Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Asam Klorogenat dan Senyawa Volatil Seduhan Kopi Robusta Temanggung dengan Dripper Gerabah dan Plastik Rokhmah, Laela Nur; Seno, Binardo Adi; Nugroho, Agung
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i2.14585

Abstract

Asam klorogenat dan senyawa volatile merupakan senyawa penciri pada kopi. Asam klorogenat merupakan senyawa yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Keberadaan senyawa volatil berperanan dalam fragrance, aroma  dan  flavor kopi. Keberadaan keduanya dipengaruhi oleh banyak hal termasuk bahan alat seduh kopi dalam hal ini yang digunakan adalah dripper. Dripper yang digunakan terbuat dari plastik dan gerabah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asam klorogenat dan senyawa volatile pada seduhan kopi robusta Temanggung dengan  menggunakan dripper berbahan gerabah dan plastik. Penelitian ini menggunakan kopi Robusta Temanggung, mesin roasting, alat seduh kopi, dripper berbahan gerabah dan plastik serta GCMS. Analisa asam klorogenat dan senyawa volatile digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan asam klorogenat berbeda nyata pada hasil seduhan plastik dan gerabah. Nilai tertinggi ditunjukkan pada seduhan menggunakan dripper gerabah yaitu, 97,1 μg/mL sedangkan pada dripper plastik 93 μg/mL. Senyawa volatile berbeda nyata pada hasil seduhan dripper gerabah dan plastik. Konsentrasi asam asetat, asam n-butirat, asam isovalerat dan asam valerat untuk dripper gerabah lebih tinggi dibandingkan plastik. Sedangkan konsentrasi Asam propionat lebih tinggi pada hasil seduhan kopi menggunakan dripper plastik.
CHEMICAL AND BIOLOGICAL CHANGES IN KOMBUCHA FROM BLACK TEA, PINNEAPPLE AND MANGO Milatina, Nada Ila; Khasanah, Aprilia Nur; Sari, Evida Agustina; Rokhmah, Laela Nur
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/fwzfv410

Abstract

Kombucha is a beverage made by fermenting tea or fruit with added sugar and a scoby. A scoby (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) is a starter that breaks down sugar into acetic acid and alcohol. This study used tea, Indramayu mango, and Honi pineapple. This study was conducted with observations on days 0, 7, and 14 by measuring pH, reducing sugar, alcohol, and scoby weight. The purpose of this study was to observe chemical and biological changes using different media. The results showed that fermentation occurred during this period. The longer the fermentation, the lower the pH level in all media and the sugar content also decreased. The longer the fermentation, the higher the alcohol content as a result of the fermentation process. The highest alcohol content was in pineapple kombucha with 3.25% on day 14. Increasing the fermentation time showed an increase in scoby weight. The results indicate that the media can be used as a kombucha medium. The fermentation time and sugar addition affect the quality of the final product.
MOISTURE CONTENT, TEXTURE, AND SENSORY PROPERTIES OF CHICKEN SAUSAGE WITH TEMPEH FLOUR, ARROWROOT FLOUR AND CARRAGEENAN SUBSTITUTION Saputri, Diva Eka; Afrizal, Muhammad Handan; Rokhmah, Laela Nur; Seno, Binardo Adi; Hasbullah, Umar Hafidz Asy’ari
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/wsmcb806

Abstract

Sausage is a processed minced meat product with added fillers, emulsifiers, and flavor enhancers. In line with the trend of reducing low-fat consumption, many animal-based products are being partially or completely substituted with plant-based ingredients. This study aims to formulate and characterize sausages by adding tempeh flour as the main meat substitute protein and arrowroot flour as a filler with five percentage ratios (0:80; 20:60; 40:40; 60:20; 80:0) to the total dough. The study used a completely randomized design with one factor and analyzed the texture, moisture content, and sensory data using descriptive statistical methods. The results showed that the higher the tempe flour substitution, the more brittle the texture became. Conversely, the higher the arrowroot flour content, the higher the firmness value. Based on sensory tests for taste, color, and overall texture, sausages with the highest proportion of arrowroot flour were actually preferred.
Karakteristik Kimia dan Sensori Mie Basah Bebas Gluten Berbahan Oat, Tepung Beras dan Tepung Tapioka Prabowo, Sapartina Daliyanti; Seno, Binardo Adi; Rokhmah, Laela Nur
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 1 : JUNI 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i1.4451

