Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Efektifitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Booklet dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah Di SMPN 16 Banjarmasin Tahun 2024 Apriyanti, Dina; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Rafidah, Rafidah; Prihatanti, Nur Rohmah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.271

Abstract

Latar Belakang: Kejadian anemia pada remaja putri dapat menyebabkan lekas lelah, konsentrasi menjadi menurun sehingga akan mempengaruhi prestasi belajar dan dapat menurunkan produktivitas kerja. Upaya dalam penanggulangan anemia pada remaja telah dilakukan oleh pemerintah dengan membuat program pemberian tablet  tambah darah pada remaja putri yaitu Program Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS),  yang mana  salah  satu  tujuan  khususnya adalah  meningkatkan  kepatuhan  mengonsumsi  TTD  pada  remaja  putri. Anemia remaja putri di Kota Banjarmasin Tahun 2023 mengalami peningkatan 48,36 %. Target untuk Remaja putri yang mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Tahun 2023 hanya mencapai 48,32 % dari target nasional sebesar 75 %. Tujuan: Mengetahui Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Booklet Dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah di SMPN 16 Banjarmasin Tahun 2024. Metode: Menggunakan quasy eksperimen dengan rancangan Pretest-Postest Two Group Design. Serta Uji alternatif Wilcoxon untuk menganalisis hasil pengamatan yang berpasangan dari dua data apakah berbeda atau tidak. Wilcoxon signed Rank test ini digunakan hanya data tidak mengikuti distribusi normal. Hasil: Dari 40 responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan leaflet didapatkan mean 8,17, dan sesudah mean meningkat menjadi 13,25, sedangkan penggunaan booklet didapatkan mean 8,05, dan sesudah mean meningkat menjadi 11,90. P Value 0,018 (p < α 0,05),menunjukan ada perbedaan hasil peningkatan yang signifikan antara kedua intervensi yang digunakan (leaflet lebih baik dari booklet). Kesimpulan: penggunaan Leaflet lebih efektif dari penggunaan Booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang Tablet Tambah Darah. Sehingga penggunaan Leaflet dapat memotivasi remaja putri untuk mengkonsumsi Tablet Tambah Darah.
Pengalaman Ibu Selama Masa Kehamilan Terkait Dukungan Keluarga Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Prihatanti, Nur Rohmah; Suryanti, Suryanti; Syarniah, Syarniah
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 7 No. 1 (2025): MAJORY : Malang Journal of Midwifery
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/majory.v7i1.5294

Abstract

Stunting is a condition where a child's growth is inhibited and they do not achieve their optimal physical and cognitive growth potential. Children who experience stunting can be detected from the age of 0-5 years. The mother's physical readiness during pregnancy through routine Antenatal care, taking iron tablets at least 90 tablets during pregnancy, carrying out Early Initiation of Breastfeeding after giving birth and providing exclusive breastfeeding for 6 months, the mother's psychological condition and family support can play a role in preventing stunting. The purpose of this study was to analyze the effect of family support for pregnant women as an effort to prevent stunting. The research was conducted in Banjarbaru City, South Kalimantan in 2024. This type of research is qualitative research with an in-depth interview method. The research sample was taken using the multistage random sampling method adjusted to the inclusion criteria and exclusion criteria. The research participants were 5 mothers who had children aged 0-2 years with an age range of 20-35 years and had met the research inclusion and exclusion criteria. The results of data processing were analyzed to assess the role of family support for mothers during pregnancy as an effort to prevent stunting. The results of the study showed that all participants (100%) knew about stunting in children and received family support during pregnancy. The form of family support varies for each mother, such as accompanying the mother during pregnancy check-ups and childbirth, providing care and nutrition during pregnancy and childbirth, preparing transportation plans to health facilities to avoid delays in handling childbirth. The existence of family support for mothers shows that mothers can go through their pregnancies comfortably, have their nutritional needs met and receive regular pregnancy check-ups so that their pregnancies are always healthy and free from stunting. Family support given to pregnant women during pregnancy has a significant influence in preventing stunting in children. Family support for pregnant women is expected to be continued until the child is born and care during growth and development as well as the importance of education from health workers in health services
PENGARUH KALSIUM DAN VITAMIN C DALAM ABSORPSI ZAT BESI DAN KAITANNYA DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DAN KEJADIAN STUNTING : SISTEMATIC REVIEW Megawati, Megawati; Prihatanti, Nur Rohmah
Jurnal Ilmiah Maternal Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v7i1.935

