Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Role of Scholastic Philosophy in the Western Intellectual Tradition in Medieval Education Salsa, Dela Widya; Intan Sari, Nur; Humala, Reza; Syahputra, Heru
The Future of Education Journal Vol 3 No 5 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v3i5.346

Abstract

This study discusses Scholastic Philosophy as one of the main intellectual legacies of the Middle Ages (5th to early 17th centuries) and its contribution to the philosophical tradition and the Western educational system. Scholastic Philosophy is an approach that integrates philosophical logic with theology, where major figures such as Thomas Aquinas, Anselm, and Albertus Magnus attempted to harmonize religious doctrine with rationality. Scholastic educational methods, such as disputatio (structured debate) and lectio (reading and commenting on texts), became the core of learning at major universities such as Paris, Oxford, and Bologna. In addition, the Middle Ages were also marked by the great influence of Islamic civilization which was at the peak of its intellectual glory. Muslim scholars such as Al-Farabi, Ibn Sina, and Ibn Rushd not only maintained and developed the Greek philosophical tradition but also transmitted this knowledge to Europe, which ultimately influenced Scholastic Philosophy. This study aims to explore how Scholastic Philosophy plays a role in shaping the Western intellectual tradition through education and philosophy, and its relevance in integrating faith and reason. This study shows that the educational elements in Scholasticism contribute significantly to training the ability to think logically and systematically, which is the basis of the modern intellectual tradition.
PENGARUH NILAI-NILAI KEIMANAN ISLAM DI DESA NAMAN, KECAMATAN NAMAN TERAN, KABUPATEN KARO Sinulingga, Aldi Alfarel; Syahputra, Heru; Harahap, Salahuddin
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol 5 No 2 (2025): ALGEBRA : JURNAL PENDIDIKAN, SOSIAL DAN SAINS
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/algebra.v5i2.1446

Abstract

This study aims to explore and analyze the influence of Islamic akidah (creed) values on various aspects of community life in Naman Village, Naman Teran District, Karo Regency. Islamic akidah, as the foundation of faith, not only shapes individual religious practices but also influences social interactions, economy, and education. Using a qualitative approach, this research examines how akidah values such as honesty, justice, mutual cooperation (gotong royong), and responsibility are reflected in the daily lives of Naman Village residents, who are predominantly Protestant Christians but live in harmony with the Muslim minority. The findings indicate that Islamic akidah promotes consistency in worship, fosters noble character, strengthens social bonds through mutual cooperation, and encourages ethical economic practices. Despite facing challenges such as differing religious understandings and the impact of modernization, opportunities to strengthen aqidah remain through the active role of religious leaders, formal and informal education, utilization of technology, and support from local government and institutions. This study provides a clear picture of the relationship between Islamic akidah and social practices at the village level, contributing to the development of socio-religious studies in Indonesia.
BATTERY LIFESPAN PREDICTION FOR MOTORCYCLES USING DOUBLE MOVING AVERAGE Syahputra, Heru; Jhonson Efendi Hutagalung; Suparmadi
JURTEKSI (jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol. 11 No. 4 (2025): September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v11i4.3889

