Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Creative Problem Solving-Based Electronic Module Integrated with 21st Century Skills Widya, Widya; Maielfi, Dini; Alfiyandri, Alfiyandri; Hamidah, Wanda
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol. 4 No. 3 (2021): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijsme.v4i3.7689

Abstract

Teachers as facilitators in learning are expected to develop learning that integrates 21st-century skills so that students are ready to compete in this era. One of the things teachers can do is develop e-modules based on the Creative Problem Solving (CPS) model. This research is research and development with 4D models. The purpose of this study is to produce an integrated 21st-century physics e-module based on the CPS model. Data analysis using descriptive analysis. Research results: E-module physics based on CPS model integrated 21st-century skills have met the valid criteria: for the content, feasibility component is in the very valid category with a value of 93.18, the presentation component is in the very valid category with a value of 85, the graphic component is in the category very valid with a value of 95.45, and the language component is in the very valid category with a value of 83. Therefore, this CPS-based e-module has met the criteria to be piloted in schools.
Pengembangan LKPD Berbasis CPS Pada Materi Suhu dan Kalor Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas XI IPA di MAM Lakitan Eka Muliani, Desy; Suma Indrawati, Ena; Hamidah, Wanda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa permasalahan yaitu rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI IPA di MAM Lakitan, guru belum menggunakan LKPD berbasis CPS serta di abad 21 mengaharuskan adanya kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan permasalahan tersebut dikembangkan LKPD berbasis CPS pada materi suhu dan kalor untukn meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI IPA di MAM Lakitan. Penelitian ini dilakukan di MAM Lakitan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghasilkan LKPD valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model 4-D (define, design, development, disseminate. Jenis data dalam penelitian ini ada 2 yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Instrumen pengumpulan data adalah dengan menggunakan lembar validasi untuk validator bahasa, desain dan materi, angket praktikalitas serta soal tes kemampuan berpikir kreatif. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis validitas LKPD berbasis CPS, analisis praktikalitas LKPD berbasis CPS dan Analisis efektifitas LKPD berbasis CPS. Hasil uji validitas dengan persentase kelayakan desain (95,8%), persentase bahasa (96,4%), persentase materi (82,6%). Hasil uji praktikalitas oleh pendidik mendapatkan nilai rata-rata (92,8%) dan uji praktikalitas oleh peserta didik mendapatkan nilai rata- rata (92,2%). Hasil uji efektifitas dari enam belas orang peserta didik mendapatkan nilai (87,5%). Membuktikan bahwa pengembangan LKPD berbasis CPS pada materi suhu dan kalor untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI IPA di MAM Lakitan dinyatakan valid, praktis, efektif dan layak digunakan.
Kontribusi Keterampilan Membaca Pemahaman Terhadap Keterampilan Menulis Teks Cerpen Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Guguk Kabupaten Lima Puluh Kota Hamidah, Wanda; Anggraini, Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hal-hal sebagai berikut. Pertama, mendeskripsikan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas XI SMK Negeri 1 Guguk. Kedua, mendeskripsikan keterampilan menulis teks cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 1 Guguk. Ketiga, menganalisis kontribusi keterampilan membaca pemahaman terhadap keterampilan menulis teks cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 1 Guguk. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Guguk yang terdaftar pada tahun ajaran 2024/2025, yaitu sebanyak 365 siswa. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan simple random sampling, yaitu 75 orang siswa. Variabel dalam penelitian ini ada dua, yaitu keterampilan membaca pemahaman sebagai variabel bebas dan keterampilan menulis teks cerpen sebagai variabel terikat. Data penelitian ini berupa skor hasil tes keterampilan membaca pemahaman dan skor hasil tes keterampilan menulis teks cerpen. Data tersebut diperoleh melalui dua jenis tes yakni tes objektif untuk mengukur keterampilan membaca pemahaman siswa dan tes unjuk kerja untuk mengukur keterampilan menulis teks cerpen siswa. Hasil penelitian ini ada tiga. Pertama, membaca pemahaman teks cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 1 Guguk berada pada kualifikasi Hampir Cukup (HC) dengan nilai rata-rata 52,98. Kedua, keterampilan menulis teks cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 1 Guguk berada pada kualifikasi Lebih dari Cukup (LdC) dengan nilai rata-rata 68,08. Ketiga, kontribusi keterampilan membaca pemahaman terhadap keterampilan menulis teks cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 1 Guguk sebesar 6,30%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa keterampilan membaca pemahaman memiliki kontribusi terhadap keterampilan menulis siswa kelas XI SMK Negeri 1 Guguk.
Analisis Tokoh Sri Ayu dalam Naskah “Bung Besar” Misbach Yusa Biran Menggunakan Pendekatan Feminisme (Representasi) Rahayu, Amelia; Lestari, Dian; Putri, Dilla Amalia; Pamela, Nibia Zahra; Nurjehan, Ula Maulida; Hamidah, Wanda; Putra, Adita Widara
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26607

