Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Work Stress of Covid-19 Health Workers: Analysis of Factors in Public Health Centres and Hospitals in Southeast Sulawesi, Indonesia Yuniar, Nani; Yasnani; Rezal, Farid
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 4 (2025): October - December
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i4.973

Abstract

Background: Work-related stress occurs when occupational stressors, either individually or in combination with other factors, interact with personal characteristics, resulting in disturbances to physiological and psychological equilibrium. The emergence of the novel Coronavirus disease (COVID-19) has not only posed substantial threats to physical health but has also exerted a profound impact on mental well-being. At the individual level, the pandemic has generated fear of infection, anxiety related to severe illness or mortality, feelings of helplessness, and social stigmatization. Consequently, the COVID-19 pandemic has precipitated a widespread psychological crisis, particularly among healthcare workers. Objective: This study aimed to examine the effects of individual characteristics, opportunity factors, constraints, and job demands on the incidence of occupational stress among healthcare workers involved in COVID-19 management at public health centres and hospitals in Southeast Sulawesi, Indonesia. Specifically, the study sought to identify evidence-based strategies for managing and mitigating work-related stress among health professionals in healthcare facilities in Kendari City. Methods: A quantitative cross-sectional study design was employed to assess the influence of multiple variables on occupational stress among healthcare workers managing COVID-19 cases in Southeast Sulawesi. Data were collected from 761 respondents working in public health centres and hospitals. Logistic regression analysis was used to determine the associations between individual characteristics, opportunity factors, constraints, job demands, and the occurrence of occupational stress. Results: The results indicated that opportunity factors, constraints, and job demands had a statistically significant effect on the occurrence of occupational stress among COVID-19 healthcare workers in Southeast Sulawesi. Conclusion: Policymakers and healthcare administrators should prioritize the development and implementation of comprehensive strategies to effectively reduce occupational stress among healthcare workers in order to ensure optimal service delivery. The management of work-related stress should adopt an organizational and systemic approach that strengthens preventive measures both during and beyond the COVID-19 pandemic. Stress mitigation efforts should be integrated at individual and institutional levels, supported by motivational interventions and policy frameworks aimed at reducing the risk of psychological disorders and addressing the underlying determinants of occupational stress.
Identifikasi Kandungan Boraks pada Bakso Bakar yang Dijual di Area Bundaran Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Fitri; Yasnani; Lade Albar Kalza
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boraks merupakan bahan kimia yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Meskipun demikian, penyalahgunaan boraks masih ditemukan pada berbagai produk pangan, termasuk bakso bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan boraks pada bakso bakar yang dijual di area Bundaran Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pemeriksaan laboratorium. Sampel penelitian berjumlah 18 sampel bakso bakar yang diperoleh menggunakan teknik total sampling dari seluruh pedagang di lokasi penelitian. Identifikasi kandungan boraks dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 sampel yang diperiksa, sebanyak 12 sampel (66,7%) positif mengandung boraks, sedangkan 6 sampel (33,3%) tidak mengandung boraks. Temuan ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan boraks pada bakso bakar masih tergolong tinggi dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat apabila dikonsumsi secara terus-menerus. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan oleh instansi terkait, pemeriksaan laboratorium secara berkala, serta edukasi kepada produsen, pedagang, dan masyarakat mengenai bahaya penggunaan boraks pada pangan agar keamanan pangan dapat lebih terjamin.
Uji Efektivitas Ekstrak Batang Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus) Pada Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Sebagai Pengendalian Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Tahun 2025 Sakti, Clariza Garda; Yasnani; Nurmaladewi
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i4.364

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi karena virus Dengue yang dibawa oleh vektor nyamuk Aedes aegypti. Tanaman sereh wangi digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak atsiri. Minyak atsiri dapat digunakan sebagai Kandungan efektif membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti yang mengandung senyawa aktif seperti sitronelal dan geraniol. Data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kota Kendari pada tahun 2023 menunjukan bahwa terdapat sedikitnya 219 kasus DBD di wilayah tersebut dengan 4 orang diantaranya mengalami kematian.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Efektifitas Ekstrak Batang Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) pada Jentik Nyamuk Aedes aegypti sebagai Pengendalian Vektor Penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan jumlah sampel sebanyak 300 ekor jentik nyamuk yang diambil mengunakan teknik random sapling. Analisis yang dilakukan meliputi analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat menggunakan metode probit, untuk menentukan nilai LC50 serta uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak batang sereh wangi memiliki kemampuan membunuh jentik Aedes aegypt dengan Rata-rata mortalitas jentik setelah 24 jam pada konsentrasi 10%, 15%, dan 25% masing-masing sebesar 45%, 65%, dan 90%, sedangkan kontrol positif mencapai 98% dan kontrol negatif tidak menunjukkan kematian jentik.Kesimpulan pada penelitian ini bahwa ekstrak batang sereh wangi (Cymbopogon nardus) efektif sebagai jentiksida alami terhadap jentik nyamuk Aedes aegypti, dengan konsentrasi 25% .