Abstract

Abstract: The inability to accurately monitor the lifespan of motorcycle batteries can lead to sudden failures, disrupt user activities, and increase maintenance costs. This issue is exacerbated by the absence of a predictive system that can assist users and workshops in planning maintenance and managing battery inventory effectively. This study aims to develop a battery lifespan prediction model for motorcycles using the Double Moving Average (DMA) method. The model is built based on historical data from 12 motorcycle units, including usage frequency, duration, terrain conditions, and maintenance habits. Forecasting is conducted through two stages of moving averages followed by trend parameter calculations. Evaluation results show that the model has a high level of accuracy, with MAPE = 0.10, MAD = 1.68, and RMSE = 2.14, indicating very low prediction errors. In addition, DMA is also used to forecast product demand at PT Anugerah Karya Abiwara Kisaran to prevent stock shortages. The system is developed using Visual Studio 2010 and Microsoft Access and has proven effective in supporting maintenance planning and inventory control. With its high accuracy and efficiency, the results of this study provide tangible contributions to decision-making in battery maintenance and inventory management. Keywords: battery; DMA; motorcycle; prediction. Abstrak: Ketidakmampuan dalam memantau usia pakai aki sepeda motor secara akurat dapat menyebabkan kerusakan mendadak, mengganggu aktivitas pengguna, serta meningkatkan biaya perawatan. Permasalahan ini diperburuk oleh tidak tersedianya sistem prediktif yang membantu pengguna dan bengkel dalam merencanakan perawatan serta mengelola persediaan aki secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi usia pemakaian aki sepeda motor dengan menggunakan metode Double Moving Average (DMA). Model dibangun berdasarkan data historis dari 12 unit sepeda motor yang mencakup frekuensi penggunaan, durasi, kondisi medan dan kebiasaan perawatan. Proses peramalan dilakukan melalui dua tahap perataan bergerak, yang kemudian diikuti dengan perhitungan parameter tren. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi, dengan nilai MAPE sebesar 0,10, MAD sebesar 1,68, dan RMSE sebesar 2,14, yang mengindikasikan tingkat kesalahan prediksi yang sangat rendah. Selain itu, metode DMA juga diterapkan untuk meramalkan permintaan produk pada PT Anugerah Karya Abiwara Kisaran guna mencegah terjadinya kekurangan stok. Sistem dikembangkan menggunakan Visual Studio 2010 dan Microsoft Access, serta terbukti efektif dalam mendukung perencanaan perawatan dan pengendalian persediaan. Dengan akurasi dan efisiensi yang tinggi, hasil penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam pengambilan keputusan terkait pemeliharaan aki dan manajemen inventori. Kata kunci: baterai; DMA; prediksi; sepeda motor.
Filsafat Yunani Kuno dan Klasik Novitri, Dea; Fikri, Abdul; Amalia, Fadillah Fitri; Syahputra, Heru
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2170

Abstract

Filsafat Yunani Kuno dan Klasik merupakan salah satu periode penting dalam sejarah peradaban manusia yang memengaruhi perkembangan pemikiran, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan hingga saat ini. Secara etimologis, filsafat berasal dari bahasa Yunani "philos" yang berarti cinta atau kecenderungan terhadap sesuatu, dan "sophia" yang berarti kebijaksanaan. Dengan demikian, filsafat dapat dipahami sebagai cinta terhadap kebijaksanaan. Pada masa Yunani Kuno, pemikiran manusia mengalami pergeseran besar dari paham mitosentris ke logosentris, yang mengarah pada pemahaman gejala alam semesta berdasarkan hubungan kausalitas, bukan hanya melalui mitos atau dewa-dewa. Filsafat Yunani Kuno mempengaruhi paradigma berpikir manusia tentang alam semesta dan kehidupan, yang berujung pada lahirnya berbagai ilmu pengetahuan. Dalam perjalanan sejarah, perkembangan filsafat tidak hanya terhubung dengan pemikiran rasional, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor politik, sosial, dan budaya pada masa itu. Perkembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari filsafat, karena filsafat memberi dasar-dasar teoritis yang kuat bagi ilmu pengetahuan. Pemikiran-pemikiran besar di Yunani Kuno memberikan kontribusi penting dalam membentuk cara pandang manusia terhadap dunia dan menjadi landasan bagi perkembangan ilmu pengetahuan di masa depan.
Hellenisme Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Suryani, Lili; Hartina, Siti; Gultom, Ummi A; Syahputra, Heru
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2171

