Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Faktor Motivasi Dengan Kinerja Perawat dalam Pendokumentasian Discharge Planning di Rumah Sakit Siti Rahmah Padang: Relationship Between Motivation Factors and Nurse Performance in Documenting Discharge Planning at Siti Rahmah Hospital Padang Dewi Murni; Esthika Ariany Maisa; Nicen Suherlin
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 20 No. 1 (2024): NJK Volume 20, Number 1
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v20i1.39

Abstract

Discharge planning is a series of decisions and activities in providing continuous and coordinated nursing care. Discharge planning must be known by the patient before the patient returns home. Discharge planning is related to nurse performance, if the nurse is good, the impact will be felt by the patient. Previous research stated that discharge planning was very influential on motivation. The purpose of this study was to determine the relationship between motivation with the documentation of Discharge Planning at RSI Siti Rahmah Padang 2018. A quantitative study with cross-sectional design was carried out in this study. The proportional stratified random sampling method has been used with 74 respondents as the sample. The data were collected using questionnaires containing documentation items discharge planning and motivation. The univariate analysis is presented by frequency distribution and bivariate tables using the chi-square test with 95% confidence degree (α=0.05). The results showed a significant relationship between motivation with the documentation of Discharge Planning at RSI Siti Rahmah Padang 2018 (p=0.000). It is recommended for nurses to maintain a good motivation.
Hubungan Perilaku Merokok Konvensional terhadap Saturasi Oksigen pada Pasien General Anestesi di Ruang Intra Anestesi Fatimah, Fatimah; Elfira, Yenni; Irwadi, Irwadi; Andriyan, Aric Frendi Andriyan; Suherlin, Nicen; Habibudin, Deka
Jurnal Gema Keperawatan Vol 17, No 1 (2024): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v17i1.3330

Abstract

Smoking that causes pathophysiological changes in almost all parts of the lower respiratory tract including lung organs, inhaled cigarette smoke contains harmful chemicals that can damage the immune system of the respiratory tract so that it can cause disorders of the respiratory tract. Some respiratory system disorders such as airway obstruction, or conditions that can result in airway obstruction, airway infections, and other disorders that can inhibit gas exchange. To determine the relationship of smoking behavior to oxygen saturation in general anesthesia patients in the Intra-Anesthesia Room of Level III Hospital Reksodiwiryo Padang. The type of research is quantitative, with a sample size of 34 respondents using purposive sampling technique. Univariate data analysis is presented in the form of a frequency distribution and bivariate analysis using the chi-square test, data processing using the IBM SPSS version 25.0 computer program. The most age is 26-35 years, which is 17 people (50,0%), the most education is high school, which is 16 people (47,1%), the most jobs are traders, which is 10 people (29,4%), the most conventional smoking behavior is heavy smokers, which is 13 people (38,2%), the most oxygen saturation is abnormal, which is 23 people (67,6%), and there is a relationship between smoking behavior and oxygen saturation in general anesthesia patients in the Intra-Anesthesia Room of Level III Hospital, Reksodiwiryo Padang (p = 0,014). The most age is 26-35 years, the most education is high school, the most jobs are traders, the most conventional smoking behavior is heavy smokers, the most oxygen saturation is abnormal and there is a relationship between smoking behavior to oxygen saturation in general anesthesia patients in the Intra-Anesthesia Room of Level III Hospital Reksodiwiryo Padang
SOSIALISASI SUKSES ANAKKU SEHAT BANGSAKU KUAT PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN PASAR BARU KECAMATAN PADANG PANJANG BARAT TAHUN 2022 Rahmi, Dian; Rikayoni, Rikayoni; Suherlin, Nicen
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1600

Abstract

Stunting merupakan ancaman serius terhadap anak di Indonesia saat ini. Kondisi stuntingatau bertubuh pendek karena kekurangan gizi kini telah diderita sebanyak 8,8 juta anakIndonesia (Tirto,2016). Menurut amatan pakar gizi, angka ini meningkat sebesar 37,2 persendalam jangka waktu tiga tahun (Tirto,2016). Saat ini prevalensi stunting di Indonesia adalah37,2% atau 8 juta anak mengalami pertumbuhan tidak maksimal (Tribun Jateng 2019) Tujuankegiatan sosialisasi pencegahan stunting ini diharapkan nantinya angka stunting diKecamatan Padang Panjang Barat khususnya Kelurahan Pasar Baru mengalami penurunan.Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan melakukan sosialisasi danpendampingan kepada beberapa kader kesehatan yang nanti nya bisa memberikanpenyuluhan kesehatan sebagai tindakan mandiri kepada masyarakat tentang pencegahanstunting. Metode pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan melakukan identifikasimasalah stunting yang terjadi di tengah-tengah masyarakat serta melakukan penyuluhanmengenai pencegahan stunting . Dari hasil pelaksanaan kegitan PKM yang telahdilaksanakan pada hari jumat tanggal 29 Juli 2022 jam 09.00 WIB yang bertempat di AulaKelurahan Pasar Baru dapat ditarik kesimpulan bahwa bahwa acara berjalan sesuai denganrencana dan berlangsung lancar. Peserta yang terdiri dari Kader Posyandu dan perwakilanwarga masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut terlihat daripertanyaan-pertanyaan yang disampaikan peserta kepada narasumber sehingga bertambahnyapengetahuan warga terhadap pencegahan stunting.Kata Kunci : Sosialisasi, Stunting
EDUKASI MANAJEMENT REGULASI EMOSI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT PRILAKU MALADAPTIVE PADA REMAJA DI SMP N 16 KOTO TANGAH PADANG Febristi, Anisa; Suherlin, Nicen; rahman, Nurhamidah
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30685

