Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Literature Review : Terapi Komplementer Aromaterapi Lavender Untuk Mengurangi Rasa Cemas Pada Ibu Hamil Trimester III Melisa Pebri Rahayu; Rani Ning Setia; Salsabila Amelia; Syarifah Nurul Putri Ananta; Umi Saprila Muti’ah; Gusriani; Rahmi Padillah; Teresia; Yuni Retnowati
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 1 (2023): JKRI - Desember 2023
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trimester III merupakan periode kehamilan bulan terakhir/sepertiga masa kehamilan terakhir yang dimulai pada minggu ke-27 sampai kehamilan cukup bulan 38 sampai 40 minggu. Kecemasan selama kehamilan akan berdampak negatif pada ibu hamil sejak masa kehamilan hingga persalinan, seperti melahirkan prematur bahkan sampai menyebabkan keguguran. Salah satu terapi komplementer untuk menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III yang mudah dilakukan dan terjangkau adalah aromaterapi lavender. Untuk mengetahui manfaat aromaterapi lavender sebagai penurun tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kecemasan ibu hamil trimester III. Berdasarkan hasil dari literature review, penulis menyimpulkan bahwa salah satu cara meminimalisir tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi proses persalinan bisa melalui terapi komplementer, yakni dengan pemberian aromaterapi lavender. Disamping efeknya tidak menimbulkan bahaya bagi ibu dan janin, lavender juga mudah didapatkan dengan harga yang relatif terjangkau
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATORUM Elok Dwi Cahyani; Aldhina Janurti; Aulia Rahma; Gusriani
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 2 (2024): JSRD, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i2.640

Abstract

Latar Belakang: Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama mordibitas dan mortalitas pada bayi baru lahir, terutama di negara-negara berkembang. Risiko asfiksia pada bayi dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, termasuk adanya komplikasi obstetri. Ketuban pecah dini (KPD) telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kejadian asfiksia neonatorum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kejadian ketuban pecah dini (KPD) dan risiko asfiksia pada bayi baru lahir melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode: Tinjauan literatur dilakukan dengan mencari artikel dan jurnal ilmiah dari database seperti PubMed dan Google Scholar yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2024. Kata kunci yang digunakan meliputi "ketuban pecah dini" dan "Asfiksia Neonatorum." Studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif untuk menilai hubungan antara KPD dan asfiksia neonatorum. Hasil: Analisis literatur menunjukkan bahwa ketuban pecah dini secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya asfiksia neonatorum. Risiko ini lebih tinggi pada KPD yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai cukup bulan (preterm) dibandingkan dengan KPD pada usia kehamilan cukup bulan. Mekanisme yang mendasari meliputi infeksi intrauterin, gangguan aliran darah pada plasenta, dan stres janin akibat berkurangnya cairan ketuban. Selain itu, pengelolaan persalinan yang kurang optimal pada kasus KPD dapat memperparah risiko asfiksia. Kesimpulan: Ketuban pecah dini (KPD) memiliki keterkaitan yang signifikan dengan peningkatan risiko asfiksia neonatorum. Penanganan yang tepat, termasuk deteksi dini dan intervensi obstetri yang memadai, sangat penting untuk mencegah komplikasi serius pada bayi baru lahir. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan preventif serta manajemen yang holistik untuk mengurangi risiko asfiksia yang disebabkan oleh KPD.
PENGARUH RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA ANGGOTA POLISI DI POLRES PAREPARE Gusriani; Haniarti; Henni Kumaladewi Hengky
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v4i1.402

Abstract

Data Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) menunjukkan peningkatan prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas sebesar 32,4% (WHO, 2015). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adakah pengaruh dari lingkar perut, kebiasaan merokok, aktivitas fisik olahraga, dan pola konsumsi garam serta kebiasaan minum kopi dengan risiko kejadian hipertensi di Polres Parepare. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik observasional desain penelitian cross sectional study. Populasi yang dijadikan sampel sebanyak 82 polisi. Analisis data univariat dan bivariat (uji statistik chi-square).Hasil penelitian ada pengaruh antara lingkar perut (p=0,005), kebiasaan merokok (p= 0,000), pola konsumsi garam (p=0,005) terhadap risiko kejadian hipertensi. Sedangkan aktivitas fisik olahraga (p=0,077), dan kebiasaan minum kopi (p=0,366) tidak memiliki pengaruh terhadap risiko kejadian hipertensi. Berdasarkan kesimpulan, disarankan kepada polisi agar melakukan aktivitas fisik secara rutin dan mengurangi asupan garam
SINERGI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PIJAT BAYI PADA IBU UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN KESEHATAN BAYI PESISIR Lestary, Tanti; Gusriani; Ratnanengsih; Nur Citra; Safinatun Najah ZE; Arjuna
HIKMAYO: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AMAYO Vol. 4 No. 2 (2025): HIKMAYO : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56606/hikmayo.v4i2.359

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan upaya kesehatan anak adalah penurunan angka kematian bayi dari tahun ke tahun, khususnya Angka Kematian Bayi (AKB) atau Infant Mortality Rate (IMR), yang sangat sensitif terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita melalui penyuluhan tentang tumbuh kembang anak serta pelatihan pijat bayi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2024 di ruang pertemuan serbaguna RT 11 Kelurahan Tanjung Pasir, dengan peserta terdiri atas kader kesehatan, ibu dan ayah balita, serta keluarga yang hadir mendampingi. Kegiatan terdiri dari penyuluhan bertema “Tumbuh Kembang Anak dan Manfaat Pijat untuk Anak” yang disampaikan dengan metode komunikasi interaktif. Pendekatan partisipatif ini terbukti efektif meningkatkan keterlibatan dan retensi pengetahuan peserta. Dilanjutkan dengan pelatihan pijat bayi yang dilakukan dengan metode demonstrasi, di mana peserta mempraktikkan langsung teknik pijat dengan pendampingan. Melalui pelatihan ini, ibu memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kombinasi metode penyuluhan interaktif dan demonstrasi pijat bayi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ibu mengenai pentingnya stimulasi tumbuh kembang pada periode emas anak guna mencegah gangguan pertumbuhan yang tidak tertangani secara dini.
Skrining Pranikah Calon Pengantin Perempuan Dalam Mempersiapakan Calon Ibu Dan Bayi Sehat Berkualitas Di Kota Tarakan Rahman, Nur Indah Noviyanti; Aisyah Laily; Gusriani; Reza Bintangdari Johan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya dari skrining prakonsepsi salah satunya adalah mencegah terjadinya abortus baik abortus dengan sengaja akibat kehamilan tidak diinginkan maupun abortus spontan. Abortus diartikan sebagai keluarnya janin sebelum berusia 20 minggu secara tiba-tiba dimana janin belum mampu bertahan hidup di luar rahim. Banyak faktor yang menyebabkan abortus seperti faktor kromosom, faktor usia, gaya hidup. Metode: Artikel ini disusun dengan menggunakan metode penggunaan data-data langsung hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik pada pasien. Data-data pasien meliputi hasil pemeriksaan TTV (Tanda-tanda vital), pemeriksaan status gizi, pemeriksaan dari kepala sampai ujung kaki dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan gula darah dan pemeriksaan HB (hemoglobin). Hasil: Kegiatan ini diawali dengan melakukan anamnesa mengenai riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit kelurga dan melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh WHO yaitu Self Reporting Questionnaire (SRQ), SRQ terdapat 20 pertanyaan terkait gejala masalah kesehatan jiwa yang harus di jawab dengan klien.. Kesimpulan: Hal ini penting untuk pencegahan komplikasi dalam kehamilan dan persalinan.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI DI PUSKESMAS MALINAU SEBERANG Sriwahyuni; Gusriani; Situmorang, Teresia Suminta Rotua
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1447

Abstract

Pemberian MPASI yang optimal dapat menjamin tumbuh kembang yang optimal, tidak hanya mencegah stunting, namun dapat mengantisipasi kejadian obesitas, menurunkan risiko anemia, defisiensi mikronutrien dan risiko diare pada anak. Di Puskesmas Malinau Seberang masih ditemukan 34 balita stunting, sehingga langkah pencegahan harus segera dilakukan oleh tenaga kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memastikan pemberian makanan pendamping ASI yang adekuat dan benar dengan memberikan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki anak balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI di Puskesmas Malinau Seberang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitik, yang dilaksanakan pada bulan Mei - Juni tahun 2024. Sampel penelitian 30 orang ibu yang memiliki balita. Hasil penelitian ini diperoleh hasil rata-rata usia ibu adalah 36 tahun, rata-rata usia bayi 8.5 bulan, mayoritas pekerjaan ibu adalah Ibu Rumah Tangga, dengan mayoritas berpendidikan SD, dan rata-rata pengetahuan 11.67 dari total 14 pertanyaan. Faktor pendidikan menjadi salah satu penyebab yang mempengaruhi pengetahuan. Para kader posyandu dan tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kegiatan sosialisasi pemberian MP-ASI kepada ibu agar dalam pemberian MPASI dapat diberikan secara tepat dan benar sehingga menurunkan risiko gangguan tumbuh kembang bayi.