Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Metode Directed Reading Thinking Activity (DRTA) Terhadap Kemampuan Memahami Unsur Intrinsik Teks Fabel Oleh Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 7 Medan Tahun Pelajaran 2022/2023 Halimah Ahmad, Nur; Syamsuyurnita, Syamsuyurnita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Directed Reading Thinking Activity (DRTA) terhadap kemampuan memahami unsur intrinsik teks fabel pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 7 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi terdiri dari 144 siswa, dan sampel diambil dari kelas VII-4 (kelas eksperimen, 26 siswa) dan VII-5 (kelas kontrol, 28 siswa), sehingga total sampel berjumlah 54 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman unsur intrinsik fabel, dan analisis data dilakukan dengan Uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (85,09) dengan kelas kontrol (66,29), dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05). Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan metode DRTA berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan memahami unsur intrinsik teks fabel. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima, yang berarti metode DRTA efektif digunakan dalam pembelajaran teks fabel di tingkat SMP.
Pembelajaran Bunyi Bahasa Indonesia Menggunakan Metode Field Trip pada Siswa Muslim Suksa School, Thailand Fahreza, Shinta Adelia; Syamsuyurnita, Syamsuyurnita
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 4 No. 1 (2024): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v4i1.1898

Abstract

Field trip is a teaching and learning method through visiting a place and using Indonesian as a comparison of the meaning of Tagalog itself. The method used in this research is a qualitative descriptive method. According to Mukhtar (2013: 10), the qualitative descriptive research method is a method used by researchers to find knowledge or theory regarding research at a certain time. From the percentage of words prepared by the students spoken, the total number of words spoken was 14 words with the number of students tested being 5 people. Based on figure 1, it can be concluded that: [1] The student named Anurak got a percentage of 9% in the number of correct language sounds, [2] the student named Narong got a percentage of 28% in the correct number of language sounds, [3] the student named Songkarn managed to get a percentage of 27% in the correct number of language sounds, [4] the student named Malivalaya managed to get a percentage of 18%.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe ENE (Example Non Example) dalam Meningkatkan Pembelajaran Hak dan Kewajiban di Kelas 4 SB Kamus Gombok Utara Musbar, Doni; Nasution, Ismail Saleh; Saragih, Mandra; Syamsuyurnita, Syamsuyurnita
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karena berpikir adalah aktivitas alamiah dari orang-orang yang cerdas, maka pembelajaran sebagian besar terdiri dari aktivitas berpikir. Pendidikan sangat penting untuk menjamin kemakmuran dan kelangsungan hidup suatu negara. Pendidikan Kewarganegaraan mencakup pelajaran tentang hak dan tanggung jawab; pelajaran ini sangat penting ketika mengajar di tingkat sekolah dasar. Hasil temuan penelitian di SB Kamus Gombok Utara menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang saat ini digunakan masih mengandalkan teknik pembelajaran tradisional seperti ceramah, tanya jawab, dan penugasan. Dalam konteks di mana proses belajar mengajar cenderung berpusat pada instruktur dan mengakibatkan berkurangnya keterlibatan siswa, penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan paradigma pembelajaran example non example. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan mendorong partisipasi aktif siswa. Fokus utama dari upaya ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang hak dan tanggung jawab mereka dalam mata pelajaran PKN di kelas IV SD Negeri 1 Gombok Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran example non example memberikan dampak yang signifikan terhadap pemahaman siswa tentang hak dan kewajibannya. Nilai signifikansi hitung sebesar 0,009, yang melebihi nilai kritis t tabel sebesar 1,943, menunjukkan efektivitas pendekatan pembelajaran ini dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang hak dan kewajibannya. Secara keseluruhan, penelitian ini mengonfirmasi bahwa pemanfaatan model pembelajaran example non example dapat memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman siswa tentang hak dan kewajibannya dalam mata pelajaran PKN pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Gombok Utara. Sebagai akibatnya, penelitian ini berhasil mencapai tujuannya dan memperkuat validitas model pembelajaran yang digunakan.
Pengaruh Metode Role Playing Terhadap Kemampuan Siswa Dalam Memahami Cerita Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SD Thailand Syahputri, Salwa; Nasution, Ismail Saleh; Syamsuyurnita, Syamsuyurnita
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran yang di pergunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar masih mengacu pada pembelajaran konvensional. Didalam pembelajaran guru sering tidak melibatkan peserta didik secara langsung dalam proses pembelajaran, tidak maksimalnya sebuah pencapaian nilai seorang peserta didik ini bisa menjadi acuan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan selama belajar mengajar belum efektif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, adakah Pengaruh Metode Role Playing Terhadap Kemampuan Siswa Dalam Memahami Cerita Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SD Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Metode Role Playing Terhadap Kemampuan Siswa Dalam Memahami Cerita Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SD Thailand. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen, populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SD Thailand. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas IV sebagai kelas kontrol yang berjumlah 12 peserta didik dan kelas V sebagai kelas eksprimen yang berjumlah 16 peserta didik. Sampel ini di ambil dengan cara random sampling tekhnik acak kelas dari populasi yang dilakukan secara acak dan tanpa memperhatikan strata didalam populasi itu sendiri. Hasil penelitian uji hipotesis tes yang dilaksanakan pada kelas eksprimen dan kelas kontrol menggunaka uji-t nilai yang di peroleh adalah 87,744> ttabel yaitu 1.688 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan bahwa terdapat Pengaruh Metode Role Playing Terhadap Kemampuan Siswa Dalam Memahami Cerita Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SD Thailand.
IMPROVING THE LEARNING OUTCOMES OF GRADE V STUDENTS IN SCIENCE THROUGH ELEMENTARY SCHOOL SCIENCE KIT MEDIA Sianturi, Septriyanti Sianturi; syamsuyurnita, Syamsuyurnita; Siregar, Silsia Risqha revolina
Jurnal PTK dan Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/ptk.v10i2.13894

