Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal GEOSAPTA

Rancangan Teknis Mine Drainage Dan Mine Dewatering Serta Simulasi Critical Level Pada Kapasitas Sump Dengan Persamaan Water Balance Untuk Penanganan Banjir Pada Pit Eagle Di PT Triaryani Kabupaten Musirawas Utara Provinsi Sumatera Selatan Nasution, Baihaqi; Prabawa, Aditya Denny; Wiratama, Jarot
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.16238

Abstract

Pada PT. Triaryani aktivitas penambangan batubara memakai sistem tambang terbuka dengan menggunakan metode strip mine sebagai akibatnya semua rangkaian kerja penambangan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Pada area Pit Eagle memiliki catchment area yang besar yaitu 217 ha, yang apabila terjadi curah hujan yang tinggi akan mengakibatkan debit limpasan yang melewati pit tersebut sangat besar. Jenis pompa yang digunakan juga tidak memenuhi spesifikasi untuk pompa tambang (Yanmar TF 85 MR-di) yang hanya mampu mengeluarkan outflow ± 20 m³/jam. Tingginya curah hujan serta durasi hujan hingga 12 jam pada september mengakibatkan sump yang ada tidak mampu menampung total volume air yang masuk sehingga air meluap dan memenuhi Pit Eagle, hal ini juga dipengaruhi oleh dimensi saluran terbuka di beberapa tempat tidak sesuai sehingga mengakibatkan air yang masuk tidak sempat mengalir melalui saluran terbuka dan langsung masuk ke area Pit Eagle. Adapun debit limpasan pada PT Triaryani sebesar 400996.68 m³/hari dalam luasan 217,04 Ha. Dengan debit air tanah 19,55 m³/hari yang mana terjadi kenaikan air pada sump sekitar 2 mm. Total volume air yang masuk area tambang adalah 401016.23 m³/hari. Karena besarnya debit limpasan sehingga perlu pengecilan catchment area dengan perancangan saluran terbuka, dalam perencanaan dimensi saluran terbuka didapatkanlah lebar permukaan saluran tersebut 4,5 m dengan lebar alas 1,5 m dan kedalaman saluran terbuka 1,5 m, total kapasitas saluran terbuka yang didapat adalah 5,78 m³/s, sehingga total volume limpasan menjadi kecil yaitu  15426.13 m³/s. kemudian didapatkanlah dimensi rancangan sump dengan total volume tampungan 19450.90 m³. pompa yang direkomendasikan adalah pompa tambang Sykes CP150-255-PR, yang mana pompa ini memiliki maximum flow hingga 163 L/s atau sama dengan 585 m³/jam dan  maximum head hingga 43 m. Elevasi critical berdasarkan perhitungan menggunakan kapasitas pompa didapatkanlah berada pada 5.4 m kedalaman sump, sedangkan elevasi kritis berdasarkan kepmen 1827 yang mana titik elevasi kritis berada pada 80% dari volume sump sehingga elevasi tersebut berada pada 5 m kedalaman sump.
Optimalisasi Produktivitas Alat Gali Muat dan Angkut pada Kegiatan Pengupasan Overburden untuk Mencapai Target Produksi Assidiqi, Afwan; Rosalinda, Rosalinda; Wiratama, Jarot
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.13028

Abstract

PT Akat Srida Amri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang penambangan batubara. Tercapainya target produksi merupakan hal yang paling penting dalam industri pertambangan. Berdasarkan rekapan data produktivitas alat gali muat dan angkut diketahui tidak tercapainya target produksi pengupasan overburden pada triwulan ketiga tahun 2021.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan produktivitas alat gali muat dan angkut dengan memperbaiki faktor penghambat kegiatan produksi. Perbaikan dilakukan berdasarkan faktor ketersediaan alat angkut yang beroperasi perhari, jam kerja perhari dan kondisi aktual kegiatan pengupasan overburden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2021. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan data aktual lapangan rekapitulasi kegiatan pengupasan dan pengangkutan overburden perhari. Data tersebut diolah untuk mengetahui waktu kerja dan waktu hambatan perhari, jumlah alat angkut, cycle time, produktivitas aktual, nilai match factor dan geometri jalan angkut. Data hasil pengolahan tersebut digunakan untuk mengetahui ketercapaian target produksi dan faktor penghambat kegiatan produksi, selanjutnya dilakukan optimalisasi dari perbaikan faktor penghambat tersebut. Hasil dari penelitian ini target produksi bulan  oktober 2021 tidak tercapai dan dilakukan perbaikan waktu kerja efektif, perbaikan  kombinasi alat mekanis, dan perbaikan geometri jalan angkut. Setelah perbaikan waktu kerja efektif dan kombinasi alat mekanis target produksi tercapai dan perbaikan geometri jalan dijadikan saran agar kegiatan pengangkutan overburden optimal.
Karakteristik Material Jalan Angkut Tambang Berdasarkan Uji Atterberg dan California Bearing Ratio Megasukma, Yosa; Zahar, Wahyudi; Wiratama, Jarot; Prabawa, Aditya Denny; Lagowa, M. Ikrar
Geosapta Vol 9, No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i1.13509

Abstract

Jalan angkut tambang merupakan sarana pentin untuk pengangkutan material. Di PT. Inti Bara Nusalima kegiatan pengangkutan batubara dihentikan saat hujan, karena jalan tidak bisa dilalui alat angkut sehingga perlu perbaikan agar kegiatan pengangkutan dapat berjalan lancar. Perusahaan belum melakukan kajian tentang material jalan dan daya dukung material yang digunakan sebagai jalan angkut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi material dilakukan dengan Uji Atterberg dengan standar AASHTO dan daya dukung material dengan Uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk mendapatkan nilai California Bearing Ratio (CBR). Berdasarkan hasil analisis ukuran butir material dan uji batas cair dan batas plastis Atterberg, didapatkan bahwa material pada titik 1,2,5,8,9 dan 10 adalah material dengan plastisitas tinggi. Semakin tinggi indeks plastisitas suatu material, maka semakin tinggi potensial pengembangan dari material tersebut. Berdasarkan hasil Uji DCP diperoleh nilai CBR yang beragam dengan nilai CBR tertiggi sebesar 13% pada titik 6 dan nilai CBR teredah sebesar 6% pada titik 7. Berdarsarkan pada pengujian tersebut menyatakan bahwa material yang digunakan pada jalan angkut dikategorikan sebagai tanah dasar sedang sampai buruk, maka diperlukan perawatan jalan yang baik agar material ini dapat bertahan lama sebagai jalan angkut.