Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Edukasi dan Pengukuran Pengaruh Frekuensi Komunitas Pengguna Herbal terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Metode EQ-5D-5L di Sekolah Indonesia, Kuala Lumpur, Malaysia Muslimah, Muslimah; Noviasari, Nina Anggraeni; Fuad, Wijayanti; Asmara, Qeyza Naufalia Riz; Najib, Naufal; Hanif, Yazid Ahmad
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat-obatan tradisional menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran di masyarakat.Masyarakat menganggap obat tradisional sebagai obat yang murah dan memiliki efek samping yang lebihkecil dibandingkan obat dari bahan kimia. Berdasarkan penelitian Tengk Azlan Shah Tengku Mohamadpada tahun 2019, sebanyak 55,5% masyarakat Malaysia menggunakan herbal untuk kesehatan. Penggunaanobat herbal ini selain populer dikalangan masyarakat, juga populer di layanan kesehatan primer seperti dinegara Malaysia. Penggunaan obat herbal berdasarkan keamanan dan kebermanfaatan obat tersebut dapatmeningkatkan kualitas hidup bagi penggunanya, tinggi nya tingkat kesembuhan menandakan tingkatkualitas hidup yang baik. Tujuan PKM PKLN ini menciptakan kebiasaan menggunakan herbal agarimunitas dan kualitas hidup meningkat. Metode pengabmas ini: Lokasi pengabmas di sekolah IndonesiaKuala Lumpur Malaysia, metode pengambilan data kuesioner sekaligus edukasi tentang pentingnyapenggunaan herbal, kuesioner juga diberikan untuk pre edukasi dan post edukasi. Pelaksanaan pengabdianpada tanggal 26 September 2024. Hasil pengabdian diharapkan kebiasaan untuk menggunakan herbal baikyang dikonsumsi maupun yang dioleskan ke kulit dan penggunaan laiannya, di harapkan menjadi Habittercipta imunitas meninggkat sehingga kinerja guru meningkat pu;a karena jarang sakit. Luaran PKMPKLN ini Prosiding Nasional.Kata Kunci: Herbal alam, pengabmas, edukasi, obat tradisional
Hubungan Dukungan Keluarga dan Kebutuhan Spiritual dengan Kualitas Hidup Pasien Lansia Rosyada, Yassir Amrina; Faizin, Chamim; Noviasari, Nina Anggraeni
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.1.73-80

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan seseorang yang memiliki umur lebih dari atau sama dengan 55 tahun. Kualitas hidup pasien lansia merupakan persepsi yang dipengaruhi oleh aspek spiritualitas dan dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang sangat kuat akan membantu pasien lansia dalam kehidupan kesehariannya. Kebutuhan spiritual berkaitan dengan kedekatan dengan Tuhan, semakin baik kebutuhan spiritual maka semakin tinggi kualitas hidup, dapat dilakukan dengan senantiasa melakukan ibadah, membaca Al-Qur’an untuk muslim, dan menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia. Tujuan: Diketahuinya hubungan antara dukungan keluarga dan kebutuhan spiritual dengan kualitas hidup pasien lansia. Metode: Penelitian memakai metode kuantitatif observasional analitik menggunakan rancangan cross sectional yang dilakukan di Posyandu Lansia Melati Putih RW 4. Sampel penelitian sejumlah 42 orang menggunakan teknik total sampling. Kuesioner dukungan keluarga, kuesioner DSES, dan kuesioner OPQOL-Brief digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil: Terdapat total 42 lansia dengan mayoritas berada pada dukungan keluarga yang cukup dan kebutuhan spiritual yang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kebutuhan spiritual (p0,001) terhadap kualitas hidup lansia dengan koefisien korelasi yang kuat dan sedang, secara berurutan. Simpulan: Terdapat korelasi yang signifikan antara dukungan keluarga dan kebutuhan spiritual terhadap kualitas hidup pasien lansia.
The Relationship Between Level Of Religiosity And Family Support With Quality of Life of AMI Patients Meilani, Lely; Faizin, Chamim; Noviasari, Nina Anggraeni
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 25 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v25i1.22167

Abstract

Quality of Life (QoL) for acute myocardial infarction (AMI) patients is important. This study aims to analyze the religiosity and family support on the QoL for AMI patients. This study uses quantitative observational analytical methods with a cross-sectional design. Total sampling of data was collected by paying attention to the sample criteria at Roemani Hospital of the 74 respondents, inclusion was found to be 46 respondents.  The study instrument used a Daily Spiritual Experience Scale (DSES) to religiosity level, Saragih family support questionnaire to assess family support as a variable independent. MacNew Health Related Quality of Life (HRQoL) to assess quality of life as a dependent variable.  Analyzed data using tests rank Spearman. It was found that 80.43% of respondents had a high level of religiosity, 17.39% moderate, and 2.17% poor. There were 80.43% of respondents had good family support, and 19.57 % sufficient. Respondents had good QoL (78.26%), and poor (21.74%). These results showed that the religiosity level correlated with the QoL for AMI patients (p=0.000; r=+0.934). Family support correlated with the quality of life of AMI (p=0.000; r=+0.936). The higher religiosity level and family support, the higher the QoL for AMI patients. So, the patient must increase the level of religiosity and their families should be more supportive to improve QoL.
Tingkat Aktivitas Fisik dan Kejadian Dismenore Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang Permatasari, Aulia Rizqi Indah; Anggraeni, Merry Tyas; Noviasari, Nina Anggraeni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25897

Abstract

Dismenorea adalah nyeri panggul yang berhubungan dengan menstruasi dan produksi prostaglandin. Wanita yang melakukan aktivitas fisik ringan dapat mengurangi distribusi oksigen dalam sirkulasi sistemik, sehingga meningkatkan persepsi nyeri, termasuk dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metodologi cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 51 mahasiswa Fakultas Kedokteran Unimus. Metodologi yang digunakan adalah simple random sampling. Evaluasi statistik menggunakan uji chi-square. Uji chi-square menghasilkan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,005), yang menunjukkan adanya hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan prevalensi dismenorea pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan prevalensi dismenorea pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang.
Pengaruh Dexmedetomidine Intravena terhadap Kadar Superoxide Dismutase 1 (Sod-1) Hepar Kelinci pada Hepatic Ischemic Reperfusion Injury Model Kuncoro, Dodhi; Noviasari, Nina Anggraeni; Istiqomah, Istiqomah; Muslimah, Muslimah; Basuki, Rochman
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.56921

Abstract

Ischemic Reperfusion Injury is a state where there is cellular damage as a result of organ hypoxia are accompanied by improved delivery oksigen.Cedera after ischemia reperfusion marked with an oxidant production, complement activation, leukocyte endothelial cell adhesion, platelet aggregation of leukocytes, increased microvascular permeability and a decrease in the endothelium relaxation dependent.Enzym ie superoxide scavenging superoxide dismutase (SOD), plays a role in protecting the organ from organ damage due to ischemia-reperfusion injury.Hepar is the organ most in producing superoxide dismutase (SOD-1)as a result of injury after ischemic reperfusion. To determine the effect of intravenous dexmedetomidine on levels of superoxide dismutase 1 (SOD-1) rabbit liver in hepatic ischemic reperfusion injury. Methods, An experimental study Randomize Post Test Only Control Group Design uses 10 New Zealand rabbits. 5 rabbits given the form of dexmedetomidine treatment of 0.5 mcg / kg / h and performed occlusion of the portal vein hepatica (K1). 5 rabbits untreated (KK) also performed hepatic portal vein occlusion and examination superoxide dismutase 1 (SOD-1) as a control. Shapiro Wilk normality test and parametric tests using independent t-test. Results, The mean levels of SOD-1 group konrol 0.54 ± 0.24 and a P value of 0.76 (normal) and average levels of SOD-1 in the treatment group 1.22 ± 0.43 and a P value of 0.129 (normal).Uji parametric test with Independent t-test available p = 0,017.Because value of p <0.05, we conclude there is a significant difference. Conclusion, Dexmedetomidine significantly increase the value of superoxide dismutase 1 (SOD-1) in rabbits given new zealand treatment of occlusion of the hepatic portal vein.
The Relationship between Education Level and Scabies Prevention Behavior of Santri in Pondok Pesantren Y Pati Anggraeni, Nissa; Noviasari, Nina Anggraeni; Faizin, Chamim
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i11.1498

Abstract

Scabies can be prevented by implementing healthy behaviors such as scabies prevention behaviors. This can help reduce the spread of scabies transmission in boarding schools. One of the risk factors for scabies is the level of education. The incidence of scabies is mostly experienced by MTs students rather than MA students. Because MTs students tend to have poor scabies prevention behavior. In relation to the incidence of scabies in individuals, exposure experience is a crucial aspect because individuals of more mature age, namely MA students, have better potential in knowing how to prevent scabies. The purpose of this study was to determine the relationship between education level and the prevention behavior of scabies in students at Pondok Pesantren Y Pati. This study applied analytic observational method with cross sectional research design. The research sample was 56 male and 87 female students of Pondok Pesantren Y Pati who were selected through total sampling technique. The research instrument was a scabies prevention behavior questionnaire that had been tested for validity and reliability by Umi Hasanah, 2019. Data were analyzed by applying the chi square test at a significance level of 95%. There is a significant relationship between education level and scabies prevention behavior p = 0.000, with a PR value = 14.695. With the characteristics of male respondents = 56 students (39.2%), female = 87 students (60.8%), MTs = 93 students (65.0%), MA = 50 students (35%), students who experience scabies = 62 students (43.4%), students who do not experience scabies = 81 (56.6%). The level of education can affect the behavior of preventing scabies in students. There is a significant relationship between the level of education and the behavior of preventing scabies in students in boarding school Y pati.
Hubungan Kinerja Dengan Tingkat Stres Pada Tenaga Kesehatan Di Rsi Loano Kabupaten Purworejo Saputro, Ahmad Kurniawan; Widayati, Ratih; Noviasari, Nina Anggraeni
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.3375

Abstract

Penurunan kinerja tenaga kesehatan di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Selain disebabkan oleh stres kerja yang meningkat, hal ini juga disebabkan oleh berkurangnya jam kerja dan sistem bekerja dari rumah. Stres kerja yang terjadi di pelayanan kesehatan disebabkan oleh pekerjaan yang semakin tinggi dan dituntut untuk bertanggung jawab dan tanggap dalam keadaan darurat, serta harus mengambil keputusan secara terburu-buru yang menyebabkan tekanan lebih besar pada tenaga kesehatan. Program Magister Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (MKK FKUI) mencatat sebanyak 83% tenaga kesehatan di Indonesia mengalami sindrom burnout sedang dan berat, yang menyebabkan penurunan kinerja tenaga kesehatan. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Analisis statistik Spearman Rank sebagai analisis data yang digunakan. Koefisien korelasi (r) sebesar 0,963 menunjukkan kekuatan hubungan antara variabel kinerja dengan tingkat stres tenaga kesehatan sangat kuat. Arah korelasi dalam analisis variabel ini adalah negatif (-) dan memiliki nilai ρ sebesar 0,000 (ρ < 0,05). Terdapat hubungan antara kinerja dan tingkat stres tenaga kesehatan di Rumah Sakit Islam Loano, Purworejo. Semakin tinggi kinerja (baik), semakin rendah tingkat stres tenaga kesehatan