Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Multimodalitas Dalam Film Pendek “One Small Step” Karya Taiko Studios 2018 (Analisis Wacana Multimodal) Ningsih, Susilowati; Firmansyah, M Bayu; Rosidah, Ilmiyatur
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film pendek "One Small Step" karya Taiko Studios bercerita tanpa dialog verbal. Kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana multimodal (MDA) berdasarkan teori Kress dan van Leeuwen (2001). Ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana berbagai elemen seperti bahasa, gambar, musik, suara, dan gerakan bekerja bersama untuk menyampaikan makna dalam film tersebut. Data dikumpulkan dengan menganalisis secara mendalam video film "One Small Step." Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen komunikasi memainkan peran penting dalam membangun pesan emosional dan simbolik dalam film. Bahasa menyampaikan bentuk narasi dlam film, gambar dan gerakan digunakan untuk menyampaikan narasi mimpi, perjuangan, dan hubungan antara seorang ayah dan anak perempuannya. Sementara itu, musik dan suara menciptakan suasana yang mendukung keseluruhan makna yang ingin disampaikan. Temuan ini menunjukkan bahwa analisis wacana multimodal sangat efektif dalam mengungkap arti yang dalam pada karya seni seperti film, terutama ketika berbagai elemen visual dan audio digabungkan. Film "One Small Step" memiliki tema perjuangan dan harapan, yang digambarkan melalui cerita seorang anak yang mengejar mimpinya. Ini menunjukkan bahwa makna tidak hanya datang dari kata-kata, tetapi juga dari ide-ide simbolis yang mencakup situasi, perasaan, dan keadaan yang bisa diartikan dari hasil penelitian.
Multimodalitas Dalam Film Pendek “One Small Step” Karya Taiko Studios 2018 (Analisis Wacana Multimodal) Ningsih, Susilowati; Firmansyah, M Bayu; Rosidah, Ilmiyatur
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film pendek "One Small Step" karya Taiko Studios bercerita tanpa dialog verbal. Kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana multimodal (MDA) berdasarkan teori Kress dan van Leeuwen (2001). Ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana berbagai elemen seperti bahasa, gambar, musik, suara, dan gerakan bekerja bersama untuk menyampaikan makna dalam film tersebut. Data dikumpulkan dengan menganalisis secara mendalam video film "One Small Step." Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen komunikasi memainkan peran penting dalam membangun pesan emosional dan simbolik dalam film. Bahasa menyampaikan bentuk narasi dlam film, gambar dan gerakan digunakan untuk menyampaikan narasi mimpi, perjuangan, dan hubungan antara seorang ayah dan anak perempuannya. Sementara itu, musik dan suara menciptakan suasana yang mendukung keseluruhan makna yang ingin disampaikan. Temuan ini menunjukkan bahwa analisis wacana multimodal sangat efektif dalam mengungkap arti yang dalam pada karya seni seperti film, terutama ketika berbagai elemen visual dan audio digabungkan. Film "One Small Step" memiliki tema perjuangan dan harapan, yang digambarkan melalui cerita seorang anak yang mengejar mimpinya. Ini menunjukkan bahwa makna tidak hanya datang dari kata-kata, tetapi juga dari ide-ide simbolis yang mencakup situasi, perasaan, dan keadaan yang bisa diartikan dari hasil penelitian.
The Defense Mechanisms and Dynamics of Self-Defense of the Characters in the Film ‘Semusim Setelah Kemarau’ and the Lesson Plan: Fadilah, Nur; Rosidah, Ilmiyatur; Sugianti
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v4i4.803

Abstract

This study aims to describe the personality structure and defense mechanisms of the characters in the film Semusim Setelah Kemarau by Dyan Sunu Prastowo using a literary psychology approach based on Sigmund Freud's psychoanalytic theory. This theory highlights the interaction between the id, ego, and superego in shaping individual behavior and the role of self-defense mechanisms in dealing with mental stress. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation of scenes, dialogues, and expressions of the characters in the film. The results show that each of the main characters, Kaldera, Papa Kaldera, Handaru, and Mama Kaldera, has a different personality structure and displays complex psychological dynamics. The most dominant forms of self-defense mechanisms include repression, rationalization, projection, regression, and sublimation. Kaldera, as the central character, shows intense inner conflict due to childhood trauma and a strained relationship with his father. In addition, the results of this study are implemented in the lesson plan (RPP) for Indonesian Language subjects, specifically in the material analyzing characters, plots, and conflicts in narrative texts or films. The lesson plan (RPP) that was prepared emphasized film-based learning activities that train students to analyze the character's personality structure, identify self-defense mechanisms, and understand internal conflicts in the story. The learning implementation plan for the defense mechanisms and dynamics of the characters in the film Semusim Setelah Kemarau by Dyan Sunu Prastowo uses the constructivist approach of Needham's five-phase model through a Google form containing four initial activities, 15 core activities, and two final activities.
The Use of Artificial Intelligence (AI) in Learning Results for Scientific Indonesian Language Courses at PGRI Wiranegara University Sugianti; Rosidah, Ilmiyatur
International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijarss.v2i1.1174

Abstract

This research explores the impact of using Artificial Intelligence (AI) on scientific Indonesian language learning outcomes at PGRI Wiranegara University. With quantitative and qualitative approaches, this research shows a significant increase in the academic achievement of students who receive AI-based learning. The results of the analysis show a positive difference in values between the experimental group and the control group. Students reported positive experiences regarding AI assistance in overcoming learning difficulties. The conclusion confirms that AI integration is effective in improving the efficiency and quality of scientific Indonesian language learning in higher education. This research contributes to the development of innovative learning methods based on AI technology in higher education environments.
Tragedi dan Romantisme dalam Film “Kupu-Kupu Kertas” Bariroh, Rusydah; Mardiningsih, Mardiningsih; Rosidah, Ilmiyatur
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/135160-019883

Abstract

Film as an audiovisual work of art not only conveys a story, but also contains various layers of meaning that can be analyzed through a semiotic approach. This article aims to reveal the meaning of tragedy and romance in the film “Kupu-Kupu Kertas” through Roland Barthes' semiotic theory which includes three layers of meaning: denotative, connotative, and myth. This study uses a qualitative descriptive. The results of the analysis show that the tragedy in this film is depicted through the main character's inner conflict, sacrifice, and sad fate, while romance is reflected in deep emotional relationships and idealistic values of love. These two aspects not only form the narrative structure of the film, but also represent social and ideological values that live in society.