Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN QUICK ON THE DRAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MULIASIH, IDA; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.3548

Abstract

ABSTRAKThis study was motivated by the difficulties of X IPS students of SMA Negeri 10 Tangerang in learning mathematics, especially in understanding the concept of trigonometry. The average math score of students is still less than the Material Completeness Criteria (KKM). In addition, students are less active in participating in the learning process. In group assignments, some students rely on other friends to complete the assigned tasks. Therefore, it is necessary to choose a learning model that suits the conditions in the classroom. This study aims to analyze the effect of Quick on The Draw learning model on the mathematics learning outcomes of students in class X IPS. The Quick on The Draw learning model is a collaborative learning strategy that focuses on increasing student engagement through fun activities that encourage them to answer questions quickly and accurately. The research method used is Classroom Action Research (PTK) with a cycle design, which includes planning, action, observation, and reflection stages. The results showed that the application of the Quick on The Draw model significantly improved students' mathematics learning outcomes, especially in the aspects of speed and accuracy in solving problems. The improvement in learning outcomes was measured through the comparison of scores before and after the implementation of the learning model. Thus, the Quick on The Draw model can be an effective alternative in learning mathematics to improve students' understanding and ability to solve mathematical problems.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa kelas X IPS SMA Negeri 10 Tangerang dalam pembelajaran matematika khususnya dalam memahami konsep trigonometri. Nilai rata-rata matematika siswa masih kurang dari Kriteria Ketuntasan Materi (KKM). Selain itu siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Dalam tugas kelompok, beberapa siswa mengandalkan teman lainnya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Karenanya perlu dipilih model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Quick on The Draw terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X IPS. Model pembelajaran Quick on The Draw adalah strategi pembelajaran kolaboratif yang berfokus pada peningkatan keterlibatan siswa melalui aktivitas menyenangkan yang mendorong mereka untuk menjawab soal secara cepat dan tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain siklus, yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Quick on The Draw secara signifikan meningkatkan hasil belajar matematika siswa, terutama pada aspek kecepatan dan ketepatan dalam menyelesaikan soal. Peningkatan hasil belajar tersebut diukur melalui perbandingan nilai sebelum dan sesudah implementasi model pembelajaran. Dengan demikian, model Quick on The Draw dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENGGUNAAN CHARTA PADA SISWA KELAS VIII MTs TAHDZIBUN NUFUS JAKARTA BARAT AMRI, ALVINA NURLATIFAH; SUWARNI, NENI; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.3549

Abstract

Low student interest in learning, not only affects student learning activities and activities, but will also directly affect the success of students in mastering the material presented, the failure of student success lies not only in the ability of students to absorb subject matter but also with regard to the range of learning experiences followed by students. The purpose of this study was to improve science learning outcomes in class VIII students at MTs Tahdzibun Nufus West Jakarta by using charta. The research method used was action research which took place in three cycles. From the results of the study it is concluded that the use of charta media as a learning tool is able to improve the quality of learning and can directly improve student learning outcomes. From the three cycles carried out, the learning results in the first cycle of the highest score that students can achieve is 80 with the lowest score of 20 then the average learning outcome is 54. Changes and improvements in the learning process in cycle II have improved student learning outcomes, in this case the highest score that can be achieved is 90 with the lowest score of 50 and is supported by an average learning outcome of 68.66. In cycle III, improvements were made that directly improved learning outcomes, the highest score that could be achieved was 100 and the lowest score was 60 with an average learning outcome of 81. ABSTRAKRendahnya minat belajar siswa, tidak hanya berpengaruh pada kegiatan dan aktivitas belajar siswa, tetapi secara langsung juga akan mempengaruhi keberhasilan siswa menguasai materi yang disampaikan, kegagalan keberhasilan siswa bukan hanya terletak pada kemampuan siswa menyerap materi pelajaran tetapi juga berkenaan dengan rangakaian pengalaman belajar yang diikuti siswa. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII di MTs Tahdzibun Nufus Jakarta Barat dengan menggunakan charta. Metode penelitian yang digunakan adalah action research yang berlangsung dalam tiga siklus. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan media charta sebagai sarana belajar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan secara langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari tiga siklus yang dilakukan hasil belajar pada siklus pertama nilai tertinggi yang dapat dicapai siswa adalah 80 dengan nilai terendah 20 selanjutnya rata-rata hasil belajar 54. Perubahan dan perbaikan proses pembelajaran pada siklus II telah meningkatkan hasil belajar siswa, dalam hal ini nilai tertinggi yang dapat dicapai adalah 90 dengan nilai terendah 50 serta didukung oleh rata-rata hasil belajar 68,66. Pada siklus III dilakukan penyempurnaan yang secara langsung meningkatkan hasil belajar, nilai tertinggi yang dapat dicapai adalah 100 dan nilai terendah 60 dengan rata-rata hasil belajar 81.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS-GAMES-TOURNAMENT (TGT) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA POKOK BAHASAN PELUANG DAN STATISTIKA DI SMP NEGERI 3 SEPATAN KABUPATEN TANGERANG ISNUGROHO, AWING; MUSTAFID, MUSTAFID; U.S, SUPARDI
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v4i4.3554

