Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH SEDENTARY BEHAVIOR TERHADAP OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH Rizka Norazizah, Norlaila Sofia, Megawati,
Jurnal_Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Kebidanan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v11i2.152

Abstract

Obesitas merupakan suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan lemak tubuh secara berlebih. Obesitas memiliki hubungan yang bermakna terhadap usia harapan hidup seseorang. Individu yang sudah mengalami obesitas sejak masa kanak-kanaknya mempunyai risiko yang lebih besar terkena penyakit-penyakit metabolik di masa yang akan mendatang. Implikasi dan konsekuensi yang ditimbulkan obesitas pada masa anak-anak saat ini dianggap masa krusial yang menentukan derajat kesehatan di tahap usia selanjutnya. Obesitas anak diprediksi berhubungan dengan kebiasaan yang tidak aktif yang mengarah pada perilaku kurang gerak (sedentary behavior). Aktivitas fisik memberi peran penting dalam pengeluaran energi karena 20-50% energi dikeluarkan dengan aktivitas fisik. Kurang aktivitas fisik menyebabkan kelebihan energi akan disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sedentary behavior terhadap obesitas pada anak sekolah. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur (literature review) yang mencoba menggali bagaimana pengaruh sedentary behavior terhadap obesitas pada anak sekolah. Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi (Pubmed, Google Scholar) dalam bentuk jurnal penelitian berjumlah 21 jurnal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh sedentary behavior terhadap obesitas bila dilihat dari nilai p = 0,0005 dengan metode yang digunakan. Pearson koefisien korelasi. Chi-square digunakan untuk melihat hubungan antara perbedaan lama waktu screen based activity (SBA) anak dalam kelompok gemuk dan tidak gemuk. Kesimpulan dalam penanganan obesitas pada anak sekolah dengan melakukan intervensi peningkatan aktifitas fisik dan menjalani perilaku makan yang sehat dapat mengurangi prevalensi obesitas pada anak sekolah.
PENGARUH SEDENTARY BEHAVIOR TERHADAP OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH Megawati, Rizka Norazizah, Norlaila Sofia
Jurnal_Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Kebidanan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v11i2.152

Abstract

Obesitas merupakan suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan lemak tubuh secara berlebih. Obesitas memiliki hubungan yang bermakna terhadap usia harapan hidup seseorang. Individu yang sudah mengalami obesitas sejak masa kanak-kanaknya mempunyai risiko yang lebih besar terkena penyakit-penyakit metabolik di masa yang akan mendatang. Implikasi dan konsekuensi yang ditimbulkan obesitas pada masa anak-anak saat ini dianggap masa krusial yang menentukan derajat kesehatan di tahap usia selanjutnya. Obesitas anak diprediksi berhubungan dengan kebiasaan yang tidak aktif yang mengarah pada perilaku kurang gerak (sedentary behavior). Aktivitas fisik memberi peran penting dalam pengeluaran energi karena 20-50% energi dikeluarkan dengan aktivitas fisik. Kurang aktivitas fisik menyebabkan kelebihan energi akan disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sedentary behavior terhadap obesitas pada anak sekolah. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur (literature review) yang mencoba menggali bagaimana pengaruh sedentary behavior terhadap obesitas pada anak sekolah. Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi (Pubmed, Google Scholar) dalam bentuk jurnal penelitian berjumlah 21 jurnal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh sedentary behavior terhadap obesitas bila dilihat dari nilai p = 0,0005 dengan metode yang digunakan. Pearson koefisien korelasi. Chi-square digunakan untuk melihat hubungan antara perbedaan lama waktu screen based activity (SBA) anak dalam kelompok gemuk dan tidak gemuk. Kesimpulan dalam penanganan obesitas pada anak sekolah dengan melakukan intervensi peningkatan aktifitas fisik dan menjalani perilaku makan yang sehat dapat mengurangi prevalensi obesitas pada anak sekolah.
Pelatihan Teknik Pijat Perah Dan Teknik Pijat Oksitoksin Pada Kader Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Astambul Isrowiyatun Daiyah; Magdalena; Megawati; Norlaila Sofia
Ekobis Abdimas Vol 1 No 2 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.1.2.3024