Abstract

Mi adalah salah satu makanan yang terbuat dari tepung gandum dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain dan bahan tambahan makanan. Agar didapatkan tekstur kenyal dan elastis, dalam pembuatannya, ditambahkan dengan tepung tapioka. Oat merupakan gandum utuh, yang termasuk karbohidrat komplek, sehingga dibutuhkan waktu pencernaan yang lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi mi bebas gluten menggunakan tepung beras, oat dan tepung tapioka, menguji karakteristik kimia dan sensoris. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor perlakuan yaitu perbedaan persentase oat dan tepung beras. Kadar air tertinggi dari ketiga formulasi ditunjukan pada perlakuan 60:40 sebesar 69,06%. Hasil pengujian kadar abu  tertinggi dari formulasi perlakuan 60:40 dan 50:50 menunjukan kadar abu dengan hasil yang sama 0,12% . Kadar karbohidrat tertinggi yakni pada perlakuan 50:50 sebesar 23,49%. Kadar lemak tertinggi pada perlakuan 50:50 sebesar 1,88%. Hasil pengujian kadar protein formulasi mi bebas gluten secara beruntut dari yang terbesar pada perlakuan 50:50 yakni 7,75% diikuti dengan perlakuan 60:40 sebesar 6,76% selanjutnya perlakuan 40:60 sebesar 6,45%. Formulasi yang dinilai terbaik adalah mi pada perlakuan 60:40. Hal ini dapat dilihat dari tingkat kesukaan panelis tertinggi, pada 4  paramater dari 5 parameter yang diujikan.
PENYULUHAN BAHAYA PENGGUNAAN MINYAK GORENG BEKAS PAKAI TERHADAP KESEHATAN PADA IBU-IBU PKK DI KELURAHAN PURBAYAN KECAMATAN BAKI SUKOHARJO Prabandari, Anggraeni Sih; Rokhmah, Laela Nur; Sari, Ajeng Novita; Pramonodjati, Fredericus; Utami, Nataly Ayu
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, April 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/g59age11

Abstract

Minyak goreng menjadi kebutuhan pokok manusia. Tingkat konsumsi minyak goreng terus meningkat dipicu munculnya aneka jenis makanan yang diolah dengan cara menggoreng (deep fry). Meningkatnya kebutuhan akan minyak goreng dan mahalnya harga minyak goreng di pasaran memicu munculnya perilaku menggunakan minyak goreng berulang kali. Hal ini berbahaya bagi kesehatan karena pemanasan pada suhu tinggi menyebabkan hilangnya vitamin dan antioksidan di dalam minyak serta memicu timbulnya radikal bebas dan zat karsinogenik. Kegiatan edukasi dampak konsumsi minyak jelantah bagi kesehatan telah dilakukan pada ibu-ibu PKK Rt 03 RW 09 Kelurahan Purbayan Kecamatan Baki Sukoharjo pada hari Sabtu, 09 Desember 2023. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 26 orang. Materi disampaikan melalui ceramah ilmiah dilanjutkan diskusi dan tanya jawab. Dalam kegiatan ini juga digali informasi tentang kebiasan penggunaan minyak goreng pada masyarakat. Setelah diberikan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan peserta menjadi “sangat memahami/sangat baik” yang dukur dari kuisioner sebelum dan setelah kegiatan edukasi dilaksanakan.
Perubahan Karakteristik Fisik Biji Kopi Yang Ditambahkan Sorbitol Selama Penyangraian Hasbullah, Umar Hafidz Asy'ari; Hikmahyuliani, Hikmahyuliani; Maharani, Zulfah; Rokhmah, Laela Nur
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i2.3218