Abstract

ABSTRACT             Low hemoglobin levels cause anemia in pregnancy. Influencing factors such as are iron, vitamin C as an iron enhancer,and calcium as an iron inhibitor. The purpose of this study was to determine the effect of intake of iron, calcium and vitamin C on hemoglobin levels of pregnant women as on of the factors causing stunting. This study uses a systematic review approach. Literature search used electronic databases, namely PubMed, Garuda, Google Scholar and Wiley Online library and with keywords : intake of iron, calcium, vitamin C, hemoglobin levels, and pregnant women. Original article sources from main sources with full text, published in the last ten years, in Indonesian and/or English. Variables in articles : effect of intake of iron, calcium and articles on hemoglobin levels and pregnant women. From 113 articles that founded, 10 articles were obtained fulfilling the criteria and then were identified. Iron intake increased the hemoglobin levels in pregnant women. This is because vitamin C is a supporting factor for iron absorption. Iron intake consumed with vitamin C is more effective in increasing hemoglobin levels.Meanwhile, calcium is a factor inhibiting the absorption of iron, and calcium reduces the amount of hemoglobin levels in pregnant women. The intake of iron, calcium and vitamin C has a significant effect on the hemoglobin levels of pregnant women. Reducing the amount of hemoglobin in the blood of pregnant women will get anemia and make one of the factors causing stunting. Keywords : Iron, Calcium, Vitamin C, Hemoglobin of Pregnant Women ABSTRAKKadar hemoglobin rendah menyebabkan anemia dalam kehamilan. Faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin adalah zat besi, vitamin C sebagai enhancer besi, dan kalsium sebagai inhibitor besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asupan besi, kalsium, dan vitamin C terhadap kadar hemoglobin ibu hamil sebagai salah satu faktor penyebab kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan sistematis. Pencarian literatur menggunakan database elektronik yaitu PubMed, Garuda, Google Scholar, and Wiley Online Library dan dengan kata kunci: asupan besi, kalsium, vitamin C, kadar hemoglobin, ibu hamil. Sumber artikel asli dari sumber utama dengan teks penuh, diterbitkan sepuluh tahun terakhir, berbahasa Indonesia dan/atau Inggris. Variabel dalam artikel: pengaruh asupan besi, kalsium dan artikel terhadap kadar hemoglobin dan ibu hamil. Dari 113 artikel yang ditemukan, didapatkan 10 artikel yang memenuhi kriteria dan selanjutnya diidentifikasi. Hasil: Asupan zat besi meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil. Selain zat besi, vitamin C juga membantu meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil. Hal ini dikarenakan vitamin C merupakan faktor pendukung penyerapan zat besi. Asupan zat besi yang dikonsumsi bersama vitamin C lebih efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Sedangkan, kalsium merupakan faktor penghambat penyerapan zat besi, sehingga kalsium menurunkan jumlah kadar hemoglobin pada ibu hamil. Asupan zat besi, kalsium dan vitamin C memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada kadar hemoglobin ibu hamil. Menurunnya jumlah hemoglobin dalam darah pada ibu hamil membuat anemia yang merupana salah satu faktor penyebab terjadinya stunting. Kata Kunci: Zat Besi; Kalsium;Vitamin C,Hemoglobin Ibu Hamil
GAMBARAN PEMANFAATAN BUKU KIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KELURAHAN PALAM Prihatanti, Nur Rohmah; Hapisah, Hapisah; Rizani, Ahmad; Daiyah, Isrowiyatun; Megawati, Megawati; Ismarini, Novi
Jurnal Ilmiah Maternal Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v7i2.965

