Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi filsafat dan sains dalam pemikiran Yunani Kuno sebagai akar epistemologis ilmu pengetahuan modern. Isu utama yang dikaji adalah dikotomi antara rasionalitas dan empirisme dalam epistemologi kontemporer yang mengabaikan dimensi etis dan filosofis pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), yang melibatkan analisis terhadap teks-teks klasik para filsuf Yunani seperti Thales, Plato, dan Aristoteles, serta literatur akademik modern yang relevan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan penelusuran teks, kemudian dianalisis dengan pendekatan historis dan hermeneutik-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Yunani Kuno memandang filsafat dan sains sebagai dua dimensi yang saling melengkapi dalam memahami realitas. Paradigma integratif yang dikembangkan pada masa itu melahirkan dasar bagi logika, empirisme, dan teleologi yang menjadi fondasi epistemologi ilmiah modern. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kritik terhadap reduksionisme sains modern dapat dijawab dengan menghidupkan kembali model epistemologis Yunani yang menyeimbangkan rasionalitas, etika, dan nilai kemanusiaan. Kesimpulannya, penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan epistemologi integratif yang relevan bagi refleksi teoretis dan praksis ilmu pengetahuan masa kini, serta merekomendasikan kajian lebih lanjut mengenai penerapan nilai-nilai epistemologis klasik dalam konteks sains kontemporer.