Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EVALUASI PELAKSANAAN PEKERJAAN PENINGKATAN KUALITAS RUMAH SWADAYA DI KOTA LANGSA Di Luthfi Nur; Eka Mutia; Meilandy Purwandito
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Agregat Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi November
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/agregat.v4i2.751

Abstract

Penelitian ini membahas tentang evaluasi pelaksanaan pekerjaan peningkatan rumah swadaya di Kota Langsa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik penerima bantuan, mengetahui item- item pekerjaan dan juga mengetahui tingkat kepuasan bantuan program Bantuan Stimulan Peningkatan Rumah Swadaya (BSPS). Dari hasil survey yang telah dilakukan sebaran bantuan PKRS di Kota Langsa yaitu Gampong Lengkong dengan total penerima bantuan berjumlah 85 orang yang terbagi ke dalam 5 dusun. Diketahui karakteristik penerima bantuan diklasifikasikan dengan pejabaran sebagai berikut: klasifikasi umur penerima bantuan, perbandingan jenis kelamin penerima bantuan, klasifikasi pekerjaan penerima bantuan, klasifikasi penghasilan perbulan penerima bantuan. Komponen pekerjaan yang diterima penerima bantuan yaitu pekerjaan dinding, pekerjaan pintu dan jendela, pekerjaan struktur atap, pekerjaan penutup atap, pekerjaan lantai dan upah pekerja dengan jumlah total harga sebesar Rp.20.000.000,-. Dalam menghitung validitas kuesioner bantuan BSPS dilakukan dengan Uji Validasi dan Reabilitas dengan menggunakan program SPSS v.25 (statistical package for the social sciences). Untuk hasil uji realibilitas Gampong Lengkong mendapatkan nilai koefisien reabilitas (cronbach’s alpha) sebesar 0.889 > 0.06 maka didapatkan seluruh instrument yang diuji adalah realibel atau terpercaya. Tingkat kepuasan yang didapatkan yaitu: skor rata-rata penilaian tingkat kepuasan di Gampong Lengkong mendapatkan hasil yang sama di variabel penerima bantuan dengan mendapatkan kategori sangat puas dan untuk seluruh variabel mendapatkan kategori sangat puas.
MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR BERDASARKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT (STUDI KASUS GAMPONG BLANG KECAMATAN IDI RAYEUK) Fahriz Ammunshari; Eka Mutia; Firdasari, Firdasari
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Agregat Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi November
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/agregat.v3i2.756

Abstract

Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan oleh air, banjir merupakan fenomena alam yang sering terjadi di berbagai negara termasuk di Indonesia. Di Kecamatan Idi Rayeuk menurut BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) tahun 2020 terdapat 3 desa yang tergolong rawan bencana banjir diantaranya Desa Gampong blang, Keude Blang dan Pulo Blang. Desa Gampong Blang Kecamatan Idi Rayeuk merupakan salah satu desa yang rentan bencana banjir. Adapun daerah di Idi Rayeuk yang sering terkena dampak banjir adalah Gampong Blang yang selama ini jika terkena banjir melakukan evakuasi melalui jalur seadaanya, masyarakat Gampong Blang melakukan evakuasi dengan membuat tempat evakuasi di dekat daerah-daerah tersebut yang tidak terkena banjir atau dataran yang lebih tinggi, masyarakat melakukan evakuasi dengan jalur seadaannya dan kadang melawan arah banjir. Oleh sebab itu diperlukanya kajian mengenai penentuan manajemen penanggulangan bencana banjir terhadap masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat dalam menanggulangi bencana banjir di Gampong Blang Kecamatan Idi Rayeuk dan untuk mengetahui penerapan manajemen penanggulangan bencana banjir berdasarkan pengetahuan masyarakat Gampong Blang di Kecamatan Idi Rayeuk. Penelitian ini dilaksanakan dengan observasi langsung ke lapangan. Berdasarkan hasil survey oleh peneliti dengan menggunakan metode wawancara dan pembagian angket kepada masyarakat Gampong Blang Kecamatan Idi Rayeuk dalam manajemen penanggulangan bencana banjir. Dalam teori manajemen penanggulangan banjir terbagi menjadi 3 tahapan yaitu : Prabencana, Pada saat bencana, dan Pasca Bencana.
Mapping the land movement level of Langsa Baro district using the Geographic Information System (GIS) Riyan, Muhammad Alfriyandi; Ellida Novita Lydia; Eka Mutia; Arisna Fauzia
Teknisia Vol 30 No 1 (2025): Teknisia
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknisia.vol30.iss1.art5

