Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT MELALUI SISTEM TANAM HIDROPONIK DALAM MENUNJANG KUBUTUHAN SAYURAN DI ERA COVID-19 Megasari, Ria; Pertiwi, Erse Drawana; AR, Trisnawaty
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v1i2.501

Abstract

Hidroponik merupakan sistem bercocok tanam tanpa tanah dengan menekankan pemenuhan nutrisi pada tanaman dan menjadi solusi pertanaman dilahan sempit. Penelitian ialah bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan interval pemberian Ab-mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 9 (Sembilan) taraf perlakuan media tanam dan interval pemberian Ab-Mix sebagai berikut: MI11= (Serbuk gergaji + Ab-Mix 1 Minggu sekali); MI12 = (Serbuk gergaji+ Ab-Mix 2 Minggu sekali); MI13 = (Serbuk gergaji+ Ab-Mix 3 Minggu sekali); MI21 = (Arang sekam + Ab-Mix 1 minggu sekali); MI22= (Arang sekam + Ab-Mix 2 minggu sekali); MI23= (Arang sekam + Ab-Mix 3 minggu sekali); MI31(Rockwool + Ab-Mix 1 minggu sekali); MI32= (Rockwool + Ab-Mix 2 minggu sekali); MI33= (Rockwool + Ab-Mix 3 minggu sekali). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan media tanam rockwool dengan pemberian Ab-Mix 1 minggu sekali memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan berat brangkasan.
INTEGRASI TANAMAN DAN IKAN PADA SISTEM AQUAPONIK Megasari, Ria; Bulotio, Nur Fitriyani
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v2i1.505

Abstract

Aquaponik adalah salah satu solusi bagi masyarakat didaerah perkotaan yang lahannya sempit. Saat ini system aquaponik banyak diterapkan oleh petani karena mempunyai banyak keuntungan dan kelebihan. Aquaponik merupakan kombinasi antara budidaya ikan dan budidaya hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman dan kepadatan ikan yang tepat dibudidayakan secara aquaponik. Penelitian ini berlangsung dari Januari hingga April 2018. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk percobaan Rancangan Faktoial Dua Faktor dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Adapun faktor pertama yaitu jenis tanaman terdiri 2 taraf; (A1) = Sawi dan (A2) = Selada. Faktor kedua adalah padat tebar ikan mas terdiri dari 3 taraf; (B0) = tanpa ikan (control); (B2) = 3 ekor; (B3) = 6 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis tanaman sawi dengan kepadatan 6 ekor ikan (A1B2) memberikan luas daun terbesar yaitu 43,09 cm2 dan volume akar terbesar yaitu (330,00 mL). Pertambahan bobot harian terberat adalah perlakuan sawi dengan 6 ekor ikan (2,74 g). Hasil pengamatan DO (oksigen terlarut) dan Amoniak (NH3) pada kolam ikan menununjukkan hasil yang normal dimana Oksigen terlarut berada dikisaran 1,28 ppm – hingga 4,48 ppm sedang amoniak berada antara 0,002 – 0,017. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perlakuan dua jenis tanaman dan kepadatan ikan memberi pengaruh nyata terhadap tanaman sawi yang terintegrasi dengan ikan mas pada sistem akuaponik.
THE ROLE ON MYCORRHIZA ON GROWTH AND PRODUCTION OF SWEET CRON (Zea mays L. Saccharata) Megasari, Ria; Pertiwi, Erse Drawana; AR, Trisnawaty
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v2i2.754

Abstract

Mikoriza merupakan salah satu cendawan yang dapat hidup secara simbiosis mutualisme dengan akar tanaman sehingga dapat meningkatkan penyerapan unsure hara, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan dan pathogen akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mikoriza terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Penelitian ini menggunakan Racangan acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan jarak tanam dan mikoriza yang terdiri atas 4 taraf yaitu: JM10 = Jarak tanam (75x25 cm) tanpa mikoriza; JM11 = Jarak tanam (75x25 cm) + mikoriza 5 g per lubang tanam; JM20 = Jarak tanam (50x25 cm) tanpa mikoriza; dan JM21 = jarak tanam (50x25 cm) + mikoriza 5 g perlubang tanam.Selanjutnya diulang sebanyak empat kali seningga didapatkan 16 unit percobaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan JM11 (jarak tanam (75x25 cm) + mikoriza 5 g perlubang tanam) memberikan pengaruh nyata pada bobot tanaman jagung per kelobot.
HUBUNGAN PEMANGKASAN DAUN DENGAN VARIETAS PADA PRODUKSI TANAMAN JAGUNG PULUT MANIS (Zea mays Ceritina Kulesh) R., Asmuliani; Pertiwi, Erse Drawana; Megasari, Ria
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v2i2.755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemangkasan daun dengan varietas pada pertumbuhan dan produksi tanaman jagung pulut manis. Penelitian ini berlangsung dari November 2019 sampai Februari 2020 bertempat di Desa Palopo Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari tanpa pemangkasan dengan varietas Kumala F1 (PV01) ; tanpa pemangkasan dengan varietas Rasanya F1 (PV02) ; pemangkasan satu helai daun dengan varietas Kumala F1 (PV11) ; pemangkasan satu helai daun dengan varietas Rasanya F1 (PV12) ; pemangkasan dua helai daun dengan varietas Kumala F1 (PV21) ; pemangkasan dua helai daun dengan varietas Rasanya F1 (PV22) ; pemangkasan tiga helai daun dengan varietas Kumala F1 (PV31) ; dan pemangkasan tiga helai daun dengan varietas Rasanya F1 (PV32), perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan PV22 memberikan hasil terbaik pada jumlah daun, panjang tongkol dan bobot per petak. Perlakuan PV22 berpengaruh nyata pada parameter panjang tongkol.
Pengaruh Pupuk Organik dan Pemberian Pakan Terhadap Produksi Padi dan Ikan Pada Sistem Minapadi: The Effect of Organic Fertilizer and Feeding on Rice and Fish Production in the Minapadi System Megasari, Ria; Yulan Ismail; M Darmawan; Muh. Iqbal Ardha
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3716

Abstract

Minapadi merupakan sistem budidaya yang memadukan tanaman padi dan ikan di sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dan pakan terhadap produksi padi dan ikan pada sistem minapadi. Penelitian ini menggunakan RAK faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah perlakuan pupuk organik (P) dengan 4 taraf yaitu: P0 (kontrol), P1 (pupuk kandang sapi), P2 (pupuk kandang ayam), P3 (pupuk kompos). Faktor kedua adalah interval pemberian pakan (L) dengan 3 taraf yaitu: L1 (2 hari sekali), L2 (1 kali sehari) dan L3 (2 kali sehari). Data penelitian dianalisis menggunakan analis ragam dan apabila terdapat hasil yang berbeda nyata makan dilakukan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Interaksi antara pupuk organik dan interval pakan tidak berpengaruh terhadap produksi padi dan ikan pada sistem minapadi. (2) Pupuk organik berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 90 HST (90,72 cm), jumlah anakan (17,85 anakan), jumlah malai (16,87 malai), jumlah bulir berisi/malai (101,96 bulir), produksi padi (1,73 ton.ha-1). (3) Interval pemberian pakan berpengaruh terhadap berat total (51,16 gr) dan pertambahan berat (20,32 gr) ikan pada sistem minapadi. (4) Analisis usahatani memperlihatkan bahwa R/C Ratio sebesar 2,56 dan B/C Ratio sebesar 1,56 sehingga usahatani ini layak untuk diusahakan. Minapadi is a cultivation system that combines rice plants and fish in rice fields. This research aims to determine the effect of providing organic fertilizer and feed on rice and fish production in the Minapadi system. This research uses a two-factor factorial RAK. The first factor is organic fertilizer (P) treatment with 4 levels, namely: P0 (control), P1 (cow manure), P2 (chicken manure), P3 (compost manure). The second factor is the feeding interval (L) with 3 levels, namely: L1 (every 2 days), L2 (1 time a day) and L3 (2 times a day). The research data was analyzed using analysis of variance and if there were significantly different results, a further Fisher’s (Least Significant Difference) was carried out. The research results show that (1) The interaction between organic fertilizer and feeding intervals has no effect on rice and fish production in the Minapadi system. (2) Organic fertilizers influence plant height at 90 HST (90.72 cm), number of tillers (17.85 tillers), number of panicles (16.87 panicles), number of filled spikelets/panicles (101.96 spikes), production rice (1.73 tons.ha-1). (3) Feeding intervals affect the total weight (51.16 gr) and weight gain (20.32 gr) of fish in the minapadi system. (4) Farming analysis shows that the R/C Ratio is 2.56 and the B/C Ratio is 1.56, so this farming is worth running.
PEMBUATAN OTAK – OTAK BANDENG DI DESA LOMULI KABUPATEN POHUWATO : PEMBUATAN OTAK – OTAK BANDENG DI DESA LOMULI KABUPATEN POHUWATO Megasari, Ria
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.096 KB) | DOI: 10.56190/jat.v2i1.18

Abstract

Milkfish is a herbivore fish, cultivated and often traded in the community. For some people, there are people who don't like milkfish because it has too many spines, even though the nutritional value of milkfish is higher than chicken. To overcome this problem, the development of processing milkfish into milkfish brains was carried out. The people of Pohuwato, especially the Sinar Lomuli IKM group in Lomuli Village, consume milkfish only as a side dish to accompany rice, usually cooked or grilled. The purpose of this activity is to improve HR skills and competencies, wider marketing and longer shelf life and better management. Based on observations and interviews conducted by the PKM Team with partners, there are several problems faced by Partners, namely: 1) No have the skills to process milkfish into processed products 2) Products do not yet have a market. The solutions offered by the PKM Team to the Partners are as follows: 1) The IKM groups who participated in the training gained new skills in processing milkfish. 2) Sinar Lomuli IKM can promote and sell their products offline and online.
Pemanfaatan Jerami Padi Menjadi Pupuk Kompos Megasari, Ria; Pertiwi, Erse Drawana; Arsyad, Muh.; Bulotio, Nur Fitriyanti
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/parta.v5i1.4677

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kelompok Wanita tani desa Padengo dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk kompos dengan menggunakan teknologi EM4. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyampaian materi dan demonstrasi pembuatan kompos Jerami. Pada kegiatan pengabdian ini, peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan hingga akhir. Selain itu dengan adanya pelatihan ini kelompok Wanita tani Desa padengo menjadi paham tentang cara membuat pupuk kompos dan semua peserta dapat menyelesaikan pembuatan kompos dengan baik. Pupuk kompos yang dihasikan dapat digunakan untuk menyuburkan tanah, memberi nutrisi pada tanaman, serta dapat memberi Solusi mengatasi limbah pertanian.