Abstract

Penambahan sorbitol dalam biji kopi akan berdampak terhadap perubahan yang terjadi selama penyangraian. Perubahan yang paling nampak ialah karakteristik fisik biji kopi. Penelutian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian sorbitol dalam biji kopi terhadap perubahan fisik biji kopi arabika dan robusta selama penyangraian. Penyangraian dilakukan pada tiga tingkat sangrai (light, medium, dan dark). Sorbitol ditambahkan dalam biji sebanyak 10% (b/b). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sorbitol dalam biji kopi arabika dan robusta dapat meningkatkan rendemen, densitas, kadar air, densitas dan kecepatan kenaikan suhu sangrai. Nilai seluruh parameter pada varietas robusta dan arabika setelah ditambahkan sorbitol menjadi setara dibandingkan perlakuan tanpa sorbitol. Peningkatan tingkat sangrai pada biji kopi yang ditambahkan sorbitol cenderung tidak mempengaruhi perubahan nilai rendemen, densitas dan kadar air biji kopi sangrai.
Empowering Pelajar Melalui Pelatihan Kewirausahaan : Pengembangan Pengemasan dan Pelabelan Produk Lossava Laela Nur Rokhmah; Binardo Adi Seno Mawarno; Jayanti Rahayu; Evida Agustina Sari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4485

Abstract

Students are potential group for fastering entrepreneurial spirit from an early age. However, limited skills in packaging and product labeling pose challenges in developing that potential. This community service activity aimed to enhance student’s entrepreneurial spirit through entrepreneurship training focused on packaging and labeling of Lossava (long cassava), a cassava-based product developed as part of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). The methods used were pretest, lecture-based counceling, hands-on practice and posttest. The results showed an increased in partisipants’ understanding, with an average score improvement from 8.0 to 9.5. Students successfully selected functional and attactive packaging designs and created labels in accordance with food labeling production costs and product pricing, with the simulation showing a viable selling proce and significant profit margin. This activity not only provided technical entrepreneurships skills but also instilled values of independence, critical thingking, and creativity in line with the Pancasila student profile. The results indicate that practical based training effectively improves students entrepreneurial competencies and is replicable in other educational settings.   ABSTRAK Pelajar merupakan kelompok potensial dalam membangun kewirausahaan sejak dini. Akan tetapi kurangnya ketrampilan dalam pengemasan dan pelabelan produk menjadi tantangan dalam mengembangkan potensi tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan pelajar melalui pelatihan kewirausahaan dengan fokus  pada pengemasan dan pelabelan produk Lossava (Long Cassava), produk olahan singkong yang dikembangkan dalam konteks Projek Penguatan Profil Pelajara Pancasila (P5).  Metode kegiatan meliputi pretest, penyuluhan, praktik langsung dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari skor rata-rata 8,0 menjadi 9,5 setelah pelatihan. Pelajar mampu memilih desain kemasan fungsional dan menarik serta menyusun label sesuai standar informasi pangan. Selain itu, peserta juga dilatih menghitung harga pokok produksi dan harga jual. Simulasi menunjukkan produk layak dijual dengan margin laba yang signifikan. Kegiatan ini tidak hanya membekali pelajar dengan keterampilan teknis kewirausahaan, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian, berpikir kritis dan kreatif sesuai profil pelajar Pancasila. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif meningkatkan kompetensi kewirausahaan pelajar dan dapat direplikasi dalam konteks pendidikan lainnya.
KAJIAN KADAR ASAM FITAT DAN KADAR PROTEIN SELAMA PEMBUATAN TEMPE KARA BENGUK (Mucuna pruriens,L) DENGAN VARIASI PENGECILAN UKURAN DAN LAMA FERMENTASI Anam, Choirul; Handayani, Sri; rokhmah, Laela Nur
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.532 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13620

