Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

SOSIALISASI SUKSES ANAKKU SEHAT BANGSAKU KUAT PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN PASAR BARU KECAMATAN PADANG PANJANG BARAT TAHUN 2022 Rahmi, Dian; Rikayoni, Rikayoni; Suherlin, Nicen
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1600

Abstract

Stunting merupakan ancaman serius terhadap anak di Indonesia saat ini. Kondisi stuntingatau bertubuh pendek karena kekurangan gizi kini telah diderita sebanyak 8,8 juta anakIndonesia (Tirto,2016). Menurut amatan pakar gizi, angka ini meningkat sebesar 37,2 persendalam jangka waktu tiga tahun (Tirto,2016). Saat ini prevalensi stunting di Indonesia adalah37,2% atau 8 juta anak mengalami pertumbuhan tidak maksimal (Tribun Jateng 2019) Tujuankegiatan sosialisasi pencegahan stunting ini diharapkan nantinya angka stunting diKecamatan Padang Panjang Barat khususnya Kelurahan Pasar Baru mengalami penurunan.Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan melakukan sosialisasi danpendampingan kepada beberapa kader kesehatan yang nanti nya bisa memberikanpenyuluhan kesehatan sebagai tindakan mandiri kepada masyarakat tentang pencegahanstunting. Metode pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan melakukan identifikasimasalah stunting yang terjadi di tengah-tengah masyarakat serta melakukan penyuluhanmengenai pencegahan stunting . Dari hasil pelaksanaan kegitan PKM yang telahdilaksanakan pada hari jumat tanggal 29 Juli 2022 jam 09.00 WIB yang bertempat di AulaKelurahan Pasar Baru dapat ditarik kesimpulan bahwa bahwa acara berjalan sesuai denganrencana dan berlangsung lancar. Peserta yang terdiri dari Kader Posyandu dan perwakilanwarga masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut terlihat daripertanyaan-pertanyaan yang disampaikan peserta kepada narasumber sehingga bertambahnyapengetahuan warga terhadap pencegahan stunting.Kata Kunci : Sosialisasi, Stunting
EDUKASI MANAJEMENT REGULASI EMOSI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT PRILAKU MALADAPTIVE PADA REMAJA DI SMP N 16 KOTO TANGAH PADANG Febristi, Anisa; Suherlin, Nicen; rahman, Nurhamidah
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30685

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dansosial yang kompleks. Ketidakmampuan remaja dalam mengelola emosi sering kalimenimbulkan perilaku maladaptive seperti agresivitas, menarik diri, dan kesulitan dalammenyesuaikan diri di lingkungan sekolah. Kemampuan mengendalikan diri dan mampumengontrol emosi adalah bentuk ciri individu yang memiliki kematangan emosi. Proses belajarmenuju kematangan emosi melalui proses interaksi dengan lingkungan, pada kenyataannya adajuga remaja yang tidak mampu untuk mencapai kematangan emosi tersebut.Tujuan dari programini adalah untuk mengubah emosi negatif menjadi emosi positif adalah kemampuan individuuntuk menilai dan bertanggung jawab terhadap emosi-emosi yang dirasakannya, sehinggaindividu tersebut dapat membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Pkm inimenggunakan desain post-test only dengan pendekatan pra-eksperimental. Sampel penelitianberjumlah 65 siswa kelas VII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensidiberikan dalam bentuk edukasi manajemen regulasi emosi melalui ceramah, video edukatif,dan diskusi kelompok yang berfokus pada kemampuan mengenali, mengekspresikan, danmengendalikan emosi secara positif. Setelah intervensi, responden diberikan kuesioner untukmenilai tingkat perilaku maladaptive. dengan menggunakan skala Maladaptive Behavior IndexVineland Adaptive Behavior Scale. dengan respon tidak pernah megalami (30%) kadangkadang dialami (48%) Sering dialami (22 %) contoh prilaku maladaptive yang dapat diutarakanoleh remaja adalah suka mengejek teman, Lebih suka menyendiri karna memiliki rasa tidak maudiganggu teman, Suka marah2, Tidak suka melihat keramaian, Tidak suka makan rame2, malasmakan suka dengan jajanan Junk Food, Suka sedih, Tidak bersemangat, malas untuk pergikesekolah, Implusif (bertindak tanpa berfikir), Suka diejek teman,suka mengejek teman(Bullying) , Berbohong , Keras kepala, Egois, Menyontek, Tidak sopan, kadang- kadang Sukabolos.Disarankan remaja dapat melakukan dan menilai yang (skrining) prilaku diri sendiri jikasudah mengarah ke maladaptive akan cepat malekukan intervensi yang sudah diajarkansehingga mampu mencegak prilaku maladaptive yang lebih berbahaya bagi masa depanyaKata Kunci: Remaja, Regulasi Emosi, Prilaku Maladaptive, edukasi.
IMPLEMENTASI MODEL PENYULUHAN KOMPREHENSIF TENTANG PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK DI SMK NEGERI 6 PADANG Suherlin, Nicen; Febristi, Anisa; Erlinengsih, Erlinengsih
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30687

