Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Efektivitas Pendekatan Saintifik Berbasis Proyek terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif dan Kemampuan Siswa dalam Pemecahan Masalah Kimia: The Effectiveness of a Project-Based Scientific Approach on Creative Thinking Skills and Students Chemistry Problem-Solving Ability Handayani, Dwi; U.S, Supardi
COSMOS : Jurnal Ilmu Pendidikan, Ekonomi dan Teknologi Vol 2 No 4 (2025): Juni-Juli
Publisher : PUSDATIN Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chemistry learning in high school is still dominated by conventional approaches that inadequately develop creative thinking skills and problem-solving abilities. This study aims to examine the effectiveness of a project-based scientific approach on the creative thinking skills and chemistry problem-solving ability of senior high school students. The study utilized a quasi-experimental design with an experimental group that implemented the project-based scientific approach and a control group that used conventional learning. The research sample consisted of 68 eleventh-grade students divided into two groups. Research instruments included a creative thinking skills test, a chemistry problem-solving ability test, learning observation sheets, and a student response questionnaire. The results showed a significant difference in the post-test scores for creative thinking skills (t=4.87, p
Analisis Inteligensi dan Berpikir Kritis Triwulandari, Syane; U.S, Supardi
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2022): utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v8i1.1618

Abstract

Salah satu faktor yang membedakan antara manusia dengan makhluk hidup lainnya adalah inteligensi. Inteligensi adalah kemampuan untuk belajar dari pengalaman dan beradaptasi dengan, membentuk, dan memilih lingkungan. Inteligensi sering dikaitkan dengan perilaku adaptif dimana seseorang menggunakan pengalaman untuk menanggapi situasi tertentu. Ada banyak dan beragam teori inteligensi. Teori inteligensi memiliki beberapa jenis. Teori yang paling terlihat adalah teori psikometri, yang mengkonseptualisasi inteligensi dalam bentuk semacam "peta" pikiran. Banyak yang menghubungkan antara inteligensi dengan keterampilan berpikir kritis. Meskipun keduanya memiliki kesamaan terkait proses berpikir, akan tetapi intelegensi berbeda dengan berpikir kritis. Berpikir kritis bergantung pada pemikiran fleksibel yang mengharuskan seseorang untuk menganalisis bukti yang tersedia, mengidentifikasi informasi yang salah, dan membuat keputusan yang tepat. Adapun, inteligensi sebagian besar bergantung pada logika, pemahaman bersama, dan pengetahuan yang dipelajari saat membuat keputusan.
Pengaruh Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Bangun Ruang Kelas VII SMP Negeri 1 Majasari Agus Setiawan, Irfan; U.S, Supardi
JURNAL PENDIDIKAN Vol 33 No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v33i2.5297

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Pendiidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Bangun Ruang Kelas VII SMP Negeri 1 Majasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Teknik analisis data menggunakan uji-t. Hasil penelitian didapatkan bahwa Rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen 75,75 sedangkan kelass kontrol 69,35. Berdasarkan hasil analisis data post-tes dengan menggunakan software SPSS diperoleh nilai signifikansi (2 tailed) adalah 0,000. Karena nilai 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika siswa antara kelompok siswa yang diberi pendekatan (PMRI) dengan kelompok siswa yang diberi model pembelajaran konvensional di Kelas VII SMP Negeri 1 Majasari. terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada prestasi matematika siswa yang diajar dengan PMRI dibandingkan dengan yang diajar dengan paradigma yang lebih tradisional.
Pendekatan Analisis Konjoin Untuk Menentukan Preferensi Atribut Laptop Fauzi, Rifal; U.S, Supardi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijmst.v1i3.208

Abstract

Komputer jinjing kini berkembang cukup pesat. Akibatnya, produsen komputer jinjing sangat ingin membuat barang yang menarik bagi semua demografi, termasuk remaja dan pelajar. Sangat penting untuk mengetahui apa yang diinginkan siswa dalam hal atribut laptop. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kriteria yang dipilih dan atribut laptop yang disukai siswa, termasuk model yang cenderung mereka pilih dari SMK di Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, tempat mereka mengambil jurusan teknik jaringan komputer. Analisis konjoin adalah metodologi penelitian yang digunakan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa responden sangat meminati komputer jenis notebook dengan prosessor AMD dan kapasitas RAM sebesar  2 GB. Dengan rincian jenis komputer 53,247% dengan taraf notebook, dari faktor komputer memiliki jenis prosessor 25,228% dengan taraf AMD dan faktor besar RAM 20,663% dengan taraf kapasitas RAM sebesar 2 GB. Dari segi ukuran komputer nilai utilitas pada taraf notebook bernilai positif sebesar 1,017 artinya nilai ini paling diminati dan taraf laptop kurang diminati karena bernilai negatif dari segi cara prosesor nilai utilitas pada taraf AMD bernilai positif sebesar 0,259 artinya nilai ini paling diminati dan taraf Intel kurang diminati karena bernilai negatif dan dari segi RAM nilai utilitas pada taraf 2 GB bernilai positif sebesar 0,216 artinya nilai ini paling diminati dan taraf 4 GB kurang diminati karena bernilai negatif.
Meningkatkan Hasil Belajar Logika Pada Mata Pelajaran Matematika Menggunakan Metode Sosiodrama: Winaktu, Adhy Winaktu; U.S, Supardi
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 1 No. 03 (2021): Artikel Riset Edisi Desember 2021
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v1i3.1175