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengecilan ukuran biji kara benguk (Mucuna pruriens,L) dan lamafermentasi terhadap kadar asam fitat dan kadar protein pada pembuatan tempe kara benguk (Mucunapruriens,L). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yangterdiri dari dua faktor yaitu variasi pengecilan ukuran (3 macam) serta variasi lama fermentasi (5 macam).Hasil penelitian menunjukkan setiap 12 jam waktu fermentasi untuk ketiga jenis ukuran biji kara benguk, kadarasam fitat terendah dan kadar protein terlarut tertinggi didapatkan pada tempe kara benguk biji giling. Padafermentasi 36 jam untuk ketiga jenis ukuran biji diperoleh asam fitat terendah selama fermentasi yaitu 3,32mg/g; 1,98 mgr/g dan 1,16 mg/g. Kadar protein terlarut tertinggi selama fermentasi juga diperoleh padafermentasi 36 jam yaitu 19,51mg/g; 23,73 mg/g dan 24,89 mg/g.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lama fermentasi dan ukuran biji kara bengukberpengaruh pada kadar asam fitat dan kadar protein terlarut pada tempe kara benguk. Semakin lama fermentasitempe kara benguk maka kadar asam fitat semakin rendah dan kadar protein terlarut semakin tinggi. Semakinkecil ukuran biji tempe kara benguk, maka kadar asam fitat semakin rendah dan kadar protein terlarutnyasemakin tinggi. Tempe kara benguk biji giling fermentasi 36 memiliki kadar asam fitat terendah dan kadarprotein terlarut tertinggi dari semua sampel dengan variasi lama fermentasi dan pengecilan ukuran. Waktuoptimal fermentasi yaitu 36 jam karena untuk pengujian protein terlarut dan asam fitat tidak berbeda nyatatermasuk teksturnya sudah cukup kompak.
INOVASI “LOSSAVA” SEBAGAI BENTUK PEMANFAATAN PANGAN LOKAL SINGKONG DI SMP ISLAM AL-AZHAR CAIRO SUKOHARJO Binardo Adi Seno Mawarno; Laela Nur Rokhmah; Jayanti Rahayu; Evida Agustina Sari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v13i1.8521

Abstract

The indicator of achievement in this community service activity is the creation of a high-value cassava product that is popular with the younger generation and has the potential to become an entrepreneurial product using simple equipment. The product produced is a long cassava stick called “Lossava,” inspired by a similar potato-based product widely sold in shopping malls. The activity was conducted through lectures and discussions on cassava as the primary raw material, followed by practical sessions on the production of “Lossava” and an evaluation phase, involves testing sensory characteristics, including taste, aroma, texture and overall acceptability of the products. The community service activity received a positive response from the students of SMP Al Azhar Cairo, who actively participated in the product creation process from raw material preparation, processing, to packaging, resulting in a new product not yet available in the market and favored by the participants. Going forward, it is hoped that the product innovation can be utilized as an entrepreneurial opportunity among teenagers, particularly at SMP Al-Azhar Cairo Sukoharjo, which also incorporates entrepreneurship education into its learning activities.
Studi Formulasi Hard Candy dan Daya Terima Ekstrak Daun dan Sari Buah Kersen Rokhmah, Laela Nur; Cahyaningrum, Rahmadhani; Seno, Binardo Adi
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.19334

Abstract

Permen keras merupakan jenis permen non kristalin yang memiliki tekstur keras dengan suhu pemasakan yang tinggi (140oC-150oC) dengan ciri yaitu memiliki tekstur keras dan memiliki penampakan bening serta mengkilat. Kersen (Muntingia calabura L) umumnya terkenal dengan nama ceri atau talok. Kandungan daun kersen adalah flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, triterpenoid, glikosida, antrakinon dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk permen keras baru dari ekstrak daun dan sari buah kersen, mengetahui formulasi yang tepat, sifat fisik, kimia dan sensoris yang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai inovasi produk dan pengembangan bahan pangan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) ini menggunakan 1 perlakuan yaitu perbandingan ekstrak daun dan sari buah kersen, sedangkan variabel terikat yang di uji adalah tekstur, warna, total fenol dan organoleptik. Perbandingan ekstrak daun dan sari buah kersen yang digunakan adalah 1 : 1. Formulasi perlakuan terbaik uji kimia pada pembuatan permen keras dengan perlakuan ekstrak daun kersen 30 ml : 100 g sukrosa : 100 g glukosa dan total fenol sebanyak 0,213 mg/g. Uji senoris terbaik adalah formulasi permen keras dengan perlakuan ekstrak daun 15 ml : 15 ml sari buah kersen : 100 g sukrosa : 100 g glukosa.