Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Formulasi Facial Wash Ekstrak Etanol Herba Sirih Cina (Peperomia pellucida L. Kunth) Tania, Ni Luh; Yulyuswarni, Yulyuswarni
Journal of Pharmaceutical Sciences and Technology Vol. 1 No. 2 (2024): Pharmatech Journal : Journal of Pharmaceutical Sciences and Technology
Publisher : Pharmacy Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab utama masalah kulit salah satunya adalah jerawat, sehingga perlunya facial wash digunakan untuk mengangkat kotoran, keringat, bakteri dan lemak berlebih pada kulit. Sediaan facial wash berbahan alam masih jarang ditemukan di pasaran, tanaman yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan jerawat yaitu tanaman sirih cina. Senyawa yang terkandung dalam tanaman sirih cina (Paperomia pellucida L.) berpotensi sebagai agen antibakteri terdiri dari senyawa flavonoid sehingga memiliki sifat anti bakteri yang kuat. Tujuan penelitian untuk mengetahui formula facial wash ekstrak herba sirih cina (Peperomia pellucida L.) dengan konsentrasi F0 0%, F1 15%, F2 17,5%, F3 20%. Penelitian bersifat eksperimental. Setiap formula dilakukan evaluasi sesuai dengan persyaratan mutu sediaan facial wash yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji tinggi busa, uji viskositas, uji bobot jenis, dan uji stabilitas. Hasil organoleptis facial wash ekstrak herba sirih cina berwarna hijau kehitaman, berbau khas ekstrak, dan bertekstur kental. Semua formula sediaan homogen. Uji pH memenuhi syarat dengan rentang pH 6,1-7,5. Uji daya sebar memenuhi syarat dengan hasil 6,0-6,9 cm. Uji tinggi busa memenuhi syarat dengan hasil 62-65 mm. Uji viskositas sediaan 2.386-6.106 cps, hanya F3 dengan konsentrasi ekstrak 20% tidak memenuhi syarat viskositas facial wash. Pada uji bobot jenis semua formula tidak memenuhi syarat bobot jenis facial wash yaitu 1,01-1,10%. Pada pengujian stabilitas semua formula tidak mengalami perubahan organoleptik, homogenitas, tinggi busa dan mengalami perubahan pH, daya sebar, viskositas, dan bobot jenis.
Gambaran Penggunaan Tanaman Obat Di Desa Daya Murni Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2024 Mulatasih, Endah; Wulan Syafira, Melsya; Isnenia, Isnenia; Yulyuswarni, Yulyuswarni
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v11i2.343

Abstract

Medicinal plants have long been used by Indonesian people as an alternative traditional treatment. Plants have been an important source of medicine for thousands of years. The use of plants for healing is the oldest form of medicine in the world. The medicinal plants chosen are usually plants that can be used for first aid or light medicines such as coughs and fever. Based on a pre-research survey in Dayamurni Village, it was found that many people still use medicinal plants for various health complaints. This study aims to determine the overview of medicinal plant usage in Dayamurni Village, Tumijajar District, West Tulang Bawang Regency in 2024. This research is a quantitative descriptive study with a quota sampling technique of 100 respondents who meet the inclusion and exclusion criteria. Data collection was carried out through interviews using questionnaires. The results showed that the majority of medicinal plant users were women (83%), aged 40-44 years (19%), with high school education (55%). The most widely used type of plant was ginger (27,0%), with the method of use being drunk (92,9%), in fresh form (92,9%). Usage was generally only when sick (88%), aimed at curing diseases (65%), especially for treating coughs (23,0%). The main source of information was parents (67%), and most did not use accompanying medications (60%).
FORMULASI BLUSH ON STICK MENGANDUNG EKSTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum L.): ALTERNATIF PEWARNA ALAMI DALAM KOSMETIK DEKORATIF: FORMULATION OF BLUSH ON STICK CONTAINING POMEGRANATE EXTRACT (Punica granatum L.): A NATURAL COLORING ALTERNATIVE IN DECORATIVE COSMETICS Subing, Antika; Yulyuswarni, Yulyuswarni
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 14 No. 2 (2025): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/x4wcdm12

Abstract

Pada tahun 2022, BPOM telah menemukan kandungan bahan berbahaya dalam kosmetik yang dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan. Penemuan tersebut didominasi dengan bahan pewarna yang dilarang, yakni Merah K3 dan Merah K10. Alternatif dari pewarna sintetis dapat menggunakan pewarna alami. Salah satu pewarna alami yang dapat digunakan pada sediaan blush on stick ialah bubuk buah delima. Metabolit sekunder dari buah delima ialah antosianin. Warna merah dari buah delima berasal dari antosianin sianidin. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan formulasi blush on stick powder buah delima (Punica granatum L.) dengan variasi konsetrasi 0%, 10%, 15%, dan 20%, serta melakukan evaluasi yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, keretakan, daya poles, pH, dan iritasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa blush on stick powder buah delima memiliki peningkatan warna mulai dari putih kekuningan, merah muda keputihan, merah muda terang hingga merah muda gelap; berbau khas oleum rosae; dan memiliki bentuk yang solid. Semua konsentrasi memiliki susunan yang homogen, memiliki daya poles yang baik, memenuhi persyaratan pH, serta tidak adanya iritasi yang ditimbulkan pada 15 orang panelis. Pada uji keretakan, seluruh formula tidak memenuhi persyaratan keretakan, didapat hasil yang pecah pada tiap sediaan.