Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Resilience Levels in The Sandwich Generation Ade Ubaidah; Selviana Bunga Meilani; Afnisa Putri Azahra
Journal of Knowledge and Collaboration Vol. 1 No. 4 (2024): Journal of Knowledge and Collaboration
Publisher : Arbain Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/jkz1g907

Abstract

The sandwich generation is a generation that is faced with the dual responsibility of caring for their children and aging parents simultaneously. Individuals who belong to the sandwich generation have burdens to bear such as having higher financial obligations and less free time. Resilience is a process of adapting well in facing difficult situations, such as trauma, accidents, threatening events or sources of stress. Therefore, the ability of resilience is important for individuals who have significant adversity, one of which is the sandwich generation. This research aims to collect and analyze articles related to the level of resilience in sandwich generation individuals. The design used is a literature review. Journals are collected using search engines such as Google Scholar. The journal criteria used are those published in 2014-2024. Based on the articles collected, it was found that the Sandwich Generation in Indonesia experienced high levels of stress due to the multiple responsibilities they carried. But they have a high level of resilience too. The sandwich generation demonstrated the ability to be resilient in the face of various obstacles. Resilience in the sandwich generation is influenced by various factors, such as personal competence, religiosity, optimism and social suppor.
PEMBELIAN IMPULSIF DI ERA DIGITAL: PENGARUH KEPRIBADIAN DAN KECANDUAN SMARTPHONE Hifizah Nur; Dewi Murtiningsih; Fatma Nuraqmarina; Ade Ubaidah; Ulumuddin Nurul Fakhri; Ananda Putri; Padma Suryani Wijaya; Aqila Nashwa; Alda Ambarsari Al Barkah
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v8i1.3948

Abstract

Perilaku belanja online secara impulsif menunjukkan peningkatan seiring dengan pertumbuhan pesat e-commerce dan intensitas penggunaan smartphone. Fenomena ini menjadi semakin kompleks ketika dikaitkan dengan faktor kepribadian dan kecanduan smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lima besar ciri kepribadian (Big Five Personality Traits) serta kecanduan smartphone terhadap perilaku pembelian impulsif online pada Generasi Z di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini merupakan salah satu studi awal yang mengintegrasikan ketiga variabel tersebut pada populasi Generasi Z di kawasan metropolitan Indonesia. Lima faktor kepribadian yang meliputi neuroticism, extraversion, openness to experience, agreeableness, dan conscientiousness mengacu pada kerangka yang dikemukakan oleh John dan Srivastava (1999). Kecanduan smartphone diukur menggunakan Smartphone Addiction ScaleShort Version (SAS-SV) yang dikembangkan oleh Viola (2021), sedangkan perilaku pembelian impulsif online diukur menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Rook dan Hoch (1985) yang telah diadaptasi dalam konteks belanja online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan regresi, serta Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan struktural antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Big Five Personality Traits dan kecanduan smartphone tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap perilaku pembelian impulsif online. Namun, dimensi agreeableness dan conscientiousness berhubungan negatif, sedangkan neuroticism berhubungan positif signifikan dengan kecanduan smartphone pada responden. Temuan ini memberikan perspektif baru dalam kajian psikologi digital di Indonesia, bahwa perilaku pembelian impulsif online pada Generasi Z lebih dipengaruhi oleh faktor situasional seperti kondisi ekonomi dan pola penggunaan smartphone dibandingkan faktor kepribadian, sebagaimana banyak dilaporkan dalam konteks negara lain.
Evaluasi Psikometrik Instrumen Self-Leadership Mahasiswa dalam Konteks Pembelajaran Digital melalui Pendekatan PLS-SEM Ade Ubaidah; Hifizah Nur; Miftakhul Nuuril Azizah
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas psikometrik instrumen self-leadership mahasiswa dalam konteks pembelajaran digital di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei yang melibatkan 146 mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Pulau Jawa dan DKI Jakarta yang menggunakan perangkat digital dalam aktivitas pembelajaran. Instrumen yang digunakan merupakan adaptasi dari Abbreviated Self-Leadership Questionnaire (ASLQ) yang dikembangkan oleh Houghton et al. (2012), yang mencakup tiga dimensi utama, yaitu behavior-focused strategies, natural reward strategies, dan constructive thought pattern strategies. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk menguji reliabilitas dan validitas konstruk. Hasil analisis menunjukkan bahwa dua item dieliminasi akibat nilai outer loading yang tidak memenuhi kriteria, sehingga model akhir terdiri dari tujuh item. Nilai reliabilitas menunjukkan konsistensi internal yang baik, dengan Cronbach’s alpha sebesar 0,815 dan composite reliability sebesar 0,863. Sementara itu, nilai Average Variance Extracted (AVE) sebesar 0,474 menunjukkan tingkat validitas konvergen yang cukup dalam merepresentasikan konstruk self-leadership. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen self-leadership yang digunakan memiliki kualitas psikometrik yang memadai untuk mengukur perilaku kepemimpinan diri mahasiswa dalam konteks pembelajaran digital. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan instrumen pengukuran self-leadership di pendidikan tinggi serta mendukung pengembangan pembelajaran yang mendorong kemandirian belajar mahasiswa di era digital.