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (PGK) merupakan gangguan progresif fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan dapat menyebabkan komplikasi serius pada kesehatan. Berdasarkan RISKESDAS 2023, prevalensi PGK di Sumatera Barat mencapai 0,4%, dengan Kota Padang sebesar 0,3%. Pada usia remaja (<30 tahun), prevalensi PGK masih relatif rendah yakni 0,05-0,1%, namun tren peningkatan risiko pada kelompok ini perlu mendapatkan perhatian khusus. PengabdianKesehatan Masyarakat  ini mengimplementasikan model penyuluhan komprehensif menggunakan metode interaktif, media audiovisual, dan diskusi kelompok pada siswa SMK Negeri 6 Padang. Hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan terhadap PGK dan faktor risikonya dengan nilai  rata rata peningkatan dari 54,16 menjadi 87,45. Kesimpulan, kegiatan berjalan sesuai harapan dengan jumlah peserta 31 orang siswa dan 3 orang guru. Penyuluhan ini diawali dengan Pembukaan, Pre Test dan Pemberian materi dari dosen Akper Baiturrahmah dan dilanjutkan dengan Pemutaran video dan dilanjutkan dengan Post Test dan Penutupan. Model penyuluhan komprehensif ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap promotif-preventif pada remaja sehingga perlu diintegrasikan dalam program edukasi kesehatan di sekolah menengah.Kata kunci: Penyakit gagal ginjal kronik, penyuluhan komprehensif, remaja, edukasi kesehatan
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PASIEN DM TIPE II DI POLI PENYAKIT DALAM RSI SITI RAHMAH PADANG Nicen Suherlin; Anisa Febristi; Dian Rahmi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30732

Abstract

Penyakit arteri perifer merupakan komplikasi makrovaskular diabetes melitus tipe II yang sering menyebabkan gangguan perfusi dan risiko amputasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien DM tipe II di Poli Penyakit Dalam RSI Siti Rahmah Padang. Penelitian quasi-eksperimen pretest-posttest without control group melibatkan 25 responden dengan intervensi PMR 2 kali/hari selama 6 hari (15 menit/sesi). Pengukuran ABI menggunakan sphygmomanometer manual, dianalisis dengan Paired T-test dan regresi linier (α=0,05). Rata-rata ABI pretest 0,76±0,12 meningkat menjadi 0,85±0,11 posttest (p=0,001), dengan kepatuhan PMR 86,7% berkorelasi positif kuat terhadap peningkatan ABI (r=0,62; p=0,001). Durasi DM memengaruhi baseline ABI (r=-0,48; p=0,015). Terapi relaksasi otot progresif efektif meningkatkan perfusi perifer pada pasien DM tipe II, terutama responden dengan kepatuhan tinggi.Kata kunci: ankle brachial index; diabetes melitus; relaksasi otot progresif
Edukasi Penanganan Pertama Kegawatdaruratan Luka Ketika Bencana Alam Pada Masyarakat Dadok Tunggul Hitam Kota Padang Agustika Anton; Nicen Suherlin; Sri Oktarina; Cantika Elhan; Cyintia Permata Ayu
Jurnal Abdimas Saintika Vol 8, No 1 (2026): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v8i1.31037

Abstract

Bencana alam berpotensi menimbulkan berbagai cedera yang memerlukan penanganan pertama secara cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi, kecacatan, maupun kematian. Namun, keterbatasan akses pelayanan kesehatan saat bencana menyebabkan masyarakat berperan sebagai penolong pertama sehingga memerlukan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penanganan pertama kegawatdaruratan luka ketika bencana alam di wilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, simulasi, praktik langsung, serta edukasi lanjutan melalui media WhatsApp. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat setelah mengikuti edukasi. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada luka bakar meningkat dari 54,4% menjadi 86,6%, sedangkan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada luka sayat dan robek meningkat dari 60,0% menjadi 93,3%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi berbasis praktik efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengendalian perdarahan, pembersihan luka, dan pembalutan yang benar. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung kesiapsiagaan bencana. Disimpulkan bahwa edukasi penanganan pertama kegawatdaruratan luka efektif meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai first responder sehingga berkontribusi terhadap pengurangan risiko komplikasi cedera serta penguatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.Kata kunci: Kegawatdaruratan luka; bencana alam; pertolongan pertama; edukasi masyarakat; kesiapsiagaan bencana
PENGUATAN KAPASITAS KEGAWATDARURATAN SISWA SMKN 6 PADANG MELALUI EDUKASI BASIC LIFE SUPPORT, PERTOLONGAN PERTAMA, DAN SIMULASI BENCANA Nicen Suherlin; Dian Rahmi; Agustika Antoni; Hera Putri Jenisa; Jannatan Adzkia Putra
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.31042