Abstract

This study is a classroom action research to improve students' IPAS learning outcomes about sound and its properties through science kits. Science kits are didactic tools used in science learning and include whips, whips, funnels, balances, and others. This research was conducted in 2 cycles and pre-cycle, and each cycle consisted of 2 meetings. This PTK research consists of 4 stages, namely the planning stage, the implementation stage, the observation stage, the evaluation and reflection stage. This research was conducted in the odd semester of the 2024/2025 school year. The sample of this study included all 5th-grade students of SD Negeri 066054 Medan, totaling 23 people. The research data were collected through observation and tests. The tests used in this study consisted of 5 multiple-choice questions and 5 description questions. This research was described quantitatively and qualitatively. The data were analyzed using N-gain with 70% completeness criteria according to KKTP. The results of this study indicate that student learning outcomes have increased. In cycle I there was an increase of 36%, while in cycle II there was an increase of 48%, and all students it"s completed in their learning outcomes. The increase in learning outcomes from cycle I to cycle II increased by 12% because on cycle II learning was more optimal in the learning process.  
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYUSUN KATA PADA SISWA MENGGUNAKAN METODE SCRAMBLE DI SANGGAR BELAJAR KAMPUNG BHARU MALAYSIA Miftahussudur, Miftahussudur; Syamsuyurnita, Syamsuyurnita
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 8 No. 1: APRIL (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v8i1.17771

Abstract

This study aims to improve students' word arranging skills at Kampung Bharu Learning Center, Malaysia, using the Scramble method. The research method used is Classroom Action Research (CAR) with a descriptive qualitative approach. The research subjects consisted of 20 students, divided into 12 females and 8 males. The study was conducted in two cycles, each consisting of planning, action implementation, observation, and reflection. Data collection techniques included observation, word arranging ability tests, student response questionnaires, and documentation. The results showed that the Scramble method was effective in enhancing students' word arranging skills, as indicated by the increase in average scores from 58% in the pre-cycle to 72% in the first cycle and 85% in the second cycle. Moreover, this method also increased student participation in learning from 40% in the pre-cycle to 70% in the first cycle and 90% in the second cycle. Student responses to the Scramble method were very positive, with 85% stating that the method helped them understand the material, 80% feeling more confident, and 90% finding the learning process more enjoyable. Based on these results, it can be concluded that the Scramble method is effective in improving students' word arranging skills and can be used as an innovative and enjoyable learning alternative. 
Pemanfaatan Alat Peraga Matematika Kotak Perkalian Dalam Meningkatan Minat Belajar Numerasi Di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia Simamora, Suryani Parningotan; Sari, Suci perwita; Nasution, Ismail Saleh; Saragih, Mandra; Nasution, Dewi Kesuma; Syamsuyurnita, Syamsuyurnita
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 24 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10438761

Abstract

Numeration is the ability to apply the concept of numbers and mathematical operations in everyday life. Such research is a qualitative descriptive method with case studies. Data collection techniques are interviews, observation and documentation. Many students still do not understand arithmetic. things. This is because students are less trained in various things in the form of arithmetic. It could also be one of the causes of the low numeracy skills of Grade 4 students at the Guidance Center of Kampung Bharu Malaysia. Students need to understand multiplication learning because it is needed in everyday life. As a teacher, it is therefore important to apply what you have learned to numbering at a minimum: one day and one hour to add up the number of students. This being an important reason for teachers to innovate learning to count means being a facilitator and observer, from teacher to student. user, developer, and maker; The teacher's innovation process in the three stages of learning to count through: introductory concepts, transitions/stages and symbol stages; and the impact of teacher innovation. The multiplication box learning method to increase logical-mathematical intelligence in the sense of logical thinking, can add storage, can categorize, can add numbers, can learn to act, to become a problem solver, to understand cause and effect and to be able to do it to increase accuracy. (1) this environment includes aspects such as: interesting, fun and increases student creativity (2) The quality of quantitative media in learning Visual Figures is "very good" with an average of 3.3. (3) Student test scores using supporting media to solve open-ended questions after learning the number of degrees related to numbers increased by 128.2% and students participated more actively in the learning process.
Pengembangan Silabus dan Rencana Pembelajaran Mata Kuliah Kemuhammadiyahan di Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Nurzannah, Nurzannah; Syamsuyurnita, Syamsuyurnita; Pasaribu, Munawir
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.4623