Abstract

Kader merupakan bagian dari masyarakat yang bersedia bekerja sukarela dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di lingkungannya sendiri. Peningkatan kualitas yang dapat terasa pada bayi baru lahir adalah pemberian air susu ibu (ASI) yang maksimal. karena di dalam ASI mengandung sel darah putih, zat kekebalan, enzim, hormon dan protein yang cocok untuk bayi. Berdasarkan data yang didapatkan bahwa masih rendahnya cakupan ASI bahkan setiap tahunnya terjadi penurunan. Penurunan cakupan ini dikarenakan beberapa sebab salah satunya kurangnya motivasi ibu sehingga rangsangan dalam produksi ASI menjadi kurang yang pada akhirnya mengakibatkan ASI tidak keluar. Salah satu cara dalam merangsang ASI dapat keluar adalah dengan melakukan pijatan dengan teknik pijat perah dan teknik pijat oksitoksin. Setelah dilakukan pelatihan pijat perah dan oksitoksin terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan para kader dalam Malakukan tindakan tersebut. Kata kunci : Teknik Pijat Perah, Teknik Pijat Oksitoksin, ASI
Pengaruh Faktor Usia Terhadap Kejadian Retensio Plasenta di Indonesia Prihatanti, Nur Rohmah; Aprilea, Noor Adha; Sofia, Norlaila; Tunggal, Tri; Yuniarti, Yuniarti; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Isnaniah, Isnaniah
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 6 No. 1 (2024): MAJORY
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/majory.v6i1.4393

Abstract

Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta tertahan di dalam uterus dan belum keluar selama 30 menit setelah bersalin disebabkan uterus tidak berkontraksi dengan baik. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2019 adalah sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung dari kematian Ibu tersebut adalah perdarahan, dimana retensio plasenta merupakan salah satu penyebab perdarahan terbesar yaitu mencapai 28%. Tinjauan sistematis dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor usia terhadap kejadian retensio plasenta di Indonesia. Kriteria artikel yang ditelaah adalah artikel dengan rentang tahun 2020-2024 dan menggunakan database Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah “Usia” dan “Retensio Plasenta”. Hasil penelusurn didapatkan 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan 8 artikel yang ditelaah, 7 artikel menyebutkan bahwa usia Ibu berpengaruh terhadap kejadian retensio plasenta. Hasil tinjauan sistematis menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia dengan kejadian retensio plasenta yaitu usia < 20 tahun dan > 35 tahun dapat meningkatkan kejadian retensio plasenta pada ibu bersalin
PROMOSI KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS PADA LANSIA Rita Kirana; Tut Barkinah; Norlaila Sofia; Isnaniah, Isnaniah; Januarsih, Januarsih; Agus Rachmadi; Suhrawardi, Suhrawardi; Ahmad Rizani
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 5: Mei 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i5.7767

Abstract

xxxxxxx
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING PADA KELOMPOK KELUARGA BERISIKO STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ASTAMBUL TAHUN 2024 Noor Adha Aprilea; Norlaila Sofia; Nur Rohmah Prihatanti; Isnaniah, Isnaniah; Tut Barkinah; Norhalisa, Norhalisa; Pratiwi Sri Handayani; Ezliana, Ezliana
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 9: September 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i9.8654

Abstract

The community service program titled "Empowering Families for Accelerated Reduction of Stunting in High-Risk Families in the Puskesmas Astambul Area for 2024" addresses the pressing issue of stunting, which significantly affects child growth and development. Conducted in the Puskesmas Astambul area, this initiative focuses on families at high risk of stunting, utilizing educational strategies and community engagement to improve nutritional practices and health awareness. The program involves implementing health education on family empowerment, the Healthy Living Movement (Germas), and the First 1000 Days of Life (HPK) initiative. The objectives are to increase families' knowledge about proper nutrition and health, promote practices for handwashing and sanitation, and foster community groups for sustained empowerment. Results show an increase in awareness regarding balanced nutrition and improved health practices among participants. Additionally, active participation in routine child monitoring and health practices was observed. This program aims to make a tangible impact on reducing stunting rates by addressing underlying risk factors and improving community health practices.
Maternal Risk Factors among Pregnant Women with Miscarriage Sofia, Norlaila; Fadlyana, Eddy; Irianti, Setyorini; Krisnadi, Sofie; Susiarno, Hadi
Althea Medical Journal Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v11n1.3037