Abstract

Bencana alam dan kejadian kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja, termasuk di lingkungan sekolah. Kota Padang merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami sehingga diperlukan upaya peningkatan kapasitas siswa sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana. Namun, sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai mengenai Basic Life Support (BLS), pertolongan pertama, serta prosedur evakuasi saat terjadi bencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kegawatdaruratan siswa SMKN 6 Padang melalui edukasi Basic Life Support, pertolongan pertama, dan simulasi bencana.Metode pengabdian menggunakan pendekatan pemberdayaan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, praktik langsung, simulasi bencana, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 31 siswa kelas XBU SMKN 6 Padang yang dipilih melalui koordinasi dengan pihak sekolah. Materi yang diberikan meliputi pengenalan kegawatdaruratan, penanganan korban henti jantung, teknik Hands Only CPR, penanganan perdarahan, tersedak, pingsan, serta simulasi evakuasi gempa bumi.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa dari 62,15 sebelum pelatihan menjadi 89,40 setelah pelatihan. Evaluasi keterampilan menunjukkan bahwa sebanyak 93,5% peserta mampu melakukan Hands Only CPR sesuai prosedur, 87,1% mampu melakukan pertolongan pertama pada kasus sederhana, dan 93,5% mampu mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi sesuai prosedur. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan pembentukan Tim Emergency First Aid School sebagai tindak lanjut program kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik dan simulasi efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan maupun bencana di lingkungan sekolah.Kata kunci: Basic Life Support; Pertolongan Pertama; Kegawatdaruratan; Simulasi Bencana; Siswa.
PENGUATAN KETAHANAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA ALAM MELALUI PEMANFAATAN BAHAN ALAMI SEBAGAI SUMBER NUTRISI DI KELURAHAN IKUR KOTO KOTA PADANG Agustika Antoni; Nicen Suherlin; Rimelda Angriani; Lusi Afrianti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 2 (2024): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i2.31059

Abstract

Bencana alam menimbulkan ancaman besar terhadap kesehatan masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana seperti Kota Padang, Sumatera Barat. Penguatan ketangguhan masyarakat melalui pendidikan kesehatan dan pemanfaatan sumber pangan alami lokal penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mengurangi risiko kesehatan saat bencana. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan ketangguhan masyarakat melalui edukasi keperawatan tentang kesiapsiagaan bencana dan pemanfaatan pangan alami sebagai sumber nutrisi berkelanjutan di Kelurahan Ikur Koto. Kegiatan meliputi pre-test, pendidikan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi, pembagian leaflet, post-test, serta promosi kesehatan melalui grup WhatsApp, dengan melibatkan 15 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, yaitu pengetahuan tentang sumber pangan alami meningkat dari 40,0% menjadi 93,4%, sedangkan pengetahuan mengenai pemilihan dan pengolahannya meningkat dari 54,0% menjadi 100,0%. Kolaborasi tenaga kesehatan, kader, dan aparat setempat memperkuat partisipasi serta keberlanjutan program, sehingga efektif meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan ketahanan gizi masyarakat.Kata kunci : Kesiapsiagaan bencana; Ketangguhan masyarakat; Pendidikan keperawatan; Sumber pangan alami; Gizi bencana
PERAN JUS JAMBU BIJI SEBAGAI TERAPI NUTRISI PENDUKUNG PADA PENANGANAN LUKA AKIBAT BENCANA ALAM Agustika Antoni; Nicen Suherlin; Sri Oktarina; Nova Arikhman; Putri Diana; Robil Kurnia Illahi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.31066

