Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Asing Di Universitas Muhammadiyah Bengkulu Hafri Yuliani; Laily Ratna
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v7i1.1204

Abstract

This study aims to examine intercultural communication in foreign students at the University of Muhammadiyah Bengkulu. Using Kim's Intercultural Communication theory as an analytical tool. The method used in this study is a qualitative descriptive approach. Data collection techniques through observation, in-depth interviews with 5 foreign students. The results of the study indicate that Cognitive-Affective Dimension Synergy: Deep cognitive understanding of Islamic values ??and Malay customs is positively correlated with students' emotional stability. Ghanaian and Thai students who are quicker to understand the concept of social hierarchy and religious values ??show a shorter culture shock phase and a smoother emotional transition. In contrast, Liberian students who experience the greatest cognitive challenges in understanding the context of high-context culture also show the longest duration of culture shock. Affective-Behavioral Connection: Emotional stability achieved in the affective dimension directly affects the ability to modify communication behavior. Students who successfully navigate through the culture shock phase with strong system support demonstrate more comprehensive adaptation of communication behaviors, including mastery of language registers, adoption of politeness norms, and integration of more natural religious expressions. Cognitive-Behavioral Feedback Loop: Successful communication practices in the behavioral dimension strengthen cognitive understanding of local cultural norms. Students who actively use honorifics and indirect communication strategies demonstrate faster increases in contextual understanding, creating a positive spiral in the adaptation process.
PROSEDUR KERJA REDAKSI DALAM LIPUTAN BERITA DAN PENULISAN NASKAH BERITA DI PT MEDIA SARANA TELEVISI (BETV) Chelsi Putri Deli; Triska Wulandari; Mela Verdeah; Bella Safitri; Hafri Yuliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v9i1.10223

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dalam menganalisis proses penulisan naskah berita pada produksi program televisi di BETV guna menjaga kualitas informasi bagi masyarakat. Fokus utama pengabdian adalah standarisasi proses kerja redaksi dalam melakukan penulisan naskah berita sebelum di tayangkan serta pembagian tugas tim redaksi dalam mendukung proses produksi berita televisi di BETV. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung selama praktik kerja di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan penyuntingan naskah di BETV berjalan melalui tahapan sistematis: pengumpulan informasi oleh reporter, penulisan berbasis 5W+1H, penyuntingan oleh redaktur, hingga finalisasi. Efektivitas produksi sangat bergantung pada koordinasi antara produser atau editor hingga tahap finalisasi sebelum berita di tayangkan. Selain itu, pembagian tugas dalam tim redaksi seperti produser, redaktor, reporter, kameramen, dan editor. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa pendampingan ini berhasil meningkatkan pemahaman praktis mengenai pentingnya kualitas dan akurasi informasi yang disampaikan kepada masyarakat sehingga berita yang disiarkan memenuhi standar jurnalistik televisi.Keyword penulisan naskah berita, redaksi televisi, produksi berita, jurnalistik televisi, BETV.
Peran Divisi Redaksi dalam Penyajian Berita Lokal Yang Informatif di RBTV Kota Bengkulu: Penelitian Kelompok Magang RBTV; Hafri Yuliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5803

Abstract

Kegiatan magang ini dilaksanakan di divisi redaksi RBTV (Rakyat Bengkulu Televisi) Kota Bengkulu yang beralamat di Jl. P. Natadirja RT 03 RW 01, Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu selama periode 15 Desember 2025 hingga 14 Februari 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran divisi redaksi dalam penyajian berita lokal yang informatif di RBTV Kota Bengkulu, memahami alur kerja redaksional dalam proses produksi berita, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi kualitas penyajian berita lokal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa divisi redaksi RBTV memiliki peran yang sangat vital dalam seluruh proses produksi berita lokal, mulai dari perencanaan liputan melalui rapat redaksi harian, peliputan di lapangan, penulisan naskah berita, penyuntingan naskah dan video, hingga penyajian berita dalam program siaran seperti Laporan Siang, Laporan Terkini, Laporan Sore, Laporan Daerah, dan Berita Pekaro. Divisi redaksi juga menjalankan peran sebagai gatekeeper yang memastikan setiap berita yang disiarkan telah memenuhi standar kelayakan berita, keakuratan data, keberimbangan pemberitaan, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik dan regulasi penyiaran. Struktur organisasi divisi redaksi tersusun secara jelas dengan pembagian tugas yang terdefinisi pada setiap posisi, mulai dari Pemimpin Redaksi, Redaktur/Editor, Koordinator Liputan, Reporter, Editor Video, hingga Kameramen. Kualitas penyajian berita dipengaruhi oleh faktor pendukung berupa profesionalisme tim redaksi, jaringan narasumber yang luas, dan dukungan jaringan Jawa Pos Group, serta faktor penghambat berupa keterbatasan personel, peralatan teknis, dan persaingan dengan media digital. Kegiatan magang ini memberikan pengalaman dan keterampilan praktis di bidang jurnalistik televisi yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bengkulu sekaligus memberikan kontribusi bagi operasional divisi redaksi RBTV dalam menyajikan berita lokal yang informatif dan berkualitas bagi masyarakat Provinsi Bengkulu.
Corporate Communications and Corporate Social Responsibility of Coal Mining Companies in Promoting Community Well-being Dian Ratu Ayu Uswatun Khasanah; Hafri Yuliani; Titi Darmi; Ronald Jolly Pongantung
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 7 No. 2 (2026): July
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/dawuh.v7i2.2033

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) represents both a moral and legal obligation of corporations to promote the welfare of communities within their operational sphere. In the coal mining sector in Indonesia, effective CSR implementation is inseparable from the quality of corporate communication the strategic process through which companies convey their social commitments, build trust with stakeholders, and manage their public image before affected communities. This research examines: (1) the normative framework of CSR for coal mining companies under applicable Indonesian legislation, encompassing the most recent regulations including Law No. 3/2020, Law No. 11/2020, Government Regulation No. 96/2021, and Government Regulation No. 25/2024; and (2) the reconstruction of an ideal CSR communication model within a welfare state perspective to improve community well-being. Employing a normative juridical approach with qualitative descriptive-analytical data analysis, this study reveals that despite the relatively comprehensive legal foundation for CSR in Indonesia, significant weaknesses persist in the form of inter-regulatory disharmony, insufficient deterrent sanctions, and unsystematic oversight mechanisms. Furthermore, deficiencies in corporate communication practices — including asymmetric information dissemination, lack of transparent dialogue, and absent participatory communication — exacerbate the gap between normative CSR obligations and their real-world impact. Accordingly, a comprehensive reconstruction of the mining CSR system is needed, encompassing regulatory harmonization, institutional strengthening, corporate paradigm transformation, and meaningful community participation facilitated through effective multi-stakeholder communication. Keywords: Corporate Communication; Corporate Social Responsibility; Coal Mining; Community Welfare; Normative Juridical.