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi tokoh perempuan, Sri Ayu, dalam naskah drama “Bung Besar” karya Misbach Yusa Biran melalui pendekatan feminisme representasi dan metode analisis wacana. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana dialog-dialog Sri Ayu merefleksikan kompleksitas peran perempuan pasca-kemerdekaan Indonesia dalam hubungannya dengan kekuasaan, ambisi, dan konstruksi gender. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya ambivalensi dalam representasi Sri Ayu, di mana ia menantang stereotip perempuan pasif melalui agensi verbal dan strategis negosiasi kekuasaan, namun juga menunjukkan pragmatisme ekstrem yang mendekonstruksi nilai-nilai sosial tradisional. Analisis wacana mengungkapkan bagaimana bahasa digunakan Sri Ayu untuk menegosiasikan identitas dan merespons batasan patriarki pada masanya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi Sri Ayu yang problematis namun kuat menawarkan perspektif penting tentang dinamika gender dalam drama Indonesia pasca-kemerdekaan, membuka ruang diskusi mengenai kompleksitas identitas perempuan dan perjuangan untuk mendapatkan agensi dalam konteks sosio-historis tertentu.
ANALISIS INDIKATOR KEBERHASILAN PROSES TERAPI SENI SEBAGAI ALTERNATIF METODE PENYEMBUHAN KESEHATAN MENTAL Hamidah, Wanda; Falah, Asep Miftahul
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v11i2.3187

Abstract

This study aims to analyze indicators that influence the process of art therapy as an alternative method of healing mental health. Art therapy is an approach that uses creative expression in the arts, such as the visual arts, music, dance, or theatre, to help individuals deal with their mental health issues. This qualitative research uses a descriptive analysis method with a psychological approach. The analysis was conducted to identify the main indicators that influence the effectiveness of the art therapy process in healing mental health. Data reduction, data presentation, and conclusion are the data analysis technique used. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that several key indicators influence the process of art therapy. First, the individual’s active involvement in creative expression and the overall artistic experience. The more individuals are engaged and actively involved in the artistic process, the greater the healing potential that can be achieved. Another indicator is the social support and therapeutic relationship between the art therapist and the individual undergoing therapy. Strong social support and positive therapeutic relationships can increase the effectiveness of art therapy. In addition, environmental factors are also important indicators. Environments that support and encourage creative expression, such as adequate art studios and safe spaces, can influence the outcome of art therapy. The findings of this study provide a better understanding of the factors that influence the process of art therapy as an alternative method of mental health healing. This information can be used to improve the development and implementation of art therapy in clinical practice and mental health rehabilitation programs. Keywords: mental health, art therapy, indicators, healing methods ------------------------------------------------------------------------------------ Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikator yang memengaruhi proses terapi seni sebagai alternatif metode penyembuhan kesehatan mental. Terapi seni adalah pendekatan yang menggunakan ekspresi kreatif dalam seni, seperti seni visual, musik, tari, atau teater, untuk membantu individu mengatasi masalah kesehatan mental mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis dengen pendekatan psikologi. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi indikator utama yang memengaruhi efektivitas proses terapi seni dalam penyembuhan kesehatan mental. Teknik analisis data yang dilakukan yakni melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa indikator kunci yang memengaruhi proses terapi seni. Pertama, keterlibatan aktif individu dalam ekspresi kreatif dan pengalaman seni secara menyeluruh. Semakin individu terlibat dan terlibat secara aktif dalam proses seni, semakin besar potensi penyembuhan yang dapat dicapai. Indikator lainnya adalah dukungan sosial dan hubungan terapeutik antara terapis seni dan individu yang menjalani terapi. Dukungan sosial yang kuat dan hubungan terapeutik yang positif dapat meningkatkan efektivitas terapi seni. Selain itu, faktor lingkungan juga menjadi indikator penting. Lingkungan yang mendukung dan mendorong ekspresi kreatif, seperti studio seni yang memadai dan ruang yang aman, dapat mempengaruhi hasil terapi seni. Temuan penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang memengaruhi proses terapi seni sebagai alternatif metode penyembuhan kesehatan mental. Informasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan pengembangan dan implementasi terapi seni dalam praktik klinis dan program program rehabilitasi kesehatan mental. Kata Kunci: kesehatan mental, terapi seni, indikator, metode penyembuhan
PENGALAMAN COPING STRESS KERJA PADA PERAWAT WANITA YANG SUDAH MENIKAH Hamidah, Wanda; Adri, Zakwan
Medical : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 1 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/medical-jkk.v1i2.162

Abstract

Coping stress adalah cara individu untuk menyelesaikan sebuah masalah atau mengatasi permasalahannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran langsung coping stress pada perawat wanita yang sudah menikah. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah seorang perawat wanita berprestasi yang bekerja di Rumah Sakit daerah Sumatera Barat. Subjek memiliki suami yang lumpuh dan menjadi tulang punggung tunggal dalam keluarganya. Subjek memiliki 4 orang anak yang berhasil dia sekolahkan hingga sarjana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan interpretative phenomenological analisis (IPA). Teknik pengambilan data yang dipakai pada penelitian ini adalah wawancara terhadap satu subjek dan satu Significant other (orang terdekat partisipan). Pertanyaan yang diberikan kepada subjek dan Significant other telah disusun menggunakan aspek coping stress. Terdapat 3 (tiga) tema induk yang didapatkan dalam penelitian ini, yaitu penyebab stress kerja, upaya dalam menanggulangi stress kerja dan dampak stress kerja dan coping stress.
E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK Hamidah, Wanda; Putri, Rully; Hartanto, Wiwin
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 6, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jurnalkpk.v6i2.59404

