Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Promoting Social Harmony Through Neo-Sufism-Based Religious Inclusivity Muvid, Muhamad Basyrul Muvid; PS, Alaika M Bagus Kurnia; Alauddin, Muhammad Badat
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 11 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v11i2.400

Abstract

Diversity is proof of God's power that must be accepted by all of creation. However, diversity becomes the embryo of division because of differences in vision, mission, and even beliefs, due to the absence of a common thread connecting one to another. Added to this is a textual understanding of religion that gives rise to religious fanaticism and exclusivism. This paper aims to find solutions to realize the harmonization of diversity in society through religious inclusiveness based on neo-Sufism. The research method used is a literature study with data collection techniques based on documents (articles, books, religious texts, electronic media) that support this theme, and data analysis techniques using induction and interpretation. The results show that with the neo-Sufism approach, a person's religious inclusion does not only stop at the mind (knowledge) but also reaches the heart (feelings), so that tolerance, empathy, compassion, mutual assistance, and social solidarity arise sincerely, selflessly, and without any interests. This inclusive attitude will not change when situations and conditions change. This means that neo-Sufism-based religious inclusiveness educates people to respect others (even if they are different) with sincere attention and compassion after going through Sufi spiritual processes and stages. This model can be practiced in real life when living side by side in diversity, in interfaith dialogue, working in heterogeneous places (religion, ethnicity, etc.), and also for government officials who are indeed servants of the people universally. This can be a recommendation to policymakers and community leaders to educate the public to be more moderate (inclusive) in their religious practices by making Sufi values a model in the midst of a diverse society
Analisis Kurikulum Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Kelas X Pada Madrasah Aliyah Dwi Pratama, M.Yogy Qorri; Fachruddin, Moh. Annas; HS, M. Luthfi; PS, Alaika M Bagus Kurnia
Jurnal Penelitian Medan Agama MEDAN AGAMA, VOL. 14, NO. 2, DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58836/jpma.v14i2.14167

Abstract

Mata pelajaran aqidah akhlak di Madrasah Aliyah adalah salah satu mata pelajaran yang mempelajari tentang aspek-aspek aqidah akhlak dengan menunjukkan tanda-tanda perilaku kehidupan sehari-sehari baik individu maupun sosial. Dalam pembelajaran aqidah akhlak pastinya terdapat banyak tantangan dan hambatan dalam mengimplementasikan kompetensi pengetahuan baik sikap dan keterampilan. Pada hasil pembelajaran aqidah akhlak siswa kelas X pastinya sangat beragam dan tidak selalu memuaskan. Ada siswa yang hasil belajar aqidah akhlaknya tinggi, ada yang sedang dan ada juga beberapa dari mereka yang hasil belajarnya rendah. Tentu banyak faktor yang mempengaruhi hasil dari proses pembelajaran tersebut tentunya yaitu pentingnya yaitu Guru dalam menganalisis suatu metode pembelajaran yang harus digunakan dalam setiap mata pelajaran. Penyesuian metode sangat penting dalam sebuah interaksi antara Guru dengan siswa agar dapat meningkatkan hasil pembelajaran yang lebih efektif serta meningkatkan hasil dari pembelajaran tersebut. Jika metode pembelajaran sudah diterapkan maka faktor implementasi sosial yang juga sangat penting terhadap penerapan dari hasil pembelajaran yaitu dari pihak individu serta tentunya juga dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi belajar. Pelajaran aqidah bukan hanya sekedar sebuah pembelajaran akan tetapi juga bagaimana Guru dapat membentuk karakter siswa baik itu di dalam lingkungan sekolah maupun di lingkungan luar sekolah seperti kepada keluarga, masyarakat dan teman-teman mereka
PROJEK PENDAMPINGAN PENYUSUNAN ARTIKEL PADA MATA KULIAH MODEL DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PAI DI UIN SUNAN AMPEL SURABAYA Alaika M. Bagus Kurnia PS; Nur Hikmah Balighah Hikmah; M. Dhiyaulhaq Alfarihi M. Dhiyaulhaq Alfarihi; Muhammad Fairuz nasrullah Muhammad Fairuz nasrullah
BHAKTI: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 01 (2024): Juni
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/bjppm.v3i01.4843