Abstract

The purpose of this study is to find out whether the application of the Teams-Games-Tournament (TGT) type cooperative learning model can increase the mathematics learning activity of grade VIII students of SMP Negeri 3 Sepatan, Tangerang Regency on the subject of Statistics and Opportunity. This type of research is a classroom action research with the subject of the research being grade VIII students of SMP Negeri 3 Sepatan for the 2019/2020 school year consisting of 40 students. The research was carried out in two cycles of action. The first cycle discusses the subject of Opportunity and the second cycle deals with Statistics. The data of the research results were obtained from the results of observations during mathematics learning activities using student activity observation sheets, student response questionnaires, field notes, interviews, and documentation. The data obtained from the activity observation sheet and student response questionnaire were analyzed by calculating the percentage of all aspects observed. The results of the study showed that the students' mathematics learning activity after the implementation of the Teams-Games-Tournament (TGT) type cooperative learning model showed that on average, all aspects of mathematics learning activity of grade VIII students of SMP Negeri 3 Sepatan, Tangerang Regency on the subject of Opportunity and Statistics increased. This is shown by an increase in the average result of the percentage of student learning activity observation sheets for each cycle, namely in the first cycle student activity was 61.17% for the second cycle of 71.11%. In addition, the results of the student response questionnaire to learning also increased, namely by 63% in the first cycle and by 70.11% in the second cycle. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournament (TGT) dapat meningkatkan keaktifan belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sepatan, Kabupaten Tangerang pada pokok bahasan Statistika dan Peluang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sepatan tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 40 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Siklus pertama membahas pokok bahasan Peluang dan siklus kedua tentang Statistika. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi selama kegiatan pembelajaran matematika berlangsung dengan menggunakan lembar observasi keaktifan siswa, angket respon siswa, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Adapun data yang diperoleh dari lembar observasi keaktifan dan angket respon siswa dianalisis dengan menghitung persentase dari keseluruhan aspek yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar matematika siswa setelah dilakukan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournament (TGT) menunjukkan bahwa rata-rata seluruh aspek keaktifan belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sepatan, Kabupaten Tangerang pada pokok bahasan Peluang dan Statistika mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil rata-rata persentase lembar observasi keaktifan belajar siswa untuk tiap siklus, yaitu pada siklus I keaktifan siswa sebesar 61,17% untuk siklus II sebesar 71,11%. Selain itu hasil dari angket respon siswa terhadap pembelajaran juga meningkat yaitu sebesar 63% pada siklus I dan sebesar 70,11% pada siklus II.
ANALISIS KESULITAN GURU MATEMATIKA SDI SINAR CENDEKIA TERHADAP PEMBELAJARAN SECARA DARING FITRIANI, DIKA; U.S, SUPARDI
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v4i4.3555