Abstract

ABSTRACT. The Maternal and Child Health Book (KIA Book) is a book that contains health information for mothers, from the time of pregnancy, during childbirth, during the postpartum period and continues to record the health of newborns until the child is 5 years old. The KIA book integrates several health records in the community. The KIA book is useful in improving family and community behavior in maintaining maternal and child health and improving communication between health workers and clients to help families obtain quality and sustainable Maternal and Child Health services. Based on the 2018 Basic Health Research, the results of the analysis showed that 60% of mothers were able to show their KIA book during the examination, as many as 10% could not show their KIA book, and as many as 30% of mothers did not have a KIA book at all. This shows that ownership of the KIA book is still below the service standard target of 100%. The type of research used is descriptive. The research was conducted in Palam Village in May 2023. The research population was pregnant women in the Palam Village area. The sample used was accidental sampling with a total of 13 respondents, all of whom were patients at the Palam auxiliary health center. The research variable is the utilization of the KIA book for pregnant women. The instrument used is a questionnaire. Data analysis using univariate analysis. The results showed that all pregnant women in the Palam Village area had used the KIA book properly (100%). Utilization of the KIA book is very effective in facilitating the improvement of health behavior, continuing care during the antenatal, intranatal and postnatal periods, as well as recording/keeping health records. Keywords: KIA book, Pregnant Women, Children  ABSTRAK. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) adalah buku yang berisi informasi kesehatan untuk ibu, sejak masa hamil, saat melahirkan, masa nifas dan berlanjut untuk mencatat kesehatan bayi baru lahir sampai anak berusia 5 tahun. Buku KIA mengintegrasikan beberapa catatan kesehatan di komunitas. Buku KIA bermanfaat dalam memperbaiki perilaku keluarga dan masyarakat dalam memelihara kesehatan ibu dan anak serta meningkatkan komunikasi antara tenaga kesehatan dan klien untuk membantu keluarga memperoleh pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak yang bermutu dan berkesinambungan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, hasil analisis menunjukkan bahwa 60 % ibu bisa menunjukkan buku KIA saat pemeriksaan, sebanyak 10 % tidak dapat menunjukkan buku KIA, serta terdapat sebanyak 30% ibu yang sama sekali tidak memiliki buku KIA. Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan buku KIA masih dibawah target standar pelayanan yaitu sebesar 100%. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian dilakukan di Kelurahan Palam pada bulan Mei 2023. Populasi penelitian adalah Ibu hamil di wilayah Kelurahan Palam. Sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah responden 13 orang yang keseluruhan merupakan pasien di Puskesmas Pembantu Palam. Variabel penelitian adalah pemanfaaatan buku KIA pada Ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah dengan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat. Didapatkan hasil bahwa Ibu hamil di wilayah Kelurahan Palam seluruhnya telah memanfaatkan buku KIA dengan baik (100 %). Pemanfaatan buku KIA sangat efektif untuk memfasilitasi peningkatan perilaku kesehatan, perawatan yang berkelanjutan selama periode antenatal, intranatal, dan postnatal, serta sebagai rekaman/menyimpan catatan kesehatan. Kata Kunci: Buku KIA, Ibu Hamil, Ana
PENDAMPINGAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG BAYI DENGAN METODE PIJAT BAYI (BABY MASSAGE) Sofia, Norlaila; Prihatanti, Nur Rohmah; Aprilea, Noor Adha; Nashriyah, Asy-syifa
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.107

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dan ibu yang memiliki bayi di bawah dua tahun (baduta) tentang stimulasi tumbuh kembang bayi dengan metode pijat bayi sehat (baby massage) di wilayah kerja Puskesmas Astambul, Kabupaten Banjar. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi dan monitoring. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari 20 ibu dengan baduta dan 10 kader posyandu. Hasil yang dicapai meliputi peningkatan pengetahuan peserta tentang pentingnya stimulasi tumbuh kembang bayi dan manfaat pijat bayi, peningkatan keterampilan dalam melakukan pijat bayi, serta partisipasi aktif kader dalam meneruskan program ini di posyandu masing-masing. Evaluasi dilakukan sebanyak 3 kali untuk memantau penerapan pijat bayi oleh ibu secara mandiri.Abstrak dalam Bahasa Indonesia tidak lebih dari 300 kata, dibuat dalam satu paragraph berisi: tujuan penelitian, metode pelaksanaan, simpulan, teknik analisis dan hasil kegiatan.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI ASI EKSKLUSIF DAN TEKNIK MENYUSUI TAHUN 2025 Sofia, Norlaila; Prihatanti, Nur Rohmah; Aprilea, Noor Adha
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v4i2.111

