Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Kenyamanan Termal Pada Gedung BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo Erick. A, Yohanes P.; Pido, Rifaldo; Boli, Rahmad Hidayat
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2024): JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v3i2.1069

Abstract

Secara geografis Indonesia berada dalam garis khatulistiwa atau tropis, namun secara thermis (suhu) tidak semua wilayah Indonesia merupakan daerah tropis. Daerah tropis menurut pengukuran suhu adalah daerah tropis dengan suhu rata-rata 20°C, sedangkan rata-rata suhu di wilayah Indonesia umumnya dapat mencapai 35°C dengan tingkat kelembaban yang tinggi, dapat mencapai 85% (iklim tropis panas lembab). Keadaan ini terjadi antara lain akibat posisi Indonesia yang berada pada pertemuan dua iklim ekstrim (akibat posisi antara 2 benua dan 2 samudra), perbandingan luas daratan dan lautannya, dan lain-lain. Kondisi ini kurang menguntungkan bagi manusia dalam melakukan aktifitasnya sebab produktifitas kerja manusia cenderung menurun atau rendah pada kondisi udara yang tidak nyaman seperti halnya terlalu dingin atau  terlalu panas. Suhu nyaman thermal untuk orang Indonesia berada pada rentang suhu 22,8°C - 25,8°C dengan kelembaban 70%. Langkah yang paling mudah untuk mengakomodasi kenyamanan tersebut adalah dengan melakukan pengkondisian secara mekanis (penggunaan AC) di dalam bangunan yang berdampak pada bertambahnya penggunaan energi (listrik). Cara yang paling murah memperoleh kenyamanan thermal adalah secara alamiah melalui pendekatan arsitektur, yaitu merancang bangunan dengan mempertimbangkan orientasi terhadap matahari dan arah angin, pemanfaatan elemen arsitektur dan material bangunan, serta pemanfaatan elemen-elemen landscape.
VARIASI KEMIRINGAN SUDUT PENGELASAN SMAW TERHADAP SIFAT MEKANIS MATERIAL BAJA SS400 Nurmala Santi Dera; Onesimus Kevin Saputro; Rahmad Hidayat Boli
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 20 No 2 (2024): Vol 20, No 2
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v20i2.12789

Abstract

Baja SS400 merupakan material yang banyak digunakan di bidang industri, baik manufaktur maupun konstruksi, karena memiliki sifat mekanis yang baik, seperti kekuatan tarik dan keuletan. Kualitas sambungan las baja SS400 dipengaruhi oleh parameter pengelasan, di antaranya adalah variasi sudut kemiringan elektroda. Pengembangan teknologi di bidang konstruksi yang semakin maju tidak dapat dipisahkan dari pengelasan karena memiliki peranan yang sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kemiringan elektroda (30°, 45°, dan 60°) terhadap sifat mekanis, khususnya tegangan tarik maksimum (UTS) dan modulus elastisitas pada baja SS400 yang dilas menggunakan SMAW. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sudut kemiringan elektroda yang memberikan hasil terbaik dalam hal kekuatan tarik dan stabilitas mekanis sambungan las. Dengan mengetahui hubungan antara sudut elektroda dan sifat mekanis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi kegiatan pengelasan baja SS400 untuk dapat diimplementasikan di dunia industri yang terus berkembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengujian eksperimen di laboratorium. Penelitian ini memvariasikan kemiringan elektroda, yaitu 30°, 45°, dan 60°, menggunakan mesin las SMAW (Shielded Metal Arc Welding). Selanjutnya, pengujian sifat mekanis dilakukan menggunakan pengujian tarik baja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut kemiringan elektroda 60° menghasilkan sifat mekanis yang terbaik, dengan nilai tegangan tarik maksimum mencapai 411,9 MPa. Hal ini disebabkan oleh penetrasi yang optimal dan distribusi panas yang merata. Nilai tegangan terendah terdapat pada sudut kemiringan elektroda 30°, dengan nilai tegangan 376,5 MPa, sementara nilai tegangan tarik menengah terdapat pada sudut kemiringan 45°, dengan nilai tegangan 382,90 MPa. Selanjutnya, nilai rata-rata regangan tertinggi terdapat pada sudut kemiringan 30° dan 60°, dengan nilai regangan masing-masing 16,67%. Nilai modulus elastisitas tertinggi terdapat pada pengelasan dengan sudut kemiringan 30°, yaitu sebesar 140.053 MPa. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam keilmuan pengelasan, khususnya dalam memahami pengaruh sudut kemiringan elektroda terhadap sifat mekanis baja SS400. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan atau dasar dalam pengelasan komponen material baja untuk diaplikasikan pada dunia industri. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan peningkatan efisiensi proses pengelasan, tetapi juga dapat memastikan kualitas sambungan las yang lebih baik, handal, serta aman digunakan.
ANALISA PRESTASI KINCIR AIR TIPE UNDERSHOT YANG BEKERJA PADA SALURAN HORIZONTAL Rahmad Hidayat Boli; Rifaldo Pido; Mohamad Rival
KOLONI Vol. 1 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i1.4

Abstract

The need for electrical energy has become one of the basic needs for human life, the limitations and capabilities of the state electricity company in providing electricity to the Indonesian people have not been met. Like a village that has not been reached by PLN electricity. The purpose of this study is to determine the output power of a micro hydro power plant using a flat blade, the load variation used is 1 kg to 15 kg, and to determine the characteristics of the waterwheel, then describe the power and efficiency curve using a flat blade on the type Undershot stream. The method used in this research is to measure power efficiency by varying the flow rate of 0.0166 m3/s and 0.0155 m3/s. The flow rate measurement is carried out by filling a bucket with a bucket volume of 20 L. The results obtained in this study are the largest discharge is found at 0.0166 m3/s discharge to get a power of 12.127 Watt, resulting in a waterwheel efficiency of 18.569% at 56 axis rotation 23 rpm. Keyword: Water Wheel, Flat Spoon, Efficiency, Power, Torque
Optimizing Pelton Turbine Efficiency through Variable Flow Rates: An Experimental Study Rahmad Hidayat Boli; Rifaldo Pido; Wawan Rauf
Journal of Novel Engineering Science and Technology Vol. 5 No. 02 (2026): Journal of Novel Engineering Science and Technology
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/jnest.v5i02.1791

Abstract

This study experimentally investigates the efficiency characteristics of a laboratory-scale Pelton turbine under variable water flow rates and mechanical loading conditions. Five flow rates (0.04 m³/s, 0.035 m³/s, 0.029 m³/s, 0.024 m³/s, and 0.021 m³/s) were tested by measuring rotational speed, torque, shaft power, and turbine efficiency. The results reveal a nonlinear relationship between load and efficiency for all tested flow rates, with maximum efficiency occurring at intermediate loading conditions. The highest efficiency of 52.727% was obtained at a flow rate of 0.04 m³/s and a load of 12 kg. Were associated with reduced efficiency, which is commonly linked to decreased jet momentum. These findings provide experimental insight into Pelton turbine performance under non-design operating conditions at laboratory scale.
Peningkatan Pemahaman dan Keterampilan Pengoperasian Sistem Hydrant di Rusun Kejaksaan Tinggi Manado Rahmad Hidayat Boli; Rizky Selly Nazarina Oli’i; Novriyanti Talango; Sahional Ishak
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Maret 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i2.672

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan penghuni serta pengelola Rusun Kejaksaan Tinggi Manado dalam mengoperasikan dan merawat sistem hydrant sebagai bagian dari mitigasi kebakaran. Sistem hydrant, yang terdiri dari pompa hydrant dan pillar hydrant, merupakan infrastruktur vital dalam penanggulangan kebakaran. Namun, masih terdapat kendala dalam operasional dan pemeliharaannya akibat kurangnya sosialisasi dan pelatihan teknis. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan edukatif, pelatihan teknis, dan simulasi kebakaran guna meningkatkan kesiapsiagaan penghuni dalam menghadapi keadaan darurat. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan kesadaran serta kemampuan penghuni dan pengelola dalam menggunakan sistem hydrant secara efektif, sehingga diharapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran di lingkungan rusun.
PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA SMK MELALUI PENGENALAN SISTEM MESIN DAIHATSU XENIA Rahmad Hidayat Boli; Rifaldo Pido; Novriyanti Talango; Sahional Ishak
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i4.618

Abstract

Rendahnya pemahaman siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap komponen dan sistem kerja mesin kendaraan masih menjadi permasalahan mendasar dalam pendidikan vokasi di Indonesia. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan siswa dalam menguasai keterampilan otomotif yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri, khususnya pada bidang perawatan dan perbaikan mesin. Ketidakseimbangan antara teori dan praktik nyata menjadi penyebab utama rendahnya kompetensi lulusan SMK, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan sarana pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis praktik langsung menggunakan media yang relevan dan mudah diakses. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Mootilango pada bidang otomotif melalui pelatihan pengenalan komponen dan sistem kerja mesin mobil Daihatsu Xenia. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan praktik siswa dalam memahami hubungan antar sistem mesin yang disebabkan oleh keterbatasan sarana belajar nyata. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Mootilango, Kabupaten Gorontalo, selama satu hari dengan metode pelatihan praktik langsung (hands-on training), demonstrasi komponen mesin, diskusi interaktif, observasi aktivitas belajar dan evaluasi berbasis pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 19 siswa dari program keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap rerata nilai siswa dari 56,3 pada pre-test menjadi 86,3 pada post-test, hal ini mengalami peningkatan kompetensi sebesar 50,2%. Pelaksanaan pelatihan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kemampuan kognitif, psikomotorik serta motivasi belajar siswa terhadap bidang otomotif. Kegiatan ini memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, sekolah vokasi dan industri otomotif, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan vokasi dan kesiapan kerja lulusan SMK di daerah.