Abstract

This study aims to analyze the difficulties of mathematics teachers at SDI Sinar Cendekia in online learning. The research method used in this study is a survey method that aims to collect qualitative data from the direct experiences of the subjects observed. The data was obtained through oral interviews and written documents. This approach allows for the collection of detailed and accurate information related to the phenomenon being studied. From this study, we can conclude that during online learning, teachers have great difficulty in maintaining student focus, understanding the material, explaining formulas, and knowing the extent of student understanding. And teachers also have quite difficulty in getting student responses, getting students to come on time, creating learning media, and controlling students during online learning, while internet constraints and keeping students in online learning are not too much of an obstacle for Sinar Cendekia teachers. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan guru matematika SDI Sinar Cendekia terhadap pembelajaran secara daring. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang bertujuan untuk mengumpulkan data kualitatif dari pengalaman langsung subjek yang diamati. Data tersebut diperoleh melalui wawancara lisan maupun dokumen tertulis. Pendekatan ini memungkinkan pengumpulan informasi yang detail dan akurat terkait fenomena yang diteliti. Dari penelitian ini dapat kita simpulkan bahwa selama pembelajaran daring guru sangat mengalami kesulitan dalam menjaga fokus siswa, pemahaman materi,menerangkan rumus-rumus, dan mengetahui sejauhmana pemahaman siswa. Dan gurupun cukup mengalami kesulitan dalam menarik respon siswa, membuat siswa datang tepat waktu, membuat media pembelajaran, dan mengontrol siswa selama pembelajaran daring sedangkan untuk kendala internet dan membuat siswa tetap dalam pembelajaran online tidak terlalu menjadi kendala bagu guru-guru Sinar Cendekia.
PENERAPAN LESSON STUDY UNTUK GURU IPA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SAPUTRA, SUDRAJAT; U.S, SUPARDI
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v4i4.3556

Abstract

This research aims to evaluate the implementation of Lesson Study in Science (IPA) education to improve scientific process skills among middle school (SMP) students. Lesson Study was applied as a collaborative approach that supports both the effectiveness of teaching practices and students’ skills in observation, measurement, and analytical exploration of physical phenomena. This research employed a classroom action research (CAR) methodology conducted through multiple cycles (in this case, two cycles), each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The subjects of the research were seventh-grade students at SMP swasta in Tangerang, with learning materials focused on forces, specifically the topics of friction and springs. The findings indicate that Lesson Study significantly enhances students’ scientific process skills, as evidenced by improved observation scores in the second cycle. Lesson Study proved effective in helping Science teachers design learning activities that strengthen students’ scientific process skills, particularly in observation and measurement. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Lesson Study dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Lesson Study diterapkan sebagai pendekatan kolaboratif yang mendukung peningkatan efektivitas pengajaran guru dan keterampilan siswa dalam melakukan observasi, pengukuran, dan eksplorasi analisis terhadap fenomena fisika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui beberapa siklus (dalam hal ini dua siklus), yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII di sebuah SMP swasta di Tangerang, dengan materi pembelajaran tentang gaya (forces), khususnya subtopik gesekan (friction) dan pegas (springs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lesson Study secara signifikan meningkatkan keterampilan proses sains siswa, terbukti dari peningkatan skor observasi keterampilan sains pada siklus kedua. Lesson Study terbukti efektif dalam membantu guru IPA merancang kegiatan pembelajaran yang memperkuat keterampilan proses sains siswa, khususnya keterampilan dalam pengamatan dan pengukuran.
STUDI LITERATUR TENTANG PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA PADA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING SURTIKA, WIJI; U.S, SUPARDI
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v4i4.3557

Abstract

This article presents the results of a literature study regarding improving students' mathematical literacy skills through the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model. Mathematical literacy, as an important component in education, includes students' ability to understand, interpret and use mathematical concepts to solve problems in everyday life. The low mathematical literacy abilities of Indonesian students are of particular concern, because this ability has an important role in forming the critical and analytical thinking skills needed in the era of globalization. Therefore, there is a need for innovation in learning methods to improve students' mathematical literacy, one of which is through the PBL model. The PBL learning model is designed to encourage students to think independently, collaborate and be active in solving real problems that are relevant to the learning material. In this model, students are directly involved in the process of problem identification, analysis, and finding solutions, so that they can build a deep understanding and apply mathematical concepts contextually. The study results show that the implementation of structured PBL can increase students' mathematical literacy, critical thinking skills and independence. Therefore, PBL is recommended as an effective method in teaching mathematics, with training support for teachers for optimal implementation. ABSTRAKArtikel ini menyajikan hasil studi literatur mengenai peningkatan kemampuan literasi matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Literasi matematika, sebagai salah satu komponen penting dalam pendidikan, mencakup kemampuan siswa dalam memahami, menafsirkan, dan menggunakan konsep matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Rendahnya kemampuan literasi matematika siswa Indonesia menjadi perhatian khusus, karena kemampuan ini memiliki peran penting dalam membentuk keterampilan berpikir kritis dan analitis yang dibutuhkan di era globalisasi. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam metode pembelajaran untuk meningkatkan literasi matematika siswa, salah satunya melalui model PBL. Model pembelajaran PBL dirancang untuk mendorong siswa berpikir mandiri, berkolaborasi, dan aktif dalam memecahkan masalah nyata yang relevan dengan materi pembelajaran. Dalam model ini, siswa dilibatkan secara langsung dalam proses identifikasi masalah, analisis, dan pencarian solusi, sehingga mereka dapat membangun pemahaman yang mendalam dan menerapkan konsep matematika secara kontekstual. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan PBL yang terstruktur dapat meningkatkan literasi matematika, keterampilan berpikir kritis, dan kemandirian siswa. Oleh karena itu, PBL direkomendasikan sebagai metode efektif dalam pembelajaran matematika, dengan dukungan pelatihan bagi guru untuk penerapan yang optimal.
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTHEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL DI KELAS X MAS. TURUS PANDEGLANG HALIMAH, NENDEN SITI; U.S, SUPARDI
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v4i4.3558

