Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Health

DURASI DAN JARAK PENGGUNAAN KOMPUTER HUBUNGANNYA DENGAN KELELAHAN MATA PADA PEKERJA DI PT. PETROKOPINDO CIPTA SELARAS Rohmawati, Fildzatul; Budiono, Nugrahadi Dwi Pasca
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 9, No 2 (2025): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v9i2.31080

Abstract

Kelelahan mata ialah ketegangan dirasakan mata karena adanya gangguan pada indera penglihatan, yang disebabkan karena penggunaan perangkat digital. Kelelahan mata pada pekerja kantor dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk faktor utama nya yakni durasi pemanfaatan komputer sera jarak pemanfaatan komputer. Kebaruan penelitian ini karena meneliti kelelahan mata pada pekerja komputer. Pengkajian ini direalisasikan dengan tujuan dapat menganalisa hubungan durasi penggunaan komputer serta jarak dalam penggunaan komputer atas kelelahan mata pekerja di PT. Petrokopindo Cipta Selaras. Metode kuantitatif diadopsi pada pengkajian ini guna mendorong keberlangsungan dinamika kajian disertai desain cross-sectional tercakup pelibatan pekerja kantor di PT. Petrokopindo Cipta Selaras, dengan sampel sejumlah 92 pekerja yang dihasilkan dari teknik probability sampling dan rumus Slovin. Perolehan pengujian statistik Kontingensi membuktikan bahwa nilai P-value 0,000, dapat diartikan bahwa ditemukan keterkaitan durasi penggunaan komputer dengan kelelahan mata, dan hasil uji statistik kontingensi menujukkan nilai P-value 0,000 yang berarti terdapat hubungan jarak penggunaan komputer dengan kelelahan mata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah seluruh pekerja yang menggunakan komputer merasakan keluhan kelelahan mata baik yang diakibatkan oleh lama penggunaan komputer serta jarak mata dan komputer.
LITERASI KESEHATAN DIGITAL DAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: ANALISIS DARI PERSPEKTIF KESEHATAN MASYARAKAT Rupa Anjeli, A. Maya; Budiono, Nugrahadi Dwi Pasca; Inayah, Zufra; Mindiharto, Sestiono
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 1 (2026): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMM
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i1.37088

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara remaja mengakses informasi kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, namun di sisi lain meningkatkan risiko paparan misinformasi yang dapat memengaruhi perilaku kesehatan. Dalam konteks kesehatan masyarakat, literasi kesehatan digital menjadi kompetensi penting yang menentukan kemampuan remaja dalam memahami dan memanfaatkan informasi kesehatan secara tepat. Penelitian ini menghadirkan kebaruan dengan menempatkan literasi kesehatan digital sebagai determinan perilaku kesehatan reproduksi remaja dalam konteks daerah, khususnya di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, wilayah dengan penetrasi digital tinggi namun masih menghadapi permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi kesehatan digital dan perilaku kesehatan reproduksi remaja menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang pada 420 remaja usia 15–19 tahun yang dipilih melalui multistage random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring terstruktur menggunakan adaptasi eHealth Literacy Scale (eHEALS) dan instrumen perilaku kesehatan reproduksi, serta dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki literasi kesehatan digital rendah hingga sedang dan lebih dari sepertiga menunjukkan perilaku kesehatan reproduksi kurang baik; remaja dengan literasi kesehatan digital rendah memiliki risiko perilaku berisiko yang lebih tinggi (PR = 1,840; CI 95%: 1,320–2,560; p = 0,001). Kesimpulannya, literasi kesehatan digital berperan signifikan dalam membentuk perilaku kesehatan reproduksi remaja, sehingga penguatan literasi digital melalui sekolah, keluarga, dan media kredibel perlu dikembangkan secara berkelanjutan.