Abstract

Penelitian ini beranjak dari fenomena yang terjadi di kelas bahwa rendahnya pemahaman dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika tentang logika matematika. Oleh karena itu seorang guru perlu mempertimbangkan strategi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui metode sosiodrama dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika tentang logika Matematika di Kelas XI IPA 3 SMAN 34 Pondok Labu Jakarta semester 1 tahun pelajaran 2021/2022. (2) Untuk menggambarkan proses peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika tentang logika Matematika di Kelas XI IPA 3 SMAN 34 Pondok Labu Jakarta semester 1 tahun pelajaran 2021/2022. (3) Untuk mengukur besarnya peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika tentang logika Matematika setelah menggunakan Metode sosiodrama di Kelas XI IPA 3 SMAN 34 Pondok Labu Jakarta semester 1 tahun pelajaran 2021/2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode sosiodrama dapat menjadi variasi pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik sehingga terbukti meningkatkan hasil belajar peserta didik di Kelas XI IPA 3 SMAN 34 Pondok Labu Jakarta. Sebelum menggunakan metode pemberian tugas hasil belajar peserta didik hanya mencapai nilai rata-rata 62,87 kemudian terjadi peningkatan setelah menggunakan metode pemberian tugas menjadi 71,25 pada siklus 1 dan 78,12 pada siklus 2. Dari uraian di atas peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan metode sosiodrama menyenangkan sehingga terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu peneliti menyarankan agar penggunaan metode sosiodrama disosialisasikan dan digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran mata pelajaran Matematika di sekolah-sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Jakarta.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Media Microsoft PowerPoint di SMKN 1 Tunjung Teja, Kabupaten Serang Sulistyono, Anton; U.S, Supardi
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 1 No. 03 (2021): Artikel Riset Edisi Desember 2021
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v1i3.1178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya peningkatan hasil belajar siswa melalui media Microsoft powerpoint pada mata pelajaran dasar perancangan teknik mesin di Kelas X TMI 2 di SMKN 1 Tunjung Teja Kabupaten Serang Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan sampel sejumlah 20 siswa kelas X TMI 2 di SMKN 1 Tunjung Teja Kabupaten Serang. Pengumpulan data dilakukan secara tes uji kompetensi dan kuisioner wawancara. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar dengan melihat presentase daya serap klasikal dan ketuntasan bealajar klasikal yang mengalami peningkatan pada mata Pelajaran dasar perancangan teknik mesin di Kelas X TMI 2 di SMKN 1 Tunjung Teja Kabupaten Serang sebelum menggunakan media Microsoft powerpoint mempunyai persentase daya serap klasikal sebesar 30% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 25%. Pada saat pembelajaran diubah menggunakan media Microsoft powerpoint, hasil tes tindakan siklus I diperoleh siswa yang tuntas 6 orang dan tidak tuntas 14 orang siswa dengan persentase daya serap klasikal sebesar 47% dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 30%. Pada siklus II hasil tes tindakan, siswa yang tuntas 13 orang dan 7 orang siswa tidak tuntas dengan persentase daya serap klasikal sebesar 76% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 65%. Pada akhir siklus III hasil tes tindakan, siswa yang tuntas 16 orang dan 4 orang siswa tidak tuntas dengan persentase daya serap klasikal sebesar 82% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 80%.
Penerapan Metode Tugas Guna Meningkatkan Hasil Belajar Tentang Dimensi Tiga di SMA Negeri 1 Bojong Gede - Kabupaten Bogor Nirmala, Hastuti; U.S, Supardi; Hasbullah
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 1 No. 03 (2021): Artikel Riset Edisi Desember 2021
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v1i3.1187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya peningkatan hasil belajar peserta didik tentang dimensi tiga setelah menggunakan metode pemberian tugas di Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Bojonggede Kabupaten Bogor Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan sampel sejumlah 42 siswa kelas XII IPA 1 Bojong Gede, Bogor. Pengumpulan data dilakukan secara tes uji kompetensi dan kuisioner wawancara. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini ialah hasil belajar mengalami peningkatan pada mata Pelajaran Matematika khususnya tentang dimensi tiga di kelas XII IPA 1 di SMA Negeri 1 Bojonggede Kabupaten Bogor sebelum menggunakan metode pemberian tugas mempunyai nilai rata-rata 60,71. Pada saat pembelajaran diubah menggunakan metode pemberian tugas, rata-rata hasil belajar peserta didik meningkat menjadi 70,36 pada siklus I dan 78,81 pada siklus II. Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah skor peserta didik 77 (61,11%) dalam kerjasama dengan teman, sedangkan nilai keaktifan dalam kelompok skornya 79 atau (62,69%). Kemudian peserta didik dalam aktif bertanya skornya 74 atau (58,73%). Adapun peserta didik yang mengerjakan tugas guru skornya 96 atau (76,69%), pada data mengenai aktifitas peserta didik pada siklus II menunjukkan bahwa jumlah skor peserta didik 119 (94,44%) dalam kerjasama dengan teman, sedangkan nilai keaktifan dalam kelompok skornya 117 atau (92,86%). Kemudian peserta didik dalam aktif bertanya skornya 107 atau (84,92%). Adapun peserta didik yang mengerjakan tugas guru skornya 126 atau (100%).