Abstract

Low mathematics learning outcomes are influenced by many factors, both physically and mentally internally and externally. Possible causes of low yields learning is the lack of various learning models used by Teacher. Learning is still dominated by teachers and more students listen to explanations from the teacher as well as student activities in learning more individual rather than group. As a result, students are passive and their learning outcomes are poor tends to be low. One learning model that can make students actively involved in the mathematics learning process in class, especially in SPLTV material with the application of the Contextual Teaching and Learning learning model. The objectives of this research are (1) to determine the improvement in learning outcomes students are taught using the CTL Model  Material on Systems of Linear Equations with Three Variables (SPLTV) in Class X MAS Turus Pandeglang. The research design is contextual, emphasizing full activity, both physical and mental, to be able to connect with real world situations so as to encourage students to be able to apply it in their lives. The population in this study were all class X MAS Turus Pandeglang students.  It was concluded that students' mathematics learning outcomes on SPLTV material were taught using the Contextual Teaching and Learning learning model. More higher than those taught with direct and response learning models students are very positive. ABSTRAKHasil belajar matematika yang rendah dipengaruhi oleh banyak faktor, baik fisik maupun mental yang bersifat internal maupun eksternal. Kemungkinan penyebab rendahnya hasil belajar adalah kurangnya variasi model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Pembelajaran masih didominasi oleh guru dan siswa lebih banyak mendengarkan penjelasan dari guru serta aktivitas siswa dalam pembelajaran lebih bersifat individual daripada kelompok. Akibatnya siswa bersikap pasif dan hasil belajarnya cenderung rendah. Salah satu model pembelajaran yang dapat membuat siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran matematika di kelas khususnya pada materi SPLTV adalah dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan Model CTL Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) di Kelas X MAS Turus Pandeglang. Desain penelitian yang digunakan adalah kontekstual, menekankan pada aktivitas penuh, baik fisik maupun mental, untuk dapat menghubungkan dengan situasi dunia nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAS Turus Pandeglang. Disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa pada materi SPLTV yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih tinggi daripada yang diajar dengan model pembelajaran langsung dan respon siswa sangat positif.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA OPERASI HITUNG PECAHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) DI KELAS V SDS JAKARTA ISLAMIC SCHOOL WIBISANA, BAMBANG TRESNA; U.S, SUPARDI
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.3707