Abstract

Background: Approximately, 4.1% of maternal deaths in Indonesia occur due to miscarriage. Miscarriage might be caused by various factors such as fetal, maternal, and external factors. Monitoring and early detection of maternal factors might prevent miscarriage.  This study aimed to analyze the influence of maternal factors on the incidence of miscarriage. Methods: This was an analytic observational study with a case-control design conducted in Banjar District, South Kalimantan in August–September 2022. Data was collected from the medical records of pregnant women who experienced miscarriage (n=60) and pregnant women who did not (n=120). Data was analyzed using the chi square test and logistic regression. The level of maternal risk factors for the incidence of miscarriage was determined from the odds ratio (OR) value at a 95% confidence interval.Results: The results revealed that parity (p=0.000; OR=2.2), nutritional status (p=0.000; OR=77.1), level of education (p=0.001; OR=3.5), and employment status (p=0.000; OR=8.1) had a significant effect on the incidence of miscarriage.Conclusion: Maternal factors such as parity, nutritional status, education level, and employment status influence on the incidence of miscarriage, therefore, it is essential to educate pregnant women on various factors related to miscarriage.
Determinants of Problems in Teenage Pregnancy Hapisah, Hapisah; Rafidah, Rafidah; Sofia, Norlaila; Mahpolah, Mahpolah
JOSING: Journal of Nursing and Health Vol 4 No 1 (2023): JOSING: Journal of Nursing and Health
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/josing.v4i1.7594

Abstract

This study aims to determine the determinants or risk factors for pregnancy complications in adolescents. This type of research is quantitative analytical research with a case-control approach. The results of univariate analysis show that most respondents married at the age of 16-19 years (92%), and the remainder at the age of 12-15 years lived in rural areas (62%) and with their parents. (70). %), have low education (65.3%), have poor economic conditions (56%), and have anemia status (60%). The most frequently experienced pregnancy problems were constant vomiting and not wanting to eat (39.3%), while the least experienced were bleeding at the beginning or end of pregnancy and yellow eyes/skin (1.3% each). There are two variables related to teenage pregnancy problems, namely anemia status and knowledge about pregnancy. The most influential variable is anemia (p=0.000, OR: 3.995 (1.952-8.174). In conclusion, the impact of complications and deaths on women and children and the effect on future generations can be prevented. Keywords: Determinants, Teenage Pregnancy, Problems
Usia Ibu dan Hubungannya dengan Kondisi Kehamilan, Persalinan, Postpartum dan Kondisi Neonatal Hapisah, Hapisah; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Sofia, Norlaila; Hipni, Rubiati; Megawati, Megawati
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.13370

Abstract

This study analyzes the relationship between maternal age and various aspects of pregnancy, delivery, postpartum conditions, and neonatal outcomes in Indonesia. The research method used was an observational design with a cross-sectional approach. The results showed that there was a significant relationship between maternal age and pregnancy conditions (p<0.001) with young mothers (<20 years) showing higher levels of anemia (6.7% vs 3.5%) and KEK (8.8% vs 3.0%) compared to the 20-35 year age group. Postpartum infections were more common in young mothers (20.1% vs 15.2%) although this difference was not statistically significant (p=0.087). Low Birth Weight was higher in babies born to young mothers (4.1% vs 2.1%) but this difference was not statistically significant (p=0.096). This study highlights the impact of maternal age on various aspects of maternal and neonatal health in Indonesia. Young mothers (<20 years) are at higher risk of complications during pregnancy, delivery, and the postpartum period. In conclusion, maternal age has a significant impact on various aspects of maternal and neonatal health in Indonesia. Young mothers (<20 years) are at higher risk for certain pregnancy complications and poor delivery outcomes. Keywords: Pregnancy, Neonatal Condition, Childbirth, Post Partum, Maternal Age
Impact of Infant Massage on Weight Gain: A Study in Banjar District, South Kalimantan Adha Aprilea, Noor; Sofia, Norlaila; Rohmah Prihatanti, Nur; Rusmilawaty, Rusmilawaty
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 9 Issue 2 Year 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkf.v9i2.448

Abstract

Background: Underweight in children under five is still a significant health problem in many parts of the world, especially in developing countries. One such intervention that has gained cultural significance is infant massage, a traditional practice that promotes relaxation, improves digestion, and enhances weight gain. This study seeks to evaluate the impact of infant massage on weight gain in infants under 24 months within Banjar Regency, a region where undernutrition presents a significant public health issue. While infant massage is traditionally practiced and believed to benefit infant health, its effectiveness remains debatable. Methods: A quasi-experimental design with a control group involving 51 mother-infant pairs was employed. Participants were divided into an intervention group (n=17) that received infant massage training and performed it over three months and a control group (n=34) that received no such intervention. This research uses an observation form instrument. Infant weight gain was the primary outcome measure, with data analyzed using independent sample t-tests to assess differences between the two groups. Results: No statistically significant difference was found in weight gain between the intervention and control groups (t = -0.415, p = 0.680). However, descriptive data revealed that 88.2% of infants in the intervention group experienced weight gain compared to 85.3% in the control group, indicating a potential trend toward positive effects of infant massage. Conclusion: Despite the lack of statistical significance, the observed trend suggests potential benefits of infant massage. Further research with larger sample sizes and longer durations is recommended.