Abstract

Langsa Baro District is an area that often experiences floods and a lot of uneven elevation in the area so that land movement can be possible. This study aims to analyze the parameters that affect soil movement and make a zoning map of the level of vulnerability of land movement using spatial data in Langsa Baro District. Data processing with GIS (Geographic Information System) is intended to obtain soil movement mapping. To help determine the weight score on each parameter, this study used the AHP (Analytic Hierarchy Process) method. Factors that greatly influence the occurrence of soil movement that occurs in Langsa Baro District are soil type and rainfall. The Langsa Baro District area has five levels of vulnerability, namely the level of vulnerability of very low soil movement with a percentage of 0.26% and area of 17.02 Ha, the level of vulnerability of low soil movement with a percentage of 3.58% and an area of 234.02 Ha, the level of vulnerability of medium soil movement with a percentage of 18.42% and an area of 1204.22 Ha, the level of vulnerability of high soil movement with a percentage of 73.74% and an area of 4819.54, the level of vulnerability of soil movement is very high with a percentage of 4.00% and an area of 261.26 Ha.
Skala Prioritas Perbaikan Jalan Kecamatan Langsa Lama Wulandari, Vera; Eka Mutia; Wan Alamsyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i1.450

Abstract

Jalan merupakan sarana penting yang perlu dijaga dan ditingkatkan fungsinya untuk memperlancar arus transportasi darat, untuk itu diperlukan pemeliharaan dalam penanganan jaringan jalan. Pentingnya melakukan pemeliharaan dalam penanganan jaringan jalan adalah untuk membantu memperlancar kegiatan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Di Kota Langsa Provinsi Aceh tepatnya di Kecamatan Langsa Lama terdapat tiga jalan yang seharusnya dijadikan prioritas penanganan yaitu : (1) Jalan Meurandeh Dayah (2) Jalan Almahdi Batee Puteh (3) Jalan Gang Damai. Namun dengan keterbatasan dana, sulit untuk menentukan skala prioritas penanganan perbaikan jalan. Pada penilitian ini akan digunakan metode AHP (Analytic Hierarchy Process) yang akan membantu merumuskan masalah dalam bentuk hierarki dan memasukan pertimbangan-pertimbangan untuk menghasilkan skala prioritas relatif. Dengan mengkombinasikan berbagai faktor yaitu kondisi jalan, volume lalu lintas, kebijakan dan tata guna lahan. Penentuan urutan/skala prioritas penanganan perbaikan jalan dengan metode AHP diperoleh hasil sebagai berikut :  (1)  Jalan  Meurandeh Dayah memiliki skala prioritas perbaikan 0,45 atau 45%, (2) Jalan Gampong Batee Puteh memiliki skala prioritas perbaikan 0,29 atau 29%, (3) Jalan Gang Damai memiliki skala prioritas perbaikan 0,16 atau 16%. Maka dapat disimpulkan bahwa dari ketiga jalan yang dijadikan objek penelitian, Jln Meurandeh Dayah memiliki skala prioritas perbaikan dan penanganan jalan paling tinggi.
Penilaian Kriteria Green Building Pada Gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa: Indonesia Balqist, Rafika; Eka Mutia; Meilandy Purwandito
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i2.457

Abstract

Permasalahan lingkungan dan pemanasan global menjadi salah satu penyebab dari kerusakan lingkungan dating dari bidang jasa konstruksi. Mengingat juga aspek pembangunan di Kota Langsa yang semakin meningkat dengan munculnya beberapa gedung bertingkat, salah satunya adalah gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa. Maka diperlukannya suatu tolok ukur dalam menerapkan konsep Green Building pada pembangunan tersebut. Pemilihan gedung ini didasari karena bangunan ini merupakan salah satu perkantoran yang digunakan sejak 2010 dengan luas keseluruhan bangunan 2.500 m2, terdiri dari 2 lantai, dan belum menggunakan standar kriteria green building pada perkantoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bangunan perkantoran ini sudah menerapkan konsep green building berdasarkan standar Greenship, juga untuk mengetahui peringkat pada bangunan (platinum, gold, silver, atau tidak green). Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa memperoleh poin sebesar 30 poin dari poin maksimal 117 poin atau sebesar 25,64%, diantaranya adalah Tepat Guna Lahan 6 poin, Efisiensi Energi dan Konservasi 17 poin, Konservasi Air 2 poin, Siklus dan Sumber Daya Material 1 poin, Kenyamanan dan Kesehatan Dalam Ruang 4 poin, dan Manajemen Lingkungan Bangunan 0 poin. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa belum termasuk kedalam kriteria gedung perkantoran yang green berdasarkan Greenship.
Skala Prioritas Perbaikan Jalan Kecamatan Langsa Lama Wulandari, Vera; Eka Mutia; Wan Alamsyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i1.450

