 0,6767L¹·³⁴⁵⁵ (betina) dan W = 0,3361L¹·⁸⁴³³ (jantan). Pola pertumbuhan ikan lais bulu di Sungai Rungan tergolong allometrik negatif, yang menunjukkan bahwa pertambahan panjang tubuh lebih cepat dibandingkan pertambahan berat. Analisis faktor kondisi menunjukkan bahwa 15,9% ikan berada dalam kondisi montok, sedangkan 84,1% berada dalam kondisi pipih.