Abstract

Latar Belakang: Luka jaringan merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada korban bencana alam dan memerlukan penanganan yang efektif untuk mempercepat proses penyembuhan. Jambu biji (Psidium guajava) mengandung vitamin C, flavonoid, likopen, serta berbagai antioksidan yang berpotensi meningkatkan respons imun dan regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi jus jambu biji sebagai terapi nutrisi pendukung dalam mempercepat penyembuhan luka pada model mencit.Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimen murni dengan pendekatan posttest-only. Sebanyak 30 ekor mencit dibagi secara acak ke dalam lima kelompok perlakuan. Seluruh mencit dibuat luka sayat sepanjang ±1 cm, kemudian diberikan jus jambu biji secara oral dengan dosis 1, 2, 3, 4, dan 5 mL per hari. Pada hari ke-5 dilakukan pengambilan jaringan luka untuk pemeriksaan histopatologi meliputi diferensiasi monosit menjadi makrofag, proliferasi fibroblas, dan pembentukan serabut kolagen.Hasil: Hasil histopatologi menunjukkan adanya peningkatan penyembuhan luka seiring meningkatnya dosis jus jambu biji. Kelompok dosis 4–5 mL/hari memperlihatkan jumlah makrofag, fibroblas, dan serabut kolagen yang lebih tinggi dibandingkan kelompok dosis rendah. Kelompok dosis 5 mL/hari menunjukkan transisi tercepat dari fase inflamasi menuju fase proliferasi sehingga menghasilkan gambaran regenerasi jaringan terbaik.Kesimpulan: Jus jambu biji berpotensi menjadi terapi nutrisi pendukung yang aman, mudah diperoleh, dan berbiaya rendah dalam mempercepat penyembuhan luka melalui peningkatan diferensiasi makrofag serta pembentukan kolagen. Temuan ini mendukung pemanfaatannya sebagai intervensi nutrisi pada penanganan luka, khususnya dalam situasi kegawatdaruratan bencana.Kata kunci: Psidium guajava, penyembuhan luka, makrofag, kolagen, kegawatdaruratan bencana, terapi nutrisi.
EFEKTIVITAS DISASTER PREPAREDNESS-BASED REALITY THERAPY TERHADAP BREASTFEEDING SELF-EFFICACY DAN KESIAPAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH RAWAN BENCANA Dalina Gusti; Nicen Suherlin; Syaflindawati Syaflindawati
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.31070

Abstract

Wilayah rawan bencana memiliki tantangan dalam mempertahankan pemberian ASI eksklusif akibat meningkatnya stres ibu, terbatasnya akses pelayanan kesehatan, dan rendahnya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Pendekatan Disaster Preparedness-Based Reality Therapy diharapkan dapat meningkatkan Breastfeeding Self-Efficacy dan kesiapan pemberian ASI eksklusif sejak masa kehamilan. Tujuan Penelitian untuk Menganalisis efektivitas Disaster Preparedness-Based Reality Therapy terhadap Breastfeeding Self-Efficacy dan kesiapan pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil trimester III di wilayah rawan bencana.  Penelitian menggunakan metode desain quasi-experimental one group pretest–posttest pada 40 ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang yang dipilih dengan consecutive sampling. Intervensi diberikan dalam empat sesi menggunakan Reality Therapi pendekatan WDEP yang dipadukan dengan materi kesiapsiagaan bencana. Data dianalisis menggunakan paired t-test. Hasil: Breastfeeding Self-Efficacy meningkat dari 45,18±6,11 menjadi 62,05±4,97, sedangkan kesiapan pemberian ASI eksklusif meningkat dari 57,26±7,43 menjadi 84,10±5,25 (p<0,001). Kesimpulan Disaster Preparedness-Based Reality Therapy efektif meningkatkan Breastfeeding Self-Efficacy dan kesiapan pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil trimester III. Intervensi ini berpotensi diterapkan sebagai bagian dari pelayanan antenatal di wilayah rawan bencana.Kata kunci: Breastfeeding Self-Efficacy; ASI eksklusif; Disaster Preparedness; Reality Therapy; ibu hamil trimester III.
DETERMINAN PELAKSANAAN KEWASPADAAN STANDAR DALAM PENGENDALIAN INFEKSI NASOKOMIAL OLEH PERAWAT DI RSUD DR. RASIDIN PADANG Agustika Antoni; Yulia Roza; Nicen Suherlin
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.3016

Abstract

Sulitnya mengkontrol prilaku petugas Kesehatan dalam pelaksanaan kewaspadaan standar ketika memberikan pelayanan pada pasien yang mengakibatkan angka infeksi nasokomial di rumah sakit sulit di jadikan nol persen. Hal ini dapat merugikan pihak rumah sakit dan klien. Mengurangi masalah ini perlu di lakukan upaya oleh pihak rumah sakit dengan meningkatkan kepatuhan petugas kesehatan, khususnya perawat dalam pelaksanaan kewaspadaan standar. Penelitian ini telah mengidentifikasi faktor individu seperti faktor umur, jenis kelamin, pendidikan, lama kerja, pelatihan, motivasi, sikap dan pengetahuan terhadap kepatuhan pelaksanaan kewaspadaan standar Pada Perawat di RSUD dr. Rasidin Padang. Design penelitian ini adalah observasional non eksperimental dengan sectional study.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di ICU berjumlah 45 perawat. Semua populasi di jadikan sampel. Hasil menunjukan bahwa faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan kewaspadaan standar di RSUD dr. Rasidin Padang adalah sikap dan pengetahuan. Perlu pengawasan ketat tentang kewajiban pelaksanaan kewaspadaan standar oleh perawat dan ada agenda pelatihan tentang kewaspadaan standar seacara berkelanjutanKata Kunci: Nasokomial, HAIs, PPI, Perawat ICU, Kewaspadaan satandar.