Abstract

Learning media is a very important aspect in the learning process. The media is to support the teacher to convey material to students. The teacher's task is to choose the right learning media to improve students' understanding. E-learning is a learning model that is made in digital format through electronic devices. This article discusses e-learning as a learning medium for students. The purpose of writing this article is to determine the use of e-learning in a learning system. expand access to education for students, so that learning modules or materials can be easily accessed without being limited by space and time, effective and interactive for students. This e-learning-based application contains estimates and general descriptions, plans for learning activities that utilize computer networks and the internet. The scope of this learning plan includes 4 main components, namely, teaching materials or materials, objectives, teaching and learning processes and also evaluation.
Konsep Dasar Perencanaan Pendidikan di SMKN 9 Muaro Jambi Udin, Amin; Sonia, Dika; Khairi, Rijalul; Hamidah, Wanda
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 14, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v14i1.622

Abstract

A systematic process called educational planning is strategic steps to achieve educational goals. Setting learning objectives, selecting methods, implementation and evaluation are all part of the planning process. Educational planning ensures that the educational vision and implementation in the field are aligned by involving all stakeholders, including teachers, school staff and policy parties. Educational planning also includes ongoing evaluation to ensure that students are successful. Educational planning is an important aspect in ensuring the effectiveness and quality of the education system. This planning also has an important role in achieving the school's vision and mission. School principals should understand that good planning is the key to directing the efforts of all educational parties towards achieving the desired goals. Thus, an understanding of educational planning includes not only making plans, but also implementation and ongoing evaluation, which makes it an important component in improving the quality of education.
Implementation of Restorative Justice, The Intent of Punishment, and Legal Clarity In Indonesia Lubis, Fauziah; Zahara, Fatimah; Hamidah, Wanda
UNES Law Review Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i2.1521

Abstract

This study looks at the fairness of restorative justice, the goal of punishment, and the need of legal certainty. According to the study's findings, restorative justice is still only being applied theoretically. In this instance, it emphasizes that the formalistic, long-established ideas of justice that have arisen in society and are applied in Indonesian customary law assemblies serve as the foundation for the genuine aim of sentencing. In contrast, the notions of individual deterrence and general deterrence call for actions to be absolute in order to produce a deterrent impact. Afterward, the idea of reform or rehabilitation was further developed. The use of restorative justice emphasizes the recovery of victims' material losses as a result of the perpetrators' unlawful acts, both physically and psychologically. This is done through a consensus-building process involving the perpetrator, the victim, the perpetrator's family, and the victim's family, as well as, if necessary, the community and the appropriate authorities. With relation to legal norms and values, this research methodology is normative juridical along with theories, legal doctrine, jurisprudence, applicable rules and regulations, as well as pubiications pertinent to the research topic. According to the study's findings, restorative justice is a noble form of justice when instances of illegal behavior have happened. Therefore, repair or restoration is crucial if the victim is to be rehabilitated or healed from the suffering he has endured on a material, physical, or psychic level. To be clear, restorative justice does not apply to all crimes; rather, it only does so in circumstances involving crimes against children, minor offenses, women in conflict with the law, and drug-related offenses. In order to provide clarity, there should be a firmness if the offender does not want to make restitution even though it is deemed capable of doing so in terms of material capabilities. There also needs to be concrete sanctions so that restorative justice is not only limited to other options; the legal framework for it should be expanded to the Constitution.
PERAN GURU DALAM MEMAKSIMALKAN POTENSI SISWA TUNAGRAHITA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SLB NEGERI KOTA BANJARBARU Nornadia; Atsnan, Muh. Fajaruddin; Ony, Resi Juliantina; Hamidah, Wanda; Raudah; Muslihah; Badilah; Muhamad Sabirin; Gazali, Rahmita Yuliana
Differential: Journal on Mathematics Education Vol. 2 No. 1 (2024): Differential: Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/differential.v2i1.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam memaksimalkan potensi siswa tunagrahita pada pembelajaran matematika di SLB Negeri Kota Banjarbaru. Menggunakan metode kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek pada penelitian ini adalah guru kelas, guru mata pelajaran matematika, guru pendamping siswa tunagrahita. Sedangkan objek penelitian ini adalah bagaimana peran guru mata pelajaran matematika dalam memaksimalkan potensi siswa tunagrahita pada pembelajaran matematika. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam mengidentifikasi kebutuhan individu siswa dan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai, seperti penggunaan alat bantu visual dan pendekatan multisensori. Guru juga berfungsi sebagai motivator yang meningkatkan kepercayaan diri dan partisipasi siswa. Dukungan orangtua dan kolaborasi dengan tenaga ahli menjadi faktor pendukung yang penting. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan holistik dan kolaboratif merupakan kunci dalam memaksimalkan potensi siswa tunagrahita dalam pembelajaran matematika.