Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Manajemen Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam Menanamkan Pendidikan Karakter pada Kurikulum Merdeka Nasarudin, Nasarudin; Syafii, Ahmad Helwani; Nurjannah, Nurjannah; Muhirdan, Muhirdan; Husnan, Husnan; Marlina, Henny
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i5.6093

Abstract

Kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA) di MIN 1 menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, bebas dari diskriminasi dan kekerasan, serta memperkuat pendidikan karakter sesuai Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model manajemen SRA yang efektif dalam menanamkan pendidikan karakter di MIN 1. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi bahwa model manajemen kolegial yang diterapkan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepala sekolah, guru, staf, siswa, orang tua, dan masyarakat dalam setiap tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi program SRA. Kolaborasi ini memastikan terciptanya lingkungan belajar yang inklusif, mendukung kesejahteraan siswa, serta membangun nilai-nilai karakter melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan. Model manajemen kolegial ini juga berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter, dengan menekankan pentingnya keterlibatan aktif semua pihak dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menghargai hak-hak siswa sesuai dengan prinsip-prinsip SRA dan Kurikulum Merdeka.
PENDIDIKAN SOSIALITA BERBASIS AL-QUR’AN MELALUI METODE QUICK AND SMART QUR’AN DI DESA PERAMPUAN KECAMATAN LABUAPI LOMBOK BARAT Ariani, Zaenafi; Muhirdan, Muhirdan; Hidayanti, Nur Fitri; Rahmawati, Endang; Wiramaya, Devi Sastika; Rohayu, Rina
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38766

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah memengaruhi pola kehidupan sosial ibu rumah tangga, termasuk munculnya fenomena sosialita di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Pergeseran makna sosialita dari aktivitas sosial berbasis kepedulian menjadi simbol eksistensi diri di ruang digital berpotensi melemahkan karakter humanis dan spiritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan pendampingan dan penguatan karakter ibu-ibu sosialita melalui pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode Quick and Smart Qur’an (QSQ) di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, pembentukan kelompok binaan, serta kajian Al-Qur’an intensif dengan pendekatan visual, auditori, kinestetik, cerita, imajinasi, dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta dokumentasi kegiatan. Melibatkan 30 peserta, dilaksanakan 10 sesi pembelajaran intensif. Tingkat partisipasi aktif peserta mencapai 75% serta terbentuk satu komunitas belajar Al-Qur’an yang aktif dan berkelanjutan. Evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an sebesar 38%. Selain itu, terjadi peningkatan indikator soft skills, yaitu disiplin kehadiran sebesar 30%, empati sosial sebesar 25%, dan komitmen spiritual sebesar 35%. Program ini menunjukkan bahwa metode QSQ efektif sebagai model pendampingan karakter berbasis Al-Qur’an yang adaptif dan transformatif bagi komunitas ibu-ibu sosialita, serta berpotensi direplikasi dalam pembinaan karakter keagamaan perempuan di tingkat lokal.Kata kunci: Ibu-Ibu Sosialita; Pembelajaran Al-Qur’an; Quick and Smart Qur’an; Penguatan Karakter. ABSTRACTThe development of digital technology and social media has influenced the social life patterns of housewives, including the emergence of the socialite phenomenon among lower-middle-class communities. The shift in the meaning of socialite from social activities based on humanitarian concern to a symbol of self-existence in digital spaces has the potential to weaken humanistic and spiritual character. This community service program aims to provide mentoring and strengthen the character of socialite housewives through Qur’anic learning using the Quick and Smart Qur’an (QSQ) method in Perampuan Village, Labuapi District, West Lombok Regency. The implementation method includes program socialization, the formation of participant groups, and intensive Qur’anic study using visual, auditory, kinesthetic, storytelling, imagination, and interactive discussion approaches. Evaluation was conducted through pre-test and post-test, participatory observation, and activity documentation. The program involved 30 participants and was conducted through 10 intensive learning sessions. The results show that the active participation rate of participants reached 75%, and a sustainable Qur’anic learning community was successfully established. Quantitative evaluation indicates an increase in participants’ understanding of Qur’anic values by 38%. Furthermore, there was an improvement in several soft skill indicators, including a 30% increase in attendance discipline, a 25% increase in social empathy, and a 35% increase in spiritual commitment. The program demonstrates that the Quick and Smart Qur’an (QSQ) method is effective as an adaptive and transformative Qur’an-based character mentoring model for socialite housewife communities. Moreover, this model has the potential to be replicated as an approach to strengthening religious character development among women at the local community level.Keywords: Socialite Mothers; Qur’anic Learning; Quick and Smart Qur’an; Character Strengthening.