Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI BACA TULIS SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA Putri, Ragil Dian Purnama; Martaningsih, Sri Tutur; Lestari, Tri; Hermansyah, Agus Kichi
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v8i1.6903

Abstract

This study aims to evaluate the reading and writing literacy levels of elementary school students and to assess the extent to which the Independent Curriculum contributes to improving literacy in Gunungkidul Regency, located in the Special Region of Yogyakarta. This region is predominantly rural and faces challenges related to limited access and inadequate educational facilities. The lack of educational resources—such as quality reading materials, proper libraries, and technological infrastructure—poses a major obstacle to enhancing student literacy. The research employs a quantitative approach to analyze numerical data, emphasizing standardized data collection methods and utilizing statistical analysis to test hypotheses. This approach is intended to provide a comprehensive understanding of students' reading and writing literacy skills. The findings reveal that the implementation of the Independent Curriculum in elementary schools across the Gunungkidul area has not yet produced a significant impact on improving students' literacy skills. This is evident from the average test scores, which remain below the Minimum Completion Criteria (MCC) set by the schools: 65.6 in the control group and 61.4 in the experimental group. Therefore, it can be concluded that the reading and writing literacy levels of elementary school students in the region remain relatively low.
Asesmen Awal Permasalahan Peserta Didik dan Peran Penting Bimbingan Konseling di SD Martaningsih, Sri Tutur; Muyana, Siti; Putri, Ragil Dian Purnama; Kurniawan, Shopyan Jepri
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i2.12753

Abstract

Curriculum changes have operational consequences for their implementation by teachers as the frontline implementers. Not all teachers have easy access to curriculum socialization information, resulting in low understanding and difficulty in implementing the expected learning. On the other hand, elementary school is a transitional stage from preschool to formal school, which raises problems when children are not ready. Guidance and counseling (BK) as a party that can help intervene if there is a problem, there are no special personnel assigned to elementary schools. Guidance and counseling in elementary schools must still be carried out by class teachers. The golden age is at an early age (PAUD level) and early elementary school classes, requiring stimulation so that the development of various aspects is optimal. Class teachers with various administrative tasks and teaching tasks for almost all subjects will have difficulty providing stimulation for individual student development. The characteristics of lower and upper grade elementary school students are different, requiring a relevant BK learning/service approach. Child development problems can be experienced by children at the elementary school age stage, both in learning, personal, social, and career problems. Permendikbud 111 of 2014 has mandated that there are BK teachers in elementary schools, but its implementation in the field has not yet been realized. This article presents a study of various problems in elementary school children, furthermore it is expected that appropriate alternative solutions can be provided. After knowing the various problems in the field and also from theoretical studies, teaching materials or service materials can be developed that are enjoyable for students, in accordance with the development stage, and help facilitate class teachers in providing optimal development stimulation to their students.
PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN SEBAGAI INOVASI MEDIA TERHADAP PEMAHAMAN SISWA KELAS V SDN BONDALEM Nurjanah, Muna; Denanda, Fiola; Putri, Ragil Dian Purnama
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 4 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan pemanfaatan video pembelajaran sebagai inovasi media dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi panca indra di kelas V SDN Bondalem serta untuk menganalisis respons siswa terhadap penerapan media tersebut. Permasalahan yang diteliti adalah kurangnya pemahaman siswa dalam pembelajaran IPA ketika guru masih banyak mengandalkan metode ceramah. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokomentasi. Kemudian dianalisis secara bertahap melalui mengumpulkan data, reduksi data, dan penyajian data. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan video pembelajaran berhasil meningkatkan minat, motivasi, serta pemahaman konsep siswa terhadap materi panca indra. Siswa menjadi lebih aktif, penuh semangat, dan mampu menjelaskan konsep secara konkret setelah melihat visualisasi melalui video. Terlebih lagi, guru dapat menyesuaikan video dengan sifat gaya belajar siswa, sehingga pembelajaran terasa lebih bermakna. Penelitian ini memperkuat teori pembelajaran multimedia dan konstruktivisme.
Urgensi Menanamkan Akhlak pada Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam Putri, Ragil Dian Purnama; Siregar, Veni Veronica
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2021.12-04

Abstract

Akhlak adalah persoalan yang sering terjadi dalam mendidik anak, karena akhlak selalu berhubungan dengan perilaku manusia dalam pembentukan peradaban. Tujuan penulisan artikel ini yaitu digunakan dalam mengetahui bagaimana akhlak sebagai tumpuan kecerdasan anak dan ayat maupun hadist tentang pendidikan akhlak pada anak. Metode penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan terhadap buku, peraturan perundangan-undangan, makalah seminar, prosiding, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian memaparkan bahwa manusia ciptaan Allah SWT yang paling sempurna. Kategori kecerdasan intelektual dan emosional terdapat pada diri manusia. Namun, kecerdasan tidak berkembang jika sekelilingnya seperti orang tua, masyarakat, maupun lingkungan sekitar tidak ikut serta dalam proses pembentukan akhlak anak. Hal tersebut dikarenakan dasar perkembangan yaitu dari pengaruh lingkunganan anak. Ayat dan hadist tentang pendidikan akhlak pada anak yaitu terdapat dalam surah Al-qur’an QS Ali Imran ayat 112, dan 159-160. Hadist mengenai pendidikan akhlak telah diriwayatkan oleh al-Bukhârî tentang ibu atau keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Keterlibatan Orang Tua dalam Meningkatkan Literasi Digital Anak Sekolah Dasar: Systematic Literature Review Hati, Futry Luhur; Arziqi, Robi Wahyu; Putri, Ragil Dian Purnama
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36633

Abstract

Systematic Literature Review sistematis ini menelaah peran keterlibatan orang tua dalam meningkatkan literasi digital anak sekolah dasar. Menggunakan panduan PRISMA, studi ini menganalisis artikel-artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 dan terindeks di Google Scholar serta Scopus. Hasil tinjauan menunjukkan berbagai bentuk dukungan orang tua, mulai dari praktik berbasis rumah hingga kolaborasi dengan pihak sekolah. Namun, keterbatasan kompetensi digital dan waktu menjadi tantangan utama. Hasil Systematic Literature Review menunjukkan bahwa literasi digital pada anak sekolah dasar memberikan dampak positif terhadap kemampuan anak dalam menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Anak yang memiliki literasi digital dari pendampingan orang tua yang baik cenderung mampu mengakses dan memanfaatkan media digital untuk tujuan pembelajaran, memahami etika dalam berinteraksi di ruang digital, serta memiliki kesadaran terhadap risiko seperti konten negatif dan informasi yang menyesatkan.
Enacting Multiliteracy in Young Learners’ English Classrooms: A Case Study of Primary Teachers Khasanah, Ramadhani Uswatun; Putri, Ragil Dian Purnama
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jimp.v5i2.14906

Abstract

Multiliteracy focuses on multimodal communication and linguistic and cultural diversity. It is increasingly relevant in 21st-century primary education. In Indonesian elementary English classrooms, multiliteracy opens space for more engaging learning but also introduces pedagogical and infrastructural constraints. This study explores how primary teachers implement multiliteracy-oriented practices in English lessons and identifies the challenges that arise during classroom application. Employing a qualitative case study, data were gathered through interviews, classroom observations, and document analysis involving six teachers. The results show that teachers integrated various multimodal resources, such as images, songs, videos, and mobile devices. The teachers also applied interactive strategies, including role-play, games, and group discussion. Furthermore, the teachers modified teaching materials to accommodate students’ proficiency levels. Nonetheless, limited student vocabulary, inadequate technological support, and teachers’ restricted English competence emerged as key barriers. Despite these constraints, students responded positively to multimodal and interactive activities, displaying strong enthusiasm and engagement in the learning process.