Abstract

Jalan merupakan sarana penting yang perlu dijaga dan ditingkatkan fungsinya untuk memperlancar arus transportasi darat, untuk itu diperlukan pemeliharaan dalam penanganan jaringan jalan. Pentingnya melakukan pemeliharaan dalam penanganan jaringan jalan adalah untuk membantu memperlancar kegiatan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Di Kota Langsa Provinsi Aceh tepatnya di Kecamatan Langsa Lama terdapat tiga jalan yang seharusnya dijadikan prioritas penanganan yaitu : (1) Jalan Meurandeh Dayah (2) Jalan Almahdi Batee Puteh (3) Jalan Gang Damai. Namun dengan keterbatasan dana, sulit untuk menentukan skala prioritas penanganan perbaikan jalan. Pada penilitian ini akan digunakan metode AHP (Analytic Hierarchy Process) yang akan membantu merumuskan masalah dalam bentuk hierarki dan memasukan pertimbangan-pertimbangan untuk menghasilkan skala prioritas relatif. Dengan mengkombinasikan berbagai faktor yaitu kondisi jalan, volume lalu lintas, kebijakan dan tata guna lahan. Penentuan urutan/skala prioritas penanganan perbaikan jalan dengan metode AHP diperoleh hasil sebagai berikut :  (1)  Jalan  Meurandeh Dayah memiliki skala prioritas perbaikan 0,45 atau 45%, (2) Jalan Gampong Batee Puteh memiliki skala prioritas perbaikan 0,29 atau 29%, (3) Jalan Gang Damai memiliki skala prioritas perbaikan 0,16 atau 16%. Maka dapat disimpulkan bahwa dari ketiga jalan yang dijadikan objek penelitian, Jln Meurandeh Dayah memiliki skala prioritas perbaikan dan penanganan jalan paling tinggi.
Penilaian Kriteria Green Building Pada Gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa: Indonesia Balqist, Rafika; Eka Mutia; Meilandy Purwandito
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i2.457

Abstract

Permasalahan lingkungan dan pemanasan global menjadi salah satu penyebab dari kerusakan lingkungan dating dari bidang jasa konstruksi. Mengingat juga aspek pembangunan di Kota Langsa yang semakin meningkat dengan munculnya beberapa gedung bertingkat, salah satunya adalah gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa. Maka diperlukannya suatu tolok ukur dalam menerapkan konsep Green Building pada pembangunan tersebut. Pemilihan gedung ini didasari karena bangunan ini merupakan salah satu perkantoran yang digunakan sejak 2010 dengan luas keseluruhan bangunan 2.500 m2, terdiri dari 2 lantai, dan belum menggunakan standar kriteria green building pada perkantoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bangunan perkantoran ini sudah menerapkan konsep green building berdasarkan standar Greenship, juga untuk mengetahui peringkat pada bangunan (platinum, gold, silver, atau tidak green). Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa memperoleh poin sebesar 30 poin dari poin maksimal 117 poin atau sebesar 25,64%, diantaranya adalah Tepat Guna Lahan 6 poin, Efisiensi Energi dan Konservasi 17 poin, Konservasi Air 2 poin, Siklus dan Sumber Daya Material 1 poin, Kenyamanan dan Kesehatan Dalam Ruang 4 poin, dan Manajemen Lingkungan Bangunan 0 poin. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa belum termasuk kedalam kriteria gedung perkantoran yang green berdasarkan Greenship.
Model Tarikan Pergerakan Kendaraan Pada Pasar Langsa Town Square Kota Langsa Adlani, Riza; Eka Mutia; Defry Basrin
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 3 (2023): November
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i3.511