Abstract

This assistance is carried out to provide adequate guidance for students article in compiling reputable journals in the PAI Learning Models and Strategies course. It is hoped that the contents of this article can provide new in-depth knowledge about the important role played by mentoring projects in creating reputable journals. It will also provide practical guidelines for other educational institutions that are similarly committed to improving the quality of Islamic Religious Education (PAI) at the tertiary level. The results of the activities carried out by the Accompanying Team contributed to the development of PAI Learning Models and Strategies courses that are more innovative and creative in accordance with the demands of the times. Apart from that, lectures have the outcome of course-based scientific articles which are submitted to online journals.
PENDIDIKAN KARAKTER DAN PENERAPANNYA PADA LEMBAGA PENDIDIKAN RAUDHATUL ATHFAL ASSA’ADAH GEMPOLTUKMLOKO-SARIREJO-LAMONGAN Ach Dicky Dzulkarnain; Alaika M Bagus Kurnia PS
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i2.339

Abstract

Pendidikan adalah suatu hal yang sangat penting, tetapi ada sebagian yang menganggapnya hanya hal yang biasa saja. Pendidikan pembentukan karakter pada anak usia dini mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi pertumbuhan, akhlak anak tersebut, pola pikir, cara bertindak, dan tanggung jawab yang berlaku pada kehidupan sehari-hari. Usaha dalam pendidikan karakter sudah banyak sekali dilakukan oleh Sekolah seperti pada lembaga pendidikan Raudhatul Athfal Assa’adah dan juga dilakukan bersama para orang tua terutama dalam bidang peningkatan kemandirian. Tapi disisi lain juga banyak problem dalam masalah penanganan pendidikan. Keluarga adalah aspek pertama dan yang sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter pada anak usia dini, sebagai orang tua harus bisa menanamkan kebiasaan yang baik, jika kita menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik supaya bisa membentuk karakter yang baik pada anak usia dini, jika orang tua sering membiasakan kebiasaan buruk pada anak maka bisa dipastikan sang anak juga memiliki karakter yang buruk. Pendidikan karakter yang ada di lembaga Pendidikan Raudhatul Athfal Assa’adah GempolTukmloko Sarirejo Lamongan yang telah diterapkan yakni: 1) Membiasakan berdoa kepada Allah SWT sebelum memulai pelajaran, 2) Penerapan kejujuran dengan cara membiasakan dan mengharuskan kepada peserta didik untuk berbicara dan berbuat yang jujur, 3) Penerapan toleransi, yakni rasa menghargai antara sesama teman, 4) Penerapan kedisiplinan diterapkan di dalam kelas dimana setiap orang tua tidak ikut masuk di dalam kelas, seperti mengikuti perintah gurunya, dan lain-lain, 5) Penerapan keperdualian, seperti membuat acara kerja bakti membersihkan lingkungan sehingga peserta didik belajar rasa gotong royong, dan 6) Selalu aktif dalam acara hari nasional seperti melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka hari kemerdekaan Republik Indonesia.
PROSES PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM UNTUK ANAK USIA DINI (AUD) Ariska Maghfiroh; Alaika M Bagus Kurnia PS
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i2.340

Abstract

Dari konsep belajar yang ditujukan untuk anak usia 0-6 tahun yang di cakup dari beberapa metode. Anak Usia Dini (AUD) akan melalui beberapa fase pengenalan belajar sejak telah lahir. Belajar juga membutuhkan metode keislaman agar tidak terjadi penyimpangan. Dalam Islam juga memberikan proses belajar dengan menurut para tokoh. Anak Usia Dini (AUD) sangat membutuhkan pengertian dari orang tuanya untuk mendapatkan perantara belajar sebelum berada di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Dalam kegiatan proses Belajar mengajar (KBM) tidak hanya dengan tema-tema saja, hendaknya dengan eksperimen agar anak tertarik untuk melakukan belajar. Dalam eksperimen pembelajaran juga membutuhkan ide-ide yang menarik sebaik mungkin untuk menimbulkan minat anak. Guru adalah pengaruh terpenting bagi anak usia Dini untuk mewujudkan hasil pendidikan yang kreatif dan inovatif. Proses pembelajaran agama Islam untuk Anak Usia Dini (AUD) adalah dapat dilihat pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat An-Nahl (16): 78, yang artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”. Kesimpulan dari ayat diatas bahwa anak lahir dalam keadaan lemah tak berdaya dan tidak mengetahui (tidak memiliki pengetahuan) apapun. Akan tetapi Allah SWT membekali anak yang baru lahir tersebut dengan pendengaran, penglihatan dan hati nurani (yakni akal yang menurut pendapat yang sahih pusatnya berada di hati).
PENDIDIKAN KARAKTER DAN PENERAPANNYA PADA LEMBAGA PENDIDIKAN RAUDHATUL ATHFAL ASSA’ADAH GEMPOLTUKMLOKO-SARIREJO-LAMONGAN Ach Dicky Dzulkarnain; Alaika M Bagus Kurnia PS
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i2.339

Abstract

Pendidikan adalah suatu hal yang sangat penting, tetapi ada sebagian yang menganggapnya hanya hal yang biasa saja. Pendidikan pembentukan karakter pada anak usia dini mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi pertumbuhan, akhlak anak tersebut, pola pikir, cara bertindak, dan tanggung jawab yang berlaku pada kehidupan sehari-hari. Usaha dalam pendidikan karakter sudah banyak sekali dilakukan oleh Sekolah seperti pada lembaga pendidikan Raudhatul Athfal Assa’adah dan juga dilakukan bersama para orang tua terutama dalam bidang peningkatan kemandirian. Tapi disisi lain juga banyak problem dalam masalah penanganan pendidikan. Keluarga adalah aspek pertama dan yang sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter pada anak usia dini, sebagai orang tua harus bisa menanamkan kebiasaan yang baik, jika kita menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik supaya bisa membentuk karakter yang baik pada anak usia dini, jika orang tua sering membiasakan kebiasaan buruk pada anak maka bisa dipastikan sang anak juga memiliki karakter yang buruk. Pendidikan karakter yang ada di lembaga Pendidikan Raudhatul Athfal Assa’adah GempolTukmloko Sarirejo Lamongan yang telah diterapkan yakni: 1) Membiasakan berdoa kepada Allah SWT sebelum memulai pelajaran, 2) Penerapan kejujuran dengan cara membiasakan dan mengharuskan kepada peserta didik untuk berbicara dan berbuat yang jujur, 3) Penerapan toleransi, yakni rasa menghargai antara sesama teman, 4) Penerapan kedisiplinan diterapkan di dalam kelas dimana setiap orang tua tidak ikut masuk di dalam kelas, seperti mengikuti perintah gurunya, dan lain-lain, 5) Penerapan keperdualian, seperti membuat acara kerja bakti membersihkan lingkungan sehingga peserta didik belajar rasa gotong royong, dan 6) Selalu aktif dalam acara hari nasional seperti melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka hari kemerdekaan Republik Indonesia.
PROSES PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM UNTUK ANAK USIA DINI (AUD) Ariska Maghfiroh; Alaika M Bagus Kurnia PS
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i2.340

Abstract

Dari konsep belajar yang ditujukan untuk anak usia 0-6 tahun yang di cakup dari beberapa metode. Anak Usia Dini (AUD) akan melalui beberapa fase pengenalan belajar sejak telah lahir. Belajar juga membutuhkan metode keislaman agar tidak terjadi penyimpangan. Dalam Islam juga memberikan proses belajar dengan menurut para tokoh. Anak Usia Dini (AUD) sangat membutuhkan pengertian dari orang tuanya untuk mendapatkan perantara belajar sebelum berada di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Dalam kegiatan proses Belajar mengajar (KBM) tidak hanya dengan tema-tema saja, hendaknya dengan eksperimen agar anak tertarik untuk melakukan belajar. Dalam eksperimen pembelajaran juga membutuhkan ide-ide yang menarik sebaik mungkin untuk menimbulkan minat anak. Guru adalah pengaruh terpenting bagi anak usia Dini untuk mewujudkan hasil pendidikan yang kreatif dan inovatif. Proses pembelajaran agama Islam untuk Anak Usia Dini (AUD) adalah dapat dilihat pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat An-Nahl (16): 78, yang artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”. Kesimpulan dari ayat diatas bahwa anak lahir dalam keadaan lemah tak berdaya dan tidak mengetahui (tidak memiliki pengetahuan) apapun. Akan tetapi Allah SWT membekali anak yang baru lahir tersebut dengan pendengaran, penglihatan dan hati nurani (yakni akal yang menurut pendapat yang sahih pusatnya berada di hati).