Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENURUNAN VOLUME EKSPOR KOPI INDONESIA KE NEGARA JEPANG DARI TAHUN 2021-2024 Mareta, Nabilla Putri Ayu; Santoso, Rizal Budi
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/p95vd536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan penurunan volume ekspor kopi Indonesia ke Jepang pada periode 2021–2024, di tengah meningkatnya konsumsi kopi di negara tersebut. Jepang merupakan pasar potensial bagi kopi Indonesia, khususnya pada segmen premium, namun data Badan Pusat Statistik menunjukkan tren penurunan volume ekspor dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Trademap, serta kajian literatur terkait. Analisis dilakukan menggunakan Teori Fungsi Permintaan Ekspor Goldstein–Khan, Teori Diferensiasi Kualitas dan Preferensi Konsumen (Pendekatan Lancasterian), serta Model Diamond Porter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan ekspor dipengaruhi oleh faktor internal berupa dominasi kopi robusta green bean, keterbatasan kualitas dan pengolahan pascapanen, serta faktor eksternal berupa preferensi konsumen Jepang terhadap kopi arabika specialty, ketatnya standar mutu, dan persaingan dari negara eksportir utama. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas dan diversifikasi produk untuk memperkuat daya saing ekspor kopi Indonesia.
Analysis of Indonesia International Trade Policy on Domestic Component Level Policies in The Import Licensing of Iphone 16 in Indonesia Bahri, Muhammad Saeful; Santoso, Rizal Budi
Golden Ratio of Mapping Idea and Literature Format Vol. 6 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grmilf.v6i2.2052

Abstract

This study analyzes Indonesia’s international trade policy through the implementation of the Domestic Component Level (Tingkat Komponen Dalam Negeri/TKDN) requirement in the import licensing of the iPhone 16. The TKDN policy represents a form of protectionism aimed at strengthening domestic industries, reducing dependence on imported products, and encouraging foreign investment to contribute to local value creation. However, the enforcement of this policy has generated significant challenges, particularly for multinational corporations such as Apple, as reflected in the delay of iPhone 16 distribution in Indonesia in October 2024 due to non-compliance with TKDN standards. This research employs a qualitative descriptive approach using secondary data, including government regulations, policy documents, official reports, and relevant literature, supported by institutional perspectives from the Ministry of Industry and regional trade authorities. The analysis focuses on regulatory frameworks, implementation mechanisms, and the economic implications of TKDN enforcement in the smartphone sector. The findings indicate that while the TKDN policy has contributed to promoting local production, technology transfer, and workforce involvement, it also poses administrative, regulatory, and market challenges that may affect investment attractiveness and supply chain efficiency. The study highlights the need for regulatory refinement, improved certification processes, and enhanced policy coordination to ensure that TKDN effectively balances domestic industrial protection with openness to international trade and innovation.
Bantuan Pengembangan Produk PT Instan Meals Global untuk Membuka Potensi Pasar Ekspor Malaysia: Penguatan Manajemen Usaha, Standardisasi Mutu, dan Kesiapan Kepatuhan Label Muttaqin, Rizqi; Saputera, Denny; Moenardy, Dwi Fauziansyah; Santoso, Rizal Budi; Arsendo, Rio; Firmansyah, Azzahra Putri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17529

Abstract

Peluang ekspor produk pangan halal Indonesia ke Malaysia meningkat seiring berkembangnya kanal ritel modern dan e-commerce lintas negara. Namun, pelaku usaha yang semula berorientasi food-service/cloud kitchen menghadapi hambatan struktural ketika beralih ke produk pangan dalam kemasan, terutama pada aspek standardisasi proses, ketertelusuran (traceability), dan kepatuhan informasi label. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini mendampingi PT Instan Meals Global (Kebuli Al-Khalid) untuk mengembangkan product line extension Mealz Up sebagai produk siap saji dalam kemasan satu porsi yang diproyeksikan untuk membuka potensi pasar ekspor Malaysia. Metode yang digunakan adalah pendampingan berbasis luaran (output-based mentoring) melalui empat tahap: diagnosis baseline (wawancara, observasi, audit dokumen), perancangan luaran bersama, klinik pendampingan teknis (business plan, SOP, label–kemasan), dan evaluasi menggunakan audit before–after berbasis checklist. Hasil menunjukkan peningkatan market readiness secara visual dan operasional melalui terbentuknya format produk yang lebih “retail-like” (identitas merek/varian, panel informasi, dan petunjuk penyajian). Namun, audit label juga mengidentifikasi gap hard-compliance yang masih perlu ditutup untuk kesiapan masuk kanal distribusi formal Malaysia (misalnya pernyataan berat bersih, deklarasi alergen, kode batch/lot, identitas produsen, dan barcode). Luaran utama PkM meliputi export-oriented business plan, paket SOP dan template batch record, rancangan label/kemasan serta export compliance dossier, dan rencana validasi shelf-life sebagai peta jalan pembuktian klaim produk. Temuan ini menegaskan bahwa kesiapan ekspor UMKM/SME pangan lebih efektif ditingkatkan melalui pendampingan berbasis artefak dan evaluasi before–after yang dapat diaudit.