Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Usability dan User Experience pada Aplikasi CISEA PT. Bukit Asam Menggunakan Metode System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionnaire (UEQ) Amelia, Rita; Tania, Ken Ditha
CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) Vol. 9 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cess.v9i1.54728

Abstract

Suatu organisasi dapat mengatasi persaingan yang semakin ketat dengan menggunakan teknologi informasi. Suatu organisasi dapat menjadi lebih baik dalam melakukan segala kegiatan operasionalnya jika dapat memanfaatkan keunggulan teknologi. Aplikasi CISEA adalah aplikasi yang digunakan perusahaan sebagai media informasi dan komunikasi karyawan. Peneliti mengevaluasi pengalaman dan kemampuan pengguna menggunakan aplikasi CISEA. Analisis dilakukan menggunakan metode yaitu pada aspek pengalaman pengguna menggunakan metode User Experience Questionnaire (UEQ) dan aspek Usability menggunakan System Usability Scale (SUS). Hasil pengukuran kebergunaan (usability) menggunakan pengujian SUS yang diberikan kepada 30 responden diperoleh nilai rata-rata skor SUS mencapai 82.5 maksudnya aplikasi CISEA dalam kategori œexcellent dengan penilaian grade skor yaitu œB yang menyatakan aplikasi CISEA bisa diterima oleh pengguna. Hasil kepada 30 responden dengan enam elemen pengukuran kuesioner UEQ, yang meliputi apsek attractivesness (Daya Tarik) mendapat nilai rata-rata 1,22 memberikan nilai posistif/baik, aspek perspicuity (Kejelasan) mendapat nilai 1,26 memberikan nila positif/baik, aspek efficiency (efisiensi) mendapat nilai 1,18 memberikan nilai positif/baik, aspek dependability mendapat nilai 0,96 memberikan nilai positif/baik, aspek stimulation (stimulasi) mendapat nilai 0,82 memberikan nilai yang positif atau baik serta elemen inovatif (kebaruan) mendapatkan nilai 0,89 memberikan nilai positif/baik.
Respons Pertumbuhan Aksesi Lada (Piper nigrum L.) Hasil Iradiasi Sinar Gamma terhadap Zat Pengatur Tumbuh Rootone F dan Air Kelapa Amelia, Rita; Meilawati, Nur Laela Wahyuni; Nurhidayah, Siti
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v2i2.562

Abstract

Lada merupakan komoditas ekspor yang menguntungkan dan kaya manfaat. Hal ini menyebabkan permintaan benih lada yang berasal dari setek batang meningkat. Untuk memenuhi permintaan benih lada dibutuhkan peningkatan keberhasilan hidup setek batang. Salah satu caranya yaitu penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT). Beberapa ZPT akan diujikan pada lima aksesi lada hasil iradiasi sinar gamma. Aksesi ini membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk menumbuhkan akar atau tunas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan aksesi lada hasil iradiasi sinar gamma terhadap zat pengatur tumbuh Rootone F dan air kelapa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Juni 2020 di Rumah Kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Bogor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dua faktor. Faktor pertama adalah jenis aksesi yang terdiri dari lima jenis yaitu MP1, MP2, MP3, MP4 dan varietas Ciinten. Faktor kedua adalah ZPT yang terdiri dari tujuh taraf yaitu Rootone F 0.5 g, Rootone F 1 g, Rootone F 1.5 g, air kelapa 25%, air kelapa 50%, air kelapa 75% dan tanpa ZPT (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons aksesi MP3 dan MP4 memiliki jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun lebih baik daripada varietas Ciinten. Respons perlakuan ZPT Rootone F 0.5 g memiliki daun lebih lebar dan jumlah daun lebih banyak dibandingkan dengan air kelapa 75%, namun tidak berbeda nyata dengan kontrol pada umur 7 MST. Terdapat interaksi ZPT dan aksesi yang diuji dimana seluruh kombinasi memiliki persentase hidup >75% kecuali perlakuan Rootone F 1.5 g aksesi MP1 memiliki persentase hidup nyata lebih rendah.
Symbolic Interaction between Teachers and Students in Fostering Effective Classroom Learning Amelia, Rita; Misrawita, Misrawita; Januar, Januar
El-Rusyd Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v10i2.423

Abstract

This study aims to examine the concept of symbolic interaction between teachers and students in the classroom learning process. The meaning of symbols in the context of education plays an important role in forming harmonious social relationships, increasing learning motivation, and strengthening students' self-identity. Teachers are seen not only as conveyors of knowledge, but also as social actors who create symbolic meanings that influence students' behavior and perceptions of the learning process. Symbolic interaction in the classroom occurs not only through verbal communication but also through nonverbal symbols, emphasizing the important role of technology and digital media in changing patterns of symbolic interaction in modern classrooms that present new symbols such as emojis, visual icons, and other forms of digital representation that also influence social meaning in learning. The study was conducted through an analysis of classical and contemporary literature relevant to symbolic interactionism theory, particularly the works of George Herbert Mead and Herbert Blumer, using a qualitative approach and library research methods. The main focus of this study is to analyze how symbols, meanings, and social communication processes between teachers and students contribute to the formation of meaningful learning experiences. The implications of this study can form the basis for the development of symbolic communication-based learning strategies that are adaptive to current social and educational technology changes. Overall, this study emphasizes that understanding symbolic interactions in learning is key to building effective, participatory, and humanistic educational communication.