Abstract

This study aims to improve the achievement of learning outcomes through a cooperative model with the Numbered Head Together (NHT) type for fifth grade students of SDS Jakarta Islamic School on the material of fraction calculation operations through the application of the NHT type cooperative learning model. The research was conducted at SDS Jakarta Islamic School, Cipinang Melayu Village, East Jakarta District. Geographically, this school has a strategic location and is easily accessible by parents because of its strategic location in front of Kalimalang and Jatiwaringin highways with 16 male students. The data of this study were obtained from the learning outcome test to see the success of students after the application of the NHT type cooperative learning model. Observation sheets for teachers and students were used to see the condition of the implementation of the action. The procedure in this study consisted of: planning, action implementation, observation and evaluation, and reflection. This type of research is quantitative data and qualitative data. Quantitative data was obtained from math learning outcomes based on the evaluation of each cycle and qualitative data was taken from observation. The data sources of this research are teachers and students. This type of research is Classroom Action Research (PTK). The results showed an increase in learning outcomes, teacher and student activities through the application of the NHT type cooperative learning model. This can be seen from the percentage of each cycle. Student learning outcomes increased from the increase in learning outcomes in cycle I, the percentage of student learning completeness reached 75% with an average of 76.88. In cycle II, the percentage of student learning completeness reached 100% with an average score of 89.7. The increase in student learning outcomes from cycle I to cycle II was 25%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi hasil belajar melalui model kooperatif dengan tipe Numbered Head Together (NHT) pada siswa kelas V SDS Jakarta Islamic School pada materi operasi hitung pecahan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Penelitian dilaksanakan di SDS Jakarta Islamic School, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Jakarta Timur. Data penelitian ini diperoleh dari tes hasil 16 siswa laki-laki. belajar untuk melihat keberhasilan siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Lembar observasi untuk guru dan siswa digunakan untuk melihat kondisi pelaksanaan tindakan. Prosedur dalam penelitian ini terdiri dari: perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Jenis penelitian iniadalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil belajar matematika berdasarkan evaluasi setiap siklus dan data kualitatif diambil dari hasil observasi. Sumber data penelitian ini adalah guru dan siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar, aktivitas guru dan siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Hal ini dapat dilihat dari dari persentase setiap siklus. Hasil belajar siswa meningkat dari peningkatan hasil belajar siklus I presentase ketuntasan belajar siswa mencapai 75% dengan rata-rata 76,88. Pada siklus II presentase ketuntasan belajar siswa mencapai 100% dengan nilai rata-rata 89,7. Peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 25%.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN MEDIA CLASSPOINT MARDLIYAH, AINAUL; U.S, SUPARDI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i4.4043

Abstract

This study aims to analyze and develop a differentiated learning strategy by utilizing ClassPoint media in the learning process. The differentiated learning approach aims to meet the diverse learning needs of students by adjusting the methods, content, and learning media based on the level of ability, interests, and learning styles of students. ClassPoint media is used as an interactive tool that supports student engagement in learning and provides direct feedback to teachers. The results of the study indicate that the implementation of a differentiated learning strategy with ClassPoint media can increase student participation, facilitate more personalized learning, and provide effectiveness in learning evaluation. This study provides recommendations for educators to integrate interactive technology such as ClassPoint into learning strategies, in order to create an inclusive and adaptive teaching and learning process. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan strategi pembelajaran berdiferensiasi dengan memanfaatkan media ClassPoint dalam proses pembelajaran. Pendekatan pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam dengan menyesuaikan metode, konten, dan media pembelajaran berdasarkan tingkat kemampuan, minat, serta gaya belajar siswa. Media ClassPoint digunakan sebagai alat interaktif yang mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta memberikan umpan balik langsung kepada guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi dengan media ClassPoint dapat meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi pembelajaran yang lebih personal, dan memberikan efektivitas dalam evaluasi pembelajaran. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pendidik untuk mengintegrasikan teknologi interaktif seperti ClassPoint dalam strategi pembelajaran, guna menciptakan proses belajar-mengajar yang inklusif dan adaptif.
Physics Virtual Experiment sebagai Solusi Praktikum Fisika pada Pembelajaran Daring Kelas XI Tingkat SMA pada Materi Elastisitas Putri, Syafira Setya; U.S, Supardi
Schrodinger Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2024): Schrodinger Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika
Publisher : UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sch.v5i2.13216

Abstract

Online learning due to the COVID-19 pandemic has hindered the implementation of physics practicums that are usually conducted face-to-face in the laboratory. This study aims to examine the effectiveness of Physics Virtual Experiment (PVE) based on the Crocodile Physics application as a solution for online physics practicums on the topic of elasticity for 11th-grade high school students. An experimental method with the ANCOVA approach was used in this study, involving two groups of students: the experimental group that used the Physics Virtual Experiment and the control group that followed conventional learning methods. The results of the study showed a significant improvement in the understanding of elasticity concepts in the experimental group. Thus, the Physics Virtual Experiment can be an effective solution for physics practicums during online learning.