Abstract

Hellenisme merupakan periode sejarah yang berpengaruh besar terhadap perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan, berlangsung dari wafatnya Alexander Agung (323 SM) hingga awal Kekaisaran Romawi. Periode ini tidak hanya mencerminkan penyebaran budaya Yunani ke berbagai wilayah, tetapi juga menghasilkan asimilasi budaya yang kompleks dengan tradisi lokal, menciptakan identitas baru dalam pemikiran dan ilmu pengetahuan. Dalam ranah filsafat, muncul berbagai aliran seperti Stoisisme, Epikureanisme, dan Skeptisisme yang berusaha menjawab tantangan eksistensial manusia serta menawarkan panduan etis dalam menjalani kehidupan. Para filsuf Hellenistik menekankan hubungan antara teori dan praktik, menghadirkan pemikiran yang aplikatif bagi masyarakat. Selain itu, Hellenisme juga memainkan peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dengan kemunculan berbagai inovasi dalam matematika, astronomi, dan kedokteran. Tokoh-tokoh seperti Euclid, Archimedes, dan Hippocrates berkontribusi dalam membentuk dasar keilmuan modern melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis observasi serta eksperimen. Pergeseran dari pemikiran filosofis spekulatif ke metode ilmiah yang lebih empiris menandai awal perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berlanjut hingga saat ini. Dengan demikian, Hellenisme bukan sekadar fase sejarah, tetapi juga fondasi penting bagi evolusi pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan di dunia Barat dan sekitarnya.
Analisis Metode dan Struktur serta Tujuan Pembahasan Filsafat Rais, Muhammad Zaki; Rizal, Taufik; Pratama, Fikri Kholis; Syahputra, Heru
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.18171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode, struktur, dan tujuan dalam pembahasan filsafat, dengan fokus pada bagaimana ketiga elemen tersebut saling berinteraksi untuk membentuk pemahaman yang komprehensif tentang konsep-konsep filosofis. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan analisis kritis terhadap berbagai teks filsafat klasik dan kontemporer. Struktur pembahasan filsafat dianalisis melalui pengidentifikasian kerangka logis yang digunakan dalam argumen-argumen filosofis, termasuk deduksi, induksi, dan dialektika. Tujuan pembahasan filsafat dikaji dengan menelusuri berbagai tujuan filsuf, seperti pencarian kebenaran, pemahaman eksistensial, dan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta etika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode, struktur, dan tujuan dalam filsafat berperan penting dalam membangun argumen yang koheren dan relevan dengan konteks zaman. Temuan ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana pendekatan filosofis dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang kehidupan, pengetahuan, dan moralitas.
Shintoisme: Sejarah dan Hubungan dengan Alam Syahputra, Heru; Harahap, Farhan Ardiansyah; Bancin, Luni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20869

Abstract

Shintoisme, sebagai agama asli Jepang, merupakan sebuah sistem kepercayaan yang menghormati kami, dewa-dewa, roh-roh, dan esensi spiritual yang tersembunyi dalam alam. Artikel ini menguraikan asal-usul, evolusi, dan prinsip fundamental Shintoisme, dengan penekanan pada pemujaan Amaterasu, dewi Matahari, yang menjadi inti dari sistem kepercayaan ini. Shintoisme muncul sebagai hasil integrasi antara animisme dan pengagungan kekuatan alam, ditandai dengan serangkaian ritual yang kaya, termasuk upacara pemurnian dan festival Matsuri. Dalam konteks sejarah, Shinto diresmikan sebagai agama negara pada tahun 1396 dan mengalami perkembangan yang pesat setelah kedatangan agama Buddha. Dengan mengedepankan hubungan yang seimbang antara manusia dan alam, Artikel ini juga mengelaborasi beragam praktik keagamaan dan lokasi sakral dalam Shintoisme, serta dampak ajarannya terhadap upaya pelestarian lingkungan.
THE LIVING PHILOSOPHY OF TUMPENG: PRESERVING JAVANESE CULTURAL IDENTITY IN THE MODERN ERA Syahputra, Heru; Nasution, Hasyimsyah; Drajat, Amroeni
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 03 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v14i03.8957

