Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektivitas Mendengarkan Lagu Bernadya “Untungnya Hidup Harus Tetap Berjalan” Terhadap Katarsis Emosional Followers Instagram @Bersenadya Hendrawan, Fazri; Mustiawan, Mustiawan; Tiara, Andys
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2145-2155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antara Efektivitas Mendengarkan Lagu Bernadya “Untungnya Hidup Harus Tetap Berjalan” (variabel X) dengan Katarsis Emosional (variabel Y) pada remaja pengikut akun Instagram @bersenadya. Fenomena remaja yang menggunakan musik sebagai sarana pelepasan emosi menunjukkan bahwa musik berfungsi sebagai media pengelolaan stres dan ekspresi diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, korelasi, serta regresi sederhana melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara efektivitas mendengarkan lagu dan katarsis emosional. Mayoritas responden merupakan remaja perempuan yang merasakan pelepasan emosi melalui unsur lirik reflektif dan melodi lembut pada lagu tersebut. Lirik yang menyiratkan penerimaan dan semangat hidup membantu pendengar memperoleh ketenangan psikologis. Penelitian ini mendukung teori Uses and Gratification bahwa individu secara aktif menggunakan musik untuk memenuhi kebutuhan emosional. Kelemahan penelitian ini adalah cakupan terbatas pada satu lagu dan satu komunitas, serta belum menggali pengalaman subjektif pendengar. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode campuran dan melibatkan beragam genre musik.
Budaya Komunikasi Komunitas Ondel-ondel KOODJA Jakarta Barat Dalam Mempertahankan Ikonsinitas Ondel-ondel Graha, Bintang Nur; Romadlan, Said; Tiara, Andys
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i2.45238

Abstract

Ondel-ondel merupakan Ikonsinitas budaya betawi yang mengalami pergeseran fungsi dari suatu aset budaya menjadi aset ekonomi diakibatkan adanya fenomena pengamen Ondel-ondel jalanan yang memengaruhi citra kesenian budaya betawi. Penelitian ini menganalisis bagaimana komunitas Ondel-ondel KOODJA Jakarta Barat mempertahankan Ikonsinitas Ondel-ondel sebagai warisan budaya betawi melalui pola komunikasi yang digunakan dalam interaksi internal dan eksternal. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi serta memahami pola komunikasi yang berkembang dalam komunitas KOODJA, baik dalam hubungan antar anggota maupun dalam menyampaikan nilai-nilai Ondel-ondel kepada masyarakat luas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis domain untuk mengidentifikasi pola komunikasi komunitas KOODJA. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunitas KOODJA menerapkan pola komunikasi linier didalam internal dan bersifat informal, yang menyesuaikan dengan kapasitas anggota komunitas. Dalam konteks eksternal, komunitas KOODJA menerapkan pola komunikasi partisipatif dan kolaboratif dalam upaya melibatkan masyarakat serta memperluas jangkauan pelestarian Ondel-ondel. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pola komunikasi yang diterapkan komunitas KOODJA menjadi bagian dari budaya komunikasi dalam mempertahankan Ikonsinitas Ondel-ondel sebagai bagian dari warisan budaya betawi.
Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial Untuk Kampanye Pencegahan Penyimpangan Perilaku Remaja di SMA Muhammadiyah 16 Jakarta Khotimah, Wininda Qusnul; Agustini, Vilya Dwi; Tiara, Andys
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kalam Vol. 3 No. 1 (2024): Gawai Digital dan Problematikanya
Publisher : Prisani Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70704/jpk.v3i1.252

Abstract

Behavioral deviations in the educational environment continue to increase and often adorn the news in various mass media. Actors and victims in this case involve children or adolescents. Adolescence is a period of Stress and Strain, in addition to the current era of communication and information technology which also makes it attached to social media. On this basis, this activity was carried out with the aim of being able to contribute to the understanding of deviations in adolescent behavior and the use of social media as a means of campaigning for the prevention of this, as well as an encouragement to create action in forming a means of handling and preventing violence in schools. The participants in this activity were IPM students of SMA Muhammadiyah 16 Jakarta. The training was conducted offline. This PkM material consists of; behavioral deviations, ranging from its forms to its impact on victims and the factors behind it to efforts that can be made to prevent and avoid it. Not only that, the PkM Team provided assistance to partners in making campaign materials regarding the prevention of behavioral deviations, especially in the school environment. This activity went well and smoothly, participants assessed that all material delivery could be understood, participants could also understand properly what behavioral deviations were and they were also motivated to be able to carry out behavioral deviation campaigns by utilizing medias.
KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS PEMALANG SELATAN HONDA KLASIK DALAM MEMPERTAHANKAN KOHESIVITAS ANTAR LINTAS GENERASI ANGGOTA Alwi, Fahmi; Tiara, Andys; Digdoyo, Eko
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3182

Abstract

Abstract: Cross-generational communication in a hobby-based community is an important aspect in maintaining sustainability and cohesiveness, especially in the midst of social change and rapid technological developments. This research aims to understand how group communication practices play a role in building and maintaining intergenerational cohesiveness in the Pemalang Selatan Honda Classic Community (PESHOK). A qualitative approach through case studies, data is collected using source triangulation. The analysis was carried out using bona fide theory to identify the characteristics of groups that have flexible membership boundaries and are closely related to the social context. The findings of the study revealed that cohesiveness in the community is maintained through open communication, equal deliberation, and solidarity practices such as regular meetings, team spirit, and the needs of fellow members across generations based on family values. The process of identity negotiation between generations is also seen to play an important role in strengthening a sense of attachment and ownership to the community. Keywords: group communication; cohesiveness; cross-generational; motor community;                 bona fide group Abstrak: Komunikasi lintas generasi dalam komunitas berbasis hobi menjadi aspek penting dalam menjaga keberlangsungan dan kohesivitas, terutama di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana praktik komunikasi kelompok berperan dalam membangun dan mempertahankan kohesivitas antar generasi di Komunitas Pemalang Selatan Honda Klasik (PESHOK). Pendekatan kualitatif melalui studi kasus, data dikumpulkan menggunakan triangulasi sumber. Analisis dilakukan menggunakan teori Bona Fide untuk mengidentifikasi ciri kelompok yang memiliki batas keanggotaan yang lentur dan keterkaitan erat dengan konteks sosial. Temuan penelitian mengungkap bahwa kohesivitas dalam komunitas terpelihara melalui komunikasi terbuka, musyawarah yang setara, dan praktik solidaritas seperti pertemuan rutin, semangat tim, kebutuhan sesama anggota lintas generasi yang dilandasi nilai-nilai kekeluargaan. Proses negosiasi identitas antara generasi juga terlihat memainkan peran penting dalam memperkuat rasa keterikatan dan kepemilikan terhadap komunitas. Kata kunci: komunikasi kelompok; kohesivitas; lintas generasi; komunitas motor; teori                    bona fide group