Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analysis of the Causes of Medical Records Document Misfiling at Makassar City Regional General Hospital Suhenda, Andi; Barsasella, Diana; Sukawan, Ari; Setiadi, Dedi; Sugiharto, Sugiharto; Akbar, Prima Soultoni
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v19i2.4283

Abstract

The procedure for storing medical record documents (MRDs) involves sorting the records by their medical record numbers before returning them to the medical records department and placing them in storage. This process facilitates the retrieval of required records and streamlines storage operations, thereby preventing misfiling when the documents are needed for patient care. Delays in locating MRDs on the filing racks can result from storage or placement errors, commonly referred to as misfiling. Efficient storage of medical record documents (MRDs) requires proper sorting by medical record numbers before returning them to the filing system. This process ensures quick retrieval and minimizes errors. However, delays in locating MRDs often occur due to misfiling—typically caused by improper storage or placement. This study aims to identify factors contributing to misfiling, focusing on the storage system, alignment, numbering, and human resources. This study is quantitative research with a descriptive design. The analysis used is univariant analysis. The population comprises inpatient medical records returned from the care units after patient discharge during the period of January to December 2023. The sampling method employed is non-probability sampling, specifically using accidental sampling. Among 50 inpatient MRDs stored in the filing room at Makassar City Regional General Hospital, 15 (30%) were misfiled. The factors contributing to the misfiling of medical record documents in the filing room include incompetent medical record personnel, misalignment in the filing system, the absence of tracers, and the lack of an expedition logbook. Misfiling was associated with several factors, including untrained personnel, inconsistencies in the filing alignment, absence of tracers, and the lack of a delivery logbook (previously referred to as an “expedition logbook”) used to track the movement of documents. Addressing these issues may improve filing accuracy and support patient care efficiency.
SOSIALISASI PLATFORM SATUSEHAT DIGITAL DAN APLIKASI MOBILE JKN TERINTEGRASI UNTUK MENDUKUNG LAYANAN PRORITAS NASIONAL DI PUSKESMAS SUKARAME Sukawan, Ari; Lena Suryani K, Dewi; Rahayu, Ayu; Nindiani, Aisah
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 4 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v4i2.116

Abstract

Layanan kesehatan di Indonesia terus bertransformasi menuju sistem kesehatan yang kuat, tangguh dan terintegrasi. Salah satunya dengan melakukan integrasi data rekam medis pasien di fasyankes ke dalam satu platform Indonesia Health Services (IHS) yang diberi nama Satu Sehat dan Aplikasi Mobile JKN mempermudah masyarakat dalam menyusun data Kesehatan secara ringkas dan lebih rapi. Masyarakat juga dapat mengakses informasi layanan konsultasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan ataupun rumah sakit yang resmi dan berlisensi melalui aplikasi ini. Permasalahan yang diangkat pada program ini adalah masyarakat/pasien  khususnya di di Puskesmas Sukarame Kabupaten Tasikmalaya belum terlalu mengenal platform SATU SEHAT dan Aplikasi Mobile-JKN. Metode yang digunakan adalah metode pendidikan masyarakat dilakukan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para kader tentang platform satu sehat digital dan aplikasi mobile JKN terintegrasi untuk mendukung layanan proritas nasional dipuskesmas sukarame dengan  pemberian pre-test, post-. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini bertambahnya pegetahuan para kader dalam melakukan klasifikasi dan kodefikasi penyakit terlihat dari hasil evaluasi kegiatan. Sehingga dengan hasil uji statistic Paired Samples Correlations memiliki hubungan yang kuat dan positif dibuktikan dengan hasil signifikansi dibawah 5% tepatnya 0.003 . dengan adanya kegiatan sosialisasi ini para kader puskesmas sukarame sangat berterima kasih kepada tim pengabdian masyarakat tentunya bisa di implementasikan nantinya. Mereka juga berharap kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat dapat diselenggarakan secara rutin.
Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama Sukawan, Ari
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v7i1.10837

Abstract

One of the supporting units in the hospital, namely medical records, is a manual / electronic record carried out by health care providers such as diagnosis. One of the medical record activities is to code the disease. Coding is the provision of alphanumeric symbols carried out by the coder. The diagnosis coding provided must be correct in accordance with the codes listed in ICD-10, the correct coding will affect hospital health financing. The research was conducted at Medika Citra Utama Hospital. This study aims to describe the coding procedures and accuracy of disease diagnosis using a cross sectional design. The population of cases in this study were medical records of dengue haemorrhagic fever patients from January to December 2022. The number of samples was 98 medical records. The sampling technique used was simple random sampling. The results of the study of diagnosis coding procedures carried out by the coder have not been in accordance with the steps that have been determined by ICD-10 volume 2 due to the busyness of officers in carrying out other activities and there are 78.6% of medical records that are appropriate and in accordance with the results of clinical examinations, 21.4% of medical records that are not appropriate and do not match the results of clinical examinations resulting in pending claims at the hospital. The conclusion of this study is that coder officers are expected to do coding referring to ICD-Volume 2 and pay attention to clinical examination in order to get accurate coding so that hospital claims are claimed on time.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT BERBASIS WEB DI UPTD PUSKESMAS PANJALU Zulfikar, Fikri Muhamad; Sukawan, Ari; Suhenda, Andi; Fadly, Fery
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3.3138

Abstract

Kepuasan pasien dapat diartikan sebagai suatu sikap konsumen yakni beberapa derajat kesukaan atau ketidaksukaanya terhadap pelayanan yang diberikan. Kepuasan pasien diperoleh dengan melakukan survei kepuasan masyarakat yang disebut dengan indeks kepuasan masyarakat. Pusat Kesehetan Masyarakat (Puskesmas) Panjalu, merupakan salah satu Puskesmas yang sudah menerapkan Indeks Kepuasan Masyarakat secara manual untuk menunjang mutu pelayanan kesehatan. Penilitian ini betunjuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pada proses pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat dengan melakukan perancangan aplikasi Indeks Kepuasan Masyarakat berbasis website. Perancangan aplikasi Indeks Kepuasan Masyarakat ini dimulai dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Metode perancangan sistem yang digunakan pada aplikasi merupakan metode Prototipe. Aplikasi Indeks Kepuasan Masyarakat dirancang sesuai dengan kebutuhan di UPTD Puskesmas Panjalu sehingga nantinya dapat membantu meningkatkan mutu pelayanan.