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dansosial yang kompleks. Ketidakmampuan remaja dalam mengelola emosi sering kalimenimbulkan perilaku maladaptive seperti agresivitas, menarik diri, dan kesulitan dalammenyesuaikan diri di lingkungan sekolah. Kemampuan mengendalikan diri dan mampumengontrol emosi adalah bentuk ciri individu yang memiliki kematangan emosi. Proses belajarmenuju kematangan emosi melalui proses interaksi dengan lingkungan, pada kenyataannya adajuga remaja yang tidak mampu untuk mencapai kematangan emosi tersebut.Tujuan dari programini adalah untuk mengubah emosi negatif menjadi emosi positif adalah kemampuan individuuntuk menilai dan bertanggung jawab terhadap emosi-emosi yang dirasakannya, sehinggaindividu tersebut dapat membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Pkm inimenggunakan desain post-test only dengan pendekatan pra-eksperimental. Sampel penelitianberjumlah 65 siswa kelas VII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensidiberikan dalam bentuk edukasi manajemen regulasi emosi melalui ceramah, video edukatif,dan diskusi kelompok yang berfokus pada kemampuan mengenali, mengekspresikan, danmengendalikan emosi secara positif. Setelah intervensi, responden diberikan kuesioner untukmenilai tingkat perilaku maladaptive. dengan menggunakan skala Maladaptive Behavior IndexVineland Adaptive Behavior Scale. dengan respon tidak pernah megalami (30%) kadangkadang dialami (48%) Sering dialami (22 %) contoh prilaku maladaptive yang dapat diutarakanoleh remaja adalah suka mengejek teman, Lebih suka menyendiri karna memiliki rasa tidak maudiganggu teman, Suka marah2, Tidak suka melihat keramaian, Tidak suka makan rame2, malasmakan suka dengan jajanan Junk Food, Suka sedih, Tidak bersemangat, malas untuk pergikesekolah, Implusif (bertindak tanpa berfikir), Suka diejek teman,suka mengejek teman(Bullying) , Berbohong , Keras kepala, Egois, Menyontek, Tidak sopan, kadang- kadang Sukabolos.Disarankan remaja dapat melakukan dan menilai yang (skrining) prilaku diri sendiri jikasudah mengarah ke maladaptive akan cepat malekukan intervensi yang sudah diajarkansehingga mampu mencegak prilaku maladaptive yang lebih berbahaya bagi masa depanyaKata Kunci: Remaja, Regulasi Emosi, Prilaku Maladaptive, edukasi.
IMPLEMENTASI MODEL PENYULUHAN KOMPREHENSIF TENTANG PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK DI SMK NEGERI 6 PADANG Suherlin, Nicen; Febristi, Anisa; Erlinengsih, Erlinengsih
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30687

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (PGK) merupakan gangguan progresif fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan dapat menyebabkan komplikasi serius pada kesehatan. Berdasarkan RISKESDAS 2023, prevalensi PGK di Sumatera Barat mencapai 0,4%, dengan Kota Padang sebesar 0,3%. Pada usia remaja (<30 tahun), prevalensi PGK masih relatif rendah yakni 0,05-0,1%, namun tren peningkatan risiko pada kelompok ini perlu mendapatkan perhatian khusus. PengabdianKesehatan Masyarakat  ini mengimplementasikan model penyuluhan komprehensif menggunakan metode interaktif, media audiovisual, dan diskusi kelompok pada siswa SMK Negeri 6 Padang. Hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan terhadap PGK dan faktor risikonya dengan nilai  rata rata peningkatan dari 54,16 menjadi 87,45. Kesimpulan, kegiatan berjalan sesuai harapan dengan jumlah peserta 31 orang siswa dan 3 orang guru. Penyuluhan ini diawali dengan Pembukaan, Pre Test dan Pemberian materi dari dosen Akper Baiturrahmah dan dilanjutkan dengan Pemutaran video dan dilanjutkan dengan Post Test dan Penutupan. Model penyuluhan komprehensif ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap promotif-preventif pada remaja sehingga perlu diintegrasikan dalam program edukasi kesehatan di sekolah menengah.Kata kunci: Penyakit gagal ginjal kronik, penyuluhan komprehensif, remaja, edukasi kesehatan