Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Strategy for The Development of Pacu Jalur Tourism Objects In Increasing Regional Original Income Tri Yulastin; Nurman Nurman; Zainal Zainal
International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Vol. 4 No. 2 (2023): International Journal of Economics Development Research (IJEDR)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ijedr.v4i3.3218

Abstract

The behavior of street vendors by making their own land causes the city's infrastructure to no longer function optimally and intact so that this becomes a problem. There are obstacles for the Kuantan Singingi Regency Tourism and Culture Office in realizing the development of Pacu Jalur tourism objects, the obstacle that greatly affects tourism development in Kuantan Singingi Regency is the limited funds owned by the Tourism and Culture Office. The lack of a budget from the government and the lack of third parties in investing have made the Kuantan Singingi Regency Tourism and Culture Office in realizing superior tourism destinations not optimal. The development strategy according to Cooper et al in Sunaryo (2013: 159) explains that: a. Tourist attraction objects which include uniqueness and attractions based on nature, culture and man-made/artificial. b. Accessibility which includes ease of transportation facilities and systems. c. Amenities which include tourism support and support facilities. d. Public facilities (Ancillary Services) that support tourism activities e. Institutions that have authority, responsibility and role in supporting the implementation of tourism activities. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach, namely a type of research that aims to provide a systematic, factual and accurate description of the data in the field. This qualitative method will produce discoveries in the form of speech or writing and so on that support the research process. Qualitative descriptive research methods in this study were used to develop theories that were built from data obtained in the field.
Local government innovation model in Pekanbaru City, Indonesia: a study of public service mall Ranggi Ade Febrian; Khairul Rahman; Ahmad Fitra Yuza; Zainal Zainal
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 13, No 2 (2023): (August 2023)
Publisher : Department of Government Studies Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ojip.v13i2.10137

Abstract

This research aims to find a model for implementing local government innovation in Pekanbaru City. One of the Innovation Public Service Mall innovations with the highest score is SMART PETAKU (Pekanbaru City Government Land Asset Management System) with a score of 820. However, there are still several innovations with the lowest score, one of which is the E-Archive with a score of 0. Using the theory of disruptive innovation ( Yu Hang, 2010), the basic design of this study uses a qualitative method with a descriptive approach from primary data sources obtained from in-depth interview techniques and secondary data, namely passive observation techniques. The research findings show that first, the success of the internal perspective is determined by the indicators of visionary and innovative local government head leadership, the right organizational structure with the establishment of a Public Service Mall, an organizational culture that is not separated from the pathology of democracy, and employee competencies that require development. Second, an external perspective determined by supervision from the Pekanbaru City DPRD, community participation, and appreciation factors that have a significant effect on the performance of the Pekanbaru City Government. Third, the marketing aspect is supported by the existence of a dynamic website from the content and information presented. Fourth is the technological perspective, where the Pekanbaru City Government through the Public Service Mall applies the E-Gov concept with application designs for requests and complaints. The conclusion of the study found the IEMT model with internal, external, market, and technology perspective dimensions. Recommendations for further research are collaborative governance studies in service innovation with the private sector at Public Service Malls which are still disproportionate.
Strategi Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Lahan di Kenegerian Kedah Malaysia Zainal Zainal; Nur Ali Hanim Hanifiah; Roni Sahindra; Ranggi Ade Febrian; Andriades Sofia
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v4i2.705

Abstract

Isu pencemaran alam sekitar bukan suatu yang baru sebaliknya ia mula disedari sejak puluhan tahun dahulu oleh seorang ahli kimia bernama Rachel Carson menerusi bukunya berjudul Silent Springyang diterbitkan pada tahun 1962. Kesedaran tentang alam sekitar mungkin lebih awal lagi memandangkan buku tersebut diterbitkan pada tahun 1962. Buku tersebut berjudul Silent Springkerana burung yang berkicau riang tidak lagi berlaku disebabkan ancaman racun serangga yang memusnahkan spesies mereka (Bell & Morse 1999, Zaini Ujang 1997). Boleh dikatakan kesemua sarjana kini mengambil detik permulaan kesedaran alam sekitar pada mula penerbitan buku ini kerana ia satu-satunya didokumenkan. Daripada persidangan UNCHE, jelas memerlukan persefahaman antara negara ahli bagi mengatasi masalah alam sekitar yang sedang dihadapi oleh masyarakat dunia. Kira-kira dua dekade berlalu, jalan penyelesaian terhadap masalah alam sekitar belum dicapai oleh dunia. Malahan, keadaan menjadi semakin buruk tahun demi tahun. Kegelapan dalam menangani masalah alam sekitar secara berkesan daripada Persidangan UNCHE telahmenyebabkan wujud satu lagi persidangan dunia tentang alam sekitar. Salah satu penyebab utama dari pencemaran alam ini adalah diakibatkan karena terjadinya terjadi kebakaran hutan ataupun lahan yang selama ini menjadi bencana musiman yang terjadi di Malaysia dan terkadang walaupun kebakaran hutan terjadi di Indonesia akan tetapi Malaysia tetap merasakan dampak dari pencemaran udara yang dirasakan oleh masyarakat yang ada di Malaysia.
Strategi Kelompok Tani Desa Mekong Kabupaten Kepulauan Meranti Dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Zainal Zainal; Ardiansyah Ardiansyah; Suparto Suparto; Halimah Abdul Manaf; Admiral Admiral; Efendi Ibnu Susilo
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v6i1.1255

Abstract

Pemberdayaan masyarakat adalah sebuah proses yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan individu dan masyarakat dalam mengelola sumber daya secara mandiri dan berkelanjutan. Kabupaten Kepulauan Meranti, yang terletak di Provinsi Riau, memiliki potensi ekonomi maritim yang cukup besar, terutama dalam industri perikanan. Desa Mekong, yang terletak di wilayah ini, telah menunjukkan berbagai kemajuan dalam keamanan pangan dan meraih kesuksesan dalam kompetisi desa pangan aman tingkat nasional. Nelayan di Desa Mekong menghadapi berbagai masalah, termasuk harga bahan bakar yang tidak stabil, meningkatnya biaya operasional kapal, dan kondisi cuaca buruk yang membatasi aktivitas penangkapan ikan. Selain itu, operasi penambangan timah mengubah habitat perairan, sehingga berdampak pada hasil tangkapan nelayan. Program pengabdian masyarakat ini berupaya memberdayakan masyarakat dengan memberikan dukungan kepada kelompok nelayan di Desa Mekong melalui penyediaan jarring udang. Program ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi para nelayan dan meningkatkan kesejahteraan mereka dengan memfasilitasi akses ke metode produksi yang lebih efisien. Intervensi ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing, meningkatkan ketahanan ekonomi, dan membangun paradigma pemberdayaan yang berkelanjutan di sektor perikanan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Capacity Building Camat Dalam Melakukan Pembinaan Kepala Desa Di Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak zainal zainal
GOVERNMENT : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Ilmu Pemerintahan Fisip Unhas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/jgov.v15i2.17976

Abstract

The problem with this research is the lack of capacity building for the sub-district head in coaching village heads so that there are still some village heads who do not understand how to carry out their duties. The purpose of this study was to find out how the quality of the Camat's Capacity Building in Conducting Village Head Coaching in Kerinci Kanan District, Siak Regency. This study used qualitative research methods. The indicators in this study are human resources, organization and institutional reform. The use of this qualitative method aims to support the level of results so that they can be accounted for and easy to understand. This research data collection instrument prioritizes interviews as a means of obtaining the main raw materials to obtain appropriate results. The key informants of this research were the Kerinci Kanan Sub-district Head, Kerinci Kanan Village Head, Kerinci Kiri Village Head, Bukit Agung Village Head, and one of the people from each village. Based on the results of the discussion, it can be concluded that capacity building is not a process that starts from scratch but starts from building existing potential and then processed to further improve the quality of self, groups, organizations, and systems in order to survive in an environment that undergoes continuous change by utilizing cooperation between sub-district apparatus with village apparatus.
TRANSFORMASI GOVERNANCE DALAM PEMBANGUNAN HUTAN YANG BERKELANJUTAN DI PROVINSI RIAU Zainal Zainal; Ardiansyah Ardiansyah
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 7 (2026): 2026 Juli
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i7.1001

Abstract

Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji tentang transformasi governance dalam pembangunan hutan yang berkelanjutan di Provinsi Riau. Studi ini berfokus pada perubahan praktik tata kelola kehutanan dari model terpusat menjadi model yang lebih kooperatif dan partisipatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui tinjauan kebijakan, tinjauan literatur, serta analisis dinamika kelembagaan dan hubungan antaraktor dalam pengelolaan hutan di Provinsi Riau. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kehutanan di Provinsi Riau sedang mengalami perubahan bertahap akibat undang-undang yang lebih ketat, pengembangan kehutanan sosial, peningkatan keterlibatan masyarakat, serta partisipasi dari organisasi akademis dan non-pemerintah. Namun, perubahan ini belum mencapai potensi penuhnya akibat sejumlah hambatan, termasuk konflik hak kepemilikan, tumpang tindih kewenangan, koordinasi antarlembaga yang buruk, dominasi kepentingan ekonomi, serta kemampuan kelembagaan masyarakat lokal yang belum memadai. Penelitian ini juga menemukan bahwa partisipasi masyarakat, kepastian hukum, kualitas kolaborasi para pemangku kepentingan, dan konsistensi implementasi kebijakan lokal memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas pembangunan hutan berkelanjutan. Oleh karena itu, pembangunan hutan berkelanjutan di Provinsi Riau memerlukan perubahan tata kelola yang signifikan, yaitu tata kelola yang transparan, akuntabel, kooperatif, dan adil, untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan ekologi, sosial, dan ekonomi.
TRANSFORMASI LAYANAN DIGITAL DINAS PERIZINAN DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) PROVINSI RIAU Nurman Nurman; Zainal Zainal
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 7 (2026): 2026 Juli
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i7.1002

Abstract

Tujuan kajian ini adalah menganalisis transformasi layanan digital Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau terhadap peningkatan standar layanan publik. Transformasi digital layanan publik merupakan bagian dari implementasi e-government yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akses masyarakat terhadap layanan. Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif dan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat sebagai pengguna layanan dan pegawai DPMPTSP Provinsi Riau. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi layanan digital di DPMPTSP Provinsi Riau telah berjalan cukup baik dengan penerapan sistem perizinan berbasis online, seperti Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA), layanan pengaduan online, dan sistem pelacakan permohonan. Perubahan ini telah meningkatkan efisiensi layanan, transparansi proses, dan aksesibilitas masyarakat. Namun, masih terdapat beberapa masalah seperti integrasi sistem yang kurang baik, tingkat literasi digital masyarakat yang rendah, dan kekurangan infrastruktur teknologi. Berdasarkan hasil studi, dapat disimpulkan bahwa transformasi layanan digital di Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau telah secara signifikan meningkatkan kualitas layanan publik, namun masih diperlukan upaya lebih lanjut. Agar transformasi digital dapat berjalan sebaik mungkin, perlu dilakukan perluasan infrastruktur teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pelaksanaan kampanye kesadaran publik yang lebih luas.
IMPLEMENTASI PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA KOTA PEKANBARU Ardiansyah Ardiansyah; Zainal Zainal
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 7 (2026): 2026 Juli
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagian integral dari demokrasi pemilihan umum dan negara hukum adalah penyelesaian sengketa pemilihan umum daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian sengketa pemilihan umum daerah dalam sistem Pengadilan Tata Usaha Negara dengan fokus pada Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru. Metodologi penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan legislatif, konseptual, dan berbasis kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara normatif, yurisdiksi Pengadilan Tata Usaha Negara tingkat pertama tidak lagi menjadi forum utama untuk peninjauan sengketa administratif yang timbul dari pemilihan setelah perubahan rezim hukum yang mengatur pemilihan umum daerah. Sebaliknya, yurisdiksi ini diarahkan kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk tindakan administratif dan diarahkan kepada Pengadilan Tata Usaha Negara Tingkat Tinggi berdasarkan kerangka hukum pemilihan umum daerah, sementara Mahkamah Konstitusi masih memiliki yurisdiksi atas sengketa hasil pemilihan. Kesiapan kelembagaan Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru, dukungan administratif untuk perkara, pelatihan hakim, serta rekam jejak penanganan perkara pemilihan umum daerah sebelum dan selama perubahan rezim hukum lebih menunjukkan implementasi penyelesaian sengketa pemilihan umum daerah. Berdasarkan temuan studi ini, dapat disimpulkan bahwa peran Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru lebih tepat diartikan sebagai bagian dari ekosistem peradilan administratif yang memfasilitasi penyelesaian sengketa pemilihan daerah, bukan sebagai tempat utama sejak awal. Yang masih diperlukan adalah reformulasi kelembagaan dan harmonisasi kewenangan antarlembaga untuk memberikan kepastian hukum, keefektifan, dan akses terhadap keadilan dalam sengketa pemilihan daerah.