Abstract

Pasar Langsa Town Square merupakan kawasan perdagangan/perbelanjaan paling populer di Kota Langsa, sehingga menjadi salah satu pusat kegiatan perekonomian masyarakat karena terjadinya kegiatan jual beli. Pentingnya fungsi pasar menyebabkan tarikan  yang besar bagi masyarakat untuk bergerak menuju pasar dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Sejak berdirinya pasar, ternyata timbul pergerakan transportasi yang tinggi, banyaknya jumlah pembeli di pasar akan sangat berpotensi menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan suatu pemodelan tarikan pergerakan kendaraan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel apa yang paling mempengaruhi jumlah tarikan kendaraan menuju kawasan pasar dan membuat model tarikan pergerakan kendaraan menuju kawasan pasar sehingga mengetahui besar tarikan pergerakan kendaraan. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara menghitung jumlah kendaraan bermotor yang memasuki pasar serta karakteristik pengunjung pasar Langsa Town Square. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier. Hasil analisis dalam penelitian ini yaitu diperoleh permodelan Y = 37,386 + 0,253 X2 + 0,184 X6 + 0,485 X8 dengan Y adalah tarikan pergerakan satuan mobil penumpang (smp), X2 adalah varian total mobil, X6 adalah pendapatan rata-rata pengunjung, dan X8 adalah jenis moda yang digunakan.
Analisa Penataan Parkir On Street Terhadap Kelancaran Lalu Lintas Di Jalan Iskandar Muda-Pabrik Es Kota Langsa Ijun, Zulchairan; Eka Mutia; Wan Alamsyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v3i1.571

Abstract

Kawasan perdagangan merupakan salah satu aset berharga yang berfungsi sebagai sumber pendapatan daerah baik pendapatan dari retribusi pasar maupun dari pendapatan parkirnya. Saat ini belum tersedia penataan parkir di wilayah pertokoan umum berlokasi di Jalan Iskandar Muda-Jalan Pabrik Es Kota Langsa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik parker dan apakah perlu dilakukan penataan ulang agar tidak terjadi peningkatan jumlah kendaraan dilokasi tersebut. Penelitian ini memfokuskan pada masalah kemacetan lalu lintas yang terjadi di Jalan Iskandar Muda – Jalan Pabrik Es yang berhubungan dengan parkir badan jalan (on street parking) dengan mengamati semua jenis kendaraan juga meliputi kendaraan ringan dan sepeda motor. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa parkir dibadan jalan mempengaruhi tingginya volume parkir disepanjang Jalan Iskandar Muda-Pabrik Es. Volume parkir tertinggi pada Jalan Iskandar Muda terdapat pada hari Sabtu 24 Desember 2022 mencapai 515 unit kendaraan yang parker. Pada Jalan Pabrik Es di hari Sabtu, Desember 2022 mencapai 473 unit kendaraan yang parkir. sedangkan volume parkir yang paling rendah pada Jalan Iskandar Muda hari Selasa 20 Desember 2022, yaitu 394 unit kendaraan yang parkir, dan pada Jalan Pabrik Es terdapat pada hari Kamis mencapai 437 unit kendaraan.
Pemetaan Topografi Jaringan Jalan Dan Kerusakan Jalan Pada Kecamatan Medan Perjuangan Benjamin Dony Harianto Siregar; Wan Alamsyah; Eka Mutia
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v3i2.753

Abstract

Jalan raya adalah sarana transportasi yang berperan penting dalam berbagai aktivitas masyarakat di suatu daerah baik perkotaan maupun perkampungan. Seluruh bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas umum, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan air, serta di atas permukaan air. Lokasi penelitian ini terletak di Kecamatan Medan Perjuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui kelayakan jaringan jalan dan kerusakan jalan dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan menyajikan kondisi tersebut ke dalam peta topografi dan kerusakan jalan yang menggunakan SIG. Metode penelitian ini dimulai dari analisis jalur yang terdapat kerusakan jalan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis yang dibagi dalam tahapan utama yaitu pengembangan database dan analisis data dimulai dari pengumpulan data. Kerusakan jalan dan peta pendukung yang kemudian dilakukan Perhitungan tingkat kerusakan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Hasil akhir dari penelitian ini seltellah dilakulkan pelrhitulngan melnggulnakan meltodel PCI, maka nilai rata-rata ulntulk jalan Kolektor Pelita I selbelsar 45 dan telrgolong kondisi jalan yang Sedang (medium). Ulntulk jalan Kolelktor Mesjid Taufiq selbelsar 36,6 dan telrgolong kondisi jalan yang Sangat Bulrulk (very poor). Dan ulntulk jalan Kolektor Rakyat selbelsar 66,1 dan telrgolong kondisi jalan yang Baik (good)