Abstract

Silabus matakuliah Kemuhammadiyahan di Program Studi Pendidikan Agama Islam UMSU, masih harus disesuaikan dengan kebutuhan lulusan. Rumusan Kompetensi Dasar, metode dan capaian pembelajaran yang terdapat dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS), masih belum sesuai dengan standar teori perumusannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rumusan silabus dan RPS,  serta mengembangkan Silabus dan RPS matakuliah Kemuhammadiyahan bagi mahasiswa Program Studi PAI UMSU. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode Desain Berbasis Riset. Langkah-langkah penelitiannya; identifiksasi dan analisis masalah, merancang produk, uji validitas isi oleh para ahli dan revisi, serta melakukan refleksi produk. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik analisis dokumen, wawancara, dan Focus Group Discussion, seta review rancangan oleh pakar.  Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dilakukan secara interaktif.dan berlangsung. secara kontinu. Adapun langkah-langkah penelitian datanya adalah reduksi data, display data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konten Silabus matakuliah Kemuhammadiyahan di Prodi PAI UMSU  masih kurang sesuai dengan kebutuhan lulusan. Semua Kompetensi Dasar yang dirumuskan menggunakan kata kerja non operasional. Metode yang dicantumkan bersifat konvensional. Rumusan capaian pembelajaran masih pada level C1 dan C2 dengan kategori LOTS. 2) Pengembangan silabus Kemuhammadiyahan Prodi PAI ditambah dengan beberapa pokok bahasan dari kurikulum Kemuhammadiyahan tingkat SMA. Pengembangan RPS dilakukan dengan merumuskan Kompetensi Dasar menggunakan kata kerja operasional. Metode yang dicantumkan harus dapat memicu berfikir kritis, kemampuan menalar, dan berpusat pada mahasiswa. Perumusan capaian pembelajarannya harus pada level C3-C6 (HOTS).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASE LEARNING BERBASIS BUDAYA LOKAL MASYARAKAT THAILAND UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DISEKOLAH DASAR Sitohang, Sahputra Apriano; Nasution, Ismail Saleh; Syamsuyurnita, Syamsuyurnita
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24016

Abstract

Pembelajaran konvensional di dalam kelas sering dianggap oleh siswa sebagai sesuatu hal yang tidak menarik dan membosankan. Hal ini merupakan salah satu penyebab rendahnya motivasi dan hasil belajar peserta didik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Penguasaan Konsep peserta didik dengan model PBL yang memanfaatkan media lingkungan sekitar thailand . Metode penelitian menggunakan metode design single study yaitu desain penelitian dengan kasus tunggal. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VI tahun ajaran 2022/2023 dengan jumlah total 25 siswa kelas 6 dan 20 kelas 5 . Pengambilan sampel penelitian menggunakan tekhnik purposive sampling dan dilanjutkan dengan Cluster random sample (tekhnik sampel area). Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan PBL. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata peserta didik yang mengalami peningkatan. Nilai rata-rata pretest untuk kelas konvensional pada penguasaan konsep kehati adalah 30,3. Nilai rata-rata postest untuk penguasaan konsep kehati adalah 62.6. Nilai rata-rata pretest untuk kelas eksperimen pada penguasaan konsep kehati adalah 33,9. Nilai rata-rata postest untuk penguasaan konsep kehati adalah 75,4. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Penggunaan model pembelajaran PBL dengan lingkungan sebagai media pendukung pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di Muslim Suksa School.
PENGAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENGENALAN KATA DASAR PADA SISWA MUSLIM SUKSA SCHOOL THAILAND Harahap, Zihan Manja Anggita; Syamsuyurnita, Syamsuyurnita
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26902

Abstract

Pengajaran ini ditujukan kepada Muslim Suksa School Thailand. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Materi yang disampaikan bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa bahwa BIPA Pengenalan kata dasar pengenalan kata dasar merupakan pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing dan bukan bahasa kedua. Bahasa Indonesia diajarkan agar orang asing dapat hidup dan sintas dalam alam dan budaya indonesia. Salah satu kerangka yang digunakan adalah CEFR (Common European Frame of Reference) for language, tapi saat ini sudah ada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) BIPA Pengenalan kata dasar yang dirancang oleh Kemdikbud yang bisa di Gabungkan di Suksa School Thailand . Dalam pembelajaran BIPA Pengenalan kata dasar ada beberapa yang harus diperhatikan diantaranya strategi dan media pembelajaran BIPA Pengenalan kata dasar melalui pengenalan kata dasar pada siswa. Metode diskusi juga digunakan untuk tanya jawab dengan siswa terkait dengan pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan.