Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI PKN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V Renaldi, M.; Syamsuyurnita, Syamsuyurnita; Saragih, Mandra; Nasution, Ismail Saleh
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i2.1041

Abstract

The purpose of this research is to determine the effect of the Discovery learning model in Civics material on the critical thinking abilities of fifth grade students. The research uses quantitative methods with the discovery learning model. The Quantitative method is research that uses a lot of numbers, starting from the data collection process to its interpretation. This research was carried out in class V of the Gombak Selangor Malaysia DICTIONARY Learning Studio. using a population of 8 students who were also used as samples. This sampling technique uses a saturated sampling technique, where this technique makes the entire population the sample. The results of data analysis after the t-test data on pretest and posttest scores showed that from the 8 samples obtained an average score of 76.60 with a standard deviation of 10.784 and the average posttest score was 87.25 with a standard deviation of 6.798. After testing the hypothesis the tailed sig value is 0.000 < 0.05, a decision can be made that Ha is accepted. In other words, the discovery learning learning model in PKN learning has an influence on class V students of the KAMUS Study Studio, North Gombak, Selangor, Malaysia.
Meningkatkan Kecerdasan Emosioanal melalui Teknik Assertive pada Siswa Kelas 2 SMA Ramadhan, Ardiansyah; Ngayomi, Sri; Hasibuan, Fauzi; Saragih, Mandra
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1512

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan penting yang membantu individu mengelola emosi dan membangun hubungan interpersonal yang sehat. Upaya peningkatan kecerdasan emosional melalui teknik assertive dilakukan untuk membantu siswa kelas 2 dalam mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif dan mengurangi konflik sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan Untuk meningkatkan kecerdasan emosional melalui teknik assertive pada siswa kelas 2 SMA Tarkeeyahtul Ummah School Thailand. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen, dengan desain Pre Eksperimen (pretest - perlakuan- posttest). Hasil pre-test menunjukkan rata-rata subjek penelitian 85,5 memiliki tingkat kecerdasan emosional yang Low Average (dibawah rata-rata), dan hasil posttest menunjukkan rata-rata subjek penelitian 110 memiliki tingkat kecerdasan emosional yang Average ( rata-rata).Hasil analisis uji t untuk menguji perbedaan rata-rata data pretest dan posttest dk = 6, α = 0,05 di peroleh t (hitung) = 11, 9598 > t (table)= 1, 94318, disimpulkan ada perbedaan secara signifikan rata-rata skor pretes dengan Rata-rata skor postes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecerdasan emosional siswa sebelum dan sesudah diberikan teknik assertive training. Kesimpulan meningkatnya tingkat kecerdasan emosional siswa kelas 2 SMA Tarkeeyahtul Ummah school Thailand dari kategori Law Average menjadi kategori Average melalui kegiatan layanan teknik assertive.
Solidarity-Based Content Sharing on Social Media: A Closer Look at the Language Style among Millennial Social Platform Users Saragih, Mandra; Aisyaroh, Yola Ayudi
International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Том 1 № 03 (2023): International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/ijmars.v2i01.334

Abstract

Social Media platforms have shaped diverse linguistic issues through informal language use, language adaptation and change, linguistic creativity and global communication. The current study reveals the issues about investigating about language style and linguistic form of solidarity expression used by the millennial community on social media platforms. Thirty respondents who aged about 23-43 years old considered as millennial participated in this study and inquired through open-ended questionnaire.  The data was probed by using grounded theory proposed by Creswell. The findings exposed that language style were realized for certain communication purposes and based-social context oriented, solidarity expression was shown through a different linguistic form to reveal ideas, feeling, empathy, caring, respect, moral justice and kinds of arguments. after deeply investigated, there were four types of language styles that are dominantly used by millennial on this social media platform, namely formal language style, informal language style, slang language style and colloquial language style, unfortunately, many people abuse social media as a platform for venting their anger and their disappointment by using disrespectful language and behaviors are frequently observed online. Consequently, this scholarly paper also provides advice on the user of social media platform must possess a range of skills including linguistic knowledge, sociocultural knowledge, and the ability to use language in appropriate ways depending on the specific communicative context.
Pengaruh Penerapan Ice Breaking Terhadap Pembelajaran Dalam Menarik Minat Dan Efektivitas Siswa Di Sanggar Bimbingan Belajar Muhammadiyah Kampung Bharu Malaysia Rangkuti, Dewi Auriyanti; Sari, Suci Perwita; Saragih, Mandra; Nasution, Ismail Saleh
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ice breaking dalam pembelajaran, dapat secara integratif atau secara khusus diberikan dalam sela atau jeda dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui pengaruh penerapan ice breaking terhadap pembelajaran dalam menarik minat dan efektivitas siswa di sanggar bimbingan belajar Muhammadiyah Kampung Bharu Malaysia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian Lapangan (Field Research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking memberikan dampak yang baik untuk anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini diketahui melalui: Pertama, Ice breaking dapat membantu membangun kepercayaan diri, memperkuat hubungan antar siswa, mengurangi kecanggungan, dan menciptakan lingkungan yang positif untuk pembelajaran atau kerjasama lebih lanjut. Kedua, Ice breaking menghilangkan rasa bosan. Ketiga, Menarik minat anak. Keempat, meningkatkan efektifitas pembelajaran.
Unpacking the opportunities and challenges in learning speaking online during Covid-19 outbreak: A case-study of Indonesian EFL college students Syafrayani, Putri Rizki; Ginting, Pirman; Hasnah, Yenni; Saragih, Mandra
Englisia: Journal of Language, Education, and Humanities Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ej.v9i2.10940

Abstract

The challenges brought by Covid-19 have threatened not only the economy and health fields but also the educational sectors. In light of education, this issue has led to the swift migration of the learning process from conventional mode to online learning which has resulted in another bottleneck. The current study explores the perception of EFL Indonesian college students about the challenges and benefits of learning speaking through the online system during the Covid-19 outbreak. Forty-five college students participated in this study and were inquired through a semi-structured questionnaire in the weeks following the final term examinations for the academic year 2020-2021. The data was probed by using grounded theory proposed by Creswell. The findings exposed that effectiveness, online benefits, and improvement opportunities were the benefits obtained by students from the online learning. Meanwhile, distraction and information overload, a technical error in online learning technology and internet connectivity matters as well as limited interaction and inadequate support were hindrances that often hampered the students.  Consequently, this scholarly paper also provides advice on the essence of the readiness of adequate facilities and the collaboration from stakeholders; government, teachers, students, and parents to successfully implement online learning. 
Peningkatkan Kemampuan Berhitung Peserta Didik Kelas II SD Negeri 060857 melalui Model Problem-based Learning Lumban Gaol, Indah Maria Tioday; Saragih, Mandra; Silalahi, Irayanti Masta Marito
Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jppp.v5i3.21191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung dalam penjumlahan dan pengurangan peserta didik kelas II UPT SDN 060857 dengan menggunakan model pembelajaran PBL. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart. Model ini terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan tes untuk mengukur pencapaian siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL pada pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan berhitung peserta didik kelas II UPT SDN 060857. Hal ini terlihat dari rata-rata hasil evaluasi peserta didik pada kegiatan prasiklus sebesar 44,23 poin dan persentasi peserta didik yang tuntas sebesar 58,97%. Terjadi peningkatan pada siklus I dengan rata-rata peserta didik sebesar 54,23 poin dan persentase sebesar 72,30%. Pada siklus II, rata-rata nilai peserta didik meningkat menjadi 80,76 poin dan persentasenya sebesar 89,74%.
A Analisis Kreativitas Siswa Dalam Mendesain Komik Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) Di Sanggar Belajar Kepong Malaysia Irianti Yuliana, Irianti; Saragih, Mandra
Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Gentala Pendidikan Dasar
Publisher : Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze students' creativity in designing comics using the Project Based Learning (PjBL) learning model at the Kepong Learning Studio, Malaysia. Student creativity is evaluated based on 3 aspects, namely originality, flexibility and elaboration in designing comics. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The research results show that the application of the PjBL model has a positive impact on the development of student creativity. Students are more active in exploring ideas, producing more innovative comic designs, and improving critical thinking and collaboration skills in completing projects. The main supporting factor is the use of project-based methods which encourage students to be more independent in the learning process. However, researchers also found several obstacles, such as limited technical skills in drawing and using digital design applications. The conclusion of this research confirms that PjBL is effective in increasing students' creativity in designing comics. The recommendation from this research is the systematic application of the PjBL method and increased guidance in the use of digital design technology to support the development of student creativity.
PENINGKATAN MOTIVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG ‘KUBUS DAN BALOK’ PADA SISWA KELAS VI Prabowo, Eko; Saragih, Mandra; Sihombing, Lidya; Amri, Yusni Khairul
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/de_journal.v2i1.1110

Abstract

Persoalan matematika menjadi momok bagi setiap siswa, demikian juga pada bagian bangun ruang. Hal ini sesuai dengan studi pendahuluan pada tanggal 21 Februari 2025 nilai rata-rata siswa pada materi bangun ruang (kubus dan balok) di bawah rata-rata 70. Hal ini dikarenakan lemahnya motivasi belajar siswa dengan banyaknya peserta didik yang bermain, seperti main game ketika sampai di rumah. Dengan demikian . kajian ini menggunakan 2 model yaitu model kuantitatif dan kualitatif dengan upaya-upaya menggunakan motivasi pada siklus 1,2 dan 3. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkatkan hasil belajar matematika materi bangun ruang Kubus dan balok dengan menggunakan alat peraga pada siswa/siswi kelas VI semester 2 SD Negeri 060857 Medan Kecamatan Medan Tembung Kota Medan Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Siklus diawali dengan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri 060857 Medan tahun pelajaran 2024/2025. Berdasarkan data hasil penelitian yang telah dilaksanakan terjadi peningkatan pada masing-masing siklus. Hal ini dapat dilihat dari persentase pada pra siklus yaitu diperoleh ketuntatasan sebanyak 25% ( 6 orang siswa), hasil tes pada siklus I diperoleh ketuntasan sebanyak 50% (12 orang siswa) , hasil penelitian pada siklus 2 diperoleh nilai ketuntasan sebanyak 79 % (19 orang siswa), dan hasil pada siklus 3 diperoleh nilai rata-rata ketuntasan sebanyak 91% (21 orang siswa). Dengan melihat persentase pada siklus ketiga, indikator jumlah siswa yang memperoleh nilai > 75 mencapai 91%.(21 orang siswa). Hasil akhir masih ada siswa sebanyak 9 % ( 3 orang siswa) lagi yang belum menuntaskan pada materi bangun ruang (kubus dan balok) dan masih menjadi target yang akan dilakukan pada siklus 4.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DALAM MENGANALISIS KARAKTERISTIK BANGUN DATAR MENGGUNAKAN MEDIA POWERPOINT INTERAKTIF DI KELAS I UPT SD NEGERI 060857 MEDAN Sirait, Aurora Valensia Putri Eranda; Saragih, Mandra; Hadijah, Siti
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/de_journal.v4i1.1211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di mata pelajaran Matematika pada materi “Bangun Datar” dan  sub-materi “Mengenal Sisi dan Sudut” di kelas I UPT SD Negeri 060857 Medan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang mana pada setiap siklus terdapat empat tahapan diantaranya perencanaan, tindakan, observasi serta refleksi. Adapun subjek penelitian adalah 20 peserta didik kelas I. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran powerpoint interaktif mampu meningkatkan motivasi serta hasil belajar peserta didik. Pada kondisi awal (pra-siklus), persentase kelulusan peserta didik hanya mencapai 45% dengan nilai rata-rata 60. Setelah penerapan media pembelajaran powerpoint interaktif, persentase kelulusan hasil belajar peserta didik meningkat menjadi 75% dengan nilai rata-rata 71 pada siklus I dan meningkat kembali menjadi 85% dengan nilai rata-rata 80,5 pada siklus II. Proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran powerpoint interaktif dapat mengadakan suasana pembelajaran yang positif dan aktif bagi peserta didik. Sehingga, penerapan media pembelajaran powerpoint interaktif pada mata pelajaran Matematika pada materi “Bangun Datar” dan  sub-materi “Mengenal Sisi dan Sudut” dibuktikan efektif. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media pembelajaran powerpoint interaktif dalam pembelajaran untuk menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, aktif dan positif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
ENGLISH SILENT LETTERS PRODUCED BY NEW ENGLISH LEARNERS CAN DESTROY THE STANDARD ENGLISH PRONUNCIATION Amran, Ali; Saragih, Mandra
Indonesian Journal of Education, Social Sciences and Research (IJESSR) Vol 6, No 1: 2025
Publisher : Indonesian Journal of Education, Social Sciences and Research (IJESSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ijessr.v6i1.24412

Abstract

This research tries to investigate, analyse why new English learners produce English silent letters when they communicate. There are many new leaners of English can easily produce some non-standard English pronunciation dealing with those silent letters which may lead English Expert misinterpret the meaning which finally misunderstand take place. This study also focuses on the standard English pronunciation based on either British or American English pronunciation. Winda P., at al, agree that one thing that always happened in the errors of speaking English is silence in a letter. They define silent letter as a letter which is not pronounced in a word, it is present in spelling but missed in pronunciation. While Podhaizer (1998), states that the silent letters are letters which are not sounded. Therefore, English learners, when facing with silent letter words, were often confused about the pronunciation. New learners don not realize that they make mistake in pronouncing several words when they communicate in English. English silent letters are that you must write that letter in some particular words, but you must not read it. If you do not write it the words is not complete and it is wrong word in terms of spelling. Then if you pronounce it, based on you un-conscious knowledge, automatically you then produce non-standard English pronunciation. Most new learners commonly make mistake in pronouncing the following words: For examples the words half, doubt, debt, combing, climbing, plumber and so on. Musa Abubakar clarifies that perfect pronunciation as one of the effective language skills in communication greatly affects teaching, learning and usage of English as a second language because it enhances transfer of information from source to target. Further, Bishnu P.M. defines that English is an un phonetic language. There is no match between the letter that we write and the sound we produce. Finally, the writer tries to list those silent letters derived from several different academic resources.