Abstract

Background: This study explores the living philosophy, cultural significance, and resilience of the tumpeng tradition as part of Javanese cultural identity in the context of modernization and globalization. Framed within the broader discourse of cultural heritage, the research highlights how tumpeng is more than a ceremonial dish; it symbolizes local wisdom and civic values through its conical shape, color, and carefully selected side dishes that together reflect gratitude, balance, humility, and spiritual devotion. Purpose: The study aims to examine how these meanings are transmitted across generations and the challenges posed by changing lifestyles, urbanization, and the rise of global consumer culture. Method: Using a qualitative descriptive approach grounded in literature review and cultural analysis, the article finds that the practice of preparing and sharing tumpeng functions as an intergenerational educational process that sustains communal bonds and ethical reflections, keeping cultural memory alive as an ongoing practice rather than a fixed inheritance. Result: However, the continuity of this tradition is threatened when younger generations perceive it as outdated or when rituals are performed without understanding their deeper philosophical context. Conclusion: The study concludes by suggesting adaptive strategies such as integrating cultural education in formal and informal contexts, promoting storytelling and community workshops, and using the creative economy to engage youth while maintaining authenticity. Ultimately, the findings reaffirm that tumpeng endures as a living cultural practice that not only preserves local wisdom but also offers ethical guidance for navigating modern life.
Kewirausahaan Dikalangan Gen Z: Suatu Kajian Siregar, Ilham Jaya Kusuma; Amanda, Tasya; Syahputra, Heru
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 25, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v25i1.5857

Abstract

This research examines the dynamics of entrepreneurship among Generation Z, focusing on business trends such as thrifting, food and beverages, and the development of tourist spots. Generation Z is interested in entrepreneurship due to awareness of environmental issues, sustainability, and the desire to create unique experiences. Thrifting businesses are popular because they offer quality items at affordable prices and support a sustainable lifestyle. In the food and beverage sector, Gen Z shows creativity through product innovation, while the development of Instagrammable tourist spots has also become a trend. The research method used is a mixed-methods approach, combining in-depth interviews and surveys. The results indicate that Gen Z leverages technology and social media to develop their businesses, facing challenges such as lack of experience, but remaining adaptive and innovative. Support from the government and various stakeholders is crucial to creating a conducive entrepreneurial ecosystem. With high creativity and enthusiasm, Gen Z has the potential to become the main drivers of entrepreneurship in the future.
Posisi Agama dalam Perbincangan Gender Syahputra, Heru
Aqlania Vol. 11 No. 1 (2020): June
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/aqlania.v11i1.2620

Abstract

Gender merupakan konsep kultural yang berusaha membuat pembedaan dalam hal peran dan tanggung jawab serta pelaku yang akan membentuk karakteristik emosional antara perempuan dan juga laki-laki. Pandangan inidiwarisi dari pandangan masa lalu dimana terdapat pembedaan yang sangat mencolok antara perempuan dan laki-laki, baik dari segi pendidikan, pekerjaan maupun status dalam masyarakat tersebut. Tetapi seiring berjalannya waktu muncul kesadaran yang berbuah pada muncul dan meluasnya gerakan kesetaraan gender. Gerakan ini selain mendapat dukungan, juga mendapat tantangan yang tidak kecil. Penolakan dari sisi pro-budaya dapat dimaklumi, sebab gerakan ini dapat menggugat status laki-laki atau setidaknya mengurangi superioritas laki-laki, sehingga gerakan ini berjalan demikian lambat. Tetapi di sisi lain, para penggugat gerakan kesetaraan gender adalah juga orang beragama. Dengan demikian muncul pertanyaan, yakni bagaimana pandangan agama terhadap kesetaraan gender. Tulisan ini menelusuri konsep agama-agama besar mengenai gender, yang ditelusuri dalam teks-teks suci masing-masing agama. Hasil yang ditemukan adalah bahwa sesungguhnya semua agama mendorong kesetaraan gender. Bahkan Islam memiliki konsep yang sangat jelas dan transparan mengenai hal itu melalui persamaan hak antara manusia baik laki-laki dan perempuan.