Abstract

One of the main efforts in preventing stunting is through exclusive breastfeeding. To support this, health education and breastfeeding technique training are carried out to the community in the work area of the Astambul Health Center. The target of this activity is breastfeeding mothers with children aged 0–24 months. The activity partner, namely the Astambul Health Center, faces a high prevalence of stunting, so a strategy is needed to accelerate stunting reduction through health education on family empowerment, the Healthy Living Community Movement (Germas), and the optimization of the First 1000 Days of Life (HPK), especially related to exclusive breastfeeding and correct breastfeeding techniques. This activity was attended by 20 breastfeeding mothers. As part of the training, participants practiced proper breastfeeding techniques with the assistance of facilitators. The evaluation was carried out in two stages: (1) immediately after counseling to assess participants' understanding of exclusive breastfeeding and correct breastfeeding techniques; and (2) one month after the activity to evaluate the success of the application of the technique in daily breastfeeding practice. The results of the evaluation showed an increase in the knowledge and skills of the participants, which is expected to support efforts to reduce the stunting rate in the region through more optimal breastfeeding practices during the 1000 HPK period.
HUBUNGAN PARITAS, PENDIDIKAN, DAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING Prihatanti, Nur Rohmah; Sofia, Norlaila; Aprilea, Noor Adha
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 7 No. 2 (2025): MAJORY : Malang Journal of Midwifery
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan. Stunting berdampak jangka panjang pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Sangat penting untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting agar upaya pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan secara efektif. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian stunting antara lain paritas, pendidikan, dan usia ibu. Sehingga tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan paritas, pendidikan, dan usia ibu dengan kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel Penelitian adalah Ibu yang memiliki anak usia 12-24 bulan sebanyak 30 responden dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Penelitian dilakukan di Desa Pasar Jati dan Kelampaian Ilir yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Astambul Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Uji Statistik yang digunakan adalah uji chi square dengan batas kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas (p-value 0,094) dan pendidikan ibu (p-value 0,880) dengan kejadian stunting. Sedangkan usia ibu menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting (p-value 0,046). Hasil penelitian menujukkan bahwa paritas tidak secara langsung mempengaruhi risiko stunting pada anak begitu juga dengan pendidikan ibu. Secara konseptual, paritas dan pendidikan ibu sering dianggap sebagai salah satu faktor determinan penting status gizi anak. Namun, temuan ini justru menunjukkan bahwa paritas dan tingkat pendidikan ibu bukanlah satu-satunya penentu dalam mencegah stunting. Dan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian stunting. Penelitian menunjukkan bahwa usia 20-35 tahun memiliki risiko stunting yang lebih rendah dibandingkan kelompok usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
Appropriate Complementary Feeding and Parenting Practices to Prevent Stunting in Children Sofia, Norlaila; Prihatanti, Nur Rohmah; Aprilea, Noor Adha; Nashriyah, Asy-syifa
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 14 Issue 2 November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v14i2.751

Abstract

Background: Stunting is a major public health problem caused by chronic malnutrition and recurrent infections, especially during the First 1000 Days of Life. Banjar Regency recorded the highest stunting prevalence in South Kalimantan, reaching 44.4% in 2022. Parenting practices such as early initiation of breastfeeding (IMD), exclusive breastfeeding, appropriate complementary feeding (MP-ASI), vitamin A supplementation, and handwashing with soap (CTPS) play an essential role in stunting prevention. This study aimed to analyze the association between parenting practices and stunting incidence in Banjar Regency.  Methods: An observational study with a cross-sectional design was conducted among mothers with children aged 12–24 months. Samples were selected using multistage random sampling. Data were collected through anthropometric measurements and structured questionnaires assessing parenting practices. Data were analyzed using the chi-square test with a significance level of p<0.05 and odds ratio (OR) estimation. Results: Most mothers practiced IMD (90%), provided MP-ASI (80%), and administered vitamin A supplementation (80%), but more than half did not exclusively breastfeed (43.3%). The prevalence of stunting was 40%. Statistical analysis showed a significant association between MP-ASI practices and stunting incidence (p-value = 0.026; OR = 0.082). However, IMD, exclusive breastfeeding, vitamin A supplementation, and CTPS were not significantly associated with stunting.  Conclusion: Complementary feeding practices have a strong protective effect against stunting. Therefore, strengthening maternal knowledge and community-based education on optimal complementary feeding practices should be prioritized in stunting prevention strategies.
Determinants of underweight among children under five years in Sungai Malang Community-Health Center Tunggal, Tri; Ariyani, Eka; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Prihatanti, Nur Rohmah; Santi, Mina Yumei
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(4).456-470

Abstract

Background: The most common nutritional problem in Indonesia is malnutrition. Children under five years are the age group that most often suffers from malnutrition. Underweight is a condition when a child's weight is below the normal range, indicated by a weight for age index of <-2 SD. Data from the health report for children under five years in North Hulu Sungai Regency, the percentage of underweight in Sungai Malang Community-Health Centers was 15.38% and in 2023 increase to 15.87%. Objectives: The aims of this research to determine the determinants of underweight among children under five years in Sungai Malang Community-Health Center, North Hulu Sungai Regency, South Kalimantan Province.Methods: A cross-sectional study was conducted involving 106 respondents selected through simple random sampling. Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-square), and multivariate (binary logistic regression) methods.Results: The prevalence of underweight was 33.96%. Significant determinants included low family income (OR=12.74; p=0.006), medium household size (OR=7.98; p=0.023), history of infectious diseases (OR=13.84; p=0.001), and low meal frequency (OR=47.19; p<0.001). Maternal education, child’s age, and sex were not significantly associated.Conclusions: Meal frequency emerged as the strongest determinant of underweight among children under five, followed by low family income, medium household size, and history of infectious diseases. The study recommends prioritizing efforts to improve meal frequency through community-based education, while encouraging health